Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Agam Kena Marah Dokter.


__ADS_3

7 bulan berlalu begitu cepat. Kehamilan Kiara kini sudah membesar dan terlihat kesulitan berjalan atau pun melakukan aktifitas lainnya. Dia hanya males malesan di kamarnya setiap hari, karena dia tidak di izinkan untuk ke mana pun oleh sang suami. Bahkan sekarang rumahnya itu bagai pasar yang ramai oleh tukang sayur dan ikan. Karena setiap hari ada berpuluh puluh pembantu yang melayani Kiara yang selalu menyuguhkan makanan dan ikan yang bergizi.


"Bang, kenapa semua ini kau lakukan? aku ini sudah bak permaisuri saja, mau ini dan itu di layanin, bahkan ketika aku mau berjalan lun harus naik kursi roda. Aku masih bisa berjalan Bang!" protes Kiara yang selalu di kelilingi oleh pelayanan di rumah dan bahkan di kamarnya.


"Aku takut kau kelelahan Sayang, nanti kau cape dan sakit."


Selalu itu jawaban Agam ketika Kiara protes padanya.


Kejayaan Agam, membuat Agam memprioritaskan Kiara dalam hidupnya. Semua harta yang dia miliki tertuju buat Kiara saja. Begitu juga Aswin dan Mentari, mereka sangat antusias dengan calon cucu berjenis laki-laki itu.


tapi ini juga tidak baik buat kesehatanku Bang nanti malah aku tidak bisa berjalan lagi kalau aku selalu saja menggunakan kursi roda


"Ah tidak mungkin Kiara, masa berjalan saja kamu tidak bisa gara-gara memakai kursi roda? untuk sementara ini kamu pakai kursi roda aja dulu ya!"


"Oh ya Bang, malam ini kan jadwal aku Periksa ke dokter? Jam berapa kita berangkat?"


"Tidak usah, nanti biar dokternya aja aku bawa kemari," sahut Agam santai.


"Kenapa begitu Bang?"


"Karena aku tidak ingin kau kecapean di jalan, nanti pusing dan muntah," sahut Agam.


"Tapi aku juga mau jalan-jalan Bang, aku cape di rumah terus, banyak uang tapi nggak bisa beli apa-apa!" ketusnya.


Tampaknya Kiara sudah sangat kesal dengan ulah orang-orang rumah ini, yang selalu melarangnya ini dan itu, bahkan saat dia ingin belanja pun tidak diizinkan untuk keluar pada rumah, malah membawa salesnya langsung ke rumah, kan Kiara jadi kesel.


"Memangnya kamu mau belanja apa Sayang?- tanya Agam.


"Ya beli baju, beli bedak, beli makanan dan beli banyak perhiasan. aku kan sekarang orang kaya, tapi aku hanya disuguhi pelayan yang berjibun begini? aku tidak memerlukan itu Bang, aku ini butuh rekreasi, aku pokoknya mau jalan-jalan, aku tidak mau di rumah saja, aku bosan Bang, sudah 4 bulan ini aku hanya diam di rumah bagai terpenjara saja, untuk apa uang banyak kalau seperti hidup di penjara?" ketusnya lagi.


"Jangan bilang begitu Sayang, aku memanjakan mu, bukan memenjarakan mu!" ucap Agam.


"Kalau begini rasanya, malah aku jadi stres Bang, aku ingin jalan jalan, titik!" ketus Kiara meluapkan rasa kecewanya kepada sang suami.


"Baiklah, kamu pengen apa?" bujuk Agam sambil memeluk sang istri yang duduk di sisi ranjang.


"Aku pengen belanja. shopping perhiasan yang bagus, dan lain-lain."


"Baiklah kalau begitu, setelah bertemu dokter malam ini, kita akan shopping."

__ADS_1


"Serius?" Kiara antusias.


"Iyalah serius, aku janji kok, kamu boleh pilih apa saja yang kamu mau."


"Benarkah? Kau janji."


"Iya janji, Ah kamu ini cerewet sekali Sayang."


"Karena Abang kadang mengingkarinya, aku mau begini malah Abang bawakan yang begitu. Aku mau begitu dibawakan begini. Aku kan capek Bang, selalu mengikuti kemauan Abang terus. aku ini wanita biasa, aku pasti kuat kalau hanya hamil. hamil 10 juga aku bisa."


"Benar kamu bisa memiliki sampai 10 anak?"


"Iya dong, tentulah bisa."


"Janji kamu akan memberiku anak 10?-


"Iya, 100 juga bisa, tapi abang kuat enggak? jangan-jangan nanti sakit pinggang Abang kumat." sindir Kiara, mengingat usia Agam yang sudah tua.


"Eh Jangan meledek aku ya! Awas nanti kamu kalau udah lahiran."


"Awas apaan nih?"


"Awas pokoknya, kamu akan melahirkan 100 anak untukku."


"Baiklah kalau begitu, aku mau memanggil dokter Herlina dulu, kau diam di rumah ya! Biar sekarang saja aku jemput dokternya, biar lebih cepat memeriksa dan kita lebih cepat juga pergi untuk shopping," ucap Agam.


"Apa tidak sebaiknya aku ke sana saja bersama Abang? kan buang-buang waktu kalau bolak-balik?"


"Tidak ah, pokoknya malam Ini agenda kita untuk belanja keluar, jadi untuk dokter kita bawa ke rumah saja!" titahnya.


"Baiklah, terserah Abang saja kalau itu sudah kemauan Abang."


Akhirnya Kiara pun mengalah, dengan segera Agam pergi untuk menjemput dokter Herlina, setelah perjalanan 30 menit Agam pun sudah sampai di tempat prakteknya dokter Herlina.


"Assalamualaikum, dokter."


"Oh tun Agam. Waalaikumsalam, Silakan masuk, Ada apa?"


"Dokter, hari ini jadwal istriku periksa. Tapi saat ini dia kurang sehat. Jadi aku takut terjadi sesuatu jadi aku ingin membawa dokter sekarang untuk membawa ke rumah.-

__ADS_1


"Oh baiklah, karena kebetulan hari ini tidak ada pasien, jadi aku bisa ikut ke rumahmu. Ayo sekarang kita berangkat!" ajak dokter cantik itu.


Kebetulan sekali dokter Helena tidak ada pasien yang diperiksa sore ini.


"Tolong kau handle ya, kau ada yang datang, kau saja yang periksa, kau sudah tau kan obat obatan yg harus di berikan ke setiap pasien?" titahnya pada pesuruhnya.


"Iya Dok."


Agam pun membawa dokter Helena ke rumahnya, setelah sampai di halaman dokter Herlena pun langsung masuk, karena dokter Herlena sudah seperti keluarga sendiri di rumah Agam.


Agam pun tergesa-gesek mengiringi dokter Helena, masuk ke kamar Kiara.


"Assalamualaikum, Kiara! Bagaimana kabarmu?" tanya Herlina .


"Alhamdulillah baik dok, tapi aku ada banyak keluhan."


"Keluhan apa Sayang?" Herlina pin mendekati Kiara yang sedang berbaring dan membungkus tubuhnya dengan selimut.


"Aku seperti terpenjara saja dok, aku tidak boleh kemana-mana. Bahkan untuk ke dapur saja aku di suruh pakai kursi roda."


"Apa? itu berbahaya loh bagi kesehatan istri kamu, kamu itu harus sering jalan, apalagi mendekati semester akhir, kamu harus banyak gerak, biar kamu sehat, jantungmu kuat untuk mengejan saat melahirkan.-


"Nah itu Bang, apa yang dikatakan bu dokter."


Kiara Luas mendengar perkataan dokter.


-Kenapa bisa begitu Bu? Bukankah semakin dia banyak istirahat semakin sehat?"


"Oh tidak begitu Gam? seorang istri yang hamil itu harus banyak berjalan kaki, minimal 6p langkah tiap pagi, biarkan dia berjalan di halaman di bawah matahari pagi, biar matahari pagi itu bisa menyehatkan kulitnya juga, agar kulitnya tidak pucat. Sini biar aku periksa dulu!"


Kiara pun membuka selimutnya.


"Jadi harus olahraga ya Dok?" tanya Kiara.


"Iya harus, olahraga yang banyak ya!"


"Iya dok, aku juga maunya begitu, tapi aku di marahi suami dan ibu mertua dan ayah mertua juga, katanya nanti sakit."


"Astagfirullah. Lihatlah kakimu ini? bengkak loh nak. kamu tidak boleh tidak berjalan kaki, nanti kakimu menggelembung, kaki mu bengkak sekali ini, kaki ini harus digunakan berjalan, itu gunanya Tuhan memberikan kaki," ketus dokter.

__ADS_1


Dokter Helina kaget saat melihat kaki Kiara yang mulai membengkak karena memang sudah hampir dua bulan ini Dia jarang sekali berjalan-jalan. Kiara pun tersenyum melihat wajah Agam yang kemudian terlihat panik.


"Rasain lo, ngapain lo ngekang gue." batinnya dalam hati merasa puas karena Agam sekarang dimarahi oleh bu dokter langsung.


__ADS_2