
Natasya terbingung dengan sikap Edward saat ini. Hanya terdiam sambil memandang Edward dengan tatapan yang tidak mengerti. “Hn...ada apa denganmu? Kenapa meminta maaf? Kau tidak salah apapun denganku” Natasya berkata dengan nada yang lembut.
Edward yang mendengar itu pun langsung melirik kearah lain, serta tangannya yang berhenti mengelus tangan Natasya.
‘Tidak ada salah denganmu? Lalu apa dengan semua ini?’
‘Apa semua yang kulakukan ini, bukan kesalahan besar?’
‘Kau memang saat ini tidak mengetahuinya. Tapi aku yakin, mungkin suatu saat kau akan membenciku karna kebenarannya’
Natasya yang kehilangan pergerakan jari Edward dipunggung tangannya, membuat manik mata Natasya menatap Edward yang terdiam fokus kedepan. Tak lama, tangan lelaki itu pun ditarik kembali olehnya untuk fokus pada kemudi mobil.
Sesampai disana, Natasya dan Edward keluar dari mobil dengan disamput hormat oleh beberapa penjaga di sana. Mereka berdiri dengan tegak di pintu masuk dengan seragam yang rapih. Bahkan bangunan di kediaman keluarga WU juga sangat besar, luas dan megah.
Terdapat 2 tiang yang berdiri didepan gerbang serta lambang marga mereka. Dibagian dalam juga tidak kalah megahnya dengan yang bagian luar.
Natasya yang berjalan melewati gerbang besar bersama Edward, langsung dibuat kagum dengan bangunan yang ada didalamnya ini. Sangat besar! Apa ini rumah? Tidak mungkin, bangunan ini lebih pantas disebut sebagai villa. Karna besar, lebar dan mewah.
Natasya bukanlah orang yang tidak tau apa-apa,. Hal seperti ini, sudah terjadi oleh dirinya saat kecil jadi tidak perlu bersikap berlebihan tentang kemewahan.
Baru saja Edward ingin mengajak Natasya memasuki ruangan utama, tempat orang-orang berkumpul. Namum Natasya menahan diri untuk diam ditempat. Membuat Edward menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat gadis yang berdiri dengan rasa keraguan
“Ada apa? Kau tidak ingin masuk?” Edward bertanya sambil memandang Natasya
Natasya menggeleng, “Tidak, katanya kau ingin membawa ke sesuatu tempat. Apakah tempat ini yang kau maksud?”
Edward yang mendengar itu pun langsung mengangguk, seperti ia paham dengan pemikiran gadis ini. Tidak mudah nyaman dengan tempat baru, hingga membuatnya memiliki perasaan ragu untuk memasuki tempat tersebut.
“Apa kau masih bingung, kenapa aku membawamu kesini?”
Natasya mengangguk tanpa menjawab. Mungkin sebuah pergerakan bisa membuat Edward paham akan kondisinya sekarang.
“Baiklah, aku akan jelaskan semuanya padamu”
__ADS_1
Edward yang bersiap menjelaskan membuat Natasya mengangkat kepalanya, menatap manik mata hitam Edward dengan manik mata birunya.
“Apa kau ingat penjelasanku tentang keluarga WU yang sedang ber ulan tahun hari ini?”
Natasya mengangguk
“Perusahaan ku dengan perusahaan WU memiliki hubungan baik, walaupun pertunangan kami batal. Kakek tua dari keluarga wu juga ingin aku menghadirinya. Awalnya aku menolak, namun aku berpikir bahwa suatu hubungan yang gagal itu tidak bisa kaitkan dengan hal yang tidak berhubungan dengannya Jadi dengan terpaksa, aku membawamu kesini untuk menemaniku.”
Natasya terdiam sejenak, mengingat kembali tentang lelaki ini mengucapkan kata maaf padanya saat di mobil. “Jadi perkataan ‘maaf’ mu dimobil itu, untuk ini?”
Edward terpaku, “Kata maaf? Apa maksudmu?”
“Kau meminta maaf padaku saat dimobil tadi, apa kau tidak mengingatnya?” sahut Natasya
Edward terdiam, ia merasa dirinya tidak pernah mengucapkan kata-kata itu sebelumnya. Tapi kenapa Natasya berkata bahwa dirinya meminta maaf? Apa gadis ini dengan melindur hingga membuatnya seperti ini?
“Kapan aku mengatakannya?” Edward bertanya dengan ragu
Edward mengerutkan keningnya, “Ada apa? Tadi dimana?”
Edward menanyakan kembali perkataan Natasya, memang dirinya sedikit penasaran apa yang wanita ini lindurkan tentangnya.
“Tidak jadi, lupakan saja” Natasya berkata sambil membuang wajahnya kearah lain
“Apa kau yakin?”
“hn”
“Baiklah, kalau begitu ayo masuk. Kita sudah ditunggu beberapa orang didalam” Edward mengalihkan pembicaraan mereka dan mengajak Natasya untuk masuk, namun lagi-lagi Natasya menggelengkan kepalanya.
“Ada apa? Apa kau masih tidak nyaman?” Tanya Edward yang menatap Natasya dengan tatapan memeriksa
Natasya menggeleng, “Tidak, aku ingin ke toilet sebentar. Jadi kau pergi masuklah dulu”
__ADS_1
“Ke toilet?” gumam kecil Edward sambil menyipitkan matanya
Edward pun melihat sekeliling dan melihat 2 orang wanita sedang berjalan tak jauh dari mereka. Dengan cepat Edward memanggilnya dengan sebuah isyarat mata. Ke 2 wanita itu pun langsung menghampiri mereka dengan pandangan yang menunduk.
Sepertinya mereka pelayan, karna sudah terlihat dari seragamnya yang seperti itu.
“Ada apa, tuan besar? Apa anda memiliki masalah?” salah satu wanita itu bertanya tanpa menundukan kepalanya
“Kalian antar dia ke toilet. Di sudah maka antarkan lagi dia keruang utama acara”
Natasya yang melihat Edward sampai meminta 2 orang pelayan untuk mengantarnya ke toilet, pun langsung menolaknya dengan halus.
“Tidak perlu, Ward. Aku bisa sendiri, disini juga banyak sekali orang. Jadi aku bisa bertanya jika tersesat nanti”
Edward melirik dingin kearah Natasya, membuat gadis itu tanpa sadar langsung terdiam. “Aku tidak meminta pendapatmu! Lagipula sebelumnya kau pernah ke toilet sendiri dan saat kembali, kau membawa luka di keningmu. Apa kau lupa akan hal itu?!”
Natasya terkejut serta lucu dengan perkataan Edward, ternyata lelaki ini masih mempermasalahkan luka kecil yang kemarin. Padahal sudah lama, tetapi masih di ungkit olehnya hingga sekarang.
“Itu sudah terjadi kemarin, kenapa kau masih membahasnya? Dan aku juga sudah bilang, kalau itu hanya luka kecil. Kau tidak perlu memikirkannya” Natasya berkata sambil menatap Edward
Edward mengerutkan keningnya, “Tetap saja, aku tidak ingin hal itu terulang lagi. Jadi kau pergi ke toilet bersama mereka”
Natasya yang merasa Edward sedikit aneh pun langsung menyetujuinya, dan hal itu membuat Edward tersenyum kecil.
“Dah, pergilah cepat! Aku akan menunggumu diruang utama” Edward mengusap kepala Natasya dengan lembut
Natasya mengangguk, “hn..baiklah, aku pergi dulu”
Natasya dan kedua wanita itu pun langsung pergi meninggalkan Edward yang masih berdiri disana sambil memandang punggung Natasya dari belakang. Gadis itu terlihat cantik memakai dress, namun kenapa dia tidak memakainya saja setiap hari?
Edward yang terlelap dengan pikirannya sendiri, membuatnya tidak sadar akan panggilan dari seseorang yang sedang berjalan dibelakang.
“Tuan Edward?!”
__ADS_1