Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Clara Menyerang


__ADS_3

Clara tampak kesal, berulang kali dia menelpon seseorang yang bernama Deon di hp-nya, namun belum juga diangkat oleh lelaki itu, akhirnya Clara memutuskan untuk mendatangi rumah Dion.


Dia pun bersiap dan memanggil ojek online.


"Bang ..., Tolong antarkan ke Jalan Mawar ya!" pintanya.


"Baik Nyonya."


Clara pun menaiki ojol tersebut menuju rumah Dion di Jalan Mawar. Sepanjang jalan sesekali dia akan menggaruk alat sensitifnya, dan juga menggiyang pantatnya, karena memang sangat gatal. Dia sangat kesal, mengapa dia sampai terjebak dengan penyakit yang seperti ini.


"Nyinya. Tolong jangan terlalu banyak bergerak! kita bisa kecelakaan," ucap sopir ojol tersebut.


Karena sering menggaruk dan bergoyang pinggul, membuat motor tersebut bergoyang-goyang.


"Iya Paman," sahut Clara.


Yak berapa lama Clara pun sudah sampai di sebuah bangunan besar, sepertinya orang yang bernama Dion itu sangat kaya raya, setelah membayar Clara pun mendekati gerbang, namun, gerbang itu dikunci dari dalam oleh Paman satpam.


"Paman ..., Tolong buka pintunya! Aku ingin bertemu dengan Dion," ucap Clara.


Dion adalah lelaki yang berusia 40 tahun, setelah kejadian di rumah itu bersama Pak Aswin, Clara pun sering ke klub malam dan di sanalah Clara bertemu dengan Dion, dan melakukan hubungan terlarangnya.


"Maaf Nyonya, Tuan Dion tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam hari ini! karena dia ingin beristirahat total ," ucap Paman satpam tersebut.


"Tolong telepon dia, aku Clara, orang yang dia kenal, aku juga sudah beberapa kali ke sini. Tolonglah!" ucap Clara lagi.


"Maaf Nyonya, semua orang pun tidak boleh masuk, termasuk keluarganya sendiri, tidak diizinkan masuk untuk hari ini."


"Tapi ini sangat penting Paman."


"Maaf ya! aku hanya menjalankan tugas, aku juga dilarang untuk mengganggunya lewat telepon."


"Keterlaluan Dion."


Dia pun kembali menelpon Dion, namun tidak diangkat. akhirnya Clara naik pagar pintu tersebut, dasar perbuatan nekat Clara, akhirnya berhasil masuk ke dalam.


"Nyonya! Anda mau ke mana? Tolong jangan lakukan ini! nanti aku bisa dipecat!"


"Aku tidak peduli dengan pekerjaan mu yang penting sekarang aku harus bertemu dengannya."


Clara pun berlari masuk ke dalam bangunan tersebut. Paman satpam juga mengejar Clara, namun dia tidak berani untuk menyentuhnya. Hanya mengingatkan saja.


"Nyonya, aku mohon, aku akan dipecat kalau Nyonya nekat."


"Itu terserah! Kau bisa cari pekerjaan lain!" ketusnya.


Hingga akhirnya Clara pun sudah sampai di depan pintu Dion. Tanpa permisi dia mendorong pintu itu, yang kebetulan tidak di kunci. kemudian menutup dan menguncinya dari dalam, agar paman satpam tidak mengiringinya.

__ADS_1


"Dion," panggil lirih Clara. Namun tidak ada jawaban.


Clara berjalan ke atas, tiba-tiba dia mendengar suara-suara aneh dari dalam kamar yang ada di kamar atas. Clara pun menempelkan kupingnya. Alangkah kagetnya Clara saat mendengar suara perempuan dan laki-laki yang sedang bermesraan.


"Gimana Sayang? apa kau menikmatinya?" suara perempuan


"Tentu saja Mas, aku sangat menikmatinya." suara Dion.


"Oh ya, bagaimana Villa yang kau janjikan? Apakah kau akan membelikannya untukku?" tanya wanita.


"Tentu saja Sayang. Aku pasti membelikan untukmu, sekarang ayo selesaikan ini, baru kita akan berangkat menuju penjualan villa itu."


"Baik Sayang, sekarang mau seperti apa?" tanya wanita.


"Terserah kau saja! yang penting aku bisa menyelesaikan semuanya."


Clara yang mendengar di depan pintu pun sangat emosi, suara ******* dari dalam kamar membuat darah Clara mendidih .


Bruk


Dengan sekuat tenaga Clara mendorong pintu itu, dan ternyata pintu itu juga tidak terkunci, alangkah kagetnya Dion dan seorang wanita cantik yang sangat masih muda, kisaran berusia 20 tahun.


Pantas saja tadi Dion terdengar sangat manja kepada wanita itu dan akan memberikan sebuah Vela untuknya.


"Kau? Clara! Apa yang kau lakukan di sini? Mengapa kau bisa masuk ke rumahku?" geram Dion sambil menatap wajah Clara sangat terkejut.


"Kurang ajar kau, Dion! gadis ini masih bau kencur, dasar tua bangka!" berang Clara.


+Apa kau tahu dia itu kena penyakit? sekarang aku tertular, aku terkena penyakit kelamin karena berhubungan dengan dia!" tunjuk Clara ke wajah Dion.


"Mas! Benarkah itu Sayang?" tanya Bocil itu.


"Jangan percaya padanya! aku tidak tahu nenek tua ini tiba-tiba saja datang ke mari, mungkin karena dia juga mengincar hartaku," ketus Dion.


"Dion! Apa yang kau katakan? bahkan tiga hari lalu kita berhubungan intim di sini! namun sekarang kau malah membawa wanita lain yang masih bau kencur!" teriak Clara tidak terima, ridak di akui oleh Dion.


"Hei! Clara! kau jangan menghinanya! Dia itu adalah wanita yang sangat aku sayang dan aku cintai, jauh darimu! Kau itu hanya wanita tua-tua keladi yang kegatelan!" ketus Dion sangat marah.


"Dasar kurang ajar! kau itu tidak akan laku lagi, kalau orang tau kau punya penyakit kelamin!" teriak Clara.


"Apa maksudmu Clara? aku baik-baik saja," sahut Dion santai.


"Tidak mungkin, aku sekarang sudah tertular penyakitmu, kita sudah berhubungan selama beberapa bulan ini, kalau kau tidak percaya? Coba kau cek lab Dion!" bentak Clara.


"Mas, Apa benar kau punya penyakit? Bagaimana ini? Bagaimana denganku?" panik Bocil itu.


"Sayang, kamu jangan percaya dia, dia hanya berbohong, dia hanya ingin menakuti mu, karena dia tidak ingin kehilanganku."

__ADS_1


"Kurang ajar kau Dion!"


Kemudian Clara pun mendekat dan mencakar wajah Dion dengan sekuat tenaganya, namun laki-laki berusia 40 tahun itu pun membalas dengan mendorong Clara hingga terjatuh ke lantai.


"Aduh, sakit," ringis Clara.


Clara meringis, namun Dion tak lerduli.


"Aku tidak percaya semua ini Dion! kau telah mengeluarkan penyakit padaku, namun kini kau malah berhubungan dengan wanita lain! Bocil, sekarang kau pergi dari sin,i dan coba kau Cek lab, mungkin saja kalau juga sudah tertular!" bentak Clara.


"Yang mana yang harus ku percaya?"


"Apa kau tahu penyakit seperti apa yang dia berikan kepadaku? aku merasakan gatal yang luar biasa di alat sensitifku, dan aku positif terkena penyakit itu."


Wanita itu pun pergi meninggalkan rumah Dion, sia sangat ketakutan. Sementara Clara masih tampak terduduk di lantai. Dan terus menggerutu.


***


Kiara yang sedang menikmati istirahat siangnya, tiba-tiba bangun dan meringis kesakitan. Dia memegang perut yang sangat sakit.


"Sakit!" teriaknya.


Sang suami yang baru ke dapur mau mengambilkan air minum pun kaget, dia kembali berlari mendatangi kamar Kiara.


"Sayang, ada apa?" tanya Agam.


"Perutku sangat sakit Bang, aku sangat mules."


"Apakah aku akan melahirkan?" tanya Kiara.


"Baiklah, kita segara ke rumah sakit."


Dengan cepat Agam pun menggandeng Kiara keluar dari kamar tersebut, menuju mobil untuk membawanya ke rumah sakit.


"Bibi! Tolong panggilkan Mama, cepat! kami akan ke rumah sakit," panggil Agam.


"Ya Tuan."


Tergopoh-gopoh mamahnya Agam menuruni tangga, setelah mengetahui bahwa Kiara sakit perut. Mentaei dengan cepat turun ke bawah hanya menggunakan baju daster dan juga kerudung panjangnya.


"Ayo cepat! cepat cepat! Jangan sampai terlambat! kita harus segera ke rumah sakit," ucap Mamah Agam.


Sebenarnya Kiara Sudah beberapa kali ditawari untuk operasi saja, namun Kiara menolak dengan alasan dia ingin merasakan seperti apa ibunya dulu melahirkan.


😍😍😍😍


Mampir di karya baru othor yuk.

__ADS_1


Hujan yang menyadarkan ku.


Mengisahkan anak miskin yang akhirnya bersekolah di pesantren. Namun kadang dia bisa melihat penampakan. Dan dia juga jatuh cinta pada seorang ustadz tampan. Namun tidak tergapai.


__ADS_2