Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Bikin Deg Deg Kan


__ADS_3

Pagi ini di rumah Kiara dan Agam, tampak lima pelayan sedang sibuk melayani Kiara dan bayinya. Agam sengaja kembali mengaktifkan 5 pelayan di rumahnya dengan tugas masing-masing. Ada yang khusus menangani bayi, ada yang khusus menangani Kiara, dan juga ada yang khusus untuk memperhatikan makanan bergizi untuk sang istri.


"Sayang, kamu kok tambah seksi aja!" canda Agam, saat Kiara baru selesai mandi, dan hanya menggunakan handuk di atas dadanya.


"Maksud Abang gimana sih? hari-hari biasa juga begini kok!" sahut Kiara.


"Ada yang beda Sayang," goda Agam dengan suara lembutnya.


"Apa yang beda?" tanya Kiara heran.


"Coba lihat! Tubuh kamu itu semakin berisi, apalagi mainannya si Fathan!" ucap Agam serius.


"Mainan Fathan, Emangnya Fathan mainan apa?" tanya Kiara heran.


Sedangkan Fathan sekarang baru berusia 1 minggu, masa iya Fathan punya mainan?


"Hi hi hi, itu mainan Fathan dan juga mainan aku," ucap Agam lagi, sambil tertawa malu-malu.


Kiara pun kini paham apa yang dimaksud oleh Agam. Di ambilnya bantal dan di lemparnya ke badan suaminya.


"Ih Abang apaan sih? malu-maluin aja, kalau Bibi dengar atau mbak yang lain dengar? kan malu Bang! masa setelah punya anak satu Abang nggak punya rasa malu?" ucap Kiara.

__ADS_1


"Sayang ..., bener kok, kamu malah tambah cantik setelah melahirkan satu anak, kalau begitu. Biar semakin cantik, hayo lahirkan banyak-banyak anak, biar kamu bak Bidadari syurga."


Agam semakin menggoda sang istri, dan kaki ini malah melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Ye ..., maunya Abang, udah ah, Aku lapar, mau makan," ucap Kiara sambil berjalan meninggalkan Agam mendekati lemari pakaian, mengambil beberapa pakaiannya dan memilih milah pakaian apa yang hari ini dia mau pakai.


"Emangnya mau ke mana sih, Sayang? mau ganti baju aja sampai semua baju dikeluarin!" ucap Agam.


"Aku ini istri Bos besar, dan sudah punya satu anak, aku harus lebih teliti dengan penampilanku, aku takut kalau aku berpenampilan sembarangan, kamu malah melirik wanita lain, iya kan?" ucap Kiara sambil memanyunkan bibirnya.


"Kiara, kamu ya, ada-ada saja, mana laku aku sama Wanita lain?" sahut Agam.


"Wanita matre itu tak pandang usia Bang, yang penting kantong tebel," sahut Kiara lagi.


"Siapa tau Bang? Di depan memuji Istri, eh ternyata di belakang memuji perempuan lain kan? aku yang bakal rugi kalau begitu Bang."


"Eh kamu sayang. Jangan ber negatif thinking begitu! bagiku, kau itu sudah jantung hatiku. Aku tidak akan menggantinya dengan yang lain."


"Masa sih Bang?"


"Banget ..., pakai apa saja kamu, aku suka kok."

__ADS_1


"Ya udah, sekarang aku mau pakai daster aja."


Setelah Kiara memakai bajunya, akhirnya Agam dan Kiara pun ke dapur untuk sarapan. Tak lupa sang bayi pun dibawa, walaupun bayi itu tertidur, namun Agam selalu membawa bayi itu di atas kereta dorongnya, tak sekali pun dia membiarkan anaknya itu tinggal di kamar bersama bibi. Anaknya itu akan selalu dekat dengannya, karena sepertinya Agam sangat candu dengan bayinya itu.


Agam setiap menit mencium bau bayi mungil yang harum bak angin syurga itu. Bahkan saat malam pun, Agam sendiri yang menggantikan popoknya setiap 4 jam sekali.


"Sayang, sebenarnya aku ingin membawa kalian berlibur, tapi mungkin kamu belum sehat betul 'kan?" tanya Agam.


"Iya Bang, area sensitif ku masih sedikit sakit, karena jahitan itu belum sembuh total, mungkin perlu beberapa bulan baru sehat kembali. Emangnya,mau,berlibur ke mana?"


"Maunya sih ke belanda, Emangnya seperti itu ya, kalau habis lahiran?"


"Ya seperti itulah Bang."


"Oh iya, Aku ingin membangun lagi satu perusahaan untuk Fathan."


"Masa sih Bang? Ini kan terlalu awal? Lagian dia juga masih bayi, mana mengerti tentang perusahaan? nanti malah Abang yang sakit kepala sendiri, mengurus perusahaan cabang sendirian," ucap Kiara.


"Aku akan mencari karyawan baru, aku akan mencari orang kepercayaan baru selain Pak Sukro," ucap Agam.


"Tapi aku takut Mas Agam nanti malah kepikiran, kalau ada masalah masalah kecil di perusahaan baru, sebaiknya perusahaan yang itu aja ditangani dulu, nanti kalau Fathan besar, barulah bikin yang baru, eh tapi ..., lagian untuk apa bikin yang baru Bang? perusahaan besar itu kan kalau kita sudah tidak ada tentu saja buat Fathan, terus untuk siapa lagi?" tanya Kiara.

__ADS_1


"Mas Agam! Ny. Mentari! Aku ingin bicara!" panggil Clara di depan pintu utama.


Kiara dan Agam yang sedang makan di dapur pun kaget. Apalagi Kiara. Jangan-jangan Clara mau mengungkap Fakta, kalau Pa Aswin sudah, berhubungan dan menikah dengan Clara.


__ADS_2