Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Kiara Hilang


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti tepat di belakang taksi yang di tumpangi Adi, dan segera seorang wanita turun dengan tergesa gesak mendekati Kiara, saat melihat Kiara di angkat ke dalam mobil taksi.


"Ya Ampun, Ya Allah, apa yang terjadi?" pekik panik wanita itu dengan histeris.


"Mah, Kiara mungkin terluka, aku juga tidak tau, saat tadi aku mengajaknya untuk pergi ke KUA, dia terduduk dan berdarah," ungkap Adi.


"Apa, ayo paman, tolong bawa dia!"


Mamah Adi pun ikut masuk ke dalam taksi, sementara ayah Adi mengikuti dari belakang. Tak ada yang melihat kejadian itu, karena semua orang sedang asik dengan aktifitasnya di dalam rumah mereka. Kiara pun di bawa meluncur ke rumah sakit.


Sementara mamah dan ibu Kiara sudah duduk santai di depan ruang tamu menunggu Kiara datang, karena jam segini Kiara biasanya sudah datang. Namun lama di tunggu, sudah hampir 30 menit namun tak kunjung datang.


"Apa belum habis ya? Tapi kan perjanjian jam 11 kalau pun tidak habis tetap tutup dan akan di bagi ke tetangga," gumam sang mertua heran. Karena anak mantunya belum juga datang


"Iya, kenapa belum balik?" tanya sang ibu juga.


"Sebaiknya aku susul ke depan," putus sang mertua.


Mamah Agam pun berjalan mendatangi Kiara. Tampak lah dari kejauhan gerobak Kiara sudah berada di dalam jalan masuk menuju rumah, dan tampak tidak terparkir dengan rapi, karena memang tadi Kiara di tarok paksa oleh Adi.


"Ke mana Kiara ya?" gumam Ny.Memtari, dia pun celingukan mencari Kiara di jalan besar, berharap dia menemukan Kiara. Namin matanya tertuju ke tanah,yang tampak ada darah di sana, jantung Mamah Agam pin berdetak hebat.


"Kiara! Kau di mana?"


Akhirnya mamah Agam pun memutuskan untuk manggilnya.


"Bu, mencari kakak Kiara ya? Tadi ada mobil taksi membawanya pergi, sepertinya kakak Kiara sakit," ucap seorang,anak memberitahukan. Karena amak itu sedang,bermain lato-lato bersama teman-temannya di pinggir jalan itu.


"Apa?kenapa kalian tidak mencegahnya? Kemana kaka Kiara di bawa pergi?" panik sang mertua.


"Nggak tau Bu, mungkin ke rumah sakit terdekat," jawab anak-anak itu.


Mamah Agam segera pulang dan membawa gerobaknya dengan bersusah payah. Tubuh tua itu seakan punya tenaga luar biasa mendorong gerobak itu menuju rumah mungilnya.


"Besan! Besan, tolong! Kiara!"


Teriakan histeris mamah Agam membuat ibu Kiara kaget dan menyongsong kedatangan mamah Agam.


"Ada apa?"


"Kiara hilang, kata anak-anak Kiara tampak di bopong menaiki taksi dan pergi entah ke mana, mana telepon, ayo cepat!"


Mamah Agam pun berlari lari mencari teleponnya, mungkin dia ingin menghubungi Agam.


"Apa? Ayo cepat,telepon Agam,"

__ADS_1


Ibu Kiara juga ikut panik dan mengiringi Mamah Agam mencari telepon. Dengan suara ngos-ngosan Mamah Agam pun menelepon sang anak.


Tak berapa lama telepon itu pun diangkat oleh Ageng.


"Mama?"


"Agam! cepat kau pulang Cepat Nak! gawat ini, sangat gawat, pulanglah cepat!"


"Mah ada apa? Aku lagi bekerja."


" Pokoknya kau harus cepat pulang! ini darurat cepatlah!"


Mamah Agam sengaja tidak mengatakan kalau Kiara hilang, agar Agam bisa pulang dulu dengan sedikit tenang.


"Iya Mah, sebentar Mah," sahut Agam.


Agam pun menutup telepon dan menemui Tuan Hendri, untuk meminta izin pulang, kebetulan Tuan Hendry sedang tidak ada di kantor, jadi dia izin dengan supervisor di sana. Pa Hendri pergi selesai rapat bersama teman mereka, dan sedang makan siang bersama di restoran di luar kantor.


Dengan perasaan was-was Agam pun pulang, sepanjang jalan pikirannya terus ke ingatan ke Kiara, bahkan beberapa kali dadanya berdetak dengan kencang, karena perasaan khawatir akan terjadi sesuatu dengan istrinya tersebut.


Sesampainya di rumah Agam pun memarkirkan kendaraannya dan masuk ke dalam rumah.


"Ibu, ada apa?"


"Kiranya hilang, kata anak-anak, dibawa seseorang menaiki mobil taksi."


"Aku tidak tahu, aku sudah menghubungi teleponnya, Namun ternyata teleponnya ketinggalan di dalam laci uang di gerobak bubur.


Brukgh


Terdengar suara benturan di luar, membuat mereka kaget kemudian Agam pun menengok ternyata saat ini motor Agam yang terparkir tidak sempurna membuat kaki standar itu kembali ke posisi, dan motornya pun jatuh sempurna berbaring di tanah.


"Aku akan mencari Kiara, aku akan bertanya kepada anak-anak itu dulu," jawab Agam panik sambil berlari ke luar.


Dengan cepat dia membangunkan motornya dan pergi meninggalkan rumahnya.


"Mana kak Kiara anak-anak? tadi kalian melihatnya kan?" tanya Agam.


"Ada taksi yang membawanya, sepertinya kakak Kiara sakit Tuan, jadi ada seseorang yang membawanya, mungkin di bawa ke rumah sakit."


"Oh baiklah, terima kasih."


Agam segera menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan penuh, bahkan Agam mendadak tidak perduli lagi dengan helmnya, sekarang dia tidak menggunakan helm karena saat motornya jatuh, helmnya pun terpental entah ke mana.


Saat di perjalanan dan di lampu merah, kebetulan lampu merah itu berubah menjadi hijau, seakan urusan Agam dipermudah, namun....

__ADS_1


"Hei tunggu! kau melanggar!" teriak seorang polisi yang sedang berjaga.


"Aku minta maaf, kali ini aku minta izin lewat!" teriak Agam.


"Berhenti!"


"Tolong ampuni aku! aku sedang mencari istriku yang hilang, aku minta maaf."


"Berhenti dulu!"


Agam dan polisi itu pun saling kejar mengejar.


"Aku tidak tahu harus bagaimana, kalau aku berhenti, pasti urusannya semakin panjang," gumamnya.


Dia pun nekat untuk terus menerobos jalanan dan menuju rumah sakit, sementara pak polisi juga terus mengejarnya sampai di halaman rumah sakit.


Agam pun memarkirkan kendaraannya dan langsung mencari resepsionis, sementara pak polisi merasa sudah terlanjur, dia juga terus saja mengajar Agam ke dalam rumah sakit.


Di depan loket...


"Apakah ada wanita yang baru saja di bawa ke mari kerena sakit?"


"Tuan, anda melanggar!"


"Maaf pa, saya sedang terdesak, istri saya hilang."


"Anda langsung ke UGD pak," ucap Perawat.


"Kenapa anda tidak melaporkannya ke kantor polisi?"


"Terima,kasih."


Agam berlari menuju UGD tanpa memperdulikan pertanyaan polisi. saat berbalik dan hampir menabrak polisi yang ada di belakangnya.


"Pak, bantulah saya, tolong jangan membuat masalah saya menjadi sulit," ucap Agam kesal.


"Aku hanya menegakkan peraturan, karena anda melanggar," ucap polisi.


"Saya sedang mencari istri saya," ucap Agam terus menerus.


Agam pun sudah sampai di UGD, namun melihat wajah Adi juga ada di sana, entah mengapa dia sudah bisa menebak apa yang terjadi.


Dan tanpa pikir panjang Agam pun memukuli wajah lelaki tampan itu, sehingga meninggalkan memar memar dan biru.


"Kenapa kau memukulku?"

__ADS_1


Agam terus memukuli wajah Adi tanpa menjawab pertanyaan polos Adi. Awas Agam, nanti otak Adi kurang lagi 1 ons.


"Hentikan! Tuan, hentikan!" teriak mamah Adi sambil melerai Agam dari Adi.


__ADS_2