Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
Merasa Bahagia


__ADS_3

Yang mampir tolong di like,ya. Membantu Popularitas Authior berkembang. Terima kasih.


...***...


Saat Agam merentangkan selimut di atas da*da Kiara, Kiara pun pura pura bersin dan bertaut di tangan Agam, hingga Agam tersungkur jatuh di atas tubuh Kiara. Agam terdiam dan membiarkan jantung mereka saling berpacu. Mereka saling diam tanpa bergerak. Perlahan, Agam mendekatkan wajahnya ke wajah Kiara, bagai magnet yang menarik sangat kuat, hingga Agam tak mampu menolaknya.


"Oh Maaf," ucap Agam tiba-tiba dan bangun menjauhi Kiara.


Sementara Kiara merasa kecewa karena Bi*bir mereka sudah sedikit menempel, namun di tarik begitu saja oleh Agam.


Kiara yang sudah merem pun merasa malu sendiri, karena berharap lebih dari Agam.


"Kenapa aku sebodoh ini? Bagaimana bisa aku tidak bisa mengendalikan diriku?" batin Agam.


"Aku mau tidur saja," ucap Kiara.


"Baiklah, aku akan keluar sebentar."


Agam pun pergi meninggalkan kamar Kiara. Mungkin dia ke balkon hotel untung menenangkan diri dan gejolak jiwanya saat mereka tadi sudah sangat intens.


"Mengapa aku sekarang berharap lebih dari Tuan Agam ya? Apakah aku mulai menyukainya?" lirih Kiara sambil membelai lembut bibirnya yang tadi sempat bersentuhan dengan Agam.

__ADS_1


Kiara pun asik senyum-senyum sendiri sambil membayangkan bagaimana kalau seandainya Kiara dan Agam adalah pasangan yang romantis, tidak ada kata istri tua dan istri muda, pikirannya kini melayang membayangkan betapa bahagianya seandainya, Tuan Agam itu adalah suaminya satu-satunya, bukanlah suami bersama.


Sementara di atas balkon. Begitu juga dengan Agam, dia pun menyentuh lembut bibirnya mengingat bagaimana tadi dia memperlakukan Kiara tanpa sada, Ia pun juga tersenyum, lemari es dua pintu itu pun tersenyum manis, mengingat adegan sekejap yang tadi tercipta antara dirinya dan istri mudanya.


"Mengapa aku jadi oon begini ya? Apakah aku mulai merasa jatuh cinta padanya? walaupun mulutku berkata tidak, namun hatiku merasa senang saat aku berdekatan dengannya. Apakah Aku jatuh cinta lagi?" lirih Agam di dalam hatinya.


Dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Apakah suatu saat cintaku pada Clara akan berkurang? kemudian aku berpindah hati kepada Kiara? apalagi kalau dia sampai hamil dan memiliki anak dariku. Apakah perasaanku kepada Clara akan terhapus begitu saja? kami sudah bersama selama 10 tahun. Apakah seorang anak mampu menghapuskan rasa ini kepada istri pertamaku?" batinnya lagi.


Tak terasa,1 jam sudah Agam di atas balkon, sementara angin dingin menyapu ke seluruh tubuhnya membuat dirinya menggigil karena suhu memang sangat dingin, karena merasa sudah penat Agam pun kemudian turun dan kembali ke kamarnya. Saat kembali ke kamar Agam tidak menyadari kalau sebenarnya Kiara pun belum tertidur, karena sibuk dengan monolognya sendiri.


"Apakah Kiara sudah tertidur?" batin Agam.


Dia pun berjalan mendekati ranjang kemudian ikut berbaring di sisi Kiara, yang terlihat tertidur pulas. Padahal Kiara hanya berpura-pura. Agam pun ikut masuk ke dalam selimut Kiara, sementara Kiara merasa deg-degan, suhu dingin berubah menjadi panas, dadanya pun berdetak tak karuan, sedangkan Agam mencoba untuk tidur. Walau sulit dia mencoba keras untuk menutup matanya, sesekali dia melirik ke samping dan menatap wajah Kiara yang mungil dan imut.


Akhirnya Agam pun tertidur, terdengar dengkuran pelan dari mulut Agam. Sementara Kiara dia sangat ingin untuk memeluk tubuh kekar di sampingnya, keinginan yang begitu kuat, hingga akhirnya memberanikan diri pura-pura menggeliat dan memeluk tubuh suaminya, menenggelamkan wajahnya di bawah ketek sang suami.😂.


Pagi menjelang. Matahari pun mulai menyinari dari celah tirai kamar. Karena Kiara tidur sangat larut malam, hingga dia tidak terbangun meski panas mulai menerpa pipinya.


Sementara Agam mulai menggeliat dan membuka matanya.

__ADS_1


"Sayang ..., ayo bangun, sepertinya sudah siang," ucap Agam.


Sepertinya Agam tidak menyadari kalau pagi ini, dia sedang di Luar Negeri bersama istri mudanya. Agam membuka mata dan mulai menoleh ke samling. Wanita yang memeluknya erat itu bukanlah Clara.


"Ha?"


Agam lun mengucek ucek matanya, mencoba membuktikan, kalau dia tidak salah lihat.


"Dia? Bukan Clara?" gumamnya.


Kemudian Agam pun mencoba mengingat dan barulah dia sadar, kalau sekarang dia berada di Luar Negeri.


Agam menatap wajah Kiara yang tertidur pulas, tampak sedikit ilir di sisi mulutnya😫.


Ketika tangan Kiara bergerak di atas dadanya, barulah Agam sadar. Bahwa kini tangan Kiara berada di atas kulit dadanya, bukan di atas bajunya.


"Kapan dia melepaskan kancing bajuku?" batin Agam.


Agam pun tersenyum, entah apa yang dirasakan Agam sekarang, yang jelas, dia sangat bahagia. Kemudian dia pun membiarkan Kiara tetap memeluknya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2