Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Agam Kelelahan


__ADS_3

Clara pun bangun dan berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dia berendam di air hangat yang ada di kamar mandinya. Rumah mungil pemberian Aswin dan perabotan lengkap itu membuat Clara merasa nyaman, walau tidak sebesar rumah lamanya.


"Kok masih terasa gatal ya?" gerutunya.


Dia terus menggaruk hingga terasa perih. Kemudian dia berhenti mandi dan bergegas untuk memeriksakan diri.


Setelah memanggil Ojol Clara pun berangkat menuju Klinik.


"Selamat sore Nona Clara, apa keluhan Anda?" tanya perawat Klinik.


"Sore mbak, aku merasa tidak nyaman dengan bagian sensitif ku," ucap Clara.


"Mari kita periksa."


Clara pun di bawa ke ruangan dokter perempuan cantik. Dan berbaring di atas ranjang.


Dokter memeriksa dengan teliti dan mengambil simple.


"Maaf Nons, kami harus meneliti kemungkinan yang bisa terjadi, untuk saat ini, kami akan memberi salap dulu," ucap dokter.


"Kapan bisa doli ketahui Dok," tanya Clara.


"Mungkin sore nanti, nanti kami hubungi."


Selesai di beri obat, Clara pun pergi meninggalkan Klinik itu. Benar-benar terasa tidak nyaman oleh Clara, bahkan Clara seperti penari dangdut saja harus goyang-goyang paha, agar tidak menggunakan tangannya untuk menggaruk.


Clara pun pulang dan menunggu telepon dari dokter tersebut, tentang,kabar hasil lab berikut.


***


Kiara yang hanya menunggu hari H melahirkan pun tampak sangat kesusahan dalam berjalan, bahkan Agam sudah mengambil cuti bulan ini. Agam sangat suami siaga, dia bahkan siap 24 jam di sisi Kiara. Semakin Kiara manja, semakin Agam sangat suka.

__ADS_1


Satu jam saja Kiara tidak meminta bantuan Agam, maka Agam akan menggerutu tidak karuan. Dasar bapak tua yang mau dapat bayi pertama sangat sensitif.


"Sayang, kau mau ke mana? Kenapa tidak memberitahuku?"


Agam segera bangun saat mendengar langkah Kiara menjauh dari ranjang, padahal Agam baru saja tidur siang.


"Mau ambil air Bang, Abang tidur saja, aku bisa ambil sendiri!" ucap Kiara.


"Air di kamar hanis? Sini biar aku ambilkan#"


Segera Agam bangun dan berjalan cepat ke dapur namun.


Brukg


"Bang? Kenapa?"


Tiba-tiba Agam ambruk dan terduduk di lantai.


"Aku pusing Sayang, ya Allah, jangan matikan aku seblum aku melihat bayiku lahir," ucap Agam sedih.


Sekarang Kiara dan Agam telah kembali diam di rumah lama mereka, sementara ibu dan ayah Kiara diam di Apartemen dahulu.


"Iya Nya, ada apa?"


"Tolong panggilkan sopir dan mamah#" titah Kiara.


"Baik."


Agam tampak lesu, wajahnya pucat, sudah 1 bulan ini dia kurang tidur, karena Kiara yang sering pipis malam hari, membuat Agam seperti menjaga bayi saja, setiap ranjangnya bergerak dia akan langsung bangun.


Walau Kiara sudah menolak untuk di bantu, tetap saja Agam memaksa untuk menemaninya ke kamar mandi.

__ADS_1


"Ada apa Kiara? Kenapa suami mu duduk di lantai? apa dia sakit?"


"Iya Mah, sebaiknya sekarang kita bawa ke rumah sakit. Sepertinya Abang kurang tidur, karena dia juga ngeyel selalu saja minta menemaniku, walaupun cuma ke kamar mandi, atau mengambil air minum ke dapur. Aku kan bisa sendiri."


"Dia sangat menyayangi kamu dan bayimu, Kiara. Sudahlah, sekarang aku panggil Paman sopir dulu."


"Udah Mah, tadi Bibi yang panggilin."


Tak Berapa lama, Paman sopir pun datang Agam pun dibawa ke rumah sakit, saat masuk di dalam mobil.


"Kiara, kamu tinggal di rumah saja ya? Mamah juga! aku tidak apa-apa kok, Biar aku sama sopir saja," ucap Agam.


"Mana boleh begitu Bang? Abang selalu menemaniku 24 jam, mana boleh Aku tinggal di rumah enak-enakan tidur-tiduran, sementara Abang ada di rumah sakit."


"Aku tidak apa-apa, kamu tinggal saja di rumah, aku takut kamu nanti kelelahan."


"Tidak Bang, aku kuat kok! kenapa Abang tidak percaya padaku? kalau abang begitu terus aku malah jadi kepikiran, dan akan stress memikirkan Abang yang jauh."


"Baiklahx tapi kamu janji ya, jangan sakit! Aku tidak bisa melihat kamu sakit."


"Iya Sayang..., Aku janji nggak bakalan sakit."


Akhirnya Kiara pun diizinkan untuk ikut ke rumah sakit.


Sementara sekarang Pak Aswin sudah bekerja kembali di kantornya, karena tentu saja Mentari tidak bisa menghandle perusahaan. Jadi sekarang,Aswin tidak ada di rumah.


Mereka meluncur menuju rumah sakit, tak berapa lama, Mereka pun sudah sampai di Rumah Sakit. Agam langsung dibawa ke ruang IGD. Kebetulan ada kamar kosong. Jadi dia langsung dibawa ke kamar VIP tersebut.


Kiara merasa bosan saat Agam tertidur, karena sudah diberi obat tidur oleh suster. Kiara pun berjalan jalan keluar menuju taman, namun tanpa sengaja Kiara melihat Pak Aswin dan Clara berjalan di koridor Rumah Sakit tersebut, menuju sebuah ruangan dokter yang ada di rumah sakit itu.


Kiara sangat kaget.

__ADS_1


"Untuk apa mereka berdua ada di sini?" gumam Kiara.


Kiara pun bermaksud mengiringi mereka, walau perutnya yang terasa berat, namun Kiara harus tau tentang apa,yang mereka lakukan di sini.


__ADS_2