Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Kiara Pelakor


__ADS_3

Waktu terus berlalu. Matahari sudah meninggalkan langit biru. Tampak Kiara baru menyelesaikan salat magrib dan berdoa dengan khusyuk.


"Ya Robbi, tolong berikan jalan terbaik bagiku dan juga Bang Agam, mungkin sekarang Aku terlanjur mencintainya, namun aku juga tidak boleh mengingkari janji kepada Nyonya Clara, bantu aku untuk menyelesaikan masalah ini, Tuhan ...."


Kiara pun menyelesaikan doanya dan bersiap untuk pergi bersama sang mertua, untuk menemani mertuanya belanja ke mall. Saat Kiara keluar dari kamarnya, setelah selesai berdandan tampak sang mertua duduk di sofa sepertinya sang mertua tidak melakukan shalat. Karena sekarang baru saja orang adzan dan Kiara pun shalat dengan tergesa-gesa. Namun ternyata Mertuanya sudah ada di depan, menunggunya.


"Kiara sudah selesai?" tanya sang mertua.


"Iya Mah. Ayo!" ajak Kiara.


"Kiara pun menunggu sang mertua berdiri dan mendahuluinya berjalan ke arah pintu utama.


Saat mereka sudah berada di depan pintu utama, terdenhgar suara berat memanggilnya.


"Kiara!" seru Agam.


Agam yang baru turun dari tangga loteng berjalan dengan tergesak-gesak dan memanggilnya.


"Bang Agam, ada apa?"tanya Kiara.


"Kata ibu, kalian akan shopping hari ini, aku akan ikut!" ucap Agam, sambil berjalan dan nyelonong mendahului mereka berdua.


"Siapa yang jaga Nyonya Clara? kan dia sedang sakit?" tanya Kiara.


"Di kan sudah makan, tapi dia juga bisa jalan sendiri lagian dia juga sudah minum obat penahan rasa nyeri, masih ada Bibi di rumah, ayo cepat!" ketus Agam pada Kiara.


Sementara sang mertua hanya tersenyum tipis, melihat kelakuan anaknya yang sekarang malah seperti anak muda, yang baru bisa pacaran. Mereka sudah berada di dalam mobil.


"Mau belanja ke mana mah?" tanha Agam, sama ibunya.


"Mall terdekat saja, agar tidak terlalu malam kita sudah menyelesaikan belanjanya," ucap Ny.Mentari.


Agam pun meluncurkan mobilnya menuju mall terdekat, setelah 15 menit, mereka pun sudah sampai di sana.


Agam tampak memarkirkan mobilnya, sementara Kiara dan yang Ny.Mentari tampak berjalan masuk ke mall tersebut.


"Kamu boleh pilih baju apa saja yang kamu inginkan, termasuk baju untuk pergi, jalan santai, ke pengantin dan juga baju untuk tidur di rumah, oh iya, jangan lupa beli baju yang biasa dipakai Clara, itu loh Agam sangat suka baju yang berlobang lobang seperti sarang semut itu lho!" ucap sang mama.


"Bang Agam suka baju tidur yang seperti apa mah? aku belum pernah melihat Nyonya Clara memakai baju tidur selama ini?" tanya Kiara.


"Kiara, Jadi kau tidak diberitahukan oleh Clara, kalau Agam sangat menyukai baju yang seperti sarang burung itu?" tanya mertuanya.


"Baju tidur seperti sarang burung? aku baru mendengarnya mah," sahut Kiara.

__ADS_1


Kiara pun bingung sambil garuk-garuk kepala.


"Sekarang biar aku carikan."


Mereka pun berjalan ke konter baju tidur dan pakaian dalam, yang ada di pojokan Mall. baju-baju Di sana tampak seksi-seksi yang bergantungan di dinding-dinding bangunan. Kiara pun sampai melongok melihat baju-baju seksi itu.


"Nah. Lihat! inilah bajunya, pilih apa yang kau sukai, semua ini baju kesukaan suamimu, Dia sangat suka kalau istrinya memakai baju seperti ini."


"Ini kan sama seperti telanjang Mah, lebih baik tidak pakai baju sekalian, harganya juga sangat mahal," ucap Kiara.


"Ini beda Kiara, katanya sensasi memakai baju ini dengan tidak memakai baju, itu beda, kamu harus mengambil! Ayolah! Masa iya sih Clara tidak memberitahukan mu?" heran sang mertua.


Dengan malu- malu Kiara pun mengambil satu baju.


"Eh kenapa satu aja, ayo ambil yang banyak!" titah mertuanya.


Akhirnya dia pun mengambil beberapa lembar baju itu dan membuatnya dalam wadah yang sudah disediakan, setelah membeli beberapa pakaian dan memilihnya untuk dibawa ke kasir.


Tiba-tiba.


"Kiara! kau ke mana saja Sayang? selama ini aku mencarimu kemana-mana, namun aku tidak Menemukanmu," ucap seseorang.


Tiba-tiba seseorang datang dan menggenggam kedua tangan Kiara. Kiara pun kaget dan langsung menatap wajah lelaki itu, tidak lain dan tidak bukan dia adalah adi, pacar Kiara.


"Mas Adi, tolong lepaskan aku!" ucap Kiara.


"Ada apa Kiara? Kenapa kau menghindariku?"ucapnya.


"Mas... kita tidak mungkin lagi bersama, kita sudah berbeda, kita sudah jauh berbeda." ucap Kiara.


"Apanya yang berbeda? dengar!...."


"Mas, orang tuamu tidak merestui kita, kita tidak mungkin bersama Mas," ketus Kiara semakin panik, saat Ad ,semakin mengeratkan genggamannya.


"Sayang, orangtuaku sekarang... Mereka sudah merestui kita. Aku mengancam mereka, dengan merusak diriku sendiri, setelah kejadian di simpang 4 itu, aku tidak pernah pulang ke rumah, aku bahkan mengiris-iris tubuhku, dan mengirimkan fotoku pada mereka. Sekarang kita sudah direstui, Ayo kita balikan! aku akan melamarmu bersama orang tuaku!" ucap Adi.


"Tidak Mas! tidak bisa! kita sudah berbeda."


"Hei... siapa kau? berani-beraninya kau megang-megang tangan menantuku?" ucap Nyonya Mentari.


Adi pun segera melepaskan genggaman tangannya, dari tangan Kiara, karena kaget di bentak oleh seorang wanita yang terlihat glamor. Berpenampilan tidak biasa.


"A-apa? menantu? Apa maksudnya?... Kiara, tolong jelaskan padaku!" ucap Adi tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

__ADS_1


"Mas... aku...."


"Kiara, katakan padanya, kau sudah menikah dan jangan berharap kau bisa memiliki menantuku ini, dia ini adalah permata, berlian, bahkan dia lebih mahal dari apapun!" ketus Ny.Mentari lagi.


"Kiara? Apakah benar kau sudah menikah?" tanya Adi.


"Iya Mas, aku sudah menikah," sahutnya.


"Kiara, kenapa kau tidak menungguku? aku sudah mengatakan padamu, Tunggulah aku sebentar lagi!-


" Kiara! Ada apa?"


Tiba-tiba Agam datang dan berdiri tepat di samping Kiara.


"Mas Agam!" seru Kiara semakin panik dan kaget.


"Kiara! jadi dia suamimu?" tanya Adi


Tatapan sinis adi tertuju kepada Agam, tentu saja Adi heran, karena wajah Agam walaupun masih terlihat tampan, namun wajah itu tidak bisa menyembunyikan usia yang sebenarnya jauh di atas Kiara.


"Siapa kau? Apakah kau mantan istriku?" tanya Agam.


"Bukan! Aku bukan mantannya! Tapi aku adalah kekasihnya, kami belum putus!" ketus Adi dengan wajah gusar.


"Kiara! Apa benar kalian belum putus?" tanya Agam sambil meraih tangan istrinya lembut.


"Mas, hubungan kami sudah berakhir...."


"Tidak! Hubungan kita tidak pernah berakhir, bahkan terakhir kita bertemu sangat manis dan romantis, 2 minggu lalu," ucap Adi.


"Apa? 2 minggu lalu?"


Agam kaget. 2 minggu lalu, berarti Kiara sudah menjadi istri Agam kan?


"Mas, sudahlah, kita sudah berakhir, apa kau tidak mendengar kata orangtuamu waktu itu?" ucap Kiara.


"Sayang, ayo kita pulang! Dan kau? Kiara sudah bilang, hubungan kalian sudah berakhir!" ketus Agam sambil menunjuk wajah Adi.


Kiara pun di tarik lembut oleh Agam meninggalkan Adi. Walau sebenarnya hati Agam sangat cemburu, melihat wajah Adi sangat tampan dan sangat cocok dengan Kiara karena mereka seumuran.


"Kiara! Kau pasti salah pilih! Bagaimana mungkin kau menikah dengan orang yang layak menjadi ayahmu tersebut? Apa jangan-jangan kau pelakor kiara?" teriak Adi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2