Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor

Aku Istri Ke Dua Bukan Pelakor
TAMAT


__ADS_3

Acara lamaran berjalan lancar, dan mereka pun akhirnya menutup acara lamaran tersebut dengan mengadakan makan bersama warga sekampung Naira.


Semua orang kampung tersebut sangat senang, Agam dan juga Kiara sengaja memesan makanan yang lezat dan enak bahkan makanan-makanan itu dimasak oleh warga setempat namun yang berbeda adalah semua makanan tersedia di sana, seperti soto banjar, soto babat, masakan rendang dan berbagai olahakn dari ayam dan lain-lain.


Hahkan para warga menambah nasi dan juga lauk-pauk yang melimpah, mereka sangat bahagia karena bisa makan sepuasnya.


"Kalau begitu karena acara sudah selesai dan kesepakatan kita menikahkan anak-anak kita di bulan depan sudah beres. Maka sekarang kami ingin pamit pulang," ucap Agam kepada Pak Imam.


"Iya Tuan Agam. Terima kasih banyak karena tuan mempercayakan anak kami menjadi menantu di keluarga Tuan,+ ucap Pak Imam.


"Pak, jangan memanggilku Tuan, panggil saja Agam, kita sebentar lagi akan besanan," ucap Agam.


"Aku merasa tidak enak, aku belum terbiasa Tuan Agam, mungkin nanti aku akan memanggil papa Fathan saja ya!" ucap Pak Imam.


"Ha ha ha, ada-ada saja Pak Imam ini, kita kan sekarang sudah menjadi keluarga, Baiklah kalau begitu kami pamit pulang dulu Pak."


Mereka semua pun bersalaman dan pergi meninggalkan rumah tersebut.


**


*


**


Hari bahagia Fathan dan Naira akhirnya sampai. ada beribu-ribu tamu undangan yang datang, bahkan kado dari para pengusaha berbentuk rangkaian bunga yang memenuhi di halaman gedung tersebut, sangat indah.


"Terima kasih banyak kepada semua tamu undangan yang berkenan datang di acara pernikahan anak kami,"


Sambutan Agam terdengar menggema di ruangan gedung tersebut, beberapa anak rekan bisnis yang pernah dijodohkan dengan Fathan pun merasa sangat iri, karena anak mereka pernah di jodohkan, namun keluarga Agam menolak halus.


"Lihatlah sang wanita# sangat cantik dan anggun," ucap salah seorang pengunjung.

__ADS_1


Terlihat juga wanita itu sangat glowing, mungkin mereka adalah istri para pengusaha, rekan bisnis Agam.


"Iya sih cantik, tapi kayaknya masih cantikan anakku deh," ucap wanita itu.


Ternyata wanita itu adalah wanita yang pernah ingin menjodohkan anaknya dengan Fathan, namun Fathan menolaknya dengan cara halus dan mengatakan bahwa dia sudah memilih tambatan hatinya sendiri.


Acara yang sangat meriah bahkan terlihat semua orang sangat gembira, walau ada beberapa orang yang tidak suka karena lamaran anak mereka ditolak oleh Fathan, ataupun Agam dan Kiara.


Acara hari ini pun selesai dengan penuh kebahagiaan, bahkan orang-orang di kampung Naira membawa pulang banyak makanan dari catering yang dipesan oleh Agam dan Kiara.


Kini Naira diboyong oleh Fathan ke rumah mereka, karena rumah belum laku dijual, maka untuk sementara mereka akan tetap tinggal di sana.


"Kakak ipar!"


Tok tok tok


Tiba-tiba Aisya terdengar mengetuk pintu Fathan, sementara Fathan yang baru saja akan memulai bujuk rayunya dengan sang istri pun, terpaksa mengurungkan niatnya dan kembali menjauh dari sisi Naira.


"Masuklah! tidak dikunci kok," sahut Nayra.


"Kakak! aku boleh nggak ikut bukain kado," ucap Aisya.


Gadis itu penasaran dengan isi kado yang besar-besar dari rekan bisnis sang papa.


"Boleh kok, ayo masuk! ajak Naira.


"Kamu mengganggu saja Aisya! kami kan baru menikah. Kami Perlu privasi berdua!" ketus Fathan.


Dia merasa terganggu dengan kehadiran sang adik, dan wajahnya pin di buat cemberut.


"Masih banyak waktu kok, emangnya cuma malam ini aja ya?" sahut Aisya cemberut.

__ADS_1


"Aa apaan sih? nggak papa lagi, Ayo masuklah!"


Dan malam ini Aisya pun akhirnya membuka kado sampai jam 11.00 malam, sementara Fathan merasa sangat kesal karena tidak bisa merayu sang istri yang sudah halal. Hingga akhirnya bisa tertidur dengan wajah cemberut walau pin sudah tertidur.


**


*


**


Sebulan telah berlalu sejak Fathan dan Naira menikah, dan hari ini mereka sudah menjual rumahnya. Rencananya hari ini mereka akan pindah ke rumah baru, rumah yang baru dibeli oleh Kiara dan Agam.


Rumah itu dekat dengan rumah Fathan dan juga Kiara. Fathan belum memutuskan untuk pindah rumah bersama sang istri. Hanya ibu dan Abah Nayra saja yang sudah mendiami rumah tersebut


"Ayo Sayang! apakah semuanya sudah naik?" tanya Kiara menanyakan barang bawaan pada Aisya.


Tampak semua barang-barang sudah berada di dalam truk besar, untuk pindahan hari ini.


"Sudah Bunda. Sekarang kita berangkaaaaat!" ajak Aisya.


Mereka pun menatap rumah itu sekali lagi, rumah yang sudah puluhan tahun mereka diami.Kini sudah mereka jual pada orang lain, tetesan air mata tampak menetes di mata Aisya dan juga Kiara, tentu saja seorang wanita yang memiliki hati sangat lembut merasa tidak tega meninggalkan rumah masa kecil mereka.


"Bunda, ayo masuk!" ajak Fathan.


Sementara sang Ayah sudah berada di dalam mobil lebih dulu. Mereka pun berangkat meninggalkan rumah tersebut, menuju tempat kediaman yang baru.


Tepat jam 09.00 pagi, mereka sudah sampai di rumah baru yang besar dan asri. Mereka sangat bahagia dan tentu saja Kiara dan Agam berharap bisa memiliki cucu secepatnya.


......TAMAT......


Wassalamualaikum.

__ADS_1


Yuk mampir di karya temen aku nih. pasti seru.



__ADS_2