Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Aku mencintaimu, Natasya!!


__ADS_3

“Tidak, aku hanya merasa kau seperti terganggu dengan kedatanganku” Kata Edward sembari mengangkat kepalanya dari kasur. Natasya tertawa sekali lagi sembari mengelus kepala lelaki itu, “Itu hanya perasaan, lagipula untuk apa merasa terganggu dengan kedatanganmu? Padahal bukankah sudah jelas-jelas aku sudah cukup lama menunggu?”


Edward dengan sontak terdiam mendengar perkataan yang dilontarkan oleh gadis itu. Ia tidak tahu kenapa perkataannya halus namun begitu menusuk di hatinya. “Kau sepertinya masih terlihat lemah, apakah masih ada bagian yang sakit?” tanya Edward yang mengalihkan pembicaraan.


Natasya menggeleng, “Aku sudah baik-baik saja, tidak perlu cemas. Hanya menunggu beberapa hari lagi untuk pemulihan tenagaku saja” Edward mengerutkan keningnya, “Itu berarti kau masih belum sembuh!” “Aku sudah sembuh!” balas Natasya yang merasa yakin


“Baik. Jika kau sudah sembuh, maka buktikanlah padaku!” Edward menatap Natasya dengan tatapan serius. “Buktikan? Seperti apa yang kau mau?” tanya Natasya sambil memiringkan kepalanya. Melihat Edward terdiam sembari memikirkan sejenak apa yang ia inginkan. Setelah selesai, lelaki itu kembali menatap Natasya dengan keinginan yang besar.


“Sudah tahu, apa keinginanmu?”


Edward mengangguk, lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Natasya. Membuat keduanya pada merasakan nafas hangat dari Edward dan nafas dingin dari Natasya. “Jika kau memang sembuh, maka temui aku di ***** saat malam tahun baru. Aku akan menunggumu disana”


Mendengar hal itu, Natasya tertegun ditempat. Sementara Edward sudah menjauhkan kembali wajahnya dari wajah Natasya. “*****, kenapa harus disana? Apa yang kau ingin lakukan?” Natasya menatap Edward dengan wajah yang penuh kebingungan. “Datang saja! Tidak perlu bertanya untuk apa, karna kau akan mengetahuinya nanti” Edward beranjak dari duduknya. Berbalik badan untuk membelakangi gadis itu.


Natasya yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh lelaki ini pun hanya menganggukinya. “Hn...baiklah, aku akan buktikan itu!”


Setelah mendengar perkataan itu, Edward hanya terdiam lalu berjalan keluar dari kamar nginap Natasya. Meninggalkan gadis itu dengan sikap misteriusnya, sementara Natasya yang sudah terbiasa dengan sikap itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Kau ini sangat aneh ya!!”


 


...__🥀🕊️__...


Hari berganti begitu cepat, malam tahun baru pun tiba. Di tengah malam yang penuh dengan kendaraan di jalan, terlihat seorang gadis tengah berlari dikerumunan banyak orang dengan pakaian dress hitam serta rambut hitam yang di urai hingga terhempas karna hembusan angin yang cukup kencang.


Gadis itu tampak tengah berlari cepat dengan nafas yang sudah mulai terengah-engah. Manik matanya juga terus melihat sekeliling seperti tengah mencari seseorang.


‘Tidak ada!’


Gadis itu kembali berlari menuju taman dekat sungai **** yang terkenal sangat indah. Bahkan pemandangannya juga tidak kalah indahnya dengan sungai itu. Setelah sampai di taman tersebut, terdapat bangku dipinggir sungai. Bangku itu kosong, dan tempatnya juga sangat sepi. Tidak ada orang sedikitpun.

__ADS_1


Gadis itu terus memutarkan pandangannya, memang benar tempat itu sangat sepi. Tidak ada siapapun disana. Membuat rasa lelahnya kembali menyelimuti tubuhnya. Gadis duduk di bangku sana sembari mengatur Natasya. Serta manik mata yang terus melihat sekeliling untuk mencari keberadaan seseorang.


Dilihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 23.55 . Merasa bahwa dirinya sudah sangat terlambat datang kesini. “Dimana dia? Kenapa dia tidak ada disini?” tanya Natasya ada dirinya sendiri.


Gadis itu adalah Natasya, datang ketempat yang sudah dijanjikan oleh Edward sebelumnya.


Malam ini adalah tahun baru yang meriah. Sudah banyak kembang api yang di lontarkan di langit gelap. Serta banyak orang yang tengah keluar untuk memberikan pasangan mereka hadiah. Tapi berbeda dengan gadis ini. Dia pergi ke tempat yang sudah dijanjikan, namun ia tidak menemukan siapapun disana.


Rasanya seperti dipermainkan, ia sudah jauh-jauh pergi kesana untuk membuktikan pada dirinya bahwa kenyataan yang pahit ini sudahlah selesai. Namun ternyata....


“Wouh...kau sudah datang rupanya!”


Suara dingin seorang lelaki membuat Natasya dengan sontak menolehkan kepalanya kesamping. Dan benar saja, ia melihat seorang lelaki dengan jas hitam dan raut wajah yang dingin tengah berdiri tak jauh darinya. Natasya yang melihat itu hanya berlari kearah lelaki itu. Memeluknya dengan erat hingga ia kembali meneteskan air matanya di malam tahun baru.


Lelaki itu Edward, orang yang menjanjikan tempat ini sebagai pertemuan mereka. “Apa kau sudah lama berada disana?” tanya Edward sembari mengelus kepala gadis yang tengah menenggelamkan kepalanya didadanya. Natasya menggeleng, lalu tangannya meremas kemeja putih dari tubuh lelaki itu. “Aku benar-benar membencimu!!”


Edward tersenyum kecil, ia tahu bahwa dirinya telah melakukan kesalahan lagi. Namun akan sangat merusak kebahagiaannya dimalam tahun baru ini, karna ia harus meminta maaf disaat gadis kecil ini tengah menangis di pelukannya.


Mendengar hal itu, Edward hanya terdiam. Tidak menjawab apapun dari perkataan gadis itu, ia tahu bahwa dirinya memang sahabat yang paling kejam. Tapi, disaat ini ia benar-benar membiarkan Natasya mengeluarkan semua beban dihatinya. Biarkanlah gadis itu memaki, menghina bahkan memukulnya.


Karna lelaki seperti dia pantas menerima itu. “Kau tahu? aku sudah mengetahui semuanya!! Aku sudah mengetahui semua yang kau sembunyikan dariku!!” Natasya terisak “Aku menunggumu begitu lama dengan rasa sakit dihati dan mentalku. Kau pergi meninggalkanku, diatas janjimu dulu. Jika memang kau memiliki masalah, maka ceritalah padaku!! Jangan diam dan menganggap aku seperti tidak bisa melakukan apapun  dalam masalahmu itu!”


“Kau dulu selalu ada disaat aku terjatuh, lalu kenapa disaat kau terjatuh, kenapa kau malah sendirian? Kenapa kau tidak membiarkanku ikut menampung masalahmu?! Kau egois! Kau pergi disaat aku benar-benar tidak memiliki siapapun!” Edward memeluk Natasya semakin erat, menurunkan sedikit kepalanya lalu berkata “Sudah Natasya, sudah cukup!!”


Suara keras dari lelaki itu membuat Natasya semakin menangis, ya ini bukan air mata kesedihan. Namun air mata yang sudah terlalu lama ia disjmpan hingga membuatnya tidak bisa berhenti. “Aku membencimu!” tangan Natasya mulai memukul lengan Edward kembali, namun pukulan yang diberikan gadis itu tidaklah ada tenaga.


“Sudah Natasya, cukup!” Edward melepaskan pelukannya, sedangkan Natasya malah beralih memukul dada Edward dengan tenaga yang sedikit kencang. Edward yang sudah tidak tahan pun langsung menjatuhkan tubuh Natasya ke rerumputan taman. Lelaki itu menatap kedua tangan batas diatas kepalanya.


Sementara lelaki itu berada di atas Natasya dengan tumpuan pada sikunya. Natasya yang terkejut dengan perbuatan Edward membuat tangisannya seketika terhenti. Menatap Edward yang berada di atasnya tengah menatapnya dengan raut wajah yang sedih. “Cukup! Sudah cukup! Aku tidak ingin kau menangis!” Edward menjatuhkan kepalanya di salah satu bahu Natasya.

__ADS_1


“Aku minta maaf sudah meninggalmu! Maafkan aku.”


Suara lelaki itu terdengar menjadi serak, Natasya sendiri dapat merasakan bahwa bahunya basah. Apa lelaki ini menangis? Natasya melirik matanya, menatap kepala lelaki itu tengah berada di bawah dagunya.


Kini semua berbalik, Natasya terdiam sembari mengelus kepala lelaki itu dari bawah. Memberikan sebuah kelembutan dan kehangatan yang membuatnya tenang dalam hati yang hancur entah karna apa. “Aku memang lelaki yang kejam! Aku sudah berjanji padamu untuk tidak pergi, tapi pada akhirnya aku yang pergi meninggalkan kamu! Maafkan aku.”



Natasya terdiam melihat posisi lelaki itu berubah. Ya, lelaki itu sedikit menurunkan tubuh, lalu merebahkan tubuhnya diatas tubuh Natasya, tapi tidak semuanya. Lelaki itu masih bertumpuan agar Natasya yang berada dibawah tidak merasa keberatan.


“Maaf telah membuatmu menunggu lama, aku memang lelaki bodoh yang pernah ada!”


“Ssttt, berhentilah berbicara begitu! Kau tidak salah. Aku menunggu, karna aku yakin kau pasti akan kembali. Aku percaya kau pasti menempati janjimu! Dan lihatlah sekarang, kau datang menemui dan bahkan kau juga yang menyelamatkanku dari dunia masa lalu. Kau sudah menempati janjimu, kau tidak bodoh! Aku tahu itu”


“Kenapa kau begitu yakin, jika aku pasti akan kembali?”


“Karna yang aku punya saat ini hanyalah rasa percaya padamu. Tidak peduli seberapa lama kau pergi, aku tetap akan menunggumu disini.”


Edward berdecih, “Kau memang wanita bodoh!”


“Ya, aku memang bodoh!..rela menunggu seseorang yang tidak pasti.....tapi kebodohanku lah yang mengajarkanku tentang banyak hal. Dimana, aku harus bersabar dan menjaga hati untuk akhir yang pahit atau manis”


Mendengar hal itu, Edward terdiam. Tidak melanjutkan kembali perkataannya, bahkan hujan pun mulai turun secara perlahan. Namun tidak ada pergerakan sedikitpun dari kedua orang tersebut, hingga akhirnya Edward berkata dengan suara yang serak. Membuat malam tahun baru ini sebagai pengakuannya.


“Aku mencintaimu, Natasya!”


 


...---Tamat---...

__ADS_1


 


 


__ADS_2