Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Ibuku belum pulang..


__ADS_3

Rio kembali ketaman, terlihat Natasya sedang duduk sendiri ditempat yang sama seperti sebelumnya menunggu Rio. Rio menghampiri Natasya lalu duduk disampingnya tanpa berbicara sedikit pun.


Kreekk!


Suara kursi bergeser karna Rio menghempas tubuhnya kesana. Natasya yang sedang main hp pun terkejut dengan kedatangan Rio tanpa suara.


“ Astaga, apa yang kau lakukan? “ Tanya natasya sambil menoleh kearah Rio


“ Huh...tidak ada “ jawab Rio dengan menghela nafas


Natasya yang melihat Rio cepat sekali berbicara dengan citra pun merasa bingung.


“ sudah selesai? “ tanya Natasya lagi


“ sudah! “


“ Ouhh, tumben banget citra ingin bicara sama kamu. Biasanya kan dia jarang bicara dengan siapapun kecuali dari clubnya sendiri. “ kata natasya sambil menaruh hp didalam tasnya


“ hahaha...Cuma bicara hal yang gak penting, itu juga sangat membuang-buang waktu “ ujar Rio sambil menaikan bahunya


“ Lalu menurutmu apa yang lebih penting? “ tanya natasya


“ Hm...Yang lebih penting? Bagi gua yang lebih penting itu lu “ jawab Rio sambil tersenyum licik


Natasya yang mendengar itu, entah kenapa rasanya aneh sekali


“ Ah masa? “ Ledek Natasya yang tidak percaya


“ iyalah, kenapa? Kau tidak percaya? “ kata Rio sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Natasya


Natasya yang merasa kedekatan ini membuat jantungnya berdetak kencang hingga ia mendorong pelan dada Rio dengan kedua tangannya. Rio yang mendapatkan dorongan itu hanya menjauh dan duduk kembali pada posisi sebelumnya. Natasya disana memalingkan wajahnya untuk mengatur nafasnya yang memburu karna ulah Rio.


“ Rio bodoh “ kata Natasya sambil memalingkan wajahnya


“ hahaha...lu kenapa si? Padahal kita sering banget kayak gitu, tapi kenapa lu masih malu? “ goda Rio


“ RIO!!! Berhenti berbicara yang aneh-aneh! “ kata Natasya yang kesal


Rio masih saja tertawa melihat Natasya yang sebegitu malunya saat wajah mereka bertemu dijarak dekat. Ya, memang dari dulu sifat natasya memang sangat pemalu. Awal mereka bertemu pun saat Natasya sedang duduk sendiri dibawah pohon sedangkan teman-teman yang lainnya bermain di lapangan.


Sibuk bercanda mereka berdua tidak menyadari kalau mereka sedang diawasi seseorang dibalik pohon.


*


*


*


Pulang sekolah, natasya dan Rio pulang dengan taksi online yang dipesan oleh Rio. Natasya duduk di kursi penumpang belakang sedangan Rio duduk dikursi penumpang yang disamping supir. Natasya sedang melihat pemandangan kota di jendela mobil, natasya sengaja membuka jendela itu karna ingin angin diudara masuk kedalam mobil.


Mobil pun berhenti sejenak karna lampu lalu lintas menunjukan warna merah, Natasya yang masih asik pun seketika tertegun dengan apa yang ia lihat. Natasya melihat seseorang yang ia kenal sedang berjalan bergandengan tangan bersama wanita cantik. Tidak lain orang itu adalah ayahnya sendiri, natasya yang melihat itu langsung terdiam. Banyak pertanyaan muncul dibenaknya, hingga dia memutuskan saat pulang akan bertanya pada ibunya atau bisa bertanya langsung pada ayahnya walaupun prosesnya bertengkar dulu.


Sesampainya dirumah, natasya langsung mencari ibunya dirumah namun ia tidak menemukannya. Apa ibunya masih belum pulang? Apa ibu sedang sibuk? Natasya pasrah hanya bisa kembali ke kamar diatas lalu mengirim pesan ke Rio di hpnya.


__________________________________________________


...CHAT NATASYA DENGAN RIO BODOH.


...


^^^Natasya.


^^^


^^^: Yo, sudah sampai?


^^^


Rio bodoh.


: Sudah, kenapa sya?


^^^Natasya.


^^^


^^^: Gakpapa


^^^


Rio bodoh.


: Lah, gimana si? Lu kenapa?


^^^Natasya.


^^^


^^^: Gak, gua gakpapa tadi iseng aja nanya...hehe


^^^


Rio bodoh.


: Lu jangan bohong, lu kenapa si?


: Ibu lu udah pulang kan?


^^^Natasya.


^^^


^^^: gkpapa Rio


^^^


^^^: Ibu, belum pulang.^^^

__ADS_1


Rio bodoh.


: Lah kok belum?


^^^Natasya.


^^^


^^^: Ya mungkin kerjaannya lagi numpuk jadi gak bisa pulang dulu.


^^^


Rio bodoh.


: Iya juga si...lu mau nginep dulu dirumah gua? Atau gua temenin lu dirumah lu?


^^^Natasya.


^^^


^^^: Gak usah Yo, makasih.


^^^


^^^: Gua sendiri aja.


^^^


Rio bodoh.


: Tapikan ibu lu bilang ke gua, supaya jagain lu.


^^^Nataysa.


^^^


^^^: Iya, tapi aku gakpapa. Lagian dirumah Cuma ada aku doank


^^^


Rio bodoh.


: Cuma lu doank? Emang ayah lu kemana lagi?


^^^Natasya.


^^^


^^^: Mana aku tau, lagian kalau ayah gak pulang juga bagus buat aku


^^^


Rio bodoh.


: Heh!! Lu gak boleh gitu, sejahat-jahatnya orang tua lu. Mereka msih orang tua lu, orang yang udah ngasuh lu dari kecil.


^^^Nataysa.


^^^


Rio bodoh.


: Tapi gak gitu juga, ingat! Walau ayah lu memang gak peduli sama lu tapi dia dari dulu yang membiayai kehidupan Lu dan ibu lu selama ini.


^^^Natasya.


^^^


^^^: Iya aku tau


^^^


Rio bodoh.


: Udah! Lu gak usah mikirin apa-apa dulu, besok pulang sekolah mau gua temenin lu gak?


^^^Nataysa.


^^^


^^^: Temenin kemana?


^^^


Rio bodoh.


: Kekantor ibu lu lah, masa ke kebun binatang_-


^^^Nataysa.


^^^


^^^: Hah? Ngapain?


^^^


Rio bodoh.


: Aduh Tasya, otak lu kenapa lemot banget si?


^^^Natasya.


^^^


^^^: Tinggal kasih tau! Gak usah ngatain😒


^^^

__ADS_1


Rio bodoh.


: Gimana ya jelasinnya, pokoknya lu nanti ikut aja. Sekalian kasih tau kantornya yang mana


: Lu tau kan kantor nya dimana?


^^^Nataysa.


^^^


^^^: Tau kok^^^


^^^


^^^


Rio bodoh.


: Bagus deh kalau tau. Yaudah gua udah dulu ya, mo eskul dulu.


^^^Nataysa.


^^^


^^^: Iya


^^^


_________________________________________________


Nataysa memandang hpnya sejenak lalu menaruhnya di meja belajarnya. Ia menghempaskan tubuhnya, merasakan empuknya kasur miliknya. Perlahan matanya mengantuk dan menutup matanya sambil bergumam sesuatu.


“ ibu aku kangen...”


×××


Keesokan harinya, seperti biasanya Natasya dan Rio sedang duduk di balkon atap sekolah berdua. Membicarakan tentang ibunya nataysa.


“ Udah 2 hari ini ibu lu gak pulang? “ tanya Rio


“ Iya “


“ lalu ayah lu sendiri gimana? “ tanya Rio lagi


Jujur saja Natasya paling malas membahas ayahnya disaat moodnya sedang tidak enak, tapi dia juga tidak ingin menyinggung Rio.


“ gak tau, tadi malam dia juga gak pulang. “ kata nataysa dengan nada tak acuh


“ masa iya? “ tanya Rio yang tidak percaya


“ hmm...tapi soal kita bakal ke kantor ibu ku nanti sepulang sekolah, kamu yakin? ‘” kata natasya


“ Iyalah yakin, sejak kapan gua gak pernah yakin? “ respon Rio yang sangat yakin


Benar juga, Rio memang orangnya suka bercanda tapi kalau lagi serius maka tidak akan pernah melakukan sesuatu yang salah...


“ iyaa si, tapi...


Belum menyelesaikan perkataannya, Rio sudah memotong pembicaraan nataysa yang menurutnya bakal protes akan pilihannya.


“ Hush...udah lu jangan banyak protes sekarang yang lu pikirin adalah kelulusan kita nanti “ kata Rio


“ Oh iya benar, sebentar lagi pengumuman kelulusan ya. Aduuhh aku sampai lupa soal itu “ jawab nataysa sambil menepuk keningnya dengan pelan


“ masih muda udah pikun aja lu! “ sindir Rio


Natasya yang merasa terhina pun langsung melirik kearah Rio dengan tatapan tajam hingga Rio merasa bergidik ngeri.


“ Wei..slow bang, becanda “ kata Rio sambil mengulurkan tangannya berbentuk V


“ hmm “


Natasya yang mengingat kelulusan pun langsung berpikir tentang kemana ia akan lanjut sekolah, Natasya pun mencoba bertanya pada Rio


“ Yo, saat lulus nanti kau ingin lanjut kemana? “ tanya nataysa


“ SMA ******, kalau lu sendiri kemana? “ kata Rio yang bertanya balik pada Natasya


“ hmm....belum tau deh, aku juga bingung. “ kata nataysa


“ jangan bingung, pikirin dengan serius. Tentukan kamu ingin kemana, jangan sampai salah jalan. “ kata Rio sambil mengelus kepala Natasya


“ aku tahu, aku tahu...ish, berhenti mengelus kepalaku! Kau pikir aku ini anak kecil apa? “ kata Natasya yang kesal.


“ hahaha... “


Rio hanya tertawa tanpa menjauhkan tangannya dari kepala nataysa hingga membuat gadis pendek itu geram kesal.


*


*


*


Pulang sekolah Natasya dan Rio langsung pergi ke kantor ibunya dengan mobil jemputan Rio, perasaan tidak enak terus menghantui nataysa selama diperjalanan. Sampai di kantor Natasya langsung keluar berlari masuk ke dalam dengan diikuti Rio dibelakangnya.


Saat ingin masuk, mereka ditahan oleh satpam penjaga pintu.


“ Selamat siang dek, maaf ada yang bisa saya bantu? “ kata satpam itu sambil menghentikan nataysa.


“ selamat siang juga pak. Maaf Boleh izinkan saya masuk? Saya ingin bertemu dengan ibu saya yang sedang bekerja disini “ jawab Natasya yang sopan


“ Kalau boleh saya tau, siapa nama ibu adek? Nanti saya bisa bantu panggilkan “ kata satpam lagi


“ Nama ibu say~


Natasya yang belum menyelesaikan perkataannya sudah dipotong oleh suara dari belakang mereka, suara yang cukup dikenal oleh nataysa.

__ADS_1


__ADS_2