
“Tidak bisakah kamu berhenti menusuk titik sakitku?”
Alexander berkata dengan senyum masam di wajahnya. Namun Aurora bisa melihat kepura-puraannya. Sebagai tanggapan, wanita itu balas menyindir.
“Apakah Tuan Pembohong ini memiliki masalah buruk dalam hal semacam itu? Padahal masih muda?”
Walau mengucapkan kata-kata berani, tetapi rona merah tampak di wajah Aurora. Untungnya wanita itu memakai topengnya. Jika tidak, semua pasti menyadari betapa pemalunya wanita dingin itu.
“Hey, bukankah kemarin aku kehilangan banyak uang? Ditambah konsumsi jangka panjang ...”
Tanpa menungguh Alexander melanjutkan, Aurora mendengus dingin. Wanita itu bergumam pelan dengan suara yang hanya bisa dia dengar.
“Cih! Dasar kikir.”
Alexander yang memiliki pendengaran baik menoleh. Menatap ke arah Aurora tanpa mengucap sepatah kata. Pada akhirnya, dia masih diam karena tahu meladeni wanita yang kadang irasional itu hanyalah jalan buntu.
Pada akhirnya, mereka berdua hanya diam tanpa berdebat. Keduanya menunggu para prajurit yang mengumumkan berita penting.
Setelah beberapa saat menunggu, tampak pria di usia akhir tiga puluhan berjalan dengan begitu terburu-buru. Tanpa menunggu lebih lama, dia langsung berteriak keras.
“Semua orang, gelombang binatang buas yang sebelumnya diwaspadai akhirnya benar-benar terjadi! Untuk semua hunter, entah di level 1, level 2, bahkan masih magang diharap untuk membantu! Keselamatan Shelter 13 dan orang-orang di dalamnya ada di tangan kita semua!
Meski naif jika berpikir kalian akan tergerak dengan hal semacam itu, tetapi aku masih meminta tolong. Bukan hanya untuk keselamatan Shelter 13, tetapi kalian pasti akan dibayar dengan harga setimpal ketika waktunya tiba!”
Mendengar kata-kata bayaran besar yang lebih baik daripada poin kontribusi biasa, orang-orang tampak bersemangat. Bahkan Aurora melihat mata Alexander hijau karena serakah. Terkadang membuatnya sedikit malu karena tidak menyangka teman satu timnya seperti itu.
Untung saja, sisi Alexander yang seperti itu tidak diketahui publik. Bukan hanya membuatnya merasa tidak malu, tetapi juga membuat Aurora merasa cukup senang karena hanya dia yang mengetahui sisi memalukan dari pemuda tersebut. Tentu saja, jika Claude tidak dihitung.
“Tidak ada lagi yang perlu disampaikan. Jika kalian belum membawa senjata, maka ambil senjata kalian! Jika kalian sudah membawanya, maka langsung ikuti aku!”
“Bagi yang menyusul, segera pergi ke luar gerbang utama Shelter 13!”
Mendengar itu, semua orang langsung menjawab serempak.
“YA, PAK!”
Bahkan jika mereka tidak memiliki tujuan mulia, orang-orang itu masih ingin melindungi rumah mereka sekaligus tempat mereka mencari nafkah. Belum lagi, sekarang bisa menjadi titik balik dimana mereka bisa mendapatkan cukup banyak panen.
Dengan demikian, para hunter bebas pun segera bergegas mengikuti para penjaga.
Pergi menuju ke gerbang utama untuk bertarung melawan gelombang binatang buas!
---
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian, Alexander mengikuti pasukan dan keluar dari gerbang.
Melihat ratusan orang yang terkumpul, Alexander mengangguk dengan ekspresi serius. Walau tidak sampai lima ratus, tetapi jumlah mereka memang cukup besar. Bukan hanya besar, tetapi apa yang dimaksud Alexander adalah jumlah para hunter gabungan, bukan para magang.
Jika semua orang dihitung, pasti ada lebih dari seribu orang!
Tentu saja, dibandingkan jumlah monster, mereka seperti sebuah ember yang tidak bisa menampung seluruh air sungai. Meski begitu, mereka tidak putus asa.
Dalam ratusan tahun perkembangan, manusia juga telah membuat senjata pertahanan. Bukan hanya dinding tinggi dan kokoh, ada juga menara pengawas dan catapult. Ada juga regu pemanah.
Bisa dibilang, catapult dan panah akan digunakan untuk menyerang musuh yang masih jauh. Jika bisa, gunakan untuk membunuh atau mengusir. Jika masih ada yang bergegas menuju ke arah mereka, baru barisan hunter akan pergi untuk melawan mereka.
Setelah semua orang berkumpul, seorang lelaki tua yang berada puncak level 3 mulai mengatur pasukan. Mereka membaginya untuk mengelilingi dinding pertahanan.
Pasukan dibagi menjadi delapan dan menjaga area tertentu. Meskipun agak acak, tetapi bagian gerbang utama memiliki lebih banyak orang untuk berjaga. Entah baik atau buruk, kebetulan Alexander dan Aurora ditugaskan di sana.
‘Ini buruk. Lebih baik menjaga bagian samping atau titik yang tidak begitu mencolok. Bagian depan pasti berat karena harus menghadapi lebih banyak monster. Itu pasti melelahkan dan berbahaya.’
Memulai perhitungannya, Alexander menghela napas panjang. Memikirkan berbagai resiko dan hal-hal negatif, pemuda itu segera menggelengkan kepalanya. Pada akhirnya, dia mencoba memotivasi dirinya.
‘Meski berbahaya, tetapi resiko tinggi berarti keuntungan juga tinggi!’
Setelah memotivasi diri sendiri, Alexander langsung mengikuti pengaturan dan pergi ke tempat dia akan berjaga. Hanya saja, sekali lagi pemuda itu menjadi kecewa. Alasannya ... karena tidak sesuai dengan harapannya!
Alexander menggertakkan gigi. Alih-alih membuat barisan rapat untuk bertempur, ternyata setiap orang memiliki jarak beberapa meter satu sama lain. Bukan hanya tidak bergerak maju, mereka benar-benar hanya menunggu.
Sedangkan dalam pikiran Alexander, mereka akan membuat barisan kokoh. Sebuah formasi yang dibuat untuk menyerang dan bertahan. Namun semua benar-benar berbeda dari angan-angannya. Pemuda itu merasa telah ditipu!
“...” Alexander menghela napas panjang.
Pemuda itu sebenarnya tidak salah. Biasanya, umat manusia akan bertarung dengan cara seperti itu. Namun, itu dilakukan ketika menyerang dan melakukan misi penjelajahan. Sedangkan sekarang mereka berada dalam misi pertahanan. Meski bisa dilakukan, tetapi ada dua hal yang Alexander lupakan.
Pertama, kubu hunter bebas dan pasukan Blood Cross kurang akur. Itu sebabnya formasi kurang efisien karena sulit mengaturnya!
Terakhir, jumlah orang. Ya ... jika itu di Shelter 1 dimana ada hunter dalam jumlah banyak dan cukup kuat, maka wajar jika dilakukan. Di Shelter 13 sendiri, jumlah hunter tidak terlalu banyak. Berarti strategi semacam itu memang sulit dilakukan.
Dari semua itu, hanya ada satu kesimpulan. Alexander agak ceroboh karena dia kurang memperhatikan detail-detail kecil tetapi penting!
“Satu masalah setelah masalah lain, itu benar-benar merepotkan,” gumam pemuda itu.
Pada saat bergumam, Alexander melihat ke arah kejauhan. Di sana, terlihat asap mengepul. Suara berat dari langkah kaki ribuan monster mulai terdengar di telinga. Mendengar itu saja, banyak hunter yang mulai gugup, bahkan ketakutan.
“Apakah kita bisa selamat? Apakah terlambat untuk melarikan diri?”
__ADS_1
“Mungkinkah tidak ada jalan lain? Bisakah kita memilih untuk mundur?”
“Aku takut, bagaimana jika aku mati?”
“Aku punya ayah dan ibu menungguku kembali!”
“Jika aku mati, istri dan putra kecilku pasti tidak akan bisa melewati musim dingin ini!”
“...”
Mendengar ucapan orang-orang itu, Alexander mengerutkan kening. Melihat ribuan monster yang keluar dari hutan, dia mencabut pedangnya sambil mengutuk dalam hati.
‘Wahai penguasa langit dan bumi, tolong ledakkan mulut orang-orang yang penuh omong kosong ini!’
SWOOSH! BOOM!
Pada saat itu, beberapa batu besar dan beban buatan tiba-tiba terlempar. Dengan seruan sang pemimpin, catapult beroperasi dan terus membidik musuh-musuh yang lebih besar atau berkerumun.
‘Mutated green dog? Aku tahu kalau mereka cepat berkembang biak, tapi jumlah semacam ini ... bukankah berlebihan?’
Mutated green dog adalah anjing besar seukuran harimau bengal ketika dunia belum mengalami apocalypse. Tubuh mereka cukup ramping, dipenuhi bulu hijau tua yang beracun. Mereka mengandalkan kecepatan, gigi dan taringnya yang tajam.
Kecuali beberapa, hampir sebagian besar dari mereka adalah makhluk level 1. Tubuhnya dianggap rata-rata, tidak terlalu besar atau kecil karena banyak makhluk di era kacau ini berukuran sangat besar. Masalahnya, sekali lihat, semua orang langsung tahu jumlah mereka lebih dari 300 ekor.
Ini baru di sisi mereka! Ditambah tujuh sisi lain, jumlahnya jelas tidak kurang dari 2000 ekor!
Selain mutated green dogs, ada juga beraneka ragam monster. Meski memiliki banyak variasi, tetapi jumlah mereka tidak begitu banyak. Bisa dibilang, ancamannya tidak seberapa. Itu berarti, musuh utama yang akan mereka hadapi adalah mutated green dogs!
Muteted green dogs sendiri berpenampilan lebih mirip serigala, dan dipimpin oleh raja mereka yang merupakan makhlul level 3!
Bukan hanya ada raja mutated green dogs yang memiliki tinggi sekitar dua setengah meter, tetapi ada juga beruang hitam level 3, kucing hutan level 3, dan beberapa makhluk level 3 lainnya yang siap mengepung Shelter 13.
Melihat dua makhluk level 3 yang muncul di sisi gerbang depan Shelter 13, Alexander tidak bisa tidak merasa masam. Pemuda itu benar-benar merasa sangat tertekan.
‘Lupakan! Biarkan para petinggi yang berurusan dengan mereka karena itu tidak ada hubungannya denganku!’
Setelah mengatakan itu, Alexander melihat banyak mutated green dog yang berhasil menghindari serangan catapult dan anak panah. Melihat makhluk-makhluk yang tampak gila karena kelaparan, pemuda itu bergumam.
“Sungguh ironis. Meski dunia ini begitu luas, pada akhirnya, tetap saja hanya ada dua pilihan ...”
“Membunuh atau dibunuh.”
>> Bersambung.
__ADS_1