Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Aku Mencintaimu Kiara


__ADS_3

Clara benar-benar merasa kesal, dia pun kembali ke kamarnya. Hatinya sangat sakit, dia merebahkan diri di kasurnya dan menangis sesunggukkan.


"Apa-apaan ini? kenapa Mas Agam membela wanita itu? Apakah sekarang benar apa yang pernah dia katakan padaku? bagaimana kalau nanti aku menyesal? Bagaimana kalau nanti Mas Agam malah jatuh cinta kepada wanita yang aku jodohkan dengannya? Ah, tidak mungkin? Bagaimana mungkin kau mencintai seseorang yang tidak kau kenal? aku tidak pernah memikirkannya sampai sejauh ini?" gumam Clara


Dia terus saja meneteskan air matanya, hatinya benar-benar sakit, dia merasa dikhianati oleh Agam dan juga Kiara, begitu keras pun dia berpikir untuk menghilangkan rasa marah dan cemburu, namun tetap saja semua bayangan tentang Kiara dan Agam hadir di kepalanya.


Ceklek


Tiba-tiba Agam masuk ke kamar itu dan mendekati Clara. Duduk di sisi ranjang.


"Kau kenapa?" tanya Agam.


Kimi malah Agam pura-pura tidak tahu, kalau Clara sedang marah padanya.


"Mas, Kenapa jadi seperti ini? Apa yang sebenarnya Mas inginkan? Apakah Mas benar-benar ingin berpaling dariku? dia itu hanya istri sementara Mas! tapi sepertinya Mas tidak ingin meninggalkannya?" ucap Clara.


Clara pun sambil bangun dan duduk di tepi ranjang, di sisi Agam.


"Clara. Memang sebelumnya aku tidak tahu semua ini akan terjadi, aku pernah bilang padamu kan? aku tidak mungkin mengendalikan hatiku, dan terus terang, sekarang aku memiliki rasa pada Kiara," ucal Agam.


Nah tuh kan? si Agam malah jujur lagi... pasti Clara tambah marah besar.


"Mas, Mengapa semudah itu kau jatuh cinta kepada orang lain?" protes Clara.


"Clara, dia bukan orang lain! dia adalah istriku, istri yang kau pilihkan untukku kan?" sahut Agam.


"Tapi Mas, aku hanya menyuruhmu untuk mendapatkan keturunan dari wanita itu, bukan untuk mencintainya?" ketus Clara sambil menatap Agam yang ada di sisinya.


"Clara. urusan hati itu adalah urusan yang paling rahasia. Sebelumnya kan aku sudah menolak berulang kali keputusanmu? yang ingin menjodohkan aku, agar aku mendapat keturunan."


"Mas. Aku tidak menyangka semua ini, kalau aku tahu seperti ini lebih baik aku nikahkan saja kau dengan pel***acur sekalian."


"Jaga ucapanmu! Bagaimana mungkin kamu jodohkan aku dengan pe***lacur? Apa kau tidak takut terkena penyakit juga?" sahut Agam ketus.


"Tapi aku tidak mau kau mencintainya, Mas! kau tahu kan aku sangat mencintaimu? tidak mungkin aku membiarkanmu jatuh cinta kepada orang lain?" ucap Clara semakin kesal.

__ADS_1


"Clara, aku juga sangat mencintaimu sebelum ini, aku bahkan memohon padamu untuk tidak menjodohkan aku dengan wanita lain, tapi kau malah mengancam ku hingga aku pun terpaksa menerima wanita itu, dan sekarang kenapa kau takut untuk kehilanganku? seharusnya kau sudah tahu semua ini?"


"Mas, Ayo kembali! kalau begitu kau caraikan saja wanita itu!" titah Clara.


"Tidak! aku tidak akan menceraikannya. Aku tidak akan pernah menceraikannya sekarang ataupun nanti setelah dia melahirkan! Jadi kau siapkan saja hatimu, kau terima kenyataan ini, karena ini semua berawal dari ulah mu sendiri," ucap Agam.


Agam pun berdiri dan pergi meninggalkan kamar tersebut.


"Mas, tidak! tidak semudah itu kau bisa memutuskan sendiri!"


"Hei! bukankah kau juga telah memutuskan sendiri untuk menikahkan ku? lalu apa sekarang? aku juga bisa memutuskan semuanya karena ini adalah perasaanku. Terus terang aku sudah jatuh cinta pada Kiara. Walaupun semua itu tidak mengurangi rasa cintaku kepadamu, namun aku harap kau juga bisa menerima keputusanku ini, aku ingin keluar sekarang. Aku ingin menenangkan diriku, kau pikirkan saja sendiri semua kesalahan yang telah kau lakukan, semua ini berawal dari kesalahanmu Clara. camkan itu!"


Agam pun dengan cepat meninggalkan kamar tersebut.


"Mas, tidak! aku tidak akan menerima wanita itu! tidak akan sampai kapanpun!" teriak Clara histeris.


Sementara Kiara yang ada di dapur sudah selesai merapikan makanan yang ada di atas meja, dia pun sekilas mendengar pertengkaran suami istri yang ada di atas loteng tersebut. Jiwanya merasa tidak tenang, kemudian dia berjalan meninggalkan dapur menuju kamarnya, saat di depan tangga, Kiara bertemu dengan Agam.


Kiara pun berdiri dan menunduk, dia merasa takut, takut kalau dirinya akan terusir dari rumah ini sekarang, di saat dirinya sudah mencintai seseorang, yaitu suami dadakannya tersebut.


"Iya Bang," sahut Kiara.


Kiara pun pergi meninggalkan Agam berjalan lebih dulu, sementara Agam hanya menatap kepergian Kiara yang akan memasuki Kamarnya.


"Kiara, tunggu!" cegat Agam lagi.


Kiara pun menghentikan langkahnya tepat di dean pintu kamarnya.


"Ada apa Bang?" tanya Kiara. Kiara lun berbalik menatap suaminya.


"Bolehkah aku bertanya satu hal?" tanya Agam.


"Silakan Bang," sahutnya Kiara.


"Aku ingin tahu, apakah kau mencintaiku?"

__ADS_1


Pertanyaan Agam itu membuat Kiara kaget dia bingung harus mengatakan apa? dia ingin mengatakan kalau dia mencintai Agam, namun dia merasa malu akan bertepuk sebelah tangan.


"Kiara, apa kau mendengar ku?" tanya Agam.


"Iya Bang, aku ..., Aku tidak tahu," ucapnya.


"Apa maksudmu tidak tahu? tidak mungkin kau tidak tahu tentang perasaanmu kan?" tanya Agam.


"Aku ...."


Kiara terdiam dan merasa deg degkan.


"Baiklah, kau harus jujur padaku, kau boleh menjawab ku nanti, atau kamu bisa menghubungiku lewat telepon, aku pergi dulu."


Agam pun berjalan menuju pintu utama, dan pergi meninggalkan rumah tersebut. Smentara Kiara berjalan menuju kamarnya dengan perasaan bingung, kemudian Kiara masuk dan mengunci pintunya.


Dia berbaring di ranjang dan menatap langit-langit kamar. Gemuruh di dadanya seakan tidak bisa berhenti, perasaan menggebu entah perasaan apa itu, perlahan dia membuka teleponnya dan mengetik pesan buat Agam, berulang kali dia menulis dan berulang kali pula dia menghapusnya.


Teruntuk seseorang di sana. Perasaan yang tumbuh tidak bisa ku hentikan, rasa yang bergemuruh di dalam dada tak bisa ku elak. untukmu suamiku, aku mencintaimu.


Pesan singkat itu membuat Agam tersenyum. Dia yang baru sampai di sebuah Taman pun segera berdiri dan mengambil mobilnya, kembali untuk pulang menemui Kiara. Sepanjang jalan bagai remaja yang sedang jatuh cinta, dia hanya menatap layar ponsel tersebut dan terus membaca kata-kata yang ditulis oleh Kiara sambil tersenyum-senyum.


Kayaknya Agam sekarang sedang puber kedua di usia 45 tahun.


"Kiara. Aku tidak akan melepaskan mu. Aku tidak akan menceraikan mu. kau akan menjadi istriku selamanya. Karena kau adalah calon ibu dari anak-anakku," gumamnya.


Agam benar benar telah jatuh cinta kali ini.


"Kalian berdua akan tetap menjadi istriku, aku juga mencintaimu Kiara," lirihnya.


Tak berapa lama, Agam pun sampai di halamannya. Dia tergesa-gesa turun dari mobil dan berjalan menuju rumahnya, namun tiba-tiba....


"Mas," panggil Clara.


Panggilan itu mengagetkan Agam dan menghentikan langkahnya, ternyata Clara sudah berdiri di depan pintu, entah apa yang dia lakukan di depan rumah malam-malam begini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2