
Sudah jauh Agam menyisiri jalanan kota. Dia juga sudah mampir di setiap Klinik yang ada di pinggir-pinggir jalan. Namun, tak satupun tempat praktek itu buka, Agam merasa sangat kesal karena tidak bisa menemukan sang istri dan juga ibunya.
"Kiara, Sebenarnya kamu ke mana sih?" batinnya.
Dia pun berhenti di pinggir jalan, tiba-tiba netra nya menangkap sesosok lelaki yang sangat dikenalnya.
"Paman Alex?" lirihnya
Agam melihat pamannya, Alex, bersama beberapa orang memasuki sebuah Cafe di pinggir jalan, Agam merasa penasaran, kenapa pamannya tidak memberitahukannya kalau ada meeting mendadak di luar perusahaan.
Agam pun mengambil jaket dan juga topi petnya, kemudian memasang kacamata menyamar dengan merapatkan petnya di atas alisnua.
"Mungkin aku bisa mengetahui sesuatu, dengan cara menyamar ini," gumamnya.
"Karena Agam memang mencurigai pamannya tersebut. Agam pun masuk ke sebuah kafe tersebut, dengan menunjukkan wajahnya dalam, agar tidak dikenali oleh pamannya sendiri. Agam sengaja duduk di belakang kursi Alex, walau tidak begitu dekat, namun Agam bisa mendengar percakapan mereka.
"Jadi bagaimana, Tuan Alex? Apakah kau sudah mendapatkan semua berkasnya?" tanya seseorang.
__ADS_1
"Tentu saja Pak, aku sudah berhasil mendapatkan semuanya, semua aset perusahaan itu berkas dan surat-surat penting lainnya sudah aku ambil, jadi berapa kau bisa membayarku?" tanya Alex sambil menatap lelaki yang ada di depannya dengan pandangan tajam.
Agam mendengar pembicaraan tersebut, Dia semakin menajamkan telinganya.
"Baguslah, kalau begitu, aku akan mentransfer uang ke rekeningmu, sekarang serahkan berkasnya kepadaku," ucap lelaki tersebut.
"Tidak semudah itu Tuan, kau transfer dulu uang mu ke rekeningku, baru akan aku serahkan semua berkas itu. Jangan berharap bisa membodohiku!" ketus Alex. Lex pun tersenyum sinia.
"Alex, Mana mungkin aku mau membodohimu? aku pasti menepati janjiku. Baiklah, sekarang aku akan mentransfernya, tapi sebelum itu aku ingin berkasnya dulu, coba aku liat dulu!" pinta orang itu.
Iya, ini benar, semua berkas ini milik Agam, sekarang aku akan mentransfer uangnya," ucap orang itu.
Orang itu pun kemudian mengambil teleponnya dan mentransfer sejumlah uang ke ATM Alex, saat itulah Agam nekat berbalik kemudian merampas berkas-berkas itu dengan sekali sambaran.
" Hei! siapa kau?" teriak merwka.
Agam berlari menuju mobilnya, dengan langkah cepat, namun saat di halaman, Agam kalah cepat, karena ternyata mereka memiliki Bodyguard yang ada di halaman Cafe tersebut, kaki Agam di gait oleh Bodyguard tersebut, hingga tersungkur kemudian berkas itu pun diambil oleh mereka. tubuh Agam diinjak oleh mereka, sangat keras, hingga Agam merintih merasakan sakit di tubuhnya.
__ADS_1
"Siapa kau?" teriak Alex mendekati Agam.
Juga orang-orang itu mengikuti Alex. Agam dibangunkan dan berdiri tepat di depan Alex, begitu kagetnya Alex saat melihat wajah keponakannya itu, kini Agam babak belur karena bekas tergesek keramik.
"Agam? Jadi kau?" Alex gugup.
"Agam? baguslah. Sekarang semua berkas dan perusahaanmu sudah menjadi milikku, Agam, Lihatlah! aku sudah membelinya dari pamanmu. Ha ha ha."
Orang itu tertawa lepas.
"Dasar paman kurang ajar! kau tega sekali lakukan ini padaku!? padahal aku sudah memberikan Paman sebuah perusahaan kecil, mengapa Paman tega padaku?" teriak Agam sambil meronta.
Namun kedua bodyguard itu sangat kuat, badan mereka sangat besar sehingga Agam kalah dan tidak berdaya menghadapi mereka untuk melepaskan tangannya dari genggamannya.
Bersambung
__ADS_1