
Ketiga orang itu pergi dari ruangan VIP sedangkan natasya dan Edward masih terdiam ditempat itu, Natasya memeriksa hpnya untuk memesan taksi online karna ia tidak ingin pulang bareng sekalipun bersama atasannya ini. Mencoba mencari namun tak kunjung ada, natasya sampai pusing mencari taksi online di tengah malam begini. Edward yang melihat Natasya kebingungan pun membuka hpnya beberapa saat lalu menyimpannya kembali kedalam saku celana.
“ Sebentar lagi Arya akan datang jadi tunggulah sebentar “ kata Edward dengan nada dingin
“ Arya? Untuk apa? “ tanya natasya sambil menoleh kearah Edward
“ mengantarmu pulang “ jawab Edward sambil memutar bola matanya
“ tidak perlu, aku akan pulang naik taksi saja “ kata natasya
“ Tidak usah membantah, malam ini kau pulang bersama Arya. “ ujar Edward yang tegas
Natasya pun hanya terdiam dan mengangguk paham, karna jika ia terus menolak dan pulang naik taksi online maka tidak akan tau jadinya jika ada orang yang berniat jahat. Selang beberapa menit, Arya pun datang ke ruangan VIP Edward, lelaki yang baru datang itu terlihat seperti bangun dari tidurnya.
“ Tuan muda, ada apa kau memanggilku kesini? “ Tanya Arya
“ antar dia pulang “
“ Baik tuan, tapi bagaimana dengan anda? “ tanya Arya lagi
“ Aku sudah meminta orang untuk menjemput kesini, jadi kau antar saja dia pulang. “ jawab Edward yang menatap dingin Arya
“ Apa saya perlu menunggu sampai orang itu datang menjemput anda? “ tawar Arya
“ tidak perlu, antarkan saja dia dan setelah itu kau boleh pulang. “ kata Edward yang terlalu malas menjawab
“ baik tuan, saya izin antar nona Tasya dulu. Mari nona saya antar “ kata Arya sembari berjalan keluar ruangan
“ saya permisi tuan “ pamit Natasya pada Edward
Edward hanya mengangguk dan menatap keduanya keluar dari ruangannya hingga pintu tertutup. Natasya dan Arya menaiki mobil yang biasa dipakai oleh Edward, suasana hening karna keduanya terdiam sedari tadi, karna takut mengantuk dan membahayakan keduanya Arya pun membuka pembicaraan untuk menghilangkan rasa ngantuknya.
“ Bagaimana nona dengan kerjaan anda yang sekarang? “ tanya Arya
“ lumayan “
“ lumayan? Bukankah seharusnya bagus ya, menjadi asisten tuan muda Chen itu adalah impian yang sulit di gapai lho nona “ kata Arya yang terheran dengan jawaban natasya
__ADS_1
“ maksud mu? “ Tanya Natasya sambil melirik ke arah Arya
“ Begini nona, tuan muda Chen itu adalah orang yang terpandang sekaligus yang terkaya di negara ini. Menurut saya sikapnya tuan muda memang sedikit arogan dan dingin tapi kalau bisa dekat dengannya pasti bisa melihat sisi baik dan hangatnya “ jawab Arya
“ tak sangka dia memiliki sisi baik juga “ cibir Natasya
“ Hahaha...nona, sepertinya anda sangat tidak menyukai tuan muda. “ kekeh Arya
“ Seperti yang kau lihat “ jawab singkat natasya
“ Ya wajar si nona, anda dan tuan muda kan baru kenal beberapa hari yang lalu jadi wajar jika anda menganggapnya seperti itu. Sama seperti nona Tasya yang dianggap oleh orang asing “ kata Arya
“ hm “
“ hahaha...nona Ini orang pertama yang tidak terpengaruh oleh ketampanan dan kepintarannya tuan muda lho “ ledek Arya sambil tertawa kecil
“ tampan darimana? Menurutku si tidak “ sindir Natasya
“ Itu tampan lho nona, tuan muda saja sampai terkenal dikalangan wanita walaupun sekarang ini dia masih jomblo si “ kata Arya sambil tersenyum
“ ouh...ku kira ia sudah memiliki pacar ataupun tunangan “ jawab Natasya
“ cantik dan anggun itu kan sudah bagus, kenapa tidak diterima? “ tanya Natasya yang terheran dengan atasannya
“ hahaha...ya memang benar nona, itu sudah jadi spek yang bagus tapi saya juga tidak mengerti tentang tipenya tuan muda “ kata Arya
“ kau sudah berapa lama kerja dengannya? “ tanya Natasya
“ Yah... sekitar 8 Tahunan “ jawab Arya
Natasya yang mendengar itu langsung tertegun, 8 tahun itu bukan jangka waktu yang sebentar. Biasanya orang kalau sudah 2-3 tahun bekerja menjadi asisten maka itu akan diganti dengan orang baru tapi dilihat Arya sudah bekerja dengan Edward selama 8 tahun berpikir bahwa keduanya memang cocok dalam atasan dan bawahan.
“ lama sekali “ gumam Natasya
“ hehe...iya nona, awal saya kerja itu saat tuan muda berumur 15 tahun. “ jelas Arya
“ 15 tahun? “
__ADS_1
“ Ya nona, awalnya saya hanya dijadikan teman oleh Edward tapi saya tidak menganggapnya sebagai teman karna saya sadar akan posisi saya disana. Jadi saya terus menganggap kalau dari 15 tahun hingga 22 tahun tuan muda, saya dan tuan adalah asisten dan bos “ kata Arya
“ Kau terlalu merendah “
“ Hahaha...tidak apa-apa nona, karna dengan begitu saya tidak akan berandai-andai dengan hal yang tidak mungkin saya bisa gapai “ kata Arya
“ ya tapi jika hal yang tidak mungkin pasti akan terjadi jika kita mau usaha kan? “ Ujar natasya
“ ya memang benar tapi...ah sudahlah nona tidak perlu dibahas lagi. “ elak Arya
“ ini jalannya kemana nona? “ tanya Arya yang mengalihkan pembicaraan
“ lewat jalur kanan saja “ jawab Natasya sambil menunjuk arah jalan
Mereka pun terdiam hingga sampai dirumah natasya, gadis itu hendak turun tapi terhenti dan membuat Arya menoleh kearah Natasya dengan tatapan bertanya..
“ Ada apa nona? Apakah ada sesuatu yang tertinggal? “ Tanya Arya
“ Tidak “
“ Lalu nona sedang cari apa? “ Tanya Arya lagi yang masih melihat sekeliling
“ tidak, tapi terimakasih “ kata natasya sembari membuka pintu mobil lalu keluar
Arya yang masih tertegun dengan perkataan Natasya pun tidak menyadari kalau gadis didepannya itu sudah tidak ada. Natasya memasuki rumahnya dan terkejut saat melihat Tante Kinan sedang duduk di sofa ruang utama, Tante Kinan yang menyadari kedatangan natasya pun menoleh kebelakang lalu tersenyum aneh. Ya aneh, senyuman itu tidak seperti biasanya ia tunjukan.
“ kau sudah pulang, sayang.” Kata Tante Kinan sambil mengayunkan tangannya
“ Sudah Tante “ jawab natasya sambil menghampiri Tante Kinan yang sedang duduk
“ Maaf Tante, Natasya pulang terlambat lagi “ kata Natasya yang sudah berdiri dihadapan Tante Kinan
“ hm...tidak apa-apa sayang, Tante Kinan paham kok. Lagipula sekarang kamu pasti capek, masuk kamar sana, istirahat jangan lupa bersihkan tubuhmu dulu sebelum tidur “ jawab Tante Kinan sambil berdiri
“ Baik Tante “
Natasya hanya mengangguk dan berjalan kearah tangga, menaiki tangga lalu berjalan kearah kamar yang berada dipojok ruangan. Natasya memasuki kamar lalu menutup pintu dan menghela nafas berat, rasanya sesak sekali nafasnya jika bertemu dengan Tante Kinan.
__ADS_1
Natasya memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, selesai dari itu Natasya memakai baju piyama nya dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Huh....menghela nafas lega karna isi sudah bisa mengistirahatkan tubuh nya yang begitu lelah karena pekerjaan.