Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Mendapatkan CCTV Penculikan


__ADS_3

Aisyah. tersenyum melihat reaksi kedua wanita itu yang sepertinya tergiur dengan tawaran Aisya.


"Bagaimana? Apa kalian bersedia melepaskan ku dan mengantarkan ku pulang ke rumahku?" tanya Aisya percaya diri.


"Maaf Nona, tapi kami tidak tertarik," sahut wanita itu.


Blep.


Lemes semua persandian Aisya mendengar jawaban itu, tubuhnya pun langsung seperti melorot, bahunya sedikit membungkuk karena lesu.


"Siapa tahu saja nanti setelah sampai ke rumahmu, Kami malah ditangkap?" ucap wanita satunya.


"Aku jamin, aku bukan orang yang curang begitu. Aku adalah wanita sholehah. hi hi," tawanya karena merasa lucu, karena telah memuji dirinya sendiri.


"Maaf Nona, kami tidak bisa, cepat Nona sebaiknya Anda makan dulu! siapa tahu saja nanti Nona bisa melarikan diri dari kami," ucap wanita itu membujuk.


"Mustahil aku bisa lari dari kalian. pintu aja,terkunci, bagaimana aku bisa lari?" ucapnya tak bersemangat.


Aisya cemberut, kemudian berbaring di ranjangnya. dia tidak memperdulikan parut nya yang lapar.


"Nona. Ayo makanlah dulu!" ujuk kedua wanita itu.


Namun Aisya tidak memperdulikannya, dia terus mencoba untuk tidur dan tidur kembali, memaksa matanya dan membiarkan suara cacing di perutnya terus bersahutan. 2 hari sudah dia tidak makan. Hanya minum.


**


*


**


Tampak seorang wanita tua sedang duduk santai di kursi rodanya, dia tampak tersenyum saat menatap teleponnya, tampak di sana seorang gadis sedang tertidur di atas ranjangnya.


"Terus saja kau membangkang Aisya, kau tidak tahu seberapa lama kau akan berada di sana, mungkin saja kau sampai mati kelaparan!" ucap perempuan itu.


"Bos! sekarang bagaimana? Apakah kita akan melepaskan wanita itu?" tanya seorang laki-laki.


"Tidak! aku merubah rencana kita, biarkan perempuan itu tetap di sana, sampai beberapa minggu atau mungkin beberapa bulan," sahut Wanita itu.


"Tapi Bos? Nona itu sama sekali tidak mau makan, dan hanya minum. Bagaimana kalau dia meninggal? Aku sangat takut, Bos. karena ini adalah pekerjaan pertamaku."


"Kau tidak usah takut, kalau dia mati kan lebih bagus! tidak ada orang yang tahu siapa yang menculiknya," sahut wanita stroke itu.


"Baiklah Bos," sahutnya lesu.

__ADS_1


"Sekarang kau tidak usah memikirkan apapun. Pergilah !"


Lelaki itu pun pergi meninggalkan wanita yang sedang duduk di atas kursi roda tersebut.


"Aku akan membalaskan sakit hatimu Clara, selama ini aku dapat merasakan betapa tersiksanya hidupmu, karena perbuatan Agam. Anakku Clara. Aku tidak tahu akhirnya kau meninggalkanku lebih dulu, aku merasa mati rasa oleh semua cobaan ini,ini semua terlalu berat bagiku," ucap wanita tersebut.


Ternyata orang yang mendalangi penculikan adalah Ibu dari Clara, dan semuanya terencana dengan baik.


"Kau sekarang pasti tersenyum melihat perlakuanku ini, pasti kau merasa senang karena aku bisa mengadu domba mereka. Aku bahkan mencari seseorang yang bisa menulis semirip mungkin dengan Fathan, agar mereka saling tuduh menuduh satu sama lainnya, ha ha ha," tawanya.


Ternyata Ibu Clara juga merencanakan semuanya dengan baik, bahkan dia mengambing hitamkan Fathan untuk mengadu keluarga Agam tersebut.


Ibu Clara pun tersenyum kemudian masuk ke dalam rumah mungilnya. Dia sedang berada di desanya jauh dari keramaian kota.


**


*


**


Kiara tidak mau makan seperti Aisya, dia juga hanya minum. Dan minum.


"Sayang, ayolah! Kau akan sakit, bagaimana nanti kalau Isya datang kau sakit begini, sia pasti sakit hati Sayang!" bujuk Agam.


"Mengapa takdir mempermainkan ku, mengapa harus Aisya anak gadisku Pa?" lirihnya terdengar lemah.


"Fathan sedang berusaha mencarinya, aku sangat menyesal, dengan tubuh tuaku, aku tidak terlalu kuat lagi untuk mencarinya."


"Apa kau percaya pada Fathan?" tanya Sinis Kiara.


"Sayang, aku sangat percaya, karena dia sejak kecil kita didik, kau hanya tersulut emosi, sehingga kau tidak bisa melihat kebenaran pada anak kita. kau terlalu menyayangi aisya dan mengkhawatirkan anak gadis kita, sehingga kecurigaan mu itu membuat hatimu tertutup oleh kebaikan Fathan," ucap Agam.


"Baiklah Pa, aku akan menunggu kabar Fathan," sahut Kiara.


"Fathan sudah mengumumkan di semua group facebook, dia juga akan memberikan uang sebesar 500 juta rupiah, kalau ada seseorang yang bisa menemukannya."


Tak berapa lama, telepon Agam berdering.


"Helo! Fathan. Ada apa Nak? apa kau membawa kabar baik?" tanya Agam harap-harap cemas.


"Iya Pah, aku menemukan CCTV dari warga, terlihat mereka sudah mengikuti Bunda dan juga Aisya sampai ke rumah orang itu. Bahkan mereka juga sempat diam dan keluar dari mobil, sepertinya dia buang air kecil dan saat itulah wajah mereka terekam CCTV, aku akan mengirimkannya Dan tolong Bunda untuk melihat, apakah mobil itu yang telah menculik Aisya."


Telepon Fathan membuat Agam ada secercah harapan untuk menemukan Aisya.

__ADS_1


"Baiklah. Tolong segera kirimkan videonya, aku akan memperlihatkannya kepada Bunda mu."


Telepon pun ditutup. Kiara merasa sedikit lega dan sangat senang mendengar kabar tersebut, dengan bukti Video itu maka mungkin akan lebih cepat lagi dipertemukan bukti penculikan.


Tak berapa lama, pesan masuk dari telepon Agam masuk.


Sebuah video pun dikirim dari HP Fathan.


"Sayang, lihat ini? apa kamu mengenal mereka?"


Karena pencahayaan yang remang-remang, Kiara pun memicing-micingkan matanya untuk melihat seseorang yang ada di dalam video, dan juga mobilnya.


"Benar! memang merekah orangnya. Cepatlah laporkan semua ini kepada polisi Bang! Polisi pasti akan segera mendapatkan identitas mereka," ucap Kiara bersemangat.


"Baik, biar Fathan yang mengurus semuanya."


"Tidak! Papa saja yang harus menangkap mereka, aku masih belum percaya pada Fathan!" ketus Kiara.


"Sayang ..., kamu jangan seperti ini! kasihan Fathan, aku sangat mempercayainya, dia tidak mungkin berbuat jahat, dia lahir dari darah daging kita, tidak ada darah kejahatan di tubuh kita, tidak mungkin dia jahat Sayang," bujuk Agam.


Agam,merasa tidak terima kalau Fathan terus dicurigai oleh kiara.


"Baiklah, tapi aku ingin dalam waktu sehari ini, Aisya bisa ditemukan," sahutnya pelan.


"Baik Sayang, itu pasti."


Agam pun membalas chat dari Fathan, bahwa itu Memanglah penculik yang telah menculik Aisya. Segera Fathan pun mengirimkan video Itu di grup-grup Facebooknya, tak berselang 10 menit beranda Facebook Dihebohkan oleh foto-foto orang tersebut, yang diperbesar sehingga Jagat Maya pun ramai saling berkicau.


**


*


**


Masih di kota yang sama, tampak para warga heboh dengan video yang beredar tersebut, orang-orang yang ada di warung pun heboh saling bisik berbisik.


"Lihatlah! Bukankah ini si Udin? dan itu mobil yang semalam dia pakai ke mari kan? beberapa hari ini dia memang pulang bawa mobil kan?" ucap warga tersebut.


"Benar, ayo cepat telepon pemilik nomor itu! hadiahnya cukup besar, 500 juta. kita bisa bagi dua," ucap yang satunya lagi.


Dia pun menghubungi telepon tersebut.


Nex

__ADS_1


__ADS_2