Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Siapa dia? dia bukan Rio yang ku kenal..


__ADS_3

“ kemarin gua bilang ke Tante Kinan, minta izin buat lu tinggal bareng dia selama ibu lu belum pulang. Dan kasus ibu lu juga, gua sama Tante Kinan udah laporin ke polisi dan sekarang mungkin lagi di proses jadi lu tunggu aja. Jangan mikirin apa-apa dulu “ kata Rio panjang lebar


“ gak usah lah Yo, aku gakpapa kalau tinggal di rumah. Lagian juga aku gak enak sama Tante Kinan “ jawab Natasya yang menolak


“ Gkpapa gimana? Lihat lu yang sekarang! Dari kemarin terluka gara-gara ayah lu Mulu. “ Kata Rio yang tidak menerima penolakan Natasya


“ Tapi yo..”


“ gk ada tapi-tapian, pokoknya lu besok gua anterin ke rumah Tante Kinan. “ kata Rio lagi yang memotong pembicaraan Natasya


Rio saat ini tidak ingin dibantah pun Natasya hanya bisa menyetujui nya walau ada rasa sedikit terpaksa. Karna Natasya takut kalau ibunya nanti pulang dan natasya tidak dirumah takutnya ayah akan memukuli ibu lagi. Tapi untuk sekarang natasya mencoba mengikuti perkataan Rio.


“ baiklah kalau begitu “ kata Natasya yang pasrah


Rio yang mendengar suara natasya dalam hatinya merasa tidak enak, sebenarnya Rio tidak ingin memaksa Natasya tapi karna kondisinya seperti ini dan juga ayah Natasya sudah berani main fisik dengan natasya, Rio terpaksa mengambil keputusan tanpa menerimanya pendapat Natasya.


Rio Cuma khawatir jika Natasya tetap tinggal disana, maka dia akan terus tersiksa dengan ayahnya sendiri. Rio melakukan itu demi kebaikan Natasya, lelaki itu tidak mau sahabat dekat memiliki trauma karna sering dipukuli oleh ayahnya saat kecil.


“ Yo? “ panggil natasya yang melihat Rio sedang melamun


“ ah...ya kenapa? “ tanya Rio yang tersadar


“ kamu kenapa? Kok melamun? Ada masalah lain kah? “ tanya natasya yang mengkhawatirkan Rio


Jelas mengkhawatirkan, Rio ini memang sejak kecil sudah menjadi sahabat Natasya tapi gadis itu sendiri dari kecil hingga remaja masih belum mengerti dengan apapun tentang Rio. Bagi Natasya, Rio itu seperti sahabat yang misterius walau sudah kenal sejak kecil.


“ gkpapa kok, Cuma tadi lagi mikirin tentang masalah lanjut sekolah doank kok “ elak Rio yang berbohong


“ ouh iya kah? Jadi kau ingin kemana? “ tanya Natasya


“ Eum...gua kalau itu masih belum tau, makanya gua lagi mikirin “ jawab Rio yang gugup


“ oh yasudah nanti kalau sudah ketemu kasih tau aku ya “ kata Natasya sambil tersenyum


“ I-Iya sya, pasti gua kasih tau kok “


Kedua nya sedang asik membicarakan kelulusan tiba-tiba ada seseorang masuk ke dalam kamar nginap Natasya dengan senyuman tulus, ya itu Tante Kinan. Rio meminta Tante Kinan untuk datang ke RS, menemani Natasya sekaligus menjemput nya. Tante Kinan yang melihat kondisi Natasya pun langsung berlari ke tepi ranjang dan memegang wajah Natasya dengan tatapan khawatir Sementara rio berpindah ke tempat duduk sofa.


“ Astaga sayang, kamu sudah sadar? Bagaimana keadaan mu? Tante khawatir tau gak saat Rio kasih tau Tante kalau kamu pingsan di rumah dalam posisi terluka, kamu ini kenapa sayang? Apa ini semua ulah ayah mu? “ tanya bertubi-tubi Tante Kinan

__ADS_1


Natasya yang melihat Tante Kinan penuh kekhawatiran terhadap nya pun sedikit terharu, karna disaat ini Natasya benar-benar merasa bagaikan hidup di dunia tanpa siapapun hanya ada ia seorang diri.


“ Makasih Tante, Natasya gakpapa kok. “ kata Natasya sambil menjauhkan tangan Tante Kinan dari wajahnya.


“ kamu yakin sayang? “ tanya Tante Kinan yang memastikan


“ Iya Tante. “ jawab natasya sambil tersenyum ringan


“ Yaudah sayang nanti kamu tinggal sama Tante aja ya “ tawar Tante Kinan yang tulus


“ Eum..iya Tante. Tapi maaf Tante kalau nanti Natasya bakal ngerepotin Tante “ kata Natasya


“ Gak akan kok, lagian Tante malah seneng kalau Natasya bisa nginap di rumah Tante karna Tante juga sendirian dirumah jadi kalau ada kamu kan Tante gak kesepian lagi “ jawab Tante Kinan


Rio yang sedari tadi diam tiba-tiba membuka suara yang membuat Tante Kinan menatap Rio dengan tatapan tajam.


“ makanya kawin Tan “ kata Rio dengan santai


“ kawan-kawin, kau pikir kawin itu semudah membalikan telapak tangan? “ tanya Tante Kinan yang kesal pada Rio


“ Jadi menurut Tante kawin itu ribet dan Tante memilih untuk sendiri? “ kata Rio dengan nada ejekan


“ iya iya...dah lah, sya gua mau balik dulu ya ada urusan. Lu kalau butuh apa apa langsung ngomong sama Tante Kinan aja, dan mungkin beberapa hari gua gak jenguk lu dulu ya. Tapi kalau urusan gua udah selesai pasti gua langsung nemuin lu di rumah Tante Kinan kok “ kata Rio sambil berjalan ke arah pintu


“ Urusan apa? Kamu ada masalah? “ tanya Natasya dengan suara lemahnya


Rio terhenti di depan pintu masuk dan berbalik menoleh Natasya yang sedang duduk di ranjangnya, dengan berat hati Rio tersenyum kaku untuk menahan sesuatu didalam dirinya keluar.


“ Cuma masalah kecil dan gua bisa ngatasin itu sendiri. Lu gak usah khawatir “ kata Rio sambil tersenyum kaku


“ Sungguh? Hanya masalah kecil? “ tanya Natasya lagi


“ Iya hanya masalah kecil, gua cabut dulu ya sya. “ jawab Rio sambil berbalik dan kembali berjalan ke luar


Tante Kinan yang sedari tadi diam pun langsung berlari kearah Rio, lelaki itu udah diluar ruangan Natasya dan Tante Kinan berlari lalu menghentikan Rio dalam satu tarikan hingga membuat lelaki itu menoleh.


“ Tante? “


“ Rio tunggu dulu sebentar! Tante ingin bicara sama kamu “ kata Tante Kinan dengan nada yang terdengar serius

__ADS_1


“ Tante ingin bicara apa? “ tanya Rio dengan datar


“ maaf kalau Tante terlalu mengurus urusan pribadi kamu tap-


Belum menyelesaikan perkataannya Rio sudah memotong pembicaraan Tante Kinan, karna Rio tau kalau Tante Kinan memiliki perasaan kuat yang tidak bisa dibohongi


“ itu tau, tapi kenapa Tante masih terus melanjutkan? “ tanya Rio dengan suara dingin


Tante Kinan yang mendengar itu pun langsung terkejut, Tante Kinan merasa bahwa yang di depannya ini bukan Rio yang ia kenal. Siapa dia? Ada apa dengannya? Dimana Rio yang ia kenal dulu? Tante Kinan hanya terdiam sambil menatap Rio sedang berjalan meninggalkannya. Tante Kinan yang tidak mendapatkan jawaban bahkan belum menanyai lelaki itu sudah tau, jadi Tante Kinan kembali ke kamar nginap Natasya dengan ekspresi wajah yang tersenyum kaku.


“ Tante, Tante kenapa tadi ninggalin aku? Tante Kinan ada masalah kah? “ tanya Natasya yang khawatir dengan Tante Kinan


“ tidak apa apa sayang, Tante hanya kebelet tadi jadi buru-buru ke toilet. Hehehe maaf ya tiba-tiba ninggalin kamu “ jawab Tante Kinan sambil mengelus kepala gadis itu


Natasya merasa hari ini ada yang salah dari Rio dan juga Tante Kinan, Meraka seperti sedang menyembunyikan sesuatu tapi yang Natasya lebih pikirkan adalah Rio. Apa maksud dari beberapa hari tidak bisa menjenguk nya? Emangnya dia ingin kemana? Apa masalahnya berat? Kenapa Rio tidak pernah cerita kalau ada masalah walau itu kecil ataupun besar.


Tante Kinan yang merasa Natasya sedang memikirkan sesuatu pun langsung membuka suara nya untuk mengembalikan kesadaran Natasya.


“ sayang kamu kenapa? “ tanya Tante Kinan sambil duduk di kursi sambil ranjang


“ ah.. gakpapa kok Tante “ jawab Natasya yang kikuk


“ kamu mikirin apa si sayang? Kamu lupa ya kalau Rio pesan kamu jangan banyak pikiran “ kata Tante Kinan sambil membawa nama Rio


“ eum..aku lagi mikirin Rio Tante “ jawab natasya yang jujur


“ hah? Mikirin? Kenapa kamu mikirin Rio sayang? “ tanya Tante Kinan yang sabar


“ Hari ini Rio agak sedikit berbeda, Tante tau gak Rio kenapa? Natasya takut kalau Rio ada masalah yang gak bisa dia atasi sendiri “ jawab Natasya sambil memegang tangan Tante Kinan


“ entah kenapa Natasya juga ngerasa kalau Rio bakal ninggalin Natasya sama kayak ibu, Tante. Natasya takut! Natasya gak mau ditinggal untuk kedua kalinya lagi “ kata natasya lagi dengan suara pelan


Tante Kinan yang merasa tubuh nya di pegang oleh tangan dingin milik nataysa pun langsung berlari dari duduknya dan beralih ke tepi ranjang, ia memeluk gadis itu seakan akan memberikannya sedikit kekuatan untuk menghadapi masalah ini.


“ Sayang, Tante yakin Rio gak bakal ninggalin kamu. Dia kan tadi udah bilang ke kamu kalau dia lagi ada masalah jadi dia harus menyelesaikan masalahnya dulu baru bisa ketemu kamu. Kamu pasti heran kenapa dia tidak cerita kan? “ Kata Tante Kinan sambil mengelus kepala gadis yang ada dalam pelukannya.


Natays hanya mengangguk sebagai jawaban


“ kalau dia gak cerita mungkin memang masalah nya tidak terlalu besar sayang, dia juga gak mau bikin kamu khawatir tentang masalah dia. Dia paham kamu sekarang lagi banyak masalah jadi dia lebih memilih untuk tidak cerita ke kamu dan menjalankan masalahnya sendiri. “ jelas Tante Kinan

__ADS_1


__ADS_2