
Tampak Kiara bermandikan keringat karena kecapean di dapur, memasak, mencuci piring, semua dia Kerjakan sendiri, itu sebagai hukuman karena Kiara tidak bayar.
"Kau sudah memperlakukan istriku dengan buruk, kau akan menyesal," ucap Agam.
"Sekarang bayar saja hutangmu!" ucap wanita itu.
"Tunggu sebentar! Sayang, Ayo kita duduk di sini dulu!"
Agam mengajak istrinya duduk, mereka pun duduk di sebuah meja makan di sana.
"Kenapa kita tidak pulang saja?" tanya Kiara.
"Kita harus menunggu seseorang," ucap Agam.
Tak Berapa lama, datanglah seorang laki-laki membawa tas dan menemui Agam.
"Ada apa Tuan?" tanya Lelaki itu.
"Nyonya yang terhormat, kemari lah," ucap Agam.
"Untuk apa?" ketus wanita itu ketus.
"Bukankah kau ingin aku membayar mu? Cepatlah duduk kemari!"
Akhirnya wanita itu pun duduk di meja tersebut.
"Mana alatmu?" tanya Agam.
Lelaki itu pun mengeluarkan alat, dari dalam tas yang dia bawa. Seperti alat pendeteksi berbentuk kecil.
"Ini tuan," ucapnya.
__ADS_1
"Nyonya, sini! Aku mau melihat berapa harga cincinmu itu?" ucap Agam.
"Untuk apa?" tanya wanita itu heran.
"Kau akan tahu berapa harga cincin istriku ini, tapi, sini duku cincinmu," ucap Agam.
Kemudian wanita itu terpaksa menyerahkan cincin itu kepada lelaki tersebut. Setelah dideteksi cincin wanita itu...
"Maaf Tuan, sepertinya ini hanya imitasi ucap laki-laki itu Nyonya Apa benar ini imitasi tanya Agam
Pemilik warung Itu tampak tersipu karena malu.
"Apa urusanmu dengan ini?" ketusnya untuk mengalihkan perhatian.
"Kau berani menyebut cincin istriku palsu kan?" ketus Agam.
"Bukan urusanmu dengan perhiasanku," ketusnya lagi.
"Ini bukan urusanmu! kau bayar saja hutangmu! cepatlah!" ucapnya.
"Aku akan membayar 10 kali lipat utang ku, Kalau kau mau turuti perintahku," ucap Agam.
Mendengar 10 kali lipat, wanita itu pun kaget.
"Jangan berbohong," ucapnya.
"Ini."
Agam memperlihatkan Atm black card nya.
Wanita itu pun kaget, kemudian menyerahkan gelangnya, setelah dideteksi.
__ADS_1
"Tuan, ini juga sepertinya imitasi, tidak ada harganya."
"Heh... Ha ha ha... Ternyata semua yang kau pakai itu palsu? Pantas saja kau slalu meragukan ke aslian milik orang lain. Coba lihat sekarang, kau akan tahu berapa harga cincin istriku ini," ucapnya Agam
Agam pun mengambil cincin di tangan istrinya, kemudian mendeteksinya.
"Tuan, cincin istri Anda ini seharga 500 juta. Berlian Asli," ucap lelaki itu.
"Bagaimana? Apa kau percaya sekarang? Kau pasti menyesal, karena tidak mengambil cincin ini kan?" ketus Agam.
Dia sangat puas melihat wanita yang ada di depannya itu kini terdiam.
"Sekarang berapa hutangku? 2.700.000 kan? Baiklah, ini. Aku bayar 27.000.000"
Agam menyerahkan sebuah kartu hitam miliknya, dan menyerahkan kepada wanita itu. Wanita itu pun memanggil karyawan untuk menggeseknya.
"Kalau gesek saja 27 Juta, untukmu dan juga untuk karyawan yang bekerja," ucapnya wanita itu hanya terdiam dan kemudian.
Wanita itu berjalan menunduk meninggalkan Agam, dia merasa malu karena telah mempermalukan Kiara.
"Ingat! setelah ini aku tidak akan pernah lagi mampir ke restoran mu ini, bukan itu saja, Dan mungkin saja setelah ini restoran mu ini akan bangkrut dan tidak laku lagi, karena telah mempermalukan isteriku!" ketus Agam.
"Bang. Sudahlah. Ayo cepat kita pulang!"
Kiara merasa tidak enak akhirnya mereka pun pulang meninggalkan restoran tersebut.
"Sayang, maafkan aku, bagaimana dengan benih yang ku tanam tadi siang? Apa tidak rontok?"
Agam sengaja menggoda Kiara yang terlihat lelah.
Bersambung.
__ADS_1