
Kemudian Agam membuka medsosnya dan menawarkan mobil yang tadi dia pakai. Dia akan menjual mobil itu, dan akan membeli sebuah motor baru untuk dia bekerja ke kantor, agar bisa menghemat bensin.
"Iya tuan, saya ingin menjual mobil itu, sekarang saya ada di perusahaan X, silahkan Tuan datang ke mari!" telepon Agam pada seseorang di seberang telepon.
"Baiklah aku akan segera ke sana sekarang, aku akan meluncur untuk menemuimu, tolong kau aktifkan nomor hp-mu ya," ucap seseorang itu.
"baik Tuan."
Kemudian Agam pun kembali menyelesaikan makan siangnya.
"Wah, kelihatannya masakan istrimu sangat istimewa," ucap teman kerja Agam tadi.
"Oh iya, Pak. Ini ambil buat bapak, aku juga sudah kenyang kok, lauknya juga masih banyak, aku tidak mengambil pakai tangan tadi, cuma pakai sendok aja," ucap Agam
Paman itu pun kemudian mengantonginya tanpa memakannya.
"Lho, Pak, Kenapa dikantongin?" tanya Agam heran melihat tingkah laku cleaning service tersebut.
"Ini buat anakku saja, sudah beberapa hari ini dia meminta untuk dibelikan ayam, tapi karena belum gajian, aku tidak berani untuk membelikannya," ucap cleaning service tersebut.
"Oh... tunggu sebentar." ucap Agam.
Kemudian Agam pun berjalan menuju tempat pemasaran makanan, dia memesan beberapa makanan kemudian membawanya kepada Paman tersebut.
"Paman, ini... bawalah untuk anakmu," lirih Agam.
"Tapi kau juga baru bekerja, dan kau belum gajian kan?" tanya Paman service.
"Tidak apa-apa paman, aku masih punya tabungan kok, lagian istriku juga di rumah sedang jualan bubur ayam. Dan istriku mempunyai banyak uang kalau buburnya habis dalam satu hari," ucap Agam.
"Terima kasih banyak, Gam, mudah-mudahan Allah membalas kebaikanmu!"
"Aamiiin"
Sahut mereka berdua.
"Oh ya,,, Paman, bisakah kau menemaniku menemui seseorang?" tanya Agam.
"Menemui siapa? Baiklah aku akan menemanimu, Ayo!" ajak paman.
Kemudian mereka pun berjalan ke halaman parkir untuk menemui pembeli mobil, tak Berapa lama sang pembeli itu pun datang. Agam dan Paman itu mendekati mobil dan menyuruh pembeli untuk mengecek keadaan mobil.
"Agam, mobil siapa ini?" tanya paman.
"Ini mau dijual paman, mobil lamaku, aku sudah tidak bisa lagi untuk mempertahankannya, sebenarnya ini mobil pertamaku," ucap Agam.
__ADS_1
Agam merasa sedih, karena mobil ini begitu bersejarah.
"Jadi kamu memiliki mobil? Sebenarnya kamu bekerja apa sebelum bekerja di sini?" tanya Paman itu semakin lenasaran.
"Biasa, Paman, dulu zaman aku masih jaya, sekarang Aku sudah tidak bisa lagi mempertahankannya, jadi aku mau menjualnya...Bagaimana bapak-bapak, apakah kalian tertarik untuk membeli?" tanya Agam.
"Kami coba menghidupkan mobil itu dulu, dan mendengarkan bunyi mesinnya ya?"
Setelah lama memeriksa. Mereka pun tampak puas.
"Kami setuju, tapi bagaimana dengan harganya? apakah bisa dikurangin? ucap pembeli.
"170 itu sudah tergolong murah Pak, karena saya memang perlu uang."
"Baiklah kalau begitu, deal."
Mereka pun transaksi menjual mobil tersebut dengan harga 170 juta, sang pembeli pun membawa pergi mobil sementara Agam berniat untuk membeli motor.
"Paman. Bisakah kamu mengantarku membeli motor, karena sekarang aku harua mencari motoe biar aku bisa berangkat kerja," ucap Agam.
"Baiklah, ayo aku antar pakai motor bututku, dekat saja kok,+ sahutnya.
Mereka pun berangkat ke toko dealer motor untuk membeli sebuah motor matic, untuknya dan juga motor paman yang sangat butut yang membuat hati Agam miris melihatnya.
"Mana mungkin aku bisa membeli motor baru, untuk makan saja aku tidak punya uang," sahutnya.
"Biar kita cari motor bekas ya, Paman, nanti biar aku yang belikan," ucap Agam.
"Ah jangan jangan, aku tidak bisa membayarnya. Aku tidak berani untuk ngutang."
"Tidak kok, aku tidak ngutangin, tapi aku cuma kasih," sahut Agam.
Agam pun membeli sebuah motor matic besar dan membelikan paman motor bekas. Cleaning service tersebut sangat senang, karena telah diberikan motor.
Mereka pun kembali ke perusahaan tepat jam 02.00 siang. Agam pun duduk santai di depan gudang perusahaan tersebut, di mana dia akan meletakkan pel dan alat lainnya, di dalam gudang itu.
Tiba-tiba, Hendri datang.
"Hai... Kau ke marilah!" panggilnya Bos Hendri.
Dia yang baru saja selesai rapat dan akan makan siang bersama rekan-rekan bisnisnya di dalam, memanggil Agam lantang, layaknya Bos memanggil jongosnya.
"aiya Nos."
Agam punendekat.
__ADS_1
"Kau sapu ruangan itu! Lihatlah! sangat kotor. kami akan segera makan siang di situ," titah He dri.
"Baik Bos," sahut Agam. Dia pun mengambil pel, sapu dan juga serok untuk membuang sampah yang berantakan. benar saja, saat dia masuk ke ruangan itu, banyak sampah berserakan di lantai, dan anehnya sampah itu terlihat bersih, sepertinya sampai itu memang sengaja diletakkan di lantai itu, Agam pun membersihkannya, Hendri pun tersenyum.
"Agam, bagaimana perasaanmu sekarang?" ranya Hendri pada Agam.
"Perasaan apa bos?" tanya Agam heran.
"Bukankah kau tidak pernah melakukan pekerjaan seperti ini sebelumnya?" tanya Henry.
"Agam? sepertinya aku pernah mengenalnya?" ucap seorang pembisnis yang sedang duduk di situ.
"Oh ya, Tuan Saga, Lihatlah! dia adalah Agam bos perusahaan ternama di kota kita. Apakah kau ingat?"
"Bos Agam? Bagaimana mungkin?" heran pembisnis it.
"Mungkin saja kan? dunia ini kadang terbalik, kadang di atas kadang di bawah," ucap Hendri congkak.
Agam terus menyapu, walaupun dadanya bergemuruh menahan emosi, namun dia juga cukup sabar karena selalu teringat akan nasehat sang istri. laki-laki yang mengenal Agam itu pun merasa kasihan, di dalam hatinya. Diam-diam dia berjanji akan menemui Agam dan akan memberikan pekerjaan yang layak untuk Agam.
"Aku ingin tahu, sampai kapan kau bisa mampu bekerja seperti itu Agam! walaupun gaji mu aku besarkan, dari Cleaning servis lainnya. Tapi aku tidak yakin kalau kau bisa mampu bertahan sampai 1 bulan di sini," ucap Henry lagi seakan menantang.
"Saya akan mengerjakan tugas saya sepenuhnya Bos," ucapnya pelan.
Agam pun sudah menyelesaikan pekerjaannya, kemudian dia pergi meninggalkan tempat tersebut,
"Maaf, aku sudah selesai. Aku mau pulang," ucap Tuan Saga, dan pergi meninggalkan ruang tersebut.
Namun ternyata dia mengiringi Agam yang baru saja keluar. setelah Agam ada di dalam gudang.
"Tuan Agam!" Panggil Saga.
"Tuan Saga? Ada apa Tuan?" tanya Agam.
"Tidak usah terlalu sungkan padaku, Oh iya, bagaimana keadaanmu sekarang? Aku sudah lama tidak pernah menemuimu lagi. Kita pernah bertemu beberapa tahun lalu," ucap lelaki itu.
"Aku baik-baik saja, Tuan," sahut Agam.
"Tidak usah kau bersikap seperti itu kepadaku, Oh iya kalau boleh aku ingin menawarkan sebuah pekerjaan. Aku mempunyai perusahaan Proyek besar untuk ini, di bidang bangunan. Apakah kau bersedia bekerja denganku?" tanya Saga.
Agam hanya terdiam ada beberapa hal yang sedang dipikirkannya.
Apakah Agam akan menerimanya?
Beraambung.
__ADS_1