
Clara tampak sibuk di kamarnya beres-beres pakaian memuatnya ke dalam koper besar.
"Jadi hari ini kita jam berapa berangkatnya?" tanya Clara pada alex suaminya.
"Kita berangkat jam 11.00, mungkin nanti sekitar jam 01.00 kita akan lepas landas," jawab Alex.
Setelah selesai berbenah Clara pun keluar dari kamar menuju dapur, mungkin dia akan mempersiapkan makan pagi yang sudah dipesannya lewat go-food pagi ini, karena Clara kan tidak bisa memasak.
Kebetulan juga bibi sudah dipulangkan karena Clara dan Alex akan berlibur ke luar negeri hari ini.
"Clara, kemarilah!" panggil Alex.
Clara yang sudah ada di dapur pun segera mendatangi suaminya.
"Ada apa lagi sih Mas? sebaiknya kita makan dulu, aku sudah mempersiapkan semuanya," ucap Clara sambil berjalan mendatangi sang suami yang memanggilnya dari kamar.
"Mungkin kita tidak jadi berangkat hari ini, ada urusan mendadak!" sahut Alex.
"Kenapa tidak jadi? Urusan mendadak apa sih Mas? aku sudah mempersiapkan semuanya," protes Clara.
"Sepertinya terjadi sesuatu di perusahaan, sekarang juga aku harus ke perusahaan," ucap Alex.
"Apa maksud Mas? apa yang terjadi di perusahaan?"
"Katanya ada seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai pemilik asli dari perusahaan tersebut, bahkan orang itu juga memperlihatkan surat-surat yang ada di tangannya, laki-laki itu hanya mengancam, agar perusahaan segera dikosongkan hari ini juga," ucap Alex sambil memakai baju dan juga celana kantoenya.
"Bagaimana mungkin anda pemilik perusahaan lain? bukankah kau sudah mengambil semua surat-suratnya? kau tidak benar-benar menjualnya kan kemaren?" tanya Clara heran.
"Tidak, semua surat-suratnya masih ada padaku, aku berubah pikiran saat itu, dan tidak jadi menjualnyq. Sebaiknya aku pergi dulu."
Alex pun bergegas mengambil kunci mobilnya.
"Kenapa ada orang lain yang memiliki surat-suratnya?" tanya Clara lagi.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, sekarang aku pergi dulu ke kantor, nanti akan ku kabari."
Alex keluar dari pintu kamar.
"Baik Mas," sahut Kiara setengah berteriak.
Clara tersenyum, sepeninggal Alex, Clara pun menutup pintu, kemudian mengobok-obok semua lemari yang ada di kamar tersebut, mencari berkas-berkas yang telah diculik Alex dari Agam.
"Aku pasti akan menemukannya, kita akan kembali bersama Mas Agam," lirih Clara sangat berambisi untuk menemukan berkas itu.
Tiba-tiba dia menemukan setumpuk kertas yang berada di dalam lemari, dia membuka satu persatu dan membaca tulisan di sana, tertulis atas nama aswin, aswin adalah ayah Agam.
"Ini dia," girangnya.
"Mengapa hanya ini, dimana dia meletakkan surat-surat rumah?"
Kembali Clara pun mencari surat-surat rumah yang belum ditemukan, tiba-tiba pintu didorong dari luar.
"Bagaimana ini?" batinnya.
Pintu terbuka sempurna, tampaklah wajah Alex nyembul di sana, Alex kaget saat melihat kamar yang berantakan.
"Clara, apa yang kau cari?" ketus Alex curiga.
Karena terlanjur tertangkap basah, Clara pun tertawa.
"Ha ha ha kau ingin,tau siapa aku? Aku rela berkorban dan menikah denganmu karena aku ingin mengambil ini!" ketus Clara sambil mengangkat berkas itu tinggi-tinggi.
"Apa maksudmu? kau hanya pura-pura menikah denganku?" tanya Alex.
"Ya tentu saja! aku hanya berpura-pura."
Clara bahkan sudah memegang sebuah pistol yang ditemukan dalam lemari.
__ADS_1
"Sekarang kau harus mati Alex! kau telah menghancurkan pernikahan ku dengan Agam, aku tidak akan memaafkan mu!" ketus Clara dengan emosi nya.
"Clara! tunggu! apa yang kau pikirkan? aku ini suamimu," teriak Alex panik.
"Kau adalah suami pura-pura ku, aku sangat benci menikah denganmu! setiap malam aku harus bercinta denganmu tanpa rasa cinta! aku benar-benar membencimu!" ketus Clara terus mengacungkan senjata pada Alex.
Dor.
Satu tembakan meleset karena Alex dengan cepat mengelak.
"Clara, hentikan! apa yang kau lakukan? kau jangan gila, kau bisa terpenjara Clara!" teriak Alex sangat takut.
"Tidak akan ada yang bisa memenjarakan ku, kalau aku membuang bukti dan mengatakan semua ini adalah perampokan, bagaimana Tuan Alex? mana yang lebih licik antara kau dan aku?" berang Clara lagi dengan senyum licik.
"Kau jangan gila!" teriak Alex.
Dor.
kali ini tanpa diduga Clara menembak tepat di perut ale,x sehingga darah pun mengucur dari perutnya, membasahi lantai, Alex pun terduduk karena menahan rasa sakit.
"Jang...an laku...kan la...gi," ucap Alex terbata.
Clara kembali tersenyum.
Dor.
Clara kembali menembak tepat di perut Alex, membuat Alex roboh seketika tak berdaya. Kemudian Clara pergi meninggalkan rumah tersebut, dengan membiarkan berkas-berkas tetap berada di dalam lemari, karena dia ingin menghilangkan jejak. Cuma semua uang emas yang dibawa kabur dari rumah tersebut.
Clara menghindari sorotan CCTV yang ada di rumah itu. Semenjak menikah dengan Alex, selama satu bulan ini dia telah mempelajari rumah tersebut, namun sayang, ternyata Alex lebih pintar dari Clara, saat clara mengeluarkan pistol dengan cepat alex memencet teleponnya di nomor satu dan menghubungkan teleponnya ke telpon sang anak yang ada di luar kota.
Clara tersenyum meninggalkan rumah tersebut dengan hati yang sangat bahagia. Dia membayangkan bisa hidup normal lagi bersama Agam sang suami.
Bersambunh
__ADS_1