
Kiara tampak sudah selesai mandi, dia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian lengkap. Aroma wangi sampo dan juga sabun mandi pun tercium oleh hidung Agam.
Agam menghentikan aktivitasnya menggeser layar HP atau balas chat grop, dia hanya menatap layar HPnya namun sebenarnya konsentrasinya adalah mencium aroma yang menyeruak di seisi kamar tersebut, oleh wangi sampo dan sabun Kiara.
Kiara pun berjalan mendekati jemuran handuk kecil yang ada di pojokan kamar, untuk meletakkan handuknya. Kiara bingung harus duduk di mana. Apakah dia harus duduk di sisi ranjang atau duduk di lantai, Akhirnya dia pun duduk di depan ranjang sambil bersandar keranjang tersebut.
Kiara heran, mengapa Agam masih duduk santai di kursinya, 'Apakah lelaki ini tidak mau mandi?' itu yang ada di pikiran Kiara.
"Tuan, apakah Tuan mau mandi?" tanya Kiara memberanikan diri.
Agam baru tersadar dari konsentrasinya, dan lupa, sudah berapa lama dia menghirup aroma yang menyeruak di kamar tersebut.
"Oh iya aku akan mandi," sahut Agam.
Agam berdiri dan pergi menuju kamar mandi, Namun karena dia merasa salah tingkah dan grogi, dia lupa membawa handuk dan ganti lainnya, selesai mandi, Agam bingung apa yang harus dilakukan? sedangkan dia merasa gengsi untuk memanggil Kiara dan meminta Kiara untuk mengambilkan bajunya.
"Apa yang Kiara lakukan ya? Apa mungkin dia tertidur?" batin Agam.
Dia berharap Kiara tertidur, sehingga Agam bisa keluar tanpa mengenakan pakaiannya, kemudian dia pun mengintip keluar kamar mandi, terlihat kaki Kiara menjulur di lantai, sepertinya sekarang Kiara sedang berbaring di lantai.
"Kenapa wanita itu berbaring di lantai?" batin Agam lagi.
Kembali lagi, dia menjulurkan kepalanya agar melihat wajah Kiara, ingin memastikan, apakah wanita itu sedang tidur atau hanya berbaring saja.
"Benar, wanita itu sepertinya sedang tertidur," ucap Agam.
Agam pun memberanikan diri keluar dari kamar mandi, dan berjalan mendekati lemari dengan sangat pelan, dia takut kalau Kiara terbangun, berjalan pelan untuk mengambil handuk mandinya, Agam membuka lemarinya, saat ini dia sudah tidak mengenakan sehelai benang pun, namun saat pintu lemari sudah terbuka sempurna.
__ADS_1
"Tuan Agam," ucap Kiara.
Membuat Agam sangat panik, kemudian dia masuk ke dalam lemari gantung itu, dan menutup pintu lemari, Agam meringkuk di dalamnya, karena merasa sempit. Namun Kiara tidak bersuara lagi, hanya dua kata tersebut yang dia ucapkan.
"Mengapa aku harus bersembunyi? Kaya maling saja, dia 'kan istriku?" batin agam merasa bo*doh
Agan pun mengintip keluar, ternyata Kiara masih tertidur.
"Apakah dia mengigau?" batin Agam dalam hati.
Dengan cepat Agam mengambil handuknya dan melilitkan di tubuhnya, kemudian dia berjalan mendekati Kiara dan menatap wajah cantik Kiara.
"Benar ternyata dia tertidur," ucap Agam sambil tersenyum karena merasa lega.
Agam pun kembali mendekati lemari dan mencari baju gantinya, sementara Kiara, dadanya bergemuruh dag dig dug dor karena tadi dia telah melihat anggota tubuh suami barunya itu, sebenarnya tadi dia tidak tertidur dan terbangun, saat melihat fostur tubuh suaminya tanpa sehelai benangpun, Kiara spontan memanggil Agam, namun kemudian saat Agam masuk ke dalam lemari, timbulah niatnya untuk pura-pura tidur kembali.
"Ya Tuhan ..., apa yang terjadi denganku? apakah aku telah terpesona oleh Pesona wajah lelaki itu? Tubuh kekar dan perkasa, yang sekarang bergelar suamiku itu sangat indah, apa aku bisa memiliki lelaki seperti itu dalam hidupku? Pasti aku sedang bermimpi," batinnya.
"Kiara ..., Mengapa kau begitu manis? Apakah akhirnya aku akan menerimamu dan luluh? tapi untuk saat ini aku tidak akan pernah bisa menggantikan Clara dengan dirimu, karena bagiku Clara adalah orang satu-satunya yang akan terus bertahta di hatiku ini."
Agam dengan jelas memuji Clara, Kiara mendengar semua gumaman suaminya itu, membuat ada sisi hati Kiara yang terasa sakit. Walaupun Kiara tahu, kalau dirinya memang tidak berhak untuk itu, namun entah mengapa hatinya terasa sakit, saat mendengar perkataan suaminya itu.
"Kiara ..., aku akan membuatmu pergi sendiri dari kehidupan kami. Aku tidak akan menolak pemberian Clara karena aku tidak ingin menyakiti hatinya, namun aku bisa membuat semua ini berubah, aku harus melakukannya. Aku ingin kau sendiri yang meminta pergi dari kehidupan kami, agar Clara tidak merasa, akulah yang menolak mu," ucap Agam.
Agam pun pergi keluar kamar, entah apa yang dia lakukan di luar kamar. Setelah Agam pergi Kiara pun duduk.
"Ternyata Tuan Agam sangat mencintai istrinya. Bagaimana mungkin aku bisa menggantikan posisi istrinya, walaupun aku akan melahirkan anaknya nanti, mungkin aku hanya sebagai ibu dari anaknya saja, tidak lebih dari itu," ucapnya.
__ADS_1
Ceklek
Ternyata Agam kembali masuk dan Kiara pun spontan menatap pintu yang terbuka.
"Kiara, kau sudah bangun? Ini ganti kartu di hp-mu! agar kau bisa menghubungi keluargamu," ucap Agam.
Dengan wajah dinginnya dia menyerahkan sebuah kartu untuk dipakai oleh Kiara. Kiara lun menerimanya.
"Terima kasih, Tuan," ucap Kiara.
Kiara pun mengambil kartu itu dan mengganti kartu di dalam hp-nya. Setelah berhasil terganti dan mengaktifkan handphonenya, yang dicrinya pertama kali adalah nomor Nyonya Clara. kemudian dia menchatnya.
"Nyonya, aku tidak yakin aku bisa secepatnya meluluhkan hati Tuan, karena sebenarnya Tuan sangat mencintai Nyonya. Tapi kalau aku tidak bisa meluluhkan hati suami Nyonya, aku tidak bisa mengembalikan uang itu Nyonya," chat Kiara untuk Clara.
Tak berapa lama, chat itu pun berubah warna dan terlihat di layar bahwa Clara sedang mengetik pesan.
"Kau harus berhasil membujuknya, kau harus bisa merayunya, selama satu minggu di sana kau harus bisa berhubungan ba*dan dengan nya, agar kau cepat hamil Kiara! aku tidak ingin kau gagal, walau harus kau bubuhkan minuman obat perag*sang sekali pun, kau harus berhasil!" titah Clara.
Kiara pun melongo saat membaca pesan dari Clara tersebut.
"Bagaimana mungkin aku bisa bertindak bo*doh seperti itu? bisa-bisa nanti aku dibuang oleh Tuan Agam di kota ini? mana Aku tidak punya uang sepeser pun lagi," ucap Kiara dalam hatinya.
"Kiara ..., cepat rapikan dirimu, kita harus makan malam ke bawah," ajak Agam.
Agam pun pergi meninggalkan Kiara, sementara Kiara menyapu wajahnya dengan tissu dan kemudian tergopoh-gopoh mengiringi Agam agar tidak kehilangan jejak, saat menuruni tangga, entah mengapa kaki Kiara terpeleset, sedangkan Agam masih 2 tangga di bawahnya.
"Aaaa."
__ADS_1
Namun saat Kiara berteriak dengan spontan Agam berbalik dan naik satu tangga kemudian menangkap tubuh Kiara yang hampir jatuh ke bawah, sehingga kini Agam dan Kiara saling berdempetan tanpa jarak.
Bersambung...