Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Terasa Sakit


__ADS_3

Kiara terdiam saat dia merasakan sebuah tangan sudah melingkar di pinggangnya. Entah mengapa seketika juga air mata Kiara jatuh di pipinya, entah merasa sedih atau sangat senang, yang jelas kini air mata itu menetes satu demi satu di pipinya, dia tidak berkata apa-apa, hanya diam, begitu juga Agam yang ada di belakangnya, beberapa saat mereka terdiam, sama-sama tidak mengeluarkan sepatah kata pun, hingga akhirnya Kiara sudah tidak bisa lagi menahan gejolak yang ada di dadanya, rasa sedihnya karena akan berpisah dengan Agam pun membuat perasaan Kiara meledak-ledak.


Kiara pun berbalik dan memeluk erat tubuh suaminya, mereka saling berhadapan.


"Tuan ..., izinkan aku memelukmu walau hanya sejenak kaki ini, nanti setelah kita sampai ke Indonesia, mungkin kita tidak bisa lagi seperti ini, ini pertama dan terakhir kalinya kita saling bisa berpelukan seperti ini," ucap Kiara.


Pertama? Bukankah mereka sudah 3 kali berpelukan, Kiara pura-pura lupa🤣.


Dengan suara terbata-bata, Kiara sesekali menyapu air matanya, walau juga ada yang menetes ke kemeja Agam.


"Ya, Aku mohon maaf, kalau aku menyakiti perasaanmu, juga maaf atas nama istriku, yang telah membuatmu seperti in.i Hiduplah dengan baik nanti, mudah-mudahan kau bisa menemukan jodoh terbaikmu, yang akan menghargai mu dan menyayangimu tanpa harus di balas olehmu," ucap Agam.


Kemudian Kiara kembali menenggelamkan kepalanya di dada Agam, kaki ini, dia membiarkan air mata itu tumpah dan membasahi kemeja Agam.


"Tuan. Maaf," ucap Kiara seraya melepas pelukannya. Kiara kembali mengambil tas dan koper kemudian membuka pintu dan berjalan tanpa menoleh lagi ke belakang.


Agam pun mengikuti Kiara dengan jalan cepat, dan mengambil kedua tas yang ada di tangan Kiara.


Kini mereka sudah memasuki Lift dan turun ke lobi utama. Mereka pun segera memanggil taksi yang memang ada di sekitar Hotel tersebut. Kini Mereka sudah ada di dalam taksi.


Keheningan, tak ada suara pun di antara mereka, terdengar Agam menghela nafas dalam. Sepertinya dia akan memulai pembicaraan....


"Kiara, setelah ini, apakah kau langsung menjemput ibumu? Atau mencari kontrakan duku?" tanya Agam.


"Tentu saja pertama-tama aku akan menjemput ibu, kemudian aku akan mencari kontrakan baru, dan mungkin aku harus mencari gerobak kaki lima, untuk memulai usaha kecil-kecilan," ucap Kiara.


"Baiklah, biar Pak Sukro yang akan mencarikan kamu usaha baru, kamu tidak usah jualan pakai gerobak kaki lima, itu terlalu capek buatmu, sebaiknya kau cari pekerjaan lain saja, nanti biar Asistenku yang mencsri untukmu," ucap Agam.


"Tidak Tuan, Aku tidak ingin menyusahkan kalian, uang yang sudah kalian berikan itu semua sudah cukup. Bahkan aku tidak memberikan apa-apa kepada kalian, tapi aku janji, aku akan membayarnya nanti."


"Kiara. Kenapa kau begitu keras kepala, semua ini adalah kesalahan kami yang memaksamu menikah denganku, dan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Jadi kau tidak usah merasa harus membalas jasaku, Kiara, terima kasih kau sudah hadir di kehidupanku, memang aneh ..., kita jalan-jalan ke Luar Negeri dengan ikatan suami istri, namun sepertinya hubungan kita ini tidak bisa berjalan dengan baik, karena aku menjaga hati Clara, aku tahu mungkin ini juga terpaksa Clara lakukan, karena Dia mandul, tapi aku minta maaf, Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita, apalagi untuk memiliki anak denganmu."


"Tidak apa-apa Tuan, aku mengerti."


"Kiara, Maaf, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini. Bagaimana mungkin aku bisa melanjutkan hubungan kita tanpa cinta?" ucap Agam.


"Tuan bolehkah aku bertanya sesuatu?"

__ADS_1


"Ya, silakan. Kenapa harus minta izin?" tanya Agam.


"Tuan ..., Benarkah..., Tuan..., tidak mencintaiku? Apakah tidak sedikitpun ada rasa di hati Tuan untukku?" tanya Kiara.


"Kenapa kamu bertanya begitu? Tentu saja aku tidak memiliki perasaan padamu. Kita dipertemukan dadakan, juga nikah dadakan, walaupun sebelumnya aku pernah melihatmu, saat kau mengantar makanan ke kantor ku kan? tapi aku tidak menyangka kalau akhirnya istriku menjodohkan ku denganmu. Bagaimana mungkin aku bisa menghadirkan cinta hanya dalam sekejap. Oh ya aku juga mau tanya, bagaimana denganmu? Selama kita liburan, adakah sesuatu yang kau rasakan dengan denganku?"


Kiara terdiam sejenak, dia bingung harus menjawab apa. kalau dia katakan bahwa dia sekarang mencintai Tuan Agam, dia takut kalau Tuan Agam mengira, dia mencintai pria ini yang jauh lebih tua darinya pasti karena hartanya saja.


"Kiara, kenapa kau melamun?" tanya Agam.


"Tuan. Apakah Tuhan bertanya tentang perasaanku?"


"Ya, Bagaimana dengan perasaanmu? kau tidak mencintaiku kan?" tanya Agam.


"Ha ha ha ha (tertawa di nbuat-buat) sungguh aneh Tuan. Bagaimana mungkin aku bisa mencintaimu, laki-laki yang jauh lebih tua dariku," ucap Kiara sambil menatap jalanan lewat jendela di sampingnya.


Dia mencoba mengalihkan pandangannya dari mata Agam, walaupun perkataan itu terasa janggal diucapkan, dia tidak ingin Agam tahu bahwa sekarang dia memang mencintainya.


Kiara tahu, dia dapat merasakan, bahwa ada bagian hatinya yang sudah mencintai Agam, lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.


"Syukurlah, jadi kita tidak akan saling mengingat setelah kita berpisah nanti kan? Oh iya, semua uang yang kau butuhkan, sudah aku transfer ke rekening mu, kau tinggal Cek saja nanti ya?" ucapnya.


***


Terlihat Nyonya Clara sudah berada di halaman bandara dengan dandanan yang sangat cantik, wajah yang sangat menawan, memakai blus lengan panjang berwarna putih. Kacamata, celana katun 1/8 dan juga high heels berwarna putih, memakai tas limited edition dari Luar Negeri. Dia sangat gembira mendengar kabar bahwa hari ini adalah kepulangan suaminya, Agam.


"Sayang ..., kau sudah di sini? Apa sudah lama kau menungguku?"


Ketika suara itu terdengar di telinga Clara, Clara pun segera menoleh dan tampaklah lelaki yang sangat dirindukannya dalam satu minggu ini sudah ada di hadapannya, dengan manja Clara pun mendekat dan memeluk erat Agam di depan mata Kiara.


Tentu saja Kiara merasa cemburu, namun dia hanya bisa menunduk pasrah.


"Sayang ..., muach ..., muach."


Clara pun sengaja mengecup mesra pipi Agam berulang kali. dia menandai wajah itu adalah miliknya, hanya miliknya. Tentu saja itu juga disengaja untuk membuktikan bahwa mereka sangat harmonis, agar Kiara tidak bisa berharap banyak pada Agam.


"Aku sangat merindukanmu Sayang," ucap Clara, sambil memeluk erat suaminya.

__ADS_1


Entah mengapa, perasaan Kiara benar-benar tidak bisa digambarkan saat itu, perasaan tidak rela kini menguasai dadanya, rasanya ingin sekali dia lari menjauh dari tempat itu agar tidak melihat adegan kemesraan mereka. Namun apa daya.


"Kiara. Bagaimana liburannya?" sapa Clara.


Kiara pun terkejut, dan mendongak.


"Oh iya, Nyonya, baik kok," ucapnya.


"Bagaimana? apakah berhasil?" tanya Clara.


"Clara. Sudahlah, Ayo kita pulang dulu!" ajak Agam.


"Iya Sayang," ucap Clara bergelayut manja di pundak Agam.


"Oh iya Kiara, kamu bisa lihat taksi ya, kau akan menemui ibumu kan?" ucap Agam.


Kata-kata Agam itu seakan adalah pengusiran bagi Kiara, Kiara hanya mengangguk.


Agam dan Clara tampak sangat bahagia, itu di mata Kiara.


"Lho? kok naik taksi Mas? Kenapa tidak ikut kita saja?" ucap Clara.


Tentu saja Agam sudah memikirkannya. Tidak mungkin Agam membawa Kiara dalam satu mobil, mungkin saja nanti Kiara akan tersinggung, itu yang ada di pikiran Agam. Agam tidak bisa mendeteksi kalau sebenarnya Kiara mencintainya.


"Jangan, kita kan beda jurusan. Biarkan saja dia naik taksi," ucap Agam lagi.


Agam pun mencari taksi untuk Kiara.Setelah menemukan Taksi mereka lebih dulu pulang dari pada Kiara, karena sopir taksi itu ada sedikit urusan dengan temannya terlebih dahulu di bandara tersebut.


Kiara melambai ke arah mobil Clara dengan perasaan getir. Sepeninggalan Agam dan Clara, Kiara pum masuk dalam taksi.


Dia memejamkan mata, tak terasa ada butiran bening yang menetes di matanya, dia merasa sedih saat Agam meninggalkannya begitu saja.


"Ya Tuhan ... Mengapa perkenalan singkat ini telah menghadirkan cinta dalam hatiku?" ucap Kiara.


Bersambung


Hadir di

__ADS_1


Wanita Satu Malam juga ya!


__ADS_2