Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Dayung Bersambut


__ADS_3

Jantung Clara dag dig dug saat melihat pemandangan yang sangat luar biasa di depan matanya. Bagaimana tidak? ketika dua pasangan suami istri itu sedang bergelut di atas dipan kecil di dalam ruangan tersebut. Agam dan Kiara yang memang menghadap ke arah belakang dinding, dengan kata lain membelakangi pintu tidak menyadari kalau Clara ada di depan pintu.


Kemudian Clara pun kembali menarik pintu itu dengan sangat pelan, dan pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan hancur berkeping-keping.


"Tidak, Bagaimana mungkin dia melakukan itu di belakangku? Oh betapa malangnya nasibku ini, sekarang Agam benar-benar sudah menyukai wanita itu, bahkan sekarang mereka sudah berhubungan dan mungkin saja sebentar lagi Kiara pun akan hamil dan mempunyai anak, terus? Bagaimana denganku?" lirih Clara sambil terus berjalan cepat meninggalkan bangunan gedung tersebut.


Karyawan yang menyapanya pun tidak di hiraukannya. Akhirnya Clara pun pergi meninggalkan gedung dan entah apa yang ada di pikirannya, dia pun langsung saja meluncur menuju perusahaan Burhan atau Han.


Sepanjang jalan, dia terus mengutuki dirinya yang telah menjodohkan suaminya tersebut dengan Kiara,


tak berapa lama, Clara pun sudah tampak di depan bangunan gedung Burhan, setelah memarkirkan mobilnya, Dia pun berjalan cepat menuju kantor Burhan.


"Nona, Ada apa?"


Bruk


Clara mendorong pintu, saat orang kepercayaan Burhan menanyakan keperluan Clara, namun dengan cepat Clara sudah mendorong pintu Burhan, sehingga pintu itu pun terbuka lebar, Burhan yang sedang meeting tipis-tipis dengan dua orang kliennya pun kaget.


"Clara?" kaget Burhan.


Clara tidak menyahut, dia langsung saja duduk di sudut ruangan yang ada kursinya. Ke dua rekan bisnis Han pun jadi bingung.


"Maaf Tuan-tuan, kalau begitu kita akhiri saja meeting kita ini, karena aku ada keperluan," ucap Burhan merasa tidak,enak.

__ADS_1


Terpaksa dia pun membubarkan pertemuannya itu dengan kliennya tersebut, dan syukur-syukur pertemuan mereka juga sudah lumayan lama, sehingga pembahasan pun sudah selesai.


"Baiklah Tuan Burhan, kalau begitu nanti kita bisa sambung lewat chat saja," ucap klien Burhan.


"Baik Pak, terima kasih atas kehadirannya," Kata Burhan lagi.


Dua orang lelaki itu pun pergi meninggalkan Burhan. Sementara Clara menelungkupkan wajahnya di atas meja, dan menangis kesal.


"Clara, Ada apa? Kenapa kau menangis begini?" tanya Burhan merasa heran dengan tingkah sahabatnya tersebut.


Clara tidak menghiraukan pertanyaan Burhan, dia terus menangis sampai pundaknya pun bergetar karena menahan isakannya, agar tidak terlalu nyaring dan terdengar oleh karyawan Burhan di luar sana.


Burhan pun mengelus lembut pundak Clara.


"Clara, Katakanlah! mungkin aku bisa membantumu," pinta Burhan.


"Clara, Apa maksudmu? Tolong jelaskan dengan baik," pinta Burhan.


"Kau tahu kan kalau aku sudah menjodohkan suamiku dengan wanita itu? aku berharap wanita itu memiliki anak, namun hari ini semua keinginanku itu sudah aku kubur dalam-dalam, aku sangat hancur, aku tidak bisa melihat mereka berdua, saat mereka Oh tidak... aku tidak bisa mengatakannya," ucap Clara semakin terisak.


"Apa maksudmu Clara? Bagaimana aku mengerti kalau kau tidak menceritakan semuanya?"


"Mereka sedang bercocok tanam di ruangan kantor suamiku, ruangan itu adalah ruangan peristirahatan aku dulu dengan Mas Agam, saat Mas Agam menyuruhku datang ke kantornya, dan menghilangkan lelah, tapi sekarang dia menggunakan tempat itu untuk bermesraan dengan istri mudanya! Huaaaa...."

__ADS_1


"Ha ha ha... kau ini sangat lucu,Clara. Bukankah kau menyuruhnya untuk memiliki anak? kalau mereka tidak bercocok tanam, bagaimana mereka bisa memiliki anak?" tawa Burhan menggelegar di ruangan tersebut, membuat Clara semakin gusar.


"Jangan bercanda kau Han! kenapa kau menertawaiku? tidak ada yang lucu tahu!" ketus Clara.


Clar kembali menangis, dia sangat kesal, sangat marah, bagaimana mungkin sekarang tempat itu digunakan Agam untuk berc**inta dengan wanita lain, karena itu adalah ruangan pribadinya dan sekarang malah orang lain yang menggunakannya.


"Clara. Sudahla, sekarang ayo kita jalan-jalan, biar aku antar kau untuk refreshing!" ajaknya.


Burhan pun berusaha membujuk dan meraih pundak Clara, membawanya berdiri, tiba tiba Clara mendongak, dan menatap wajah Han.


"Sebenarnya kau pun sangat tampan," batin Clara nakal.


Tiba-tiba Clara berdiri dan tepat di depan wajah Han, membuat nafas mereka pun terasa berhembus di wajah mereka masing masing. Kini Clara malah mengeratkan kedua tangannya di pinggang Han. pikiran jahat tiba-tiba saja datang.


"Kalau Mas Agam bisa dengan wanita lain, aku juga bisa dengan lelaki lain," batinnya.


Sisi kirinya yang jahat pun timbul, kemudian dia mendekatkan wajahnya dan menyentuh lembut bi*bir Han, dengan bibirnya, sementara Han terdiam. Entah hipnotis dari mana, saat ini Han benar-benar tidak bisa bergerak, dan hanya menikmati sentuhan demi sentuhan Clara yang sedang emosi.


Perasaan ingin balas dendamnya kini menguat,.


"Kau bisa dengan wanita lain, tentu saja aku juga akan bisa dengan laki-laki lain!" batinnya.


Hingga dia lupa, kalau dia dan Han itu hanya sahabat, sedangkan Kiara dengan Agam itu adalah suami istri.

__ADS_1


Harimau kalau di beri daging pasti menerkam kaaan. Benar saja, perlahan Han pun kini membalas sentuhan Clara. Bak dayung besambut.


Bersambung


__ADS_2