Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Aisya di Culik


__ADS_3

Aisya dan Kiara sudah sampai di sebuah Mall besar. Pertama-tama mereka menuju sebuah toko perhiasan. Berbagai perhiasan cantik terpasang di dalam lemari kaca itu.


"Sayang, coba pilih selera kamu, mana yang cocok buat kakak ipar mu itu?" tanya Kiara.


"Hemmmm ..., yang itu Bun, bagaimana?"


"Mbak, coba liat yang itu ya!" ucap Kiara.


Mbak penjaga Toko pun menatap Kiara dan Aisya yang hanya berpenampilan biasa. Namun akhirnya dia mengambilkan perhiasan couple itu.


"Ini 150.000.000 Bu#" ucap Karyawan Toko.


"Bagus nggak Aisy?" tanya Kiara.


"Bagus dong, ini kan selera anak muda kaya aku," sahut Aisya.


"Coba yang lain dulu!" pinta Kiara.


Karyawan itu pun mengambil perhiasan dari tangan Kiara. Sepertinya ada keraguan di mata Karyawan tersebut. Karena Kiara sendiri tidak memakai perhiasan mencolok, bahkan dia hanya mengenakan cincin kawinnya saja.


"Aisy, pilih lagi gih!" titah Kiara.


"Itu tadi udah sangat bagus Bunda!" sahutnya.


"Bagaimana dengan ini Bu?" tanya Karyawan memperlihatkan sepasang kalung yang biasa, dengan liontin amor.


"Itu terlalu biasa Mbak," sahut Aisya.


"Tapi ini terjangkau Mbak, cuma 75juta," ucap Karyawan.


Aisya pin mengerti bahwa Karyawan ini menganggap Ibunya tidak mampu membeli yang mahal,di mata Karyawan.


"Itu terlalu terjangkau Mbak, bahkan 10 kayak gitu aku bisa beli!" ketus Aisya merasa kesal , sangat kecewa Ibunya di rendahkan.


"Aisya, jangan gitu. Coba liat yang di ujung itu?" pinta Kiara.

__ADS_1


Karyawan itu pun mengambil Cuople kaling dan cincin berlian yang sangat indah bermatakan pearl sangat cantik.


"Ini aja Mbak," ucap Kiara memutuskan.


"Tunggu Bun, siapa tau ini hanya bentuk saja bagus harga murahan, ini berapa Mbk?" tanya Aisya.


"250 juta Mbak," sahut karyawan terlihat,sinis.


"Wow, bagus Bun, ini aja," sahut Aisya bangga.


"Aisya, apaan sih?" Kiara merasa tidak enak mendengar Aisya bicara


"Aku sengaja Bun, habis, Karyawan itu seperti acuh dan seperti menganggap kita mau maling saja," bisik Aisya pada Bundanya.


Wajah Karyawan itu seketika berubah dan melemah, ada sedikit senyum juga yang mengembang di bibirnya.


"Mau Cash atau kartu kredit?" ucap karyawan itu lagi.


"Kartu saja, aku tidak bisa bawa uang banyak," sahut Kiara.


"Makanya jangan suka su'uzhon!" ketus Aisya entah siapa lawan bicaranya. Hi hi.


"Hust!" Kiara meletakkan telunjuknya di hidungnya mengancam sang anak gadis.


Selesai berbelanja perhiasan, Mereka pun pergi ke tempat tas branded dan memilih satu,untuk calon mantu.


Kini semua perlengkapan sudah terbeli. Saatnya memacking barang tersebut.


"Kita ke tempat teman Aisya saja ya, biar dia yang bungkus," ucap Aisya.


"Iya, tapi rapi nggak?"


"Rapi dong Bun, dia sudah terbiasa kok."


Mereka meluncur menuju tempat teman Aisya. Saat sampai di sana, hari sudah mulai gelap.

__ADS_1


"Aku percayakan semua ini padamu ya! Awas kalau nggak rapi, aku pecat kamu jadi sahabatku," ketus Aisya bercanda.


"Ha ha ha, aku takut ah, hi hi, ya pasti ku usahakan yang terbaik, mau sholat dulu?" tawar Sahabatnya.


"Iya, maghrib dulu baru kami pulang," ucap Aisya.


Selesai sholat maghrib, mereka pun pamit pulang. jalanan sudah mulai sepi.


"Bun ada orang jatuh itu, kasian sekali, sepertinya ibu-ibu," ucap Aisya.


Benar saja di ujung jalan yang minim penerangan tampak seorang ibu berkerudung sedang terjatuh menggunakan sepedanya. Aisya pun turun dan maksud membantu.


Namin ....


Hap


Tiba-tiba mulut Aisya di sekap dengan obat bius dan langsung lunglai. tiba-tiba ada sebuah mobil mendatangi rombongan itu dan membawa Tubuh Aisya.


"Tolong...!" Kiara syok.


Kiara turun dan berteriak sambil berlari mendekati Aisya, namun mereka sangat lihai dan kilat khusus.


"Tolong! Anakku, Aisya, siapa kalian? tolong!"


Teriakan Kiara pun mengundang orang-orang yang ada di sekitar situ, mereka berhamburan keluar rumah.


"Bu, ada apa?" tanya seorang warga.


"Anakku, tolong!"


Kiara terus menunjuk jalan di mana mereka membawa anaknya. Seorang lelaki pun menyusul arah,telunjuk Kiara dengan motor gedenya.


"Bu minum dulu!"


Kiara pun di suguhi air putih oleh warga. Namun sesak di dada Kiara membuat wanita cantik itu akhirnya pingsan.

__ADS_1


Nex


__ADS_2