
Saat Agam membuka pintu, tampak Clara berdiri di depannya. Clara pun nyelonong masuk tanpa permisi.
"Clara." lirih Agam, saat melihat istri tuanya itu datang.
"Mas Agam, Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu," ucap Clara sambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut.
"Apa yang ingin kau katakan? kelihatannya serius sekali!" tanya Agam sambil mengiringi Clara dan duduk di sofa di sisi Clara.
"Aku punya satu permintaan, agar aku bisa merebut Perusahaan kita kembali, tapi aku perlu berkorban untuk itu, dan untuk memuluskan rencana ku itu, maka aku meminta cerai darimu, dan aku akan menikah dengan Alex, pamanmu." ucap Clara sambil menatap Agam.
"Apa? apa yang kau katakan? Kau gila Clara! kenapa kau berpikiran seperti itu? Alex itu sangat jahat! Clara, kau tidak mungkin bisa untuk menipunya, terima saja kenyataan ini, Clara," sergah Agam.
"Mas, tapi aku benar-benar tidak rela, usaha yang kita mulai dari kecil, hingga berkembang pesat sangat besar itu, dia miliki begitu saja, oh iya... ternyata dia juga belum menjual perusahaan itu, kepada Tuan Gowo, karena masih ada proses yang harus diselesaikan," imbuh Clara sambil memohon pengertian Agam untuk melepaskannya.
"Tapi itu sangat berbahaya! biarkan saja, Clara! kita pasrahkan saja pada Tuhan, biar Tuhan yang membantu kita, Biar Tuhan yang akan membalaskan kecurangannya!" ketus Agam lagi.
"Aku tidak akan bisa menerimanya, sampai matipun aku tidak akan merelakan perusahaan yang selama ini kita jalani, kita jaga baik-baik sehingga sampai berkembang pesat seperti sekarang ini,menjadi milik orang lain Ma!" bentak Clara sambil terus berteriak marah.
"Jadi kau meminta cerai dariku?" cecar Agam.
"Iya, hanya itu jalan satu-satunya untuk aku bisa mendapatkan Perusahaan kita kembali."
"Jadi kau akan menikah dengan Alex? dan kau pun akan berhubungan layaknya suami istri, begitu?" kini raut wajah Agam seketika menjadi dingin dan cuek.
"Dengan sangat terpaksa, aku rela mengorbankan diriku Mas, setelah aku mendapatkan semuanya, aku akan kembali padamu," pintanya.
"Ha ha ha, Apakah kau kira aku akan menerimamu begitu? kau berpikir aku bisa menerimamu kembali? Bagaimana mungkin aku bisa menerimamu, Clara? kau sudah menikah dengan Pamanku, orang yang telah mengambil perusahaan ku, tidak!" pungkasnya.
"Mas Agam, ini demi kita, Aku hanya ingin mengambil Perusahaan kita dari dia, setelah semuanya kembali padaku, aku akan kembali seperti dulu, dan Kiara, dia juga bisa kembali ke kehidupannya sebelumnya." tukas Clara.
"Apa maksudmu Clara?"
"Kau harus menceraikan Kiara kan? lalu kita akan hidup bersama lagi seperti dulu, aku tidak akan menuntut mu lagi untuk mempunyai anak, kita akhiri saja semuanya, Mas," ucapnya lagi.
__ADS_1
Kiara yang mendengar pernyataan Clara, menyuruh Agam menceraikannya pun terdiam, tentu saja ada sisi hatinya yang sakit, Walaupun dia tahu sekarang Agam benar-benar sudah mencintainya, Namun bukan mustahil kalau Agam akan menuruti permintaan istri tuanya tersebut.
"Ha ha ha Clara, Aku tidak akan pernah berpikir sejauh itu. Aku tidak akan menceraikan Kiara, Karena sekarang Dia sudah mengandung anakku," ungkap Agam sambil tertawa nyaring.
"Apa? jadi Kiara sudah hamil?" kaget Clara sambil menetap Kiara penuh tanya.
"Iya, sekarang dia sudah hamil, usia kandungannya pun sudah beranjak tepat 10 minggu, atau dengan kata lain, sudah berjalan lebih dari 2 bulan."
"Sial." umpat Clara.
"Kenapa? Bukankah itu yang kau inginkan? tidak masalah kan kalau Akhirnya aku bisa memiliki anak? Oh iya kalau kau mau mengurungkan niatmu itu untuk menikah dengan Alex, kita bisa memulainya kembali, tidak masalah kita hidup begini, hidup dalam keadaan pas-pasan, kita bisa memulainya dari awal lagi," ajak Agam.
Kiara tidak enak mendengar percakapan suami istri tersebut, kemudian dia pun pergi ke dapur untuk mengambilkan minum.
"Clara! untuk apa kau ke mari!?"bentak mertuanya.
Ny.Mentari memang sudah tidak seperti dulu lagi, kalau dulu Clara adalah mantu ke sayangannya, tapi kini dia malah membencinya, setelah apa yang di lakukan Clara kemarin terhadap Agam.
"Aku sudah menjelaskan perihal kedatanganku ke mari Mah, aku akan menikah dengan Alex, dan meminta cerai pada Mas Agam."
"Mah, nanti biar Mas Agam yang akan menjelaskannya," sela Clara.
"Tida!, aku tidak akan menjelaskan apapun kepada Mamah, kalau kau ingin melakukannya, silakan lakukan, tapi aku tidak akan pernah bisa menerimamu kembali, walaupun kau sudah berhasil mengambil perusahaan itu, silakan kau pergunakan saja sendiri perusahaan itu, kalau memang kau bisa untuk mengambilnya dari paman Alex."
Agam pun berdiri.
"Mas, ini demi kita Mas, aku mohon, Aku sangat mencintaimu, kau tahu itu kan? dulu kau juga sangat mencintaiku, namun rasa cintamu itu berubah karena Kiara...."
"Clara, kau masih ingat kan, apa yang telah kau katakan dulu? kau begitu yakin kalau akan tidak akan pernah meninggalkanmu, kau sendiri yang telah menjodohkannya dengan wanita itu, dan sekarang aku tahu, ternyata wanita itu lebih baik darimu!" bentak Mamah Agam.
"Jadi Mamah juga meninggalkanku?" sedih Clara sambil menatap wajah sang mertua.
"Kau terima saja kenyataannya, Clara!" ucap sang mertua lagi.
__ADS_1
"Mah, terserah Mama saja, aku sudah capek, memikirkan Perusahaan kita di curi saja aku sudah capek, sekarang aku ingin pamit permisi, namun sebelumnya, Mas tolong mencarikan ku!" pinta Clara.
"Dasar wanita kurang ajar! apa yang sebenarnya ada di otakmu itu, Clara?" hardik sang mertua kembali menunjuk wajah Clara dengan nada marah.
"Mah. Biarkan saja, aku tidak apa-apa kok, baiklah, aku akan menceraikannya, Kiara, mana ibu? biar kalian bisa menjadi saksi di sini," ucap Agam dengan wajah pasrah.
"Agam, sudah lebih dari 10 tahun kalian bersama, Apakah ini keputusan yang kau buat dengan emosi saja?" pertanyaan yang di lontarkan Mamahnya terasa bagai sembilu yang tiba-tiba menusuk ulu hatinya.
"Kiara, Tolong panggilkan ibu!" titahnya lagi.
"Baik Bang."
Kiara pun masuk dan membawa sang ibu di atas kursi roda, walau sudah mendengar pembicaraan dari dalam kamar, ibu Kiara tetap diam dan pura-pura tidak tau menau.
"Mama, Ibu dan juga Kiara, Aku ingin kalian menjadi saksi, bahwa hari ini, detik ini, a-aku menceraikan Clara binti Abdullah, dengan talak 1, sekarang kau sudah bebas Clara! Kau boleh pergi ke mana saja! namun kalau kau menikah dengan paman Alex, Aku tidak akan pernah bisa menerimamu kembali," ucap Agam sedih.
"Mama maafkan aku."
Clara pun meraih tangan mamah mertuanya. dengan wajah yang tidak mau menatap wajah menantunya, Ny.Mentari pun mengulurkan tangan kanannya. setelah bersalaman, kemudian Clara juga memeluk Agam dengan bercucuran air mata.
"Mas, maafkan aku." lirihnya.
Clara pun pergi meninggalkan tempat tersebut. sambil berjalan dan membelakangi rumah itu, Clara mengusap air matanya. Kenangan demi kenangan masa lalunya terbayang di matanya. Walaupun dia merasa sangat sedih, namun ambisinya lah yang mengalahkan kebersamaannya bersama Agam. Begitu juga Agam, setelah Clara pergi kemudian Agam pun masuk ke kamar dan menangis di atas ranjangnya, menutup wajahnya dengan bantal.
Kiara yang tahu akan kesedihan suaminya tersebut, mengiringi Agam ke kamar dan duduk di sisi ranjang. Mengelus lembut pundak suami.
Hap
Tiba-tiba Agam berbalik dan berbaring di paha Kiara.
"Jangan pernah tinggalkan aku!" pintanya.
Air matanya semakin deras dan bahkan isak tangisnya pun terdengar oleh Kiara. Diam-diam Kiara pun mengusap air matanya, karena merasa tidak tega dengan Agam.
__ADS_1
BERSAMBING...