After Apocalypse

After Apocalypse
Nine Gates


__ADS_3

Sementara itu, di Distrik 1 tempat tinggal para petinggi berada.


“Hey, sebagai pemimpin Shelter 13, apakah tidak apa-apa jika kamu tidak pergi ke medan pertempuran?”


Suara lembut, magnetis, dan ramah terdengar. Saat itu, seorang wanita bertopeng berdiri dengan tenang sambil menatap pasukan yang menjaga sebuah bangunan. Lebih tepatnya, gudang penyimpanan khusus milik pemimpin Shelter 13.


Di antara barisan yang menghadang, ada pemimpin Shelter 13 yang merupakan hunter level 4 dan dua puluh prajurit elit yang berada di level 2.


“Semua hunter level 3 ditugaskan untuk melawan gelombang monster. Karena di wilayah ini jauh dari keberadaan makhluk tingkat tinggi, semuanya pasti akan baik-baik saja bahkan jika aku tidak memimpin mereka.”


Seorang pria paruh baya yang merupakan pemimpin Shelter 13 berkata dengan nada serius. Melihat penampilan wanita pendek yang misterius di depannya, pria itu merasa sangat waspada.


“Itu benar-benar merepotkan,” ucap wanita tersebut.


Wanita itu mengelus dagu sambil berpikir sejenak. Setelah beberap saat, dia memiringkan kepalanya lalu berkata dengan nada ramah.


“Mari ambil satu langkah mundur. Aku akan mengambil beberapa item yang dibutuhkan lalu pergi. Tidak perlu ada pertarungan dan tidak perlu ada pertumpahan darah.”


“Sepertinya kamu salah dalam menilai sesuatu, Gadis Kecil.”


Pada saat mengatakan itu, momentum mengerikan muncul dari sosok pemimpin Shelter 13. Tubuhnya membengkak menjadi semakin besar, merobek sebagian besar pakaiannya. Otot-ototnya tampak begitu padat dan sekeras batu. Dua tangan besar seperti palu godam yang bisa menghancurkan musuh dalam setiap ayunan.


Dalam sekejap, bulu coklat kemerahan menyelimuti sebagian tubuhnya. Kakinya tampak lebih ramping, tetapi bagian atas tubuhnya dipenuhi dengan otot. Taringnya menjadi semakin panjang dan ekor muncul di belakang tubuhnya.


“Dengan keberadaanku di sini, bisa dibilang kamu beruntung jika bisa melarikan diri dengan selamat.”


Mendengar ucapan pria itu, wanita tersebut mengangguk ringan. Dia berkata dengan nada santai.


“Mival, pemimpin Shelter 13 yang memilih rute utama mudah tetapi menghasilkan efek yang terlihat sangat jelas dan tidak bertentangan. Level 2 Red Forest Cat, level 3 Wind-rider Tiger, dan level 4 Thorn-backed Blood Tiger (king).


Gabungan dari miracle root sama sekali tidak bertentangan, saling melengkapi satu sama lain. Meski terdengar sederhana, tetapi lebih baik daripada susunan miracle root acak. Sedikit lebih rendah dari jenis spesial.”


Mendengar ucapan wanita itu, pupil Mival langsung menyusut. Menggertakkan gigi dengan ekspresi curiga di wajahnya, pria itu bertanya.


“Siapa kamu dan apa yang yang kamu inginkan?! Apakah kamu berniat menentang Blood Cross?!”


Mendengar suara yang bercampur dengan raungan itu, wanita bertopeng tersebut menggeleng ringan.


“Aku tidak peduli dari kelompok mana. Aku hanya bertugas untuk ‘meminjam’ bahan. Ya. Sesederahana itu. Jika kamu benar-benar penasaran, maka biarkan aku memperkenalkan diri.”


Setelah mengatakan itu, dia membungkuk ringan sambil sedikit mengangkat jubahnya. Bergerak layaknya wanita bangsawan yang sedangnya menyapa.


“Nama saya adalah Yona dari Nine Gates.”


“Nine Gates? Aku tidak pernah mendengar nama guild besar itu.” Mival mengerutkan keningnya, merasa kalau wanita itu membohonginya.


“Nine Gates bukanlah sebuah guild atau klan besar. Bisa dibilang, kami hanya kelompok kecil yang beranggotakan orang-orang buangan,” ucap Yona santai.


“Orang-orang buangan? Kalian?”


Mival menyempitkan matanya. Wanita di depannya jelas bukan hunter level 3 sederhana. Meski berada satu level di bawahnya, pria itu masih merasakan bahaya. Sama sekali tidak merasa sedang bertemu dengan orang biasa.

__ADS_1


“Sudah kuduga kamu sedang bermain-main dan membuang banyak waktu, Yona.”


Pada saat itu, suara wanita dingin terdengar. Bersama dengan suara langkah kaki yang menggema, sosok berjubah hitam berjalan menuju ke arah Yona berada.


Dari sosoknya saja, sudah dipastikan kalau dia adalah seorang perempuan. Wanita itu mengenakan topeng yang sama dengan Yona, tetapi ada tanda ‘II’ tepat di tengah dahinya. Rambut merah bergelombang tergerai sampai punggungnya. Sebuah warna yang begitu mencolok dan unik karena jarang ada yang memilikinya.


“Ugh! Scarlet ...” gumam Yona.


Yona yang sebelumnya terdengar begitu lembut dan misterius tampaknya merubah sikapnya di depan wanita itu. Selain itu, dia juga sesekali memandang bagian depan temannya yang terlalu mempesona lalu melirik ke arah miliknya sendiri. Wanita itu tidak bisa tidak mengutuk dalam hatinya.


‘Tumpukan lemak jahat, MATI!’


Scarlet sama sekali tidak mempedulikan tatapan penuh kebencian Yona. Sebaliknya, dia malah berkata dengan begitu datar.


“Segera ambil barangnya. Kita harus pergi ke tempat berikutnya.”


Mendengar itu, Yona mengerutkan kening. “Pergi keluar saat musim dingin? Tidak menunggu musim semi terlebih dahulu? Omong-omong, apakah kamu sudah mengambil barangnya?”


“Aku sudah mengambil barang dari empat keluarga lain. Barang-barang itu sedang dibawa pergi.”


“Hah?! Kamu benar-benar sudah melakukannya! Ini keterlaluan! Aku tidak ingin lagi tidur di hutan, khususnya di musim dingin!” teriak Yona tidak puas.


“BERANI-BERANINYA KALIAN MENGABAIKANKU!”


Teriakan Mival membuat kedua wanita itu menoleh pada saat yang sama. Melihat perhatian mereka kembali kepadanya, pria itu berkata dengan nada serius.


“Kamu mencuri dari empat keluarga lain? Bagaimana kamu bisa melakukannya? Di sana ada-“


Wanita itu melirik ke arah Mival.


“Ke alam baka.”


Mendengar ucapan wanita itu, tubuh Mival langsung meledak dengan momentum ganas. Pria itu langsung menghilang dari tempatnya lalu muncul di depan Scarlet sambil mengayunkan tinjunya.


“MATI, J-LANG!!!”


BLARRR!!!


Ledakan keras tercipta dan asap tebal mengepul ke mana-mana. Pada saat asap sirna, tampak pemandangan yang membuat banyak orang membelalakkan mata mereka.


Tampak Mival yang mengayunkan tinju dengan sekuat tenaga, tetapi tinjunya dihentikan oleh sebuah pedang. Ya. Sebuah pedang lurus yang pegang hanya dengan satu tangan.


Scarlet masih berdiri di tempatnya sambil menahan serangan Mival. Namun, jubah hitam berlumur darah terhempas ke belakang, menunjukkan apa yang ada di baliknya.


Melihat armor hitam legam yang terbuat dari kerapas makhluk tertentu yang menutupi sekujur tubuh Scarlet, mata Mival terbelalak. Belum lagi ketika melihat tangan kiri Scarlet yang benar-benar menghilang, keterkejutan tampak jelas di matanya.


“Oh. Apakah kamu merasa terkejut?” tanya Scarlet datar.


“Bagaimana bisa?” gumam Mival dengan ekspresi tidak percaya. “Bagaimana bisa hunter level 3 sepertimu menahan semua kekuatanku!?”


“Lagi-lagi pertanyaan yang konyol seperti itu. Berbeda dengan monster yang tumbuh kuat dengan naik level dan menerima takdir mereka setelah terlahir menjadi monster jenis apa, manusia itu cukup spesial.

__ADS_1


Jika mengambil miracle root dari monster-monster tipe spesial, tentu saja mereka akan menjadi semakin kuat. Jadi, bukan hal yang mustahil untuk bersaing dengan level berikutnya. Khususnya jika seperti aku yang telah berada di puncak level 3. Tentu saja tidak masalah bersaing dengan level 4 yang belum sampai setengah langkah sepertimu, kan?”


Mendengar ucapan datar Scarlet, Mival menjadi semakin terkejut dan tidak percaya. Namun sebelum dia dapat mengatakan apa-apa, dia melihat uap merah yang tampak aneh mengelilingi Scarlet.


Menyadari kemampuan tersebut, ekspresi Mival terlihat sangat buruk.


“Jika tidak ada yang lain ... enyahlah.”


BANG!


Dengan ayunan pedang Scarlet, tubuh Mival langsung terhempas belasan meter dan menabrak dinding dengan keras.


Pada saat itu, Scarlet melirik ke arah Yona yang sibuk melihat kesenangan.


“Melawannya bukan masalah, tetapi membunuhnya adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Jadi jangan buang-buang waktu, ambil bahan itu lalu pergi ke tujuan berikutnya.”


“Tidak bisakah aku menonton pertunjukan? Mungkin itu bisa menambah pengalaman bertarungku?” ucap Yona dengan nada tidak yakin.


“...”


Melihat Scarlet diam di tempatnya, sayap putih muncul di punggung Yona. Wanita itu mengangkat bahu, lalu terbang sambil menggerutu.


“Baik, baik ... sekarang kamulah bosnya.”


---


Beberapa jam kemudian.


Setelah menyelesaikan pertempuran panjang melawan gelombang binatang buas, orang-orang yang bertahan bersorak dengan ekspresi campur aduk. Mereka senang karena berhasil selamat melewati bencana ini. Namun mereka juga sedih karena kehilangan banyak rekan-rekan mereka.


“Sekarat ... aku benar-benar sekarat ...”


Alexander berbaring terlentang di atas tanah yang dipenuhi dengan tumpukan tubuh monster bersimbah darah. Meski mengatakan itu, sebenarnya pemuda tersebut hanya kelelahan secara ekstrem.


Orang-orang di sekitarnya, khususnya hunter level 1 dan para magang menatapnya dengan ekspresi takjub. Menurut mereka, Alexander telah melakukan pencapai sebuah pencapaian yang nyaris mustahil.


Mungkin bukan membunuh 100 monster, tetapi pasti lebih dari 50 monster di tingkat yang sama dengan tangannya sendiri!


“Cuti. Aku harus cuti beberapa hari untuk memulihkan diri,” ucap Alexander dengan ekspresi yang terlihat agak ceroboh dan lucu.


Mendengar ucapannya, banyak orang tertawa. Meski mereka tidak membunuh sebanyak Alexander, tetapi orang-orang itu terluka cukup parah dibandingkan pemuda itu. Jadi mereka merasa bocah tengil yang tidak suka menanggung rasa sakit dan suka mengeluh itu lucu.


Pada awalnya, situasi sangat damai dan ceria karena berhasil menyelesaikan pertempuran tanpa membiarkan monster membobol dinding pertahanan dan mengacaukan Shelter 13. Namun, situasi yang tidak terduga membuat banyak orang terkejut dan tidak percaya.


Bahkan Alexander juga merasa terkejut ketika mendengar berita tersebut.


Pada saat pertempuran besar terjadi di luar, musuh melancarkan serangan ke tempat penting di Distrik 1. Dalam prosesnya.


Lebih dari empat puluh hunter level 2 mati, tiga petinggi yang merupakan hunter level 3 juga mati, bahkan ... Pemimpin Shelter 13 yang merupakan hunter level 4 terluka parah dan kehilangan satu lengannya!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2