
Natasya yang baru saja sampai di depan ruangan Edward langsung membuka pintu tersebut dan melihat jika didalam sini sudah tidak ditemukan lagi keberadaan angel. Dimana wanita itu? Apa mereka sudah selesai bicara? Natasya yang terlihat seperti sedang mencari sesuatu, membuat Edward yang tengah berada di meja kerjanya, melirikkan matanya kearah gadis itu.
“Dia sudah pergi, kau tidak perlu mencarinya” kata Edward dengan nada dinginnya.
Natasya yang mendengar perkataan lelaki tersebut pun langsung dengan sontak menolehkan kepalanya kearah Edward. Raut wajah Natasya terlihat datar, namun hatinya merasa kebingungan. “Aku tidak mencarinya” elak Natasya sembari memalingkan wajahnya serta berjalan menuju sofa. Edward yang mendengar elakan tersebut, hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Sedangkan Natasya yang melihat lelaki itu tersenyum tanpa sebab, membuat dirinya menatap Edward dengan tatapan yang aneh. “Dasar aneh!” kata Natasya dengan suara pelan.
...----
...
Tak lama setelah jam kerja selesai, Natasya yang tengah menyelesaikan pengisian data tidak menyadari bahwa Edward yang tadinya berada di meja kerjanya, kini tengah duduk disebelahnya. Mungkin karna fokus pada layar laptopnya, Natasya juga tidak merasakan seseorang tengah duduk di sofa yang sama.
“Kata yang seperti itu, tidak perlu kau jelaskan semuanya disana. Cukup intinya saja?” kata Edward sembari menunjuk kearah layar Natasya. “Tidak perlu bagaimana? Bukankah ini juga penting untuk dijelaskan?” tanya Natasya tanpa menoleh ataupun melirikkan matanya pada Edward. “Memang kata itu penting, tapi kata itu akan dijelaskan saat meeting saja. Jadi kau tidak perlu menjelaskannya juga disini” jelas Edward yang menjauhkan tangannya dari layar laptop.
“Baiklah” angguk Natasya sambil mengikuti perkataan Edward tadi.
__ADS_1
Edward yang melihat Natasya dengan mudah mendengar perkataannya, membuat lelaki itu tersenyum kecil sambil melirikkan matanya pada Natasya. “Berapa banyak lagi yang belum kau selesaikan?” tanya Edward. “Hn... kira-kira sekitar 5 data lagi. Karna untuk ke 5 ini ada kesalahan dalam teksnya, jadi aku menyuruh salah satu karyawan untuk memperbaikinya lagi” jawab Natasya sambil menolehkan kepalanya kesamping.
“Apa kau membutuhkan data itu sekarang?” tanya Natasya yang melihat Edward tengah menatapnya dalam diam. “Sebenarnya, aku memang membutuhkannya. Tapi tidak untuk sekarang. Jadi kau bisa menyelesaikannya dengan santai, tidak perlu terburu-buru.” Jawab Edward yang diakhiri dengan senyuman.
Natasya yang terus melihat senyuman terukir diwajah Edward, membuat dirinya sedikit terheran dengan apa yang membuat lelaki ini tersenyum. “Kenapa kau terlihat santai? Apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya Natasya yang mengingat bahwa Edward hari ini tidak begitu terlihat sibuk. Sementara Edward yang mendengar pertanyaan itu membuat dirinya tersenyum lagi, “Semuanya sudah selesai, dan bahkan besok jadwalku kosong”
Natasya terpaku, dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa tugas dari seorang CEO akan semudah itu. Tetapi jika dipikir-pikir dari kenyataan, pekerjaan CEO juga sedikit rumit dalam dunia perbisnisan. Karna di dunia itulah semua orang bekerja menggunakan otak pintar atau otak cerdik.
Natasya yang masih fokus dengan pekerjaannya, membuat Edward yang tengah duduk disampingnya gadis itu merasa bosan. Hingga akhirnya, menyadarkan tubuhnya pada Sandaran sofa sambil memperhatikan cara kerja Natasya. Dari mulai mata yang tertuju pada layar laptopnya, serta jari tangan yang lentik kini tengah menekan beberapa tombol di keyboard laptop dengan cepat.
Edward sendiri juga tidak memiliki niatan untuk menganggu Natasya, membiarkan gadis ini bekerja sendiri dan akan siap membantu jika Natasya membutuhkannya.
Edward yang tidak merasa keberatan pun hanya terdiam dan membiarkan kepala Natasya bersandar pada bahunya. Edward disana juga sedikit menurunkan posisi duduknya, agar Natasya bisa bersandar dengan posisi yang nyaman. “Lihatlah dirimu ini, yang sudah begitu lelah tetapi masih memaksakan diri. Apa menurutmu, pekerjaan itu lebih penting daripada kesehatanmu?” Kata Edward dengan suara seraknya sambil merapihkan rambut Natasya yang kini menghalangi wajahnya.
Natasya yang merasakan sentuhan itu, sempat menggelengkan kepalanya karna sentuhan itu cukup mengganggunya. Namun saat pergerakan itu, mata Natasya masih tetap tertutup tetapi kerutan diwajahnya yang memperlihatkan bahwa dirinya memang tidak nyaman. Edward yang melihat kerutan tersebut pun perlahan menurunkan kepala Natasya dari bahu menuju atas kedua pahanya.
Awalnya sempat terlihat kaget dengan perpindahan itu, tetapi Edward disana terus menenangkan tubuh Natasya agar gadis itu kembali tertidur.
__ADS_1
Edward yang melihat Natasya dengan tenang tertidur diatas pahanya, membuat lelaki ini tersenyum sembari mengelus kepala gadis itu dengan salah satu tangannya. Bahkan memberikan sebuah kelembutan disetiap elusan itu. “Tidurlah dengan nyenyak! Aku akan bangunkanmu saat makan siang nanti”
...--//--
...
Beberapa menit kemudian, suara pintu terbuka dengan kencang hingga Membuat Edward terkejut, serta dengan cepat mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang tengah datang keruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Namun saat melihat 2 orang lelaki tengah memasuki ruangannya membuat Edward yang tadinya ingin marah, menjadi tertahan.
Ke2 lelaki Tersebut juga dibuat kaget saat melihat posisi Natasya yang tengah tertidur diatas pangkuan Edward. Sedangkan Edward yang merasa suara berisik yang dibuat oleh ke2 lelaki ini mengganggu tidur Natasya, dengan cepat meletakan jari telunjuknya didepan mulut. Memberi tanda pada ke2 lelaki itu, agar menjaga suaranya.
Ke2 lelaki yang mengerti maksud dari Edward pun hanya mengacungkan jempolnya lalu berjalan menuju sofa yang kosong, lalu dengan perlahan duduk disana tanpa membuat suara sedikitpun. Edward yang melihat kedatangan ke2 lelaki itu, membuatnya menatap mereka dengan tatapan dinginnya. “Ada urusan apa kalian kesini?” tanya Edward dengan nada yang terdengar tidak suka.
“Tidak ada, hanya ingin bertemu denganmu saja. Lagipula apa salahnya jika aku datang kemari?” tanya salah satu lelaki itu sembari melirikkan matanya kearah gadis yang tengah tertidur diatas pangkuan Edward. “Apa kau merasa terganggu dengan itu”
“Tidak!” jawab singkat Edward yang menatap lelaki itu dengan tatapan tajam.
Lelaki yang menyadari tatapan peringatan itu pun langsung menarik kembali pandangannya kearah lain. Merasa bahwa Edward kini sedang berada di fase yang berbeda. Karena jarang sekali, ia melihat Edward yang dikenal sebagai lelaki yang tidak suka disentuh oleh wanita, kini dengan santai dan rela menempatkan kepala seorang gadis yang tengah tertidur diatas pangkuannya.
__ADS_1
Bahkan saat dirinya menatap gadis itu, Edward tampak merasa tidak suka. Entah karna apa, tapi dirinya sendiri juga menatap gadis itu karna penasaran. Memangnya gadis mana yang bisa membuat lelaki tak berperasaan ini berubah menjadi lelaki yang perhatian serta cemburu saat mata lelaki yang tengah menatap kearahnya.