Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Slalu di Jatuhkan Sejatuh-jatuhnya


__ADS_3

Agam terdiam saat mendengar tawaran yang memang menggiurkan. Saat ini, mungkin pekerjaannya memang sedang diuji, dan ketika seorang teman lama menawarkan sebuah pekerjaan yang menjanjikan, tentu saja Agam tergiur, namun dia ingat tantangan Tuan Hendri, bahwa dia tidak akan bertahan selama 1 bulan, dengan pekerjaan sebagai cleaning service itu.


"Maaf Tuan, tapi aku masih ingin mencoba bekerja di sini, aku ingin merasakan hal baru, kalau sebelumnya aku hanya duduk-duduk manis, namun kali ini aku benar-benar ditantang untuk bekerja lebih giat dan penuh dengan perjuangan," jawab Agam.


"Mungkin sekarang kau masih belum tertarik, tapi ini... biar aku tinggalkan kartu namaku, mungkin saja suatu hari nanti kau berkeinginan untuk bekerja di perusahaan ku, dengan senang hati aku mau menerima orang cerdas sepertimu, mudahan saja kau bisa sukses dan kembali meraih keberhasilan, memiliki perusahaan seperti sebelumnya," doa lelaki itu.


"Terima kasih banyak tuan, aku sangat menghargai penawaran yang Tuan berikan," sahut Agam.


Lelaki itu pun pergi meninggalkan Agam dengan sedikit perasaan kecewa, karena Agam menolak untuk bekerjasama.


Tak terasa, waktu sudah sore. Saatnya Agam kembali bekerja dan merapikan kantor tersebut dari sampah sampah yang berserakan.


"Agam kau pel meja yang ada di ruang meetingku, aku tidak ingin ada debu sedikitpun di sana!" perintah Hendri pada Agam.


"Baik Pak."


Agam pun mengambil peralatan kerjanya, kemudian segera berlalu meninggalkan Pak Hendri yang terlihat tersenyum penuh kebencian.


"Kiara, seberat apapun pekerjaan ini, aku akan melakukannya demi kau, aku pasti bisa!" Agam menyemangati dirinya sendiri.


Agam pun membersihkan sampah sampah yang ada di lantai, kertas dan juga bekas bungkus permen yang sengaja dilempar begitu saja, setelah selesai menyapu baru Agam ngepel meja dan seisi ruangan tersebut hingga bersih.


Tepat jam 06.00 sore, agam sudah selesai mengerjakan tugasnya. Saatnya dia pulang, walaupun badannya terasa remuk namun semangat kerjanya sangat luar biasa.


Seperti biasa, kalau dia pulang pasti Agam akan membawa buah tangan untuk sang istri yang lagi mengidam, setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, Agam pun sudah sampai di rumah, disambut manis oleh sang istri.


"Bagaimana pekerjaannya hari ini Bang?" tanya Kiara.


"Alhamdulillah lancar, Oh ya, apa tadi kamu jadi mengunjungi Adi?" tanya Agam.


"Tidak Bang, katanya besok saja, karena hari ini waktunya mepet, Lagian Adi itu kan dibawa neneknya di kampung. Jadi mungkin perlu waktu beberapa jam baru sampai ke kampung itu," terang Kiara.


"Apakah sangat jauh? Bagaimana kalau kau kecapean? kau kan sedang mengandung?" imbuh Agam.


Agam takut kalau istrinya itu kenapa-kenapa di perjalanan.


"Insya Allah tidak apa-apa Bang, lagian kan juga pakai mobil, Oh ya apa Abang mau makan?" tawar Kiara sambil menggandeng suaminya.


"Iya, aku lapar banget nih, dari tadi aku terus kepikiran masakan kamu," ungkapnya.


Agam pun melepaskan jaketnya dan terlihatlah baju di pergelangan Agam yang sangat kotor.

__ADS_1


"Bang, Kok kotor sekali, Emangnya kerjaan Abang seperti apa sih?" tanya Kiara penasaran.


Tentu saja Agan tidak akan mengatakan kalau pekerjaannya itu adalah cleaning service saja. Tidak mungkin Agam mengatakan kalau sekarang dia hanya tukang pel dan tukang sapu, pasti Kiara tidak akan mengijinkannya.


"Oh... ini? mungkin mejanya kotor, makanya banyak debu di sini, sudahlah kalau kau tidak bisa mencucinya, antar saya ke laundry, nanti kau cape."


"Tidak apa-apa kok," sahut Kiad.a


"Tapi aku takut Kamu kecapean, kalau mencuci baju-baju terlalu kotor begini, antar saja ke londrey," saran Agam lagi.


Nggak usah, Bang, direndam pakai air yang lama juga bakal luntur kotoran seperti ini," sahutnya sambil melepaskan kemeja sang suami dan langsung merendamnya di dalam air, dengan sabun. Kiara juga menyediakan makan untuk sang suami.


"Jadi kamu Besok dijemput untuk menemui Adi?" tanya Agam.


"Iya Bang, aku bersama mama ke sana, biar ada yang nemenin, lagian kan Abang tidak mungkin nemenin ke sana?"


"Baiklah, tapi hati-hati ya! Aku tidak mau kamu malah kecentul hati sama Adi lagi!"


"Tenanglah Bang, Abang apaan sih cemburu mulu. Ayo sekarang makan dulu!"


Agam pun makan dengan lahapnya dengan lauk-pauk yang disediakan oleh sang istri, walaupun hanya ayam opor. sesekali mereka mengobrol sementara sang Mamah dan juga ibu yang sudah makan tampak duduk di teras rumah menunggu maghrib.


***


Di kantor Agam yang sudah dikuasai oleh Alex dan Clara, tampak Clara santai sambil duduk berhadap-hadapan dwngan Alex.


"Mas, sebaiknya kita berbulan madu ke luar negeri, Bagaimana?" ajak Clara.


"Ke Luar Negeri? emangnya apa bedanya kalau kita bulan madu ke luar negeri, dengan di dalam negeri?" tanya Alex.


Tentu saja beda Mas, di luar negeri itu kan berbagai macam hiburan bisa kita nikmati, pemandangan-pemenang indah juga sangat banyak. kalau di sini kan, masih kurang. Kita juga bisa shopping berbagai macam mode yang trendy saat ini," ucap Clara.


"Baiklah, minggu depan Kita akan menyusun rencana untuk bulan madu, ke Luar Negeri," ucap Alex.


Clara pun tersenyum, saatnya dia menyusun rencana untuk memasukkan seseorang ke kantor Alex, agar bisa mencari berkas-berkas yang disembunyikan Alex entah di mana.


"Hari ini aku ingin kau menemaniku ke sebuah perusahaan, untuk menemui rekan kerja baruku!" ajak Alex.


"Baiklah, aku akan bersiap."


Clara pun kemudian mencuci mukanya, membersihkannya hingga bersih, kemudian menambah riasan di wajahnya agar tampak terlihat cantik.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang!" ajak Clara.


"Baiklah, ayo!"


Clara pun pergi bersama Alex dengan menggandeng mesra tangan sang suami, menuju perusahaan tersebut. Namun tidak disangka, ternyata perusahaan yang didatangi itu adalah perusahaan Tuan Henry, di mana Agam bekerja sekarang, tanpa curiga, Clara dan Alex menaiki gedung tersebut sehingga sampai di suatu ruangan yang sudah dijanjikan oleh Tuan Hendri.


Ternyata Hendry sengaja mengundang Alex agar bisa mempermalukan Agam.


"Selamat datang tuan Alex, Silahkan masuk!" Ajak Hendry.


Mereka semua pun masuk ke ruangan pribadi tersebut.


"Tika! panggilkan Cleaning service, dan suruh bawakan air ke mari!" Panggil tuan Henry pada sekretaris yang berada di luar ruangan tersebut.


"Baik Bos."


"Jadi bagaimana kerja sama kita Tuan Alex?"


"Itu terserah kau saja, Tuan Henry, aku hanya mengikuti. Jadi kau perlu berapa saham untuk ku tanam di sini?" tanya Alex.


"Baiklah, nanti aku akan menghitungnya lagi, berapa dana yang ku perlukan."


"Ini airnya Pak." ucap Cleaning service tersebut.


"masuk!" ketus Hendry layaknya menyuruh jkngoks.


orang itu pun masuk membawa air mineral dan beberapa cemilan. Setelah dia meletakkan minuman di atas meja tamu, Clara pun seperti mengenal lelaki itu.


"Apakah kau Mas Agam?" tanya Clara ragu dan pelan, seeprti tidak yakin.


"Oh iya. Kenalkan ini cleaning service baruku, namanya Agam. Apa kalian saling kenal?" tanya Hendri.


Padahal semua ini sudah direncanakan dari awal.


"Paman Alex?" kaget Agam.


"Apa? Agam?"


Alex dan Clara sangat kaget, saat melihat orang yang dulu sangat sukses kini bekerja hanya sebagai cleaning service. Henry tersenyum melihat pertemuan yang memang sangat direncanakan yaitu. Mengapa Henry begitu dendam kepada Agam, dan akan selalu menjatuhkan Agam.


Henry juga sudah mencari tahu perusahaan itu adalah perusahaan Agam, dan dia sengaja mengundang mereka untuk melihat dan meremehkan Agam di depannya.

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2