
Kiara sudah selesai memasak, dia pun menyajikan semua makanan di atas meja untuk suaminya Agam, saat Kiara mengambil piring untuk mengambilkan nasi tiba-tiba.
Hap
"Mas mau makan? sini, biar aku saja," ucap Clara.
Tiba-tiba Clara datang dan menyambar piring yang ada di tangan Kiara. Kiara tidak bisa berkata apa-apa. Dia terpaksa mengalah saat istri tua Agam itu mengambil alih dan mengambilkan nasi juga lauk pauk untuk makan Agam sore ini.
"Clara Kenapa kau menyerobot begitu?" tanya Agam pada Clara.
Mungkin maksud Agam, dia ingin Kiara lah yang menyajikan makanan itu.
"Kiara kan sudah memasak? jadi biar aku yang mengambilkan makanan untuk Mas, Mas mau yang mana? Biar aku ambilkan," ucap Clara lagi.
Sebenarnya Clara kurang perduli dengan menu makanan yang disukai Agam, yang dia tahu hanya ayam opor lah masakan kesukaan Agam suaminya, jadi dia bertanya masakan apa saja yang ingin dimakan oleh Agam sore ini.
Sementara Kiara, biasanya dia akan langsung mengambil nasi dan lauk pauk yang disukai Agam, tanpa perlu bertanya lebih dahulu, karena Kiara yakin makanan yang dipilihkan untuk Agam itu adalah makanan kesukaan suaminya tersebut.
"Makanya biar Kiara saja yang ambilkan, biasanya dia tahu kok semua makanan kesukaanku!" ucap Agam, seakan sedikit membela Kiara, karena Agam tahu, dengan melihat dari raut wajah Kiara, sekarang Kiara sedang kecewa, karena tiba-tiba Clara datang.
"Mas, kok gitu sih? tidak senang ya aku yang mengambilkan makanan ini?" tanya Clara.
"Bukan begitu, ini kan aku jadi ribet, kembali aku harus memberitahukan mu apa yang aku mau, sini! biar aku ambil sendiri," ucap Agam lagi.
Agam pun mengambil piring yang sudah berisi nasi dari tangan Clara, kemudian mengambil beberapa lauk tanpa menunggu mereka yang mengambilkannya. Kiara hanya menatap sambil terus berdiri di ujung meja.
__ADS_1
Sementara Clara kini tampak duduk di samping Agam dan mengambil piring untuk makan.
"Hmm... enak sekali makanan ini, ini kau beli atau bikin sendiri sih? Aku penasaran," tanya Agam sambil menatap Kiara yang masih berdiri, bahkan Agam lupa untuk menyuruh Kiara duduk.
"Bikin sendiri dong Bang, dari tadi aku menyiapkannya sendiri, Bibi juga ikut membantu kok, cuma semua bumbunya dari aku," sahutnya.
"Emang kamu pintar masak, Sejak kapan sih?" tanya Agam lagi.
"Wong dia kerja di restoran. Tentu saja dia pintar masak," sahut Clara, sepertinya dia merasa tidak senang Agam terlalu memuji Kiara.
"Belum tentu Clara, banyak kok yang kerja di restoran, nggak bisa masak. mereka yang cuma karyawan mengantar makanan, bukan tukang masak," ucap Agam lagi.
"Mas, sekarang kenapa sih kamu nggak pernah lagi manggil aku sayang?" tanya Clara merasa heran, karena biasanya setiap kali Agam berbicara dan memanggil nama Clara, pasti menggantinya dengan sambutan sayang.
"Masa sih? Perasaan sering kok, aku manggilnya begitu, kamu saja yang lupa," ucap Agam.
"Mana mungkin aku lupa, Mas? Oh ya, malam ini kita jadi malam mingguan kan?" tanya Clara pada Agam.
"Boleh. Emangnya mau ke mana? Oh ya, Kiara apakah kau mau ikut?" ajak Agam.
"Tidak usah Bang, aku di rumah saja, aku mau istirahat," sahutnya.
Tentu saja Kiara tidak ingin ikut, dia tahu dari raut wajah Clara, saat ini Clara sengaja untuk memanas-manasi dirinya.
"Eh aku sampai lupa, ayo kamu duduk! kamu makan dulu cepat! nanti kamu kelaparan, kita makan sama-sama," ucap agama.
__ADS_1
Barulah Kiara duduk dan mengambil piringnya, sementara Clara memang merasa sangat tidak senang, melihat perlakuan Agam kepada madunya tersebut, dengan cepat dia menyelesaikan makannya dan kemudian duduk santai menunggu suaminya selesai makan.
"Mas, kamu kok banyak sekali makannya? nanti malah gendut, Kiara, tolong singkirkan makanan ini! biar Mas Agam tidak nambah lagi," titah Clara pada Kiara, yang baru mau menyuap nasinya ke mulut.
"Clara, Kiara juga baru mau memasukkan nasi ke mulutnya, malah disuruh merapikan meja, ngapain di rapikan mejanya, Kiara kan belum selesai makan?" ucap Agam sambil melirik pada Clara.
"Y la itu Mas, Kamu kebanyakan makan, kalau ngelihat makanan masih tersaji di meja, kamu mau nambah terus, nanti gendut, kamu nggak tampan lagi," ucap Clara.
"Nggak apalah aku tak tampan. Tapi kan aku sudah punya dua istri," canda Agam malah menggoda Clara.
"Mas apaan sih? sudah Kiara cepat! bereskan meja ini, aku tidak mau Mas Agam nambah lagi," ketus Clara.
Kiara yang baru ingin memasukkan nasi ke mulutnya pun, meletakkan kembali sendok itu di atas piringnya, kemudian mengambil makanan yang ada di atas meja, ingin memasukkan ke dalam lemari penyimpan makanan, namun tiba-tiba... Agam meraih tangan Kiara yang sudah mengangkat mangkok berisi opor ayam, dan membantu meletakkan kembali mangkok itu di atas meja.
"Sekarang dengarkan perkataan ku! selesaikan makan mu, mejanya tidak usah kau bereskan, karena di rumah ini kita punya bibi. Di rumah ini, kau juga Tuan rumah, karena kau adalah istriku," ucap Agam, seakan Agam juga tidak suka kalau Clara memperlakukan Kiara seperti pembantunya.
"Tapi Bang...."
"Tidak ada tapi-tapian, ini adalah perintah suamimu, kau ingin membangkang?" tanya Agam.
Clara yang melihat adegan itu pun merasa panas membara, kemudian dia berdiri.
"Sudahlah, aku mau ke atas!" ketus Clara.
Tentu saja membuat Kiara merasa tidak enak. Karena sekarang pasangan suami istri yang dulu romantis kini sedang bertengkar karena dirinya.
__ADS_1
Bersambung