Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Mata tajam seorang wanita membuat suasana Suram.


__ADS_3

“Bukankah seharusnya kau sudah tau apa jawabanku?” Edward berkata dengan nada dinginnya


Wanita itu dengan sontak tidak terima dengan jawaban Edward. Bukankah ini yang ia inginkan, bukan jawaban dulu yang ingin dia dengar tetapi jawaban Edward yang sekarang. “Tidak! Aku tidak ingin dengar dari jawabanmu yang lalu. Aku ingin dengar yang sekarang! Bagaimana perasaanmu padaku?”


“Aku tidak mencintaimu”


Wanita itu terkejut, satu kalimat keluar dari mulut Edward dengan santainya merusak harapan dalam hatinya. “Sedikitpun?” wanita itu mencoba berkata untuk menaruh sedikit harapan.


“Sedikitpun tidak” Edward memalingkan wajahnya kesamping


Wanita itu mencoba meraih tangan Edward, hatinya kini terasa sangat sakit. Apa mencintai seorang Lelaki itu harus sesakit ini? Wanita itu hendak melangkah maju namun Edward lebih dulu melangkah mundur untuk tetap menjaga jarak antara mereka.


“Kenapa? Kenapa tidak? Apa alasan kau tidak bisa mencintaiku? Selama ini aku berusaha selalu ada untukmu, tetapi kau selalu menghiraukanku. Apa yang membuatmu seperti ini? Apa kau tidak merasa bersalah telah membuat hatiku hancur untuk setiap saat.”


Wanita itu berkata dengan rasa kecewa dihatinya. Benar-benar mustahil untuk menaklukkan hati lelaki dingin ini. Entah apa yang membuatnya tidak masa sekali mengerti dengan perasaan wanita. Sedangkan Edward disana terlihat tenang namun hatinya mulai terasa sakit.


Seperti ada yang menusuknya begitu dalam. Manik mata dingin Edward perlahan menatap wanita didepannya mulai menangis kecewa, penampilannya juga sedikit berantakan. Namun yang membuat Edward sedikit tertuju adalah postur tubuh wanita itu.


-Apa dia dulu merasakan hal yang sama seperti Melisa?-


Wanita didepannya ini adalah Melisa, putri tertua dari keluarga besar WU. Keluarga terpandang no3 dinegara K. Dia adalah seorang wanita cantik dan seksi di banyak kalangan lelaki kaya diluaran sana. Melisa juga adalah seorang penerus perusahaan WU yang kini sedang bekerja sama dengan perusahaannya.


Maka dari itu, pihak keluarga wu berniat untuk menjodohkan putri mereka dengan Edward. Beralasan agar kerjasama mereka bisa bertahan selamanya dan terus mengaja kekayaannya sampai 7 turunan. Edward dan Melisa adalah seorang partner bisnis yang kini menjadi tunangan kontrak dari pihak WU.

__ADS_1


Melisa yang mengetahui perjodohan itu sangat senang, karna ia sudah lama mencintai Edward selama mereka bertemu. Tetapi Edward selalu menanggapinya sebagai partner bisnis saja. Membuatnya sedikit memaksakan diri untuk membuat lelaki itu untuk bisa menumbuhkan perasaan cinta untuknya


Namun rasanya sulit sekali. Seperti ada sesuatu yang membuat dirinya tidak bisa membuat lelaki ini tertarik padanya. Walau mereka baru kenal selama 2 tahun tetapi rasa cinta Melisa seperti sudah dibutakan oleh lelaki itu. Membuatnya selalu ingin memiliki seutuhnya, tapi jika dilihat dari kenyataan, Melisa hanya bermimpi tinggi untuk mendapatkan seorang lelaki dingin seperti Edward


Hatinya bagaikan batu yang sulit dimengerti. Melisa disana menangis kecewa, mulai memegangi dadanya yang kini terasa sesak karna amarah yang sudah tidak bisa ia lepaskan lagi. Ia terlalu mencintai Edward hingga memarahi saja tidak bisa apalagi membenci lelaki ini.


-Benar-benar menyiksa diri sendiri-


“Aku tidak menyangka pada akhirnya aku yang akan seperti ini. Kukira aku bisa dengan mudah mendapatkan cintamu, tetapi rasanya sulit. Apa kau mencintai gadis tadi? Apa dia yang membuat kau tidak bisa membuka hati untukku?” Melisa bertanya dengan nada yang keras


Tidak peduli, penampilannya sekarang seperti apa. Yang kini ia mau adalah penjelasan dari Edward.


Edward menghela nafas, “Dia tidak ada hubungannya dengan ini”


“Lalu apa penjelasanmu? Kenapa kau tidak bisa mencintaiku? Bukankah kita sudah dekat selama 1 tahun ini? Kenapa kau tidak memiliki perasaan sedikitpun padaku?” Bantah Melisa


“Tidak peduli semenderita apa aku nanti, yang aku ingin adalah kau Ward. Kau lelaki yang aku cintai selama ini. Aku selalu bersikap tenang, tidak peduli kau mempedulikan aku atau tidak tetapi tolong..terima cintaku ini walau kau terpaksa!” teriak Melisa


Edward menggeleng, “Terimalah kenyataan ini! Walaupun pahit, tetapi kau harus tetap menjalaninya. Walau kita tidak bisa menjadi jodoh, kerjasama perusahaan keluarga wu dan keluarga Chen, tidak akan pernah aku rusakkan.”


Melisa terdiam, tubuhnya gemetar akibat menangis. Sedangkan Edward berbalik badan lalu berjalan pergi untuk beberapa langkah. Namun lelaki itu berhenti kembali, membuat Melisa menatap bingung Edward dari belakang, walaupun pandangannya kabur karna air mata tetapi Melisa yakin bahwa Edward tengah berdiri tidak jauh darinya.


Tubuh tegaknya menjauh, dengan aura dinginnya.

__ADS_1


“Dengan ini, masalah kita selesai. Maaf telah membuatmu membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna. Sekarang tenangkan dirimu dan pulanglah! Aku akan menyuruh orang untuk mengantarmu pulang, ini sudah malam. Keluargamu pasti khawatir”


Setelah menyelesaikan perkataannya, Edward kembali melangkah pergi meninggalkan aula utama. Perasaannya memang sudah tenang, tetapi bayangan masa lalu yang kelam kini terus berputar-putar dibenaknya.


Disisi lain Melisa disana masih terdiam dengan air mata yang terus menetes dipipinya merahnya. Benar-benar sulit dibayangkan, jika akhirnya seperti ini.


Perlahan, Melisa mengangkat kepalanya. Menatap kearah pintu keluar, dengan manik mata yang cantik namun terkadang beberapa rasa benci, dendam serta amarah yang tidak bisa ia keluarkan. Hatinya terus menyalahkan Natasya sebagai orang ketiga dihubungannya.


Berniat membunuh gadis itu, agar tidak ada lagi yang bisa mendapatkan Edward. Jika dia tidak maka orang lain tidak!.


“Kau pergi dengan perasaan peduli padaku, tapi hatimu untuk seseorang yang kini ada disampingmu.”


“Seberapa kerasnya aku berusaha, dia tetap menjadi pemenang karna dia selalu berada disisimu, sedangkan aku hanya berusaha selalu ada namun dihiraukan.”


Melisa pun menghapus bekas air matanya dipipi merahnya. Memperbaiki beberapa penampilan yang berantakan karena menangis. Setelah selesai, penampilan Melisa kembali sempurna, dan wajahnya terlihat datar dengan kata yang penuh dengan kebencian.


Kakinya dengan perlahan melangkah keluar dari aula utama menuju area parkiran. Meninggalkan restoran mewah itu dengan hatinya telah berubah, serta ambisi yang kuat untuk membuat suatu kejadian di kenyataan yang pahit ini.


Sopir yang berada disamping mobil terkejut saat melihat Melisa sedang berjalan keluar dari restoran seorang diri. Dengan rasa penasaran, ia pun bertanya “Maaf Putri, kenapa anda sendiri? Dimana tuan besar Chen?”


Melisa menggeleng, “Dia sibuk hari ini, jadi aku pulang duluan. Tidak ingin menganggunya, bisakah kau antar aku pulang. Ini sudah malam, pasti ayah dan ibuku akan mencariku”


Sopir itu mengangguk dan langsung mempersilahkan Melisa masuk kedalam mobil. Menjalankan mobil dengan kecepatan penuh di sunyinya malam. Melisa kini duduk dikursi penumpang belakang, memandang kearah luar dari balik jendela mobil.

__ADS_1


Matanya yang tajam dari seorang wanita penuh kebencian ini membuat suasana malam menjadi tegang.


“Kita lihat nanti, siapa yang akan menang dipermainkan ini.”


__ADS_2