
Tiga hari kemudian, markas Cursed Lambs.
Di malam yang begitu gelap dan suram, Alexander mengambil tas hitam berisi bagiannya. Ya ... ini adalah hasil kerja keras kolaborasi V dan Cursed Lambs. Hanya saja, hari ini dia baru bisa mengambilnya karena semua perlu dihitung, dikurangi biaya pesta dan lelang, sedikit dikurangi biaya penanganan, lalu dibagi berdasarkan persentase.
Sementara itu, Alexander juga telah mendapatkan barang dan uangnya sendiri karena menjual dan membeli item lelang. Berbeda dengan keuntungan lelang, ini lebih bersifat pribadi.
“Apakah ada yang salah?” tanya Alexander.
Pria itu baru saja membuka pintu keluar, tetapi pemandangan di depannya membuatnya curiga.
Di depan markas Cursed Lambs, terlihat lebih sepuluh orang tetapi berada di dua grup berbeda. Ada sosok yang cukup Alexander kenal, bahkan membekas dalam ingatannya karena baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu. Mereka adalah Sir Gareth dan Tuan Wilson.
Mendengar pertanyaan Alexander, Sir Gareth dan Tuan Wilson saling memandang. Keduanya jelas tidak menyangka kalau ‘temannya’ itu juga akan datang ke markas Cursed Lambs untuk menemui V. Jadi mereka saling memandang dengan tatapan tidak senang. Suatu pemandangan yang membuat Alexander merasa semakin bingung.
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu V,” ucap Tuan Wilson secara lugas.
“Aku juga ingin berbicara denganmu, Nak.” Sir Gareth menagngguk dengan ekspresi serius seperti biasa.
Pada saat itu, teriakan terdengar dari dalam ruangan.
“TUNGGU!”
Beberapa saat kemudian, Tuan Lenka muncul lalu memelototi kedua ‘temannya’ yang datang berkunjung tanpa memberitahu terlebih dahulu. Menyadari niat mereka berdua, dia segera berteriak marah.
“Dasar dua barang tua tidak tahu malu, berani-beraninya kamu mencoba menggali sudut, mencuri orang dariku!” teriaknya.
“Aku rasa kamu salah besar, Len. V sama sekali bukan anggota Cursed Lambs, jadi kami bisa mengunjunginya kapan saja. Selain itu, kerja sama tergantung padanya, sama sekali tidak ada hubungannya denganmu.” Tuan Wilson berkata sinis.
__ADS_1
“Kali ini aku juga setuju dengan Wilson,” tambah Sir Gareth.
“Itu ...” Tuan Lenka kehilangan kata-kata.
Apa yang dikatakan oleh Tuan Wilson sama sekali tidak salah. Alexander hanyalah hunter mandiri yang tidak terikat dengan Cursed Lambs. Itu berarti pergerakannya sama sekali tidak boleh dibatasi oleh kelompok tersebut. tentu saja Cursed Lambs bisa saja menahan Alexander agar tidak berhubungan dengan kelompok lain dengan cara mengancam, tetapi memiliki resiko besar dimana pria itu akan memutuskan kerjasama antara mereka.
Kepergian Alexander memiliki dampak positif bagi Cursed Lambs. Bukan hanya membersihkan nama mereka agar tidak berteman dengan buronan, tetapi mereka tidak perlu membayar Alexander. Setidaknya, itulah yang akan terjadi di awal.
Hanya saja, Tuan Lenka mengingat jelas ucapan Alexander. Bahkan tanpa bantuan Cursed Lambs, pria itu bisa berdiri sendiri dan mencari kelompok lain untuk dijadikan rekan baru. Belum lagi, sekarang V telah membuktikan dirinya sendiri. Bukan hanya kuat dan kejam, tetapi dia juga mampu membuat brand bagi dirinya sendiri.
Nama dua anggur, Scarlet Dusk dan Violet Midnight menjadi sangat populer. Bukan hanya itu, V juga mulai terkenal mampu membuat pedang indah dengan kualitas lebih baik daripada Vermillion Shop.
Bisa dibilang, banyak kelompok lain tetapi hanya ada satu V. Pria itu bisa kehilangan Cursed Lambs, tetapi Cursed akan dirugikan jika sampai kehilangan dirinya.
Melihat ekspesi rumit di wajah Tuan Lenka, Alexander yakin kalau rencananya telah berhasil. Hanya dalam satu acara, dia telah memutus ketergantungannya kepada Cursed Lambs dan berhasil menyebarkan namanya sendiri ke para hunter bebas kuat di Shelter 1. Baginya ... ini sama sekali bukan kerugian.
Mendengar ucapan Alexander, ketiga pria paruh baya itu saling memandang. Setelah itu, mereka pun mengangguk.
Sekitar lima belas menit kemudian, keempat orang itu duduk di ruang tamu khusus Cursed Lambs. Orang-orang yang dibawa oleh Tuan Wilson dan Sir Gareth menunggu di tempat lainnya.
“Kamu benar-benar pelit, Len. Kamu jelas memiliki stok anggur yang harum, tetapi memberi kami anggur biasa seperti ini,” ucap Tuan Wilson yang menuangkan anggur ke gelas dengan ekspresi kecewa.
“Benar-benar tidak cocok dengan penampilanmu yang mencolok. Ternyata kamu pelit, Pak Tua.” Sir Gareth menggelengkan kepalanya.
“...”
Tuan Lenka tidak mengatakan apa-apa, tetapi sudut bibirnya berkedut. Dia sendiri tidak memiliki banyak anggur Scarlet Dusk. Pria itu telah meminta Alexander menjual kepadanya secara pribadi, bukan jenis yang akan dijual ke pasaran. Namun Alexander menolak permintaannya dengan alasan sulit memproduksi dalam jumlah banyak.
__ADS_1
“Berhenti berputar-putar. Katakan saja kenapa kalian datang ke sini? Selain itu, kenapa kalian tahu V datang? Mungkinkah kalian meminta bawahan kalian menguntit sehingga tahu kapan V datang?” sela Tuan Lenka dengan ekspresi tidak puas.
Tuan Wilson dan Sir Gareth tampak tenang di permukaan, tetapi mereka sebenarnya merasa agak malu. Keduanya memang meminta satu bawahan mereka untuk mengawasi sekitar markas Cursed Lambs setiap harinya. Meminta untuk langsung melapor jika sosok V muncul di sana.
Menurut mereka, orang itu sangat misterius dan sulit dicari, jadi hanya bisa meminta bawahan berjaga sampai dia muncul. Jika tidak, mereka tidak akan tahu kapan bisa menemui V kecuali di pesta dan pelelangan.
Tuan Wilson yang sering berurusan dengan hal teduh kembali tenang. Dia langsung menyatakan alasan kenapa dia datang menemui Alexander.
“Jujur saja Len, kami berdua tidak ingin kamu merusak keseimbangan. Keuntungan ini terlalu besar dan perkembangan Cursed Lambs akan mengkhawatirkan. Jika kamu tidak berniat mundur dan memaksa maju sendirian, kami berdua sama sekali tidak keberatan menyatukan kekuatan untuk menekanmu,” ucap Tuan Wilson.
“Kalian berani!” teriak Tuan Lenka dengan wajah marah.
“Tentu saja kami berani,” ucap Sir Gareth. Dia menyesap anggur lalu melanjutkan. “Pada awalnya kita bertiga saling menekan dan membuat sebuah keseimbangan. Namun kali ini kamu menerobos lebih jauh. Jadi sebelum kamu berhasil maju dan akhirnya menekan kami berdua ... tidak ada salahnya Thorns Dragon dan Black Punisher menyatukan kekuatan untuk melawan Cursed Lambs.”
Ekspresi Tuan Lenka tampak muram. Meski enggan, dia tahu apa yang dikatakan oleh mereka berdua memang tepat. Bisa dibilang, ada peraturan tidak tertulis agar mereka bisa saling menahan dan mempertahankan keseimbangan. Bahkan aturan tersebut juga dilakukan oleh Blood Cross.
Jika diperhatikan, dari keempat keluarga besar yaitu Chivelm, Ervens, Rubruzen, dan Nigruzen memiliki kekuatan yang hampir sama. Hanya Keluarga Rosewald yang merupakan pemimpin sejati unggul dari mereka. Keluarga Rosewald jelas memantau keempat keluarga itu, memastikan bawahannya tersebut tidak memiliki kekuatan berlebihan yang mengancam kekuasaan.
Jika sesuatu semacam itu terjadi ...
Keluarga Rosewald tidak keberatan membantu tiga keluarga lain untuk menekan keluarga tersebut, bahkan dalam kasus terburuk memusnahkan mereka karena tidak ingin memiliki bawahan yang tidak bisa dikendalikan.
Pada saat itu, Alexander yang melihat situasi agak suram tiba-tiba bertepuk tangan untuk menarik perhatian. Ketika semua orang menoleh ke arahnya, pria itu pun berkata.
“Bagaimana kalau kita membuat rencana pengembangan bersama sehingga bisa saling menguntungkan?”
>> Bersambung.
__ADS_1