Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Rahasia Besar


__ADS_3

Kiara terus mengiringi Aswin dan juga Clara ke ruangan dokter, tak berapa lama Aswin dan Clara pun masuk ke ruangan dokter yang ada di ujung koridor.


Kiara pun mendekat dan pura-pura antri di depan ruang dokter, duduk membelakangi pintu. Dia sangat penasaran, kemudian dia memainkan hp-nya pura-pura sibuk dan ngetiknya. Padahal dia sedang memasang kupingnya untuk mendengarkan percakapan yang ada di dalam ruangan dokter.


"Jadi bagaimana dengan istri saya ini, Dok? kenapa dia merasakan perih di alat sensitifnya?"


"Sebelumnya saya mohon maaf, Pak, Nyonya, sebenarnya istri Anda ini mengalami penyakit kelamin, dan ini sudah positif."


"Apa? tidak mungkin dok! pasti ini salah diagnosa! tidak mungkin aku mengalami penyakit kelamin," ketus Clara tak percaya.


"Tapi dari hasil lab kami begitu Nyonya, dan hasil lab kami ini akurat."


"Jadi bagaimana dok, Apakah ada cara pengobatannya?" tanya Aswin.


"Begini Pak, karena anda adalah suami istri, maka Bapak juga harus cek kesehatan!" titah dokter.


"Tapi...."


"Iya dok, dia juga akan cek kesehatan, sekarang saja dok, biar cepat ketahuan, mungkin dia yang menularkannya padaku," ketus Clara. Memotong, sebelum Aswin mengatakan mereka tidak pernah berhubungan kecuali 1 kali dulu.


"Clara, apa-apaan ini, aku kan...."


"Mas, kita cek saja dulu, baik dok, ayo cek dia juga!" potong Clara, sebelum Aswin selesai berbicara.


Aswin pun segera di baringkan, dan di ambil simplenya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kami akan menunggu hasilnya aja, ini kapan selesai dok?" tanya Clara.


"Besok Nyonya."


Aswin dan Clara pin pamit.


Sementara Kiara yang tadi sedang duduk di depan ruangan dokter itu oun bergegas pergi meninggalkan tempat itu, dia sangat syok saat mendengar Clara dan Aswin adalah suami istri.


"Bagaimana mungkin ini terjadi? Dan sekarang Clara terkena penyakit kelamin? Bagaimana ini, apakah Bang Agam juga harus tes? Bagaimana dengan Mamah? Ya Allah bagaimana ini?" batin Kiara.


Dia sangat panik dan khawatir. Karena mereka berlima adalah orang yang terhubung dengan Clara kan?


Kiara berjalan cepat menuju kamar sang suami, dan kini perutnya terasa sakit karena perjalanannya yang lumayan jauh dan tergesak-gesak tersebut.


Kiara masuk dan tersengal-sengal. Agam yang sudah bangun dan menatap sang istri pun jadi khawatir.


"Sayang! Ada apa? Kenapa kau ngos-ngosan?" Agam merasa sangat khawatir.


"Oh, tidak apa-apa Bang, aku takut kau terbangun dan mencari ku, tadi aku lagi jalan-jalan, namun saat melihat jam, ternyata aku udah lama keluar dari kamar," bohongnya.


Kiara pun mendekati Agam, dia menggenggam tangan sang suami, tangannya terasa dingin karena gugup.


"Sayang, kenapa kamu dingin? Kamu sakit?" tanya Agam.


"Nggak kok, nggak papa," sahutnya.

__ADS_1


"Bagaimana aku mengatakan pada Abang, agar kami semua harus periksa?" batin Kiara.


Dia benar-benar takut, kalau salah satu dari mereka terkena penyakit itu.


"Aku,sudah sehat, sebaiknya kita pulang!" ajak Agam.


"Bang, kamu baru masuk barusan, masa udah sehat?" ucap Kiara.


"Di sini nanti kamu nggak bisa tidur nyenyak Sayang," ucap Agam.


"Ini juga ber AC, ada sofa juga, aku bisa tidur di sana, aku kan paling suka berbaring di sofa kalau di kamar?" sahut Kiara.


"Taoi pasti beda, baiknya kita pulang saja, aku udah,baikan," desak Agam.


"Nggak! Pokoknya aku nggak mau Abang pulang," kekeh Kiara.


Agam menarik tangan Kiara dan membawanya ke pelukannya.


"Maaf Sayang, aku menyusahkan mu, karena aku mungkin terlalu tua untuk melindungi mu," ucap Agam sedih.


"Bang, kenapa terus ngomong gitu? Aku nggak mau lagi dengarnya."


Agam mengeratkan pelukannya.


Sementara Kiara terus berpikir bagaimana caranya agar bisa mengajak Agam tes kesehatan.

__ADS_1


__ADS_2