
Kiara masih terduduk dan menangis bersandar di dinding bangunan bandara. Dia bingung harus bagaimana. Saat dia membuka HPnya pun, ternyata tidak ada jaringan dan tidak bisa di gunakan. Tentu saja tidak ada jaringan karena dia tidak mendaftarkan nya untuk area Luar Negeri.
"Ibu ..., maafkan anakmu ini Ibu. Kiara tidak tahu sekarang Kiara harus bagaimana? Kiara bahkan tidak punya cukup uang untuk kembali ke Indonesia, Hiks hiks hiks, ibu Kiara tersesat Bu ... Apakah Tuan itu sengaja meninggalkan Kiara di sini?" lirihnya sambil terus menangis.
"Hai ..., halus air matamu! untuk apa kau menangis? Ayo cepat! kita harus segera pergi dari tempat ini!"
Tiba-tiba suara berat itu terdengar jelas di telinga Kiara, suara yang sangat jarang didengar olehnya itu, kini bagai petir di siang bolong mengagetkan Kiara, sehingga Kiara pun spontan menengadah dan menatap wajah laki-laki itu. Agam. ya ..., Agam suaminya lah yang telah berdiri di depannya.
Spontan Kiara berdiri dan memeluk Agam sambil menangis.
"Tolong jangan tinggalkan saya di sini Tuan! Saya takut Tuan. katakan pada saya, kalau Tuan membenci saya, baiklah saya akan pergi meninggalkan Tuan. Tapi tolong kembalikan saya ke Indonesia Tuan, jangan buang saya di sini Tuan. Hiks hiks hiks, tapi saya tidak bisa mengembalikan uang tuan yang 30 juta itu," ucapnya sambil terus terisak dan memeluk erat tubuh Agam. wangi rambut Kiara kini kembali membuat candu Agam yang posisi hidungnya tepat di atas kepala Kiara.
"Untuk apa uang 30 juta? Apa maksudmu dengan uang 30 juta?" heran Agam.
"Apakah Nyonya Clara tidak memberitahu Tuan?" tanya Kiara.
"Memberitahuan apa? tidak! Ayo cepat! kita harus pergi dari sini, nanti kita kemalaman," ucap Agam.
Kiara pun melepaskan pelukannya dari Agam, Kiara merasa malu-malu, kemudian dia pun berjalan mengiringi Agam yang sudah berbalik dan berjalan meninggalkan Kiara. Sebenarnya hati Agam merasa deg deg kan saat di peluk oleh Kiara tadi. Apalagi wangi rambut Kiara membuat sensasi baru dalam jiwa Agam.
Sementara Agam yang memang dingin terus berjalan mendahului Kiara tanpa menoleh. Tak berapa lama, dia pun memanggil sebuah taksi yang ada di parkiran itu. Mereka pun meluncur menuju hotel yang telah dipesan oleh Agam.
Di dalam perjalanan menuju hotel, Agam tampak berpikir sejenak dan mengingat perkataan Kiara saat di bandara tadi.
"Apakah Clara membeli wanita ini seharga 30 juta?" batinnya
Namun dia merasa tidak berhak untuk menanyakan itu kepada Kiara, tapi dia sangat penasaran, bahkan ingin bertanya, namun rasa gengsi lah yang membuatnya kemudian hanya terdiam.
"Tuan ..., Apakah Tuan marah pada saya? karena saya telah mengganggu rumah tangga Tuan. Saya mau di bayar oleh istri Tuan, agar bisa memberikan keturunan pada Tuan," ucap Kiara lada Agam.
Agam yang memang dingin sedingin kulkas dua pintu itu pun masih diam, dia tidak tahu harus menjawab apa, sekarang sudah jelas harga 30 juta untuk wanita yang sekarang menjadi istri mudanya itu. Bahkan dia berpikir. Apakah wanita ini masih Virgin? Mengapa dia mau menjual dirinya hanya seharga 30 juta?
"Murah."
Gummnya tanpa sengaja keceplosan.
"Ha?"
__ADS_1
Kiara kaget saat mendengar gumaman Agam di sampingnya.
"Aku mau tidur," ucap Agam salah tingkah, ternyata suaranya terdengar Kiara.
Kiara pun akhirnya diam dan tidak berani lagi bertanya apa-apa. Hingga akhirnya dia tertidur di sepanjang perjalanan. Sementara Agam terus berpikir sebenarnya wanita seperti apa dia, yang rela menjadi istri kedua hanya untuk uang 30 juta? dia pun kemudian menatap Kiara.
"Manis," lirihnya.
Dia pun tersenyum.
"Bagaimana aku bisa memulainya? sedangkan Clara ingin agar wanita ini segera cepat hamil," gumamnya.
Agam baru ingat belum mengaktifkan teleponnya hari ini. Kemudian mengaktifkan teleponnya dan ada beberapa panggilan tak terjawab di sana, termasuk panggilan dari ibunya sendiri.
Agam pun menghubungi ibunya.
"Hello Mama, ada apa? aku sekarang sedang di Luar Negeri Mah, aku sedang berbulan madu dengan istri mudaku," ucapnya.
"Agam! Apa kau sudah gil*a kenapa kau tidak mengatakan pada Mama? kalau kau menikah lagi, Ada apa ini? Kenapa kau meninggalkan Clara? kasian clarr Gam? Bukankah kalian saling mencintai? Kenapa tiba-tiba kau meninggalkannya? sekarang kembali ke Indonesia! cepat!" kata sang mama.
"Apa maksudmu? kalau jangan mencari alasan Agam, tidak mungkin Clara menikahkan mu dengan wanita lain, sedang dia sangat mencintaimu, Agam. Mustahil," ucap Mama Agam.
"Mah, mama tanyakan dulu lah sama dia, aku juga tidak habis pikir, sebelumnya aku bahkan sampai stres memikirkan semua ini, mah. hingga aku memutuskan membawa wanita ini pergi dari rumah itu. Baiklah," ucal Agam.
"Aku akan menanyakannya pada Clara, tapi awas kalau kau berani membohongi mama! kau akan tahu akibatnya."
Kemudian telepon pun diputus secara sepehak oleh sang Mama.
"Tuan, apakah itu Ibu Tuan? pasti dia sangat marah, bahkan dia pasti membenciku karena tahu aku telah merusak rumah tangga kalian," ucap Kiara yang terbangun dari tidurnya.
Namun Agam tidak menjawab, dia hanya diam menatap jalanan yang sangat ramai. Tak berapa lama, akhirnya mereka pun sampai di sebuah hotel mewah yang sudah dipesan Agam. Mereka pun di sambut karyawan Hotel dan di antar sampai halaman kamar.
Saat Kiara memasuki kamar hotel itu, dia terkesima melihat ruangan yang sangat luas, dan rapi, bahkan di atas kasur itu, tampak bunga-bunga bertebaran seperti layaknya ranjang pasangan pengantin yang baru menikah.
"Apakah Tuan Agam menyiapkan semua ini? batin Kiara.
Namun agama malah kaget saat masuk ke ruangan itu, ruangan itu juga sudah sangat rapi dan wangi.
__ADS_1
"Apakah mereka tahu kalau sebenarnya kami baru menikah dan lagi berbulan madu di sini? Mengapa banyak bunga di atas ranjang sana?" ucap Agam heran.
Tidak mungkin Agam dan Kiara yang meletakkan bunga di sana.
"Apakah Clara yang sudah mempersiapkan semua ini? bagaimana dia tahu ya kalau aku akan menginap di hotel ini," gumam Agam.
Akhirnya mereka pun masuk dan menutup pintu, membawa koper mereka masuk ke depan lemari.
"Kiara. Tolong rapikan bajuku ke dalam lemari," titah Agam.
"Iya tuan," sahut Kiara.
Kiara pun mencuci tangan dan mengambil baju suami dari dalam koper itu dan mengalihkannya ke dalam lemari. Begitu juga dengan pakaiannya, semua pakaian dimasukkan ke dalam lemari agar kopernya bisa diletakkan di lain tempat, agar ruangan itu tetap terlihat rapi dan baik.
"Silakan kau mandi duluan! aku akan menghubungi Clara dulu," ucap Agam.
Kemudian Agam pun duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut. Sebenarnya dia ingin langsung berbaring namun melihat susunan bunga-bunga yang indah itu dia pun mengurungkan niatnya untuk berbaring di sana.
Mungkin dia ingin Kiara lah yang berhak berbaring terlebih dahulu yang sudah mandi dan wangi, sedangkan dia masih berbau matahari karena belum membersihkan diri.
"Hello Clara," sapa Agam saat menelpon istrinya.
"Mas ..., kau sudah sampai?" tanya Clara tampak biasa.
"Ya, Aku hanya ingin mengabarkan, kalau kami sekarang sudah berada di hotel," ucapnya.
"Oh begitu ya. Bagaimana? apakah bunganya Indah?" tanya Clara kemudian.
"Jadi kau yang menyuruh agar kamar ini Di hias?" tanya Agam.
"Iya Mas, aku yang menyuruhnya, aku harap kalian berdua bisa menikmati liburan kalian," ucap Clara menguatkan hati.
"Oh baiklah, terima kasih. Aku hanya ingin mengabarkan kalau kami sudah di sini. Jaga kesehatanmu juga ya, dah."
Sebenarnya Agam sangat terpukul dan sangat sakit hati, saat harus menelpon istrinya dan mengatakan kalau dia sudah sampai di kota ini, tanpa istrinya tersebut dan bahkan bersama wanita lain, tentu saja Clara akan sakit hati dan kecewa, karena Agam sengaja tidak memberitahukan lebih awal, kalau mereka akan berbulan madu, dia hanya sengaja menyalakan api yang sekarang membara,semua ini adalah olah dari perbuatan Clara sendiri.
Bersambung...
__ADS_1