Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Clara Keluar dari Penjara/Awal yang Buruk


__ADS_3

Agam merasa salah tingkah saat dokter itu memarahinya. Agam dan dokter memang seumuran, karena dr.Helena memang dokter yang selalu di datengin Agam kalau keluarganya ada yang sakit.


"Jadi wanita hamil itu harus banyak olahraga ya dok?" tanya Agam.


"Iya, harus banyak jalan, biar nanti jantungnya kuat saat ngejan lahiran," balas dokter Helen.


"Kalau begitu aku salah dong selama ini, ku kira semakin banyak gerak nanti dia kecapean."


"Ya nggak lah Gam, malah makin bagus. Ini obat yang harus di minum, karena tidak ada keluhan, maka aku kasih vitamin saja."


Helena pun pamit untuk pulang, dan di antar kembali oleh Agam. Sementara Kiara pun mulai beraksi. Dia berjalan ke dapur dan mengambil beberapa bahan, dan mulai memotong motongnya.


"Nona mau apa? Biar kami saja." ucap kepala pelayan.


"Aku mau makan masakan ku sendiri hari ini, kalian diam saja ya!" ucap Kiara dengan terus memotong-motong sayuran yang dia ambil dari kulkas.


"Nanti kami kena marah Tuan besar," ucap kepala pelayan itu lagi.


"Justru kalau kalian tidak menuruti perintahku, maka kalian akan kena marah Tuan. Sekarang aku tidak boleh diam, aku harus banyak gerak, agar aku sehat," ucapnya lagi.


Semua pelayan itu pun terpaksa diam dan menyaksikan semuanya. Dengan cekatan Kiara pun dalam waktu 20 menit sudah selesai memasak makanan yang dia inginkan, capcay ala chif Kiara.


"Wangi sekali masakan ini, siapa yang masak?" suara seseorang dari ruang tamu, kemudian terdengar menghampiri dapur.


"Kiara! Apa yang kau lakukan? Hentikan itu! biar bibi dan yang lainnya yang mengerjakannya. Hey kalian! Kenapa kalian diam saja dan membiarkan menantuku memasak!? ayo Sayang, duduklah! jangan banyak gerak, nanti cucuku sakit. Ayo! Ayo!" suara panik Mentari dan segera merangkul Kiara memaksanya untuk duduk.


Kiara yang baru mencicipi capcay langsung dari wajannya pun nggak bisa berkata apa-apa, karena mulutnya tersumpal oleh jamur yang sangat panas di mulutnya.


Setelah jamur itu tertelan habis oleh Kiara. Barulah dia menatap sang mertua.


"Mah, aku baru saja periksa ke dokter, kata dokter aku harus banyak gerak, lihat kakiku ini, karena terlalu banyak diam kakiku jadi bengkak," sahut Kiara.


"Kapan kau ke dokter? Jangan mengada-ada. Kita sudah stabil sekarang, apa saja yang kau inginkan, semuanya akan Agam penuhi."


"Mah, barusan,dokter datang ke rumah di panggil Bang Agam. Dan sekarang Bang Agam lagi mengantarkan dokter itu pulang."


"Benarkah, hey apa kalian melihat dokter datang?" tanya Mentari pada para pelayan.


"Iya Nyonya, be ar kata Mon, kata dokter, dia harus banyak gerak."


"Kenapa harus banyak gerak? Nanti dia kecapean."


"Mah, saat melahirkan itu katanya wanita memutuskan beribu-ribu persendian urat atau apalah, aku nggak paham, jadi harus kuat menahan rasa sakit itu saat lahiran. Makanya harus banyak jalan dari sekarang, supaya jantung kuat, itu kata dokter."


"Masa iya? Kamu nggak ngada-ada kan?"


"Assalamualaikum."


Suara Agam,dari pintu depan.


"Waalaikumsalam, Agam, ke marilah," sahut sang Mamah.


Agam pun mendatangi arah suara.


"Gam, apa benar Kiara harus banyak gerak, itu yang di katakan dokter?" Mentari masih tidak percaya dengan perkataan Kiara.

__ADS_1


"Iya Mah, ternyata kita salah selama ini, untung saja kita cepat mengetahuinya. Malahan saat usia 8-9 bulan, maka dia harus rutin jalan lagi hingga 200 langkah lebih. Agar jantungnya kuat katanya."


"Masa dokter bilang begitu?"


"Iya Mah, bau masakan apa ini? enak sekali, udah lama nggak nyium bau masakan kayak gini."


Kiara pun segera mengambil piring besar dan mengambil capcay yang tadi dia masak.


"Tarrraaa..., Chif Bumil," ucapnya.


"Kamu yang masak?"


"Iya Bang, ayo cicipin!"


Akhirnya Agam dan Kiara lun makan bersama, dan Mentari kembali ke kamarnya setelah mendapat penjelasan dari Agam.


***


Agam dan Burhan tampak berada di kantor polisi, sepertinya mereka akan mengurus masalah antara Alex dan juga Clara. Apakah Agam akan melepaskan Alex, agar Clara juga di bebaskan dari tuntutan pembunuhan itu?


"Jadi bagaimana Alex, apakah kau akan menarik tuntutan mu pada Clara istrimu? Kalian kan belum resmi bercerai?" tanya Burhan.


"Kalau Agam melepaskan ku, maka aku akan melepaskan Clara," sahut Alex.


"Oke, aki akan melepaskan mu, tapi kau lebih dulu menandatangani surat perjanjian ini!" sahut Agam, sambil menyerahkan secarik kertas yang sudah di susun rapi oleh Agam.


"Bagaimana kalau kau ingkar?" celetuk Alex.


"Aku bukan tipe orang yang seperti itu, cepatlah, aku tidak banyak waktu, aku masih banyak pekerjaan lain."


"Baiklah, aku akan menandatangani berkas itu."


Alex pun bersedia mencabut tuntutannya dan mereka sepakat agar sama sama tidak saling menuntut.


Akhirnya setelah urusan selesai, Clara dan Alex di bebaskan, tampak Clara tersenyum lebar saat pintu selnya di buka.


"Jadi benar aku sudah di bebaskan pak?" tanya Clara pada penjaga pintu.


"Iya Nyonya, silahkan ikuti aku ke depan, karena ada berkas yang harus di tandatangani sebagai perjanjian."


Clara terus tersenyum dan sangat bahagia. Dia pun mengiringi penjaga dengan senyum lebar terus menghiasi bibirnya.


"Mas Agam!" pekiknya saat melihat lelaki yang sangat di cintai nya itu ada di sana.


"Hemmm," sahut Agam biasa.


Hap.


Namun tiba-tiba Clara memeluk Agam erat di hadapan orang-orang yang juga lagi ada urusan di kantor polisi tersebut. Burhan yang melihatnya pun menjadi sedikit serba salah, dan akhirnya dia memilih mengambil HPnya dan berbalik, pura-pura sibuk dengan teleponnya.


"Clara, lepaskan aku!" tekan Agam dengan suara berbisik.


"Aku sangat merindukanmu Mas, ternyata kau sudi melepaskan ku," ucap Clara dengan terus memeluk Agam.


"Kau jangan salah paham, aku melepaskan mu karena Burhan yang terus menerus memintanya padaku, jadi jangan ge-er."

__ADS_1


Agam mencoba melerai tangan Clara, namun dia tidak melepaskannya.


"Clara! Apa yang kau lakukan! Lepaskan Agam!"


Suara Mentari yabg menggelegar membuat irang-orang yang ada di sana oun kaget dan menatap wanita berbaju syar'i itu.


"Mamah, kau?"


Bahkan Clara pun kaget saat melihat mantan mertuanya itu kini berubah.


"Kenapa kau menatapku begitu? Aku ke mari karena aku mendengar berita dari mas Aswin, bahwa kau akan lepas hari ini, Aswin juga akan menjemput adiknya Alex."


"Aswin? Papah Agam?tapi dia kan?"


"Kenalkan, aku Aswin, mantan papah mertuamu, walau kita belum pernah bertemu sebelumnya."


"Jadi papah masih hidup?"


"Ya."


"Pah, aku sangat bersyukur, akhirnya bisa bertemu denganmu, dan mulai hari ini kita akan semakin akrab, karena aku sudah keluar, dan akan kembali bersama kalian."


"Apa maksudmu, Clara?"


"Jangan mimpi!" ketus Mentari yang paham dengan perkataan Clara.


"Mah, kita dulu adalah satu keluarga yang cocok dan rukun, kita sangat bahagia. Kenapa mamah sekarang malah lupa? Aku tetap Clara menantu mamah yang dulu, yang baik hati...."


"Dan suka berfoya-foya," sahut Mentari.


"Mah...."


"Nyonya Clara, silahkan isi perjanjian ini," panggil petugas.


Clara pun pergi menuju meja petugas dan mengisi beberapa surat perjanjian. Dan setelah selesai.


"Alex, aku mau kau menceraikan ku sekarang!" pinta Clara.


Alex pun menoleh dan tersenyum sinis.


"Aku,sudah menceraikan mu, sejak kau menembak ku saat itu," ketusnya.


"Syukurlah, Mas, ayo sekarang kita pulang, urusanku sudah selesai!"


"Apa, enak saja! aku tidak akan membawamu ke rumah kami, kau cari saja rumah yang lain!" ketus Mentari.


"Mah, aku sudah tau semua berita, kalau perusahaan dan semua aset sudah kembali pada kalian, apa kalian lupa? Kalau semua itu juga hasil kerjasama denganku! Aku yang mendukung Mas Agam, saat pertama kali dia merintis perusahaan yang dulu tidak sebesar sekarang!" ucap Clara.


"Kau katakan saja, kau ingin saham berapa persen, biar nanti aku berikan padamu, namun aku tidak sudi satu atap denganmu, kau meninggalkan kami saat kami terjatuh saat itu, apa kau ingat.


" Mah...."


"Ayo Gam, kita pulang, istrimu pasti menunggumu saat ini."


Seakan sengaja Mentari menyebut istrimu di depan Clara.

__ADS_1


"Awas saja Gam, aku pasti bisa merebut mu kembali dari wanita itu."


__ADS_2