
Tanpa terasa, beberapa waktu kembali berlalu begitu saja.
Setelah melalui perjalanan yang begitu panjang, Alexander dan kedua pelayannya akhirnya sampai di depan pintu gerbang Shelter 11.
Shelter 11 adalah shelter yang paling terkenal atas luasnya. Bukan hanya luas, tetapi populasi penduduknya jauh lebih banyak daripada shelter lainnya. Itu juga menjadi alasan kenapa Alexander memilih tempat ini.
Shelter 11 memiliki jumlah orang yang masuk dan keluar lebih banyak. Selain itu, struktur organisasi di dalamnya lebih kompleks. Karena dia tidak datang untuk berburu, tetapi melakukan bisnis, jadi tempat semacam ini lebih cocok.
Sedangkan alasan kenapa Alexander tidak langsung berpikir untuk memulai bisnisnya adalah kendala kekuatan. Sekarang, setidaknya dia memiliki kemampuan untuk melarikan diri jika ada masalah. Pada saat levelnya terlalu rendah, melakukan bisnis semacam itu memiliki resiko terlalu tinggi.
Misalnya, dalam kasus red bandana, jika Alexander tidak memiliki kekuatan, dia akan berakhir diperas lalu dikhianati. Pada akhirnya tertangkap untuk menjadi pekerja paksa atau mungkin dibunuh.
Alexander melirik ke arah Daisy dan Aster. Sama seperti dirinya, sekarang mereka mengenakan jubah hitam dan topeng putih polos. Bereka berjalan berdekatan.
Tidak jauh dari mereka, ada beberapa kelompok orang yang juga datang ke Shelter 11 untuk mengejar mimpi mereka. Entah itu menjadi hunter bebas, memulai bisnis, atau bahkan bergabung dengan pasukan penjaga Blood Cross.
Kebanyakan dari mereka masih cukup muda, berada di awal dua puluhan sama seperti Alexander. Hanya saja, kebanyakan dari mereka belum menjadi hunter dan masih setengah jalan. Kemungkinan besar menemukan jalan buntu lalu pergi ke tempat ini untuk melanjutkan mimpi mereka.
Dalam perjalanan ke Shelter 11, Daisy dan Aster juga telah mendapatkan miracle root mereka. Itu berarti, persiapan yang Alexander inginkan sudah terlaksana. Tinggal memulai eksekusi rencananya.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya giliran Alexander dan kedua pelayannya untuk mendaftar.
Pada saat mengisi formulir. Orang-orang tampak terkejut karena tidak menyangka ada tiga hunter yang baru memasuki kota. Satu hunter level 2 dan dua hunter level 1. Belum lagi, orang yang bertanggung jawab terkejut ketika melihat status dua hunter level 1 yang ternyata adalah ‘properti’ milik Alexander.
“Sebenarnya aku naik level 2 sebelum memulai perjalanan, tetapi belum melakukan pembaruan data. Namun, seperti yang kalian ketahui, Shelter 13 sedang kurang damai, jadi aku memutuskan untuk memperbaruinya di sini.”
Alexander berkata dengan tenang. Tidak begitu cuek atau ramah. Benar-benar berbeda dengan karakternya di Shelter 13.
Pria yang sedang memeriksa data terus mengangguk. Alexander dan dua orang lainnya diperiksa beberapa saat untuk memastikan keaslian data. Melihat tiga orang yang masih muda memiliki kekuatan seperti itu, beberapa pengurus langsung memberi mereka tawaran untuk bergabung dengan Blood Cross.
Setelah menolak dengan ramah, Alexander dan kedua pelayannya diantarkan menuju tempat mereka akan tinggal.
Berbeda dengan Shelter 13 yang dibagi menjadi beberapa distrik, Shelter 11 dibagi menjadi beberapa lingkaran dari yang paling dalam (pusat) ke yang paling luar.
Lingkaran 1 adalah pusat dimana pemimpin Shelter 11 tinggal. Lingkaran 2 adalah tempat tinggal para penjaga dan prajurit Blood Cross. Lingkaran 3 adalah tempat perdagangan yang diawasi secara khusus oleh Blood Cross. Lingkaran 4 adalah tempat para hunter bebas menyewa. Lingkaran 5 adalah tempat perdagangan bebas dimana banyak hunter menyewa toko dan melakukan beberapa bisnis agak gelap. Terakhir, lingkaran 6 adalah tempat tinggal para pengungsi.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Alexander pergi menuju ke lingkaran 4 tempat dia akan menyewa rumah. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini pemuda itu langsung memilih menyewa rumah paling besar nomor 2 dimana beberapa hunter bebas level 2 tinggal. Jumlahnya tidak banyak, dan sewanya cukup mahal.
Ada lima belas rumah paling besar dan tempat itu sudah dihuni. Sedangkan yang paling besar kedua berjumlah empat puluh. Dibandingkan lima belas rumah paling mencolok, empat puluh rumah itu sudah sangat bagus dan tidak begitu mencolok.
Walau empat puluh rumah tampaknya banyak, tetapi sebenarnya agak sedikit karena jumlah orang di Shelter 11 itu tergolong banyak.
Setelah orang yang bertanggung jawab pergi, Alexander mengajak Daisy dan Aster memeriksa rumah baru mereka. Sedangkan bagaimana dia mendapatkan poin cukup untuk menyewa rumah besar dalam waktu setengah tahun, tentu saja menukarkan beberapa botol ramuan dan beberapa bahan yang dia dapatkan ketika mendekati wilayah Shelter 11.
“Satu kamar tidur utama, dua kamar ukuran sedang, satu ruang besar untuk bersantai, dan satu dapur.
Kita bisa memberi sekat pada ruang santai. Bagi menjadi ruang santai pribadi di belakang dan ruang menerima tamu di depan. Dapurnya cukup luas. Di dekat pintu menuju halaman belakang, beri sekat lain untuk membuat tempat mencuci yang tidak perlu terlalu besar, tetapi cukup.”
Ketika masuk ke dalam rumah, Alexander langsung memikirkan cara menangani rumah karena berencana untuk tinggal di sini dalam waktu cukup lama.
“Selain itu, kita juga memerlukan perabot. Kita akan membeli ranjang, kursi, meja, dan beberapa alat lain. Untuk lemari dan rak, aku akan membeli bahan lalu membuatnya sendiri.
Omong-omong, kalian akan mendapatkan kamar sendiri. Satu kamar untukku, satu kamar untuk kalian berdua, dan satu kamar untuk menyimpan berbagai bahan.”
Sementara itu, Daisy dan Aster yang mendengar penjelasan Alexander terus mengangguk. Keduanya saling melirik, jelas ada rasa suka dan duka di mata mereka. Keduanya merasa senang karena bisa tinggal di kamar yang luas berdua, tetapi juga merasa agak enggan karena harus berpisah dengan Alexander.
“Ya!” jawab keduanya serempak.
Melihat rumah baru mereka, Alexander mengangguk puas.
“Kalau begitu kita mulai bersih-bersih lalu pergi berbelanja sambil mencoba mengenali area sekitar.”
---
Tanpa terasa, satu minggu berlalu begitu saja.
Dalam waktu ini, Alexander menyibukkan diri untuk merenovasi rumahnya. Bukan hanya membeli berbagai barang, tetapi juga melakukan perubahan di beberapa ruang dan membangun toilet di belakang rumah.
Dengan begitu, privasi mereka jelas terjaga. Hampir tidak perlu keluar rumah kecuali membeli persediaan makanan dan air.
Tentu saja, Alexander harus pergi keluar setiap dua atau tiga minggu sekali untuk menunjukkan ke tetangga bagaimana cara dia mendapatkan poin kontribusi yang ditukar dengan sumber daya.
__ADS_1
Hanya dalam waktu satu minggu, rumah benar-benar menjadi lebih baik. Bukan hanya layak huni, tetapi juga termasuk kategori mewah di antara hunter yang ada di Shelter 11.
Dalam satu minggu ini, Alexander mendapatkan cukup banyak manfaat. Ketika membeli berbagai perabot dan bahan untuk merenovasi rumah, pemuda itu ‘tanpa sengaja’ mendapatkan beberapa informasi. Entah itu tentang penduduk sekitar, kebiasaan mereka, dan beberapa tokoh terkenal di Shelter 11.
Alexander menghafal semua tokoh penting entah itu di sisi hitam (hunter bebas/pedagang gelap) dan sisi putih (orang-orang dari Blood Cross). Namun, dia memiliki kesan cukup dalam pada beberapa tokoh.
Misalnya Aunt Ma. Seperti panggilannya, dia adalah seorang bibi yang terbilang cukup tua dengan usia sekitar 50 tahun. Meski begitu, dia adalah hunter level 4 yang sangat terkenal. Dianggap sebagai nomor dua di Shelter 11.
Apa yang membuatnya mencolok bukan hanya kekuatannya, tetapi juga sikapnya yang bisa dibilang ... unik.
Aunt Ma adalah anggota Blood Cross dan adik dari mantan pemimpin Shelter 11. Dia memiliki hobi khusus yaitu menikah dengan hunter bebas yang tampan dan memiliki potensi besar.
Jika hanya menikah dan mengumpulkan suami, itu masih baik-baik saja. Masalahnya, Aunt Ma memiliki kebiasaan yang cukup kejam. Setiap kali hamil dari suami baru, dia akan menganggap kalau tugas laki-laki itu selesai. Jadi akhirnya membunuh pria itu dengan kejam.
Meski begitu, tidak ada yang berani membuat masalah dengannya. Alasannya sederhana, latar belakang besar dan dia sendiri juga sangat kuat.
Alexander sendiri langsung curiga kalau kebiasaan Aunt Ma dipengaruhi oleh efek negatif salah satu miracle root miliknya. Mengalami sedikit kecelakaan dalam proses penyerapannya.
Lagipula, memang ada beberapa hewan yang memiliki karakteristik seperti itu. Misalnya belalang sembah atau beberapa jenis laba-laba.
‘Aku harus menghindari wanita gila itu dan tidak tampil terlalu mencolok khususnya dalam pengawasannya.’
Itulah yang Alexander pikirkan ketika mendapatkan informasi tentang Aunt Ma. Meski dia sendiri merasa kalau dirinya jenius. Namun pemuda itu tidak yakin bisa berhadapan secara langsung dengan wanita gila itu.
Jadi .. menjauh adalah pilihan paling bijak!
Sembari duduk di teras belakang rumah, Alexander mengawasi Daisy dan Aster yang sedang melakukan latihan tempur.
Dalam pertempuran tersebut, keduanya tampak imbang. Namun, Alexander tahu kalau Aster lebih unggul dibandingkan dengan Daisy meski mereka berada di level yang sama. Sedangkan dalam memproses berbagai bahan untuk ramuan, sekarang Daisy meninggalkan Aster sangat jauh.
Melihat kalau Daisy dan Aster sudah berkembang dari dua orang yang mengemis makanan menjadi hunter level 1 yang bisa diandalkan, Alexander mengangguk dengan ekspresi serius di wajahnya.
Setelah satu minggu mengambil jeda untuk mempersiapkan diri ...
Sekarang mereka sudah siap naik ke atas panggung Shelter 11!
__ADS_1
>> Bersambung.