
Perkataan ayah membuat ibu dan Liana terkejut secara bersamaan, mereka tidak menyangka ayahnya akan berkata seperti itu didepan mereka langsung dan itu membuat ibu merasa sakit hati lalu dengan sontak tangan ibu melayangkan tamparan keras kepada ayah
“Gila kamu mas, apa yang kau katakan? Kau benar-benar keterlaluan!!” Ibu berteriak dengan air mata yang mulai menetes dari matanya
Ayah yang merasa tamparan itu pun dengan cepat ia berkata “Brengsek kau!! Berani kau menamparku, dasar Wanita sialan?!!” Ayah mulai mengangkat tangannya untuk membalas tamparan ibu, tetapi Liana disana dengan sigap menangkap tangan ayah untuk tidak sedikitpun menyentuh ibunya
“Ayaahh..hentikan, cukup!!”
Ayah yang terkejut dengan reaksi Liana pun itu bukannya membuatnya sadar akan apa yang ia lakukan tetapi malah membuat ayahnya semakin marah dan dengan kasar mendorong tubuh Liana kebelakang kalau menarik tubuh ibunya untuk kedalam kamar.
“Ayah..lepaskan ibu, apa kau lakukan? Ibu tidak salah! Tolong lepaskan dia”
Liana disana masih terus menahan ayahnya untuk tidak membawa ibunya kedalam kamar, karna ia sudah tau apa yang akan dilakukannya nanti. “Ayah aku mohon, hentikan!” kata Liana yang memohon dengan air mata
Itu bukankah air mata palsu tetapi air mata yang sudah benar-benar kecewa dengan ayahnya, sudah tidak menyangka ayahnya akan memiliki kebiasaan menyakiti ibunya. “Menyingkirlah! Jika kau tidak ingin menambah masalah, dasar anak sialan!!” ayah lagi-lagi dengan kasar menendang Liana hingga mundur kebelakang
Lalu dengan cepat menarik ibu kedalam kamar lalu menguncinya dari dalam. Liana yang panik pun mencoba mendobrak pintu tersebut tetapi alhasil pintu itu sama sekali tidak terbuka dan hanya ada suara jeritan ibunya dari dalam.
Hatinya sangat sakit, ingin marah dan ingin menangis tetapi yang sekarang ia rasakan hanya kekecewaan yang mendalam. Di situasi yang genting, seketika Liana ingat dengan Natasya dan mencoba menghubunginya. Berharap gadis itu bisa membantunya menyelamatkan ibu dari ayahnya yang sudah melewati batas
Mengambil Telpon lalu menekan nomer yang tercantum nama “Nona Tasya” dan menunggu beberapa saat sampai nomer itu tersambung.
“Halo, ada apa Li?”
Suara tenang dari telpon mulai terdengar dan membuat sedikit harapan muncul dihati Liana. “N-nona, A-Apa K-Kau..” Liana panik hingga membuat kata-katanya menjadi kaku “Tenangkan dirimu dulu! Apa yang terjadi, kenapa kau seperti ini?” Natasya bertanya dengan nada yang terdengar serius
__ADS_1
Mendengar itu membuat Liana dengan perlahan mengatur nafasnya agar bisa membuat dirinya lebih tenang lalu berkata “I-Ibu..tolong nona” berharap tenang tetapi Liana malah menangis saat mendengar jeritan ibunya yang menjadi lebih keras dari dalam kamar
“Aku akan kesana sekarang”
Telpon pun terputus dan membuat Liana langsung memeluk erat hpnya tersebut, menangis dengan pasrah serta tangan yang terus memukul-mukul pintu kamar. “Ayah, hentikan! Jangan ibu yang kau pukul seperti itu. Lebih baik aku saja”
Tidak ada respon apapun dari ayah yang berada didalam membuat Liana dengan pasrah menunggu natasya untuk datang kemari. Semua harapan ia jatuhkan kepada atasannya ini karna sebelumnya Natasya juga pernah menolong ibunya saat ingin disakiti oleh ayahnya
Beberapa menit kemudian, suara mobil berhenti tepat di depan rumahnya lalu suara langkah kaki yang datang menghampiri Liana. Terlihat disana ada Natasya yang tengah berlari kearahnya dan diikuti oleh Edward dibelakangnya dengan wajah dinginnya.
Saat didekat Liana, gadis itu langsung memeluk Liana dan melihat kondisinya “Apa kau baik-baik? Apa kau terluka?” Natasya bertanya karna ia mencemaskan keadaan Liana. “Aku baik-baik saja, tolong ibu! dia ada didalam, nona” Liana menunjuk kearah kamar yang tertutup dengan wajah yang agak sedikit berantakan karna menangis tadi
Saat pintu terbuka, Natasya langsung masuk dan diikuti oleh Liana serta Edward dibelakangnya. Terlihat didalam sudah banyak darah yang tergores didinding dan itu tidak hanya satu tetapi banyak. Dan yang membuat semakin Natasya terkejut adalah melihat ayah Liana yang tengah mengangkat cambuk dengan tangannya
Ayah juga terkejut dengan kedatangan ke3 orang itu dan berkata dengan marah "Apa yang kalian lakukan?!! Memasuki kamar seseorang itu tidaklah sopan!!” Natasya yang masih dengan tenang menatap ayah Liana dengan tatapan jijiknya, berpikir bahwa seseorang yang mirip dengan ayahnya masih banyak diluar sana dan tidak ada yang mengetahui tindakan kasar mereka kepada istrinya.
“Bukankah sudah kubilang jangan pernah melakukan kekerasan terhadap wanita? Apa harga diri wanita Dimatamu itu?” Natasya bertanya dengan tangan yang sedikit mengepal
Ia tidak tau kenapa sekarang ia merasa sedikit amarahnya perlahan-lahan muncul dan membuat dirinya tidak merasa tenang seperti awalnya. “Wanita itu diciptakan hanya untuk melahirkan dan membantu suami saja. Mereka itu tidak berguna jika melakukan itu” ayah menjawab pertanyaan Natasya dengan nada yang sedikit tidak tau malu
Ia sudah tau salah tetapi masih dengan bangga menyombongkan itu semua. “Heran sekali, kenapa lelaki seperti mu masih hidup didunia ini. Apa kau belum tau rasanya menjadi seperti mereka sehingga kau terus-terusan melakukan hal seperti itu” Natasya berkata dengan nada dinginnya
Ayah Liana tertawa lepas “Aku merasakan seperti mereka, itu tidak akan mungkin. Derajat lelaki didunia ini sangatlah tinggi, kalian para wanita, bisa melakukan apa tanpa pria” mendengar hal itu, natasya tanpa sadar berlari kearah ayah Liana dan memojokkannya Ke dinding
__ADS_1
“Jangan kau pikir, kami wanita tidak bisa melakukan apapun tanpa kalian. Kami para wanita bisa melakukan semua hal tanpa membutuhkan kalian, para lelaki bajingan yang tidak tau batasannya. Kau ini memang sudah tidak pantas diberi kesempatan lagi!!” Natasya mengatakan itu dengan nada bencinya
Benci? Ya, Natasya sangat membenci lelaki yang suka memandang rendah wanita dan selalu mengangkat derajat lelaki hanya karna kekuatan saja. Ayah yang menerima pojokan itu pun mencoba menggerakkan tubuhnya tetapi tidak bisa, kekuatan natasya sangat kuat karna ayah Liana baru saja mencambuk ibu jadi itu menguras sedikit tenaganya
“Kau!! Menyingkirlah dariku!!” ayah berteriak dengan suara keras hingga membuat natasya yang didekatnya, merasa telinga nya hampir meledak. Natasya disana hanya terdiam dan perlahan kepalanya menoleh kearah ibu Liana yang tengah tergeletak dilantai dengan Liana yang sedang membantu menyadarkan ibunya
Sekilas dari penglihatan natasya, melihat bayangan ibunya yang terluka tetapi masih ada senyuman diwajahnya. Hal itu membuat natasya merasa hatinya terasa sakit jika melihat itu dan membuat dirinya tidak sadar akan kekuatannya yang mulai berkurang
Ayah yang merasa pojokan itu mulai kendur, membuatnya memiliki kesempatan untuk mendorong bahu Natasya dengan kasar. Sehingga dengan terpaksa gadis itu menerima dorongan ayah Liana yang keras dan membuatnya termundur kebelakang. Edward yang melihat itu juga tidak tinggal diam dan langsung menangkap Natasya untuk masuk kedalam kepelukan.
“Kau baik-baik saja?” Edward bertanya dengan nada yang lembut
Hati lelaki itu sedikit tidak rela saat melihat Natasya memegangi bahunya yang sehabis didorong keras oleh ayah Liana. “Tidak apa, terimakasih” Natasya berkata dengan akhiran yang merintih kesakitan
Ia merasa dorongan itu cukup kuat. Sementara ayah hanya berjalan keluar dari kamar tanpa adanya rasa tega terhadap istri dan anaknya.
“Ibu, bangun Bu. Bu...”
Liana yang tidak mempedulikan ayahnya hanya bisa menepuk-nepuk pelan pipi ibunya, berharap ia membuka matanya walaupun sedikit. Sedangkan Edward yang melihat kekerasan itu pun langsung mengambil hpnya dan berniat untuk menghubungi pihak kepolisian tetapi dengan cepat Natasya menghentikan itu
“Jangan lakukan itu!” cegah Natasya yang menatap Edward dengan kepala yang menggeleng. Edward disana hanya kebingungan menatap Natasya yang mencoba mencegahnya melakukan hal itu.
Ada apa dengan gadis ini? Kenapa dia terlihat tidak rela jika masalah ini diketahui oleh pihak kepolisian?
__ADS_1