Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Di Remehkan


__ADS_3

Dari gelagat Agam, Kiara mengerti kalau sekarang suaminya itu sedang cemburu. Kiara pun kembali mengatur kata-kata agar dia bisa mengungkapkan maksud pembicaraannya.


"Lalu untuk apa Mamanya Adi ke mari menemui mu? Apakah dia melamar mu lagi?" ketus Agam sambil terus pura-pura mengunyah rujak yang ada di depannya.


"Jadi... Begini Bang, tidak seperti itu, dia hanya meminta bantuan agar aku bisa menemui Adi...."


"Buat apa menemui Adi? kau kan sudah bersuami? untuk apa menemui dia lagi? Bukankah kau pernah bercerita kalau ibunya Adi, tidak pernah merestui hubungan kalian," imbuh Agam.


"Iya Bang, tapi masalahnya, sekarang sangat rumit, Mama Adi minta aku menemui Adi agar barangkali Adi bisa berubah."


"Berubah? berubah jadi spider-man? atau Satria Baja Hitam?" Ketus Agam.


"Bang... sebenarnya...sekarang Mas Adi sedang depresi, bisa dikatakan dia sekarang menjadi ODGJ."


"Apa? ODGJ? Kenapa bisa begitu?" kali ini suara Agam tampak melunak.


"Itu karena dia mengetahui kalau kita sudah menikah."


"Apakah dia sangat mencintaimu? sehingga jiwanya sampai terganggu seperti itu," tanya Agam.


"Mungkin? aku juga tidak tahu."


"Wajahmu yang cantik itu membuat orang jadi gila, aku saja hampir gila dibuatnya," goda Agam.


"Bang, aku lagi serius. Bagaimana menurut Abang? kemarin ibunya ke mari agar aku bisa membujuk Adi, mungkin saja dia akan lebih baik kalau bertemu denganku."


"Jadi kau ingin menemui orang gila itu?" ketus Agam merasa tidak,suka.


"Bang... aku juga tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya kepada Abang," ucap Kiara merasa tidak enak.


"Kiara itu meminta izin padamu. Apakah kamu mengijinkannya?" imbuh sang mama.


"Aku takut Mah, kalau malah Kiara nanti diapa-apain bagaimana? kalau Kiara nanti dipukulin, digebukin? Kiara kan sedang hamil."


"Nanti biar mama yang nemenin Kiara ke sana, lagian ada keluarganya juga kan di sana? Mama tidak akan membiarkan Kiara terlalu dekat dengan laki-laki itu," bujuk sang Mama.


"Sebenarnya aku ingin menemani Kiara, tapi besok kan hari pertama aku bekerja, tidak mungkin aku membolos."


"Bang, aku hanya meminta izin kepada Abang, kalau Abang mengizinkan Aku akan pergi bersama mama, Lagian aku juga dijemput kok ke mari oleh mereka."


"Baiklah, aku mengizinkanmu. Tapi ingat! jangan sampai kau jatuh cinta lagi kepadanya."


"Bang Apaan sih? Masa aku bisa jatuh cinta kepada ODGJ sih?"

__ADS_1


"Siapa tahu saja kamu masih tertarik kepada wajah tampan ya kan?"


"Bang, Percayalah padaku, aku tidak akan berbuat yang menyalahi aturan," sahut Kiara.


"Baiklah, kau boleh pergi, asal kau pergi bersama Mamah, Mah, tolong jaga Kiara untukku!" tekan Agam.


"Iya..."


Kiara pun merasa tenang, karena sudah mendapat izin dari suaminya, untuk pergi menemui Adi. Matahari sudah condong ke arah barat. Mereka pun bersiap-siap untuk salat ashar dan Kiara juga mamahnya akan pergi ke masjid untuk mendengar Majelis Taklim, yang diadakan di masjid terdekat tersebut.


Setelah mereka mandi dan salat asar, Kiara pun berangkat bersama ibunya menuju masjid. Mereka tampak khusyuk mendengarkan ceramah dari Ustaz yang didatangkan dari Kampung sebelah. Kiara dan sang mertua mendengarkan ceramah sampai selesai banyak pelajaran yang bisa mereka ambil.


***


Agam sangat bersemangat bangun pagi ini, tepat jam 05.00 Agam sudah menyelesaikan salat subuh dan juga makan pagi.


"Kiara, jangan lupa bekalku juga ya!" ucapnya.


Kiara juga sangat bersemangat menyiapkan bekal untuk suaminya, Hari ini adalah hari pertama suaminya bekerja, di perusahaan orang lain.


"Bang Apakah Abang tidak mengantuk?" tanya Kiara.


"Aku sangat bersemangat Kiara, ini adalah hari pertama aku bekerja di perusahaan orang lain, kalau biasanya aku bisa pergi sesuka hati. Hari ini aku ditantang untuk bangun lebih cepat dan bekerja di perusahaan orang. Oh iya kemarin orang itu mengatakan kalau aku bisa mendapatkan gaji 5 juta. Ha ha ha...."


"Kau tahu kan, aku tidak pernah digaji di perusahaan ku, namun aku mempunyai uang banyak, sekarang aku akan merasakan gaji ku sendiri, aku merasa aneh dan lucu," ucapnya.


"Syukuri saja bang, 5 juta itu kan sangat banyak," sahut Kiara.


"Iya Sayang... kita pasti bisa melalui semua ini. Terima kasih karena kau setia untukku."


Agam pun memeluk sang istri sebelum berangkat bekerja.


"Iya Bang, hati-hati ya, jangan sampai membuat masalah, sekarang kau bukan lagi Bos, akan tetapi kau hanya seorang karyawan biasa. Kau harus nurut pada Bos, apapun yang diperintahkan Bos. Kau harus patuh, kami menunggumu di sini, bersama anak kita" imbuh Kiara seraya melingkarkan tangannya di leher Agam.


Agam pun berulang kali menciumi Bi*bir istrinya saat sang istri memberi nasehat.


"Iya Sayang. Oh ya, aku mau pamitan dulu sama Mamah dan ibu, kalau begini terus, aku malah nggak jadi kerja," ucapnya.


Agam pun berjalan menuju kamar belakang, dan bersalaman. Setelah itu Agam pun pergi mengendarai mobilnya. mobil yang ingin dijualnya Mungkin saja sekalian Agam akan menawarkan mobil itu untuk dijual, karena mereka mempunyai dua mobil.


Sepanjang jalan, Agam terkadang tersenyum-senyum, bila mengingat kini dia akan bekerja di sebuah perusahaan yang sebelumnya tidak pernah dia bayangkan, apalagi sekarang dia bekerja di perusahaan yang dulu menjadi saingannya.


Tak berapa lama, Agam pun sudah sampai di perusahaan tepat jam 6 Pagi. Bergegas dia pun memasuki gedung tersebut membuka beberapa pintu, mengambil pel dan juga sapu, karena Agam akan di lajari oleh cleaning servis yang terdahulu.

__ADS_1


"Agam, kita mulai dari ruangan paling atas!" ajak lelaki yang sudah lama bekerja di sana.


"Iya Pa!" sahutnya.


Lelaki itu terlihat lebih tua dari Agam. Lelaki itu sangat ramah, dan sabar membantu Agam.


"Agam. Kenapa kau mau bekerja di sini? kelihatannya kau masih muda. Kenapa tidak mencari pekerjaan lain?" tanya Paman cleaning service itu.


"Aku sudah melamar pekerjaan ke mana-mana, namun tidak ada perusahaan yang mau menerimaku, mungkin belum rezekinya kali ya."


"Kalau begitu. Kau harus rajin bekerja di sini, karena Bos di sini, lumayan pemarah," ucapnya.


"Terima kasih Paman."


Agam pun di beri tahu bagaimana caranya menyapu dengan cepat. Tidak butuh waktu lama, Agam pun bisa bekerja seperti yang diperintahkan oleh Paman tersebut.


"Paman sudah berapa lama bekerja di sini? dan Paman mendapat gaji berapa?" tanya Agam pada lelaki itu.


"Aku sudah bekerja di sini sangat lama, aku bekerja di sini sudah hampir 10 tahun, namun gajiku tidak pernah naik, pernah naik cuman sedikit dan sekarang gajiku baru 2.500.000."


"Apa? Rp2.500.000? Bagaimana mungkin Paman sudah bekerja 10 tahun di sini namun gaji Paman masih segitu?" kaget Agam saat mendengar laki-laki itu menyebutkan gajinya.


Sedangkan dia di gaji sekarang sebanyak 5 juta.


"Aku juga tidak tahu, dari dulu gajiku emang segitu Adapun naik kadang cuma Rp50.000, atau cuma Rp70.00, ya syukuri saja lah, untuk istri dan Anakku. Biar kami bisa makan walaupun kadang kami harus pakai kerupuk saj," jawabnya.


Mereka pun asik ngobrol-ngobrol tanpa terasa semuanya pekerjaan yang dikerjakan bersama pagi ini sudah selesai. Saatnya untuk istirahat sejenak di kantin depan.


Saat Agam masuk di left , dan turun ke bawah, dan sampai ke lantai utama, left pun terbuka. Tampak Bos perusahaan tersebut datang dan berada tepat di depan Agam.


"Bos," sapa Agam sambil menundukkan kepala.


Hendri tersenyum menatap Agam yang menunduk padanya.


"Kau lihatlah di dekat kakiku ini, masih banyak pasir, kau pel lagi sampai bersih!" ketusnya tanpa menoleh ke wajah Agam.


dengan sengaja Hendri meremehkan Agam. Agam pun mengangguk, dia Ingat pesan Kiara, apapun yang dilakukan Bos perusahaan itu, maka dia harus menurut. Agam lun membersihkan lantai itu. Sementara Hendri masuk ke Left.


Selesai ngepel, Agam keluar dari tempat tersebut menuju kantin.


"Aku harus sabar," lirihnya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2