Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Apa isi dari semua itu?


__ADS_3

Natasya mengangguk, “Ya, aku akan memakannya. Apa kau disana sudah makan?”


“Belum, aku akan makan setelah mengurus beberapa pekerjaan nanti.” Edward berkata sambil membuka berkas diatas mejanya


Natasya menyipitkan matanya, “Kau terlihat sibuk, apa aku perlu datang kesana untuk membantu?”


“Tidak perlu, ini hanya tinggal sedikit. Kau tetaplah dirumah! Akan ada beberapa orang datang kesana, jadi jangan pernah pergi dari sana.” Edward berkata yang membuat Natasya sedikit kebingungan.


“Apa maksudmu? Siapa lagi yang akan datang?” Natasya bertanya


Edward menggeleng, “Kau akan tau nanti, jadi tetaplah disana. Aku akan menjemputmu setelah semuanya beres”


“Menjemput?” Natasya menghela nafas “Baiklah, aku akan menunggumu disini. Jika butuh sesuatu bilang saja, aku akan Ke kantor nanti”


Edward mengangguk, “Iya, kau tenang saja.”


Natasya yang mendengar itu hanya mengangguk sambil mematikan telponnya, meletakkan kembali kedalam saku celananya. Terdiam sambil memandang beberapa makanan yang ada didalam bingkisan ini.


Kenapa lelaki itu memesankan makanan untuknya? Bukankah itu bukan sikap dari Edward si iblis dingin? Seharusnya hal seperti ini, dia tidak mempedulikannya.


Benar-benar aneh!


Aneh? Tentu saja tidak. Natasya merasa aneh karna memang dirinya yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang lelaki terutama ayahnya sendiri. Dulu saat kecil, Natasya memang mendapatkan itu dari Rio, tapi sekarang lelaki itu telah pergi entah kemana


Rasa perhatiannya juga perlahan menghilang, membuat nafas yang kehilangan sosok ibu dan tidak mendapatkan perhatian dari seorang ayah membuat dirinya tidak mudah terpengaruh dari seorang lelaki. Semua yang berkaitan dengan kebaikan, selalu ia curigai.


Memang itu tidak baik, tetapi itulah yang dirasakan Natasya sekarang.


...🥀🕊️


...


Disisi lain, Edward yang sedang sibuk dengan beberapa berkas diatas mejanya membuatnya lupa akan peringatan Natasya sebelumnya. Arya disana juga masih setia menunggu Edward menyelesaikan pekerjaannya.


Edward disana tampak tidak fokus dengan pekerjaannya. Sesekali, lelaki itu memijat-mijatkan keningnya. Membuat Arya yang tengah berdiri disebrang cemas akan kondisi Edward.


“Tuan Chen, lebih baik anda beristirahat sejenak. Anda sudah banyak bekerja hari ini.” Arya berkata dengan cemas

__ADS_1


Edward menggeleng, “Tidak perlu, aku akan istirahat nanti. Kau pergilah lebih dulu untuk beristirahat. Jika aku ada sesuatu, aku akan memanggilmu lagi”


“Tapi tuan Chen, anda harus beristirahat juga. Anda belum makan sejak masuk kedalam kantor tadi.” Bantah pelan Arya


Edward mengangkat kepalanya, menatap Arya dengan dingin. “Aku tidak apa, kau pergilah”


Arya yang merasa mood Edward sedang tidak baik pun langsung beranjak dari tempatnya. Berjalan pergi meninggalkan ruangan Edward dan pergi untuk membeli makanan untuknya. Sedangkan Edward ditempat yang sama menghela nafasnya dengan kasar.


Lelaki itu tampak memiliki banyak pikiran, membuat tampilannya juga sedikit berantakan.


“Sial! Benar-benar mengangguku bekerja saja!!”


Edward bangun dari duduknya lalu berjalan menuju rak buku yang letaknya di samping ruangan. Mengambil salah satu buku yang sudah terlihat kusam. Buku itu adalah salah satu buku yang paling tua diantara buku-buku yang lain.


Semua terlihat bagus dan menarik, tidak seperti buku yang ada ditangan Edward ini. Kusam dan sedikit rusak. Tetapi walaupun buku ini tidak seperti yang lain, buku kusam itu adalah buku yang paling berharga bagi Edward.


Selalu menyimpannya dengan baik, dan tidak membiarkan orang lain menyentuhnya sedikit ataupun membukanya.


“Sudah lama sekali”


Edward mengelus sampul buku itu sambil tersenyum. Entah kenangan apa yang ada didalam buku itu yang membuat Edward selalu menyimpannya dengan baik. Setelah sekian lamanya termenung disana, Edward pun meletakkan kembali buku itu ke lemari. Berjalan menuju mejanya, lalu duduk.


Menunggu beberapa menit sampai video call itu tersambung. Tak lama, munculnya seorang gadis yang tengah makan dilayar laptop Edward.


“Ada apa kau menelponku dengan Videocall? Tumben sekali”


Wajah Natasya yang terlihat jelas dilayar laptop Edward, gadis itu tengah memakan makanan yang sebelumnya ia pesankan padanya.


Edward menggeleng, “Tidak ada, apa kau sedang makan?”


“Seperti yang kau lihat saja. Kau sendiri sudah makan belum?” Natasya menghentikan makannya dan fokus pada telpon Edward


Edward terdiam sejenak, “Aku tidak memiliki nafsu makan, jadi nanti saja aku makannya.”


“Tidak nafsu makan? Apa maksudmu?” Natasya kebingungan “Bukankah tadi kau bilang, akan makan jika semua pekerjaan itu selesai? Tapi kenapa sekarang alasannya berbeda?”


Edward tersenyum kecil. “Aku makan atau tidak, kenapa kau begitu memikirkannya?”

__ADS_1


“Siapa yang memikirkanmu? Jangan terlalu percaya diri. Aku ini hanya bertanya padamu, bukan memikirkanmu” Natasya mengelak sambil memalingkan wajahnya


Edward tertawa kecil, menampilkan wajah dinginnya menjadi wajah pria tampan di layar hp Natasya. Begitu juga dengan natasya yang melihat itu hanya terdiam sambil memandang Edward, entah kenapa dia menginginkan sesuatu yang ia tidak ketahui.


“Sudahlah, berhenti menertawakanku seperti itu, bodoh!” Natasya berkata dengan perasaan yang jengkel pada lelaki itu


Edward mengangkat salah satu alisnya, “Bodoh?...kau ini benar-benar tidak memiliki rasa takut ya padaku”


“Untuk apa aku takut padamu, kita ini sama-sama manusia dan bisa mati kapan saja. Jadi tidak ada gunanya aku takut padamu.” Natasya berkata sambil memutar bola matanya dengan malas


Edward tersenyum miring, “Oh ya? Benarkah itu?”


“Aku tidak butuh kau mempercayainya!” sahut Natasya dengan kesal


Sedangkan Edward hanya terdiam sambil tersenyum melihat wajah kesal Natasya yang ada dilayar laptopnya. Benar-benar sangat menggemaskan!. Natasya yang sedang kesal dengan Edward pun dengan sontak menoleh kearah pintu karna sesuatu mengetuknya dari luar.


“Ada apa?”


Edward melihat arah pandang Natasya dengan cepat berubah. Wajah kesal dari gadis itu terganti oleh wajah dinginnya.


“Tunggu sebentar, sepertinya ada seseorang didepan pintu” Natasya hendak bangun dari tempat duduknya


Edward dengan cepat menghentikannya, “Bagaimana kau tau itu? Bukankah tidak ada suara ketukan?”


“Memang tidak ada ketukan, tapi ada beberapa orang didepan pintu. Kau tunggulah sebentar, aku akan pergi memeriksanya” Natasya pun langsung beranjak dari duduknya


Edward melihat Natasya yang sudah hilang dari layar laptopnya pun membuat sebuah kerutan di dahinya muncul. ‘Bagaimana gadis itu tahu kalau didepan pintu ada seseorang?’ Edward yang tidak tau harus bagaimana pun hanya bisa menunggu Natasya memeriksa siapa orang di balik pintu itu.


Tak lama kemudian, Natasya pun kembali duduk ditempat sebelumnya. Terlihat dilayar hp Natasya, lelaki itu sedang memegang sebuah berkas ditangannya dengan ekspresi wajah yang dingin. Edward yang menyadari kedatangan natasya pun langsung meletakkan berkas itu diatas meja


Memposisikan tubuhnya menghadap laptopnya.


“Siapa tadi?” Edward bertanya


Natasya melirik sekilas kearah pintu yang terdapat beberapa orang sedang mengangkut beberapa barang yang tengah isinya apa. “Entahlah, mereka bilang itu barang yang kau kirimkan.”


“Oh sudah sampai? Cepat sekali” Edward menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya

__ADS_1


Natasya terdiam sejenak, “Apa isi dari semua itu? Kenapa banyak sekali?”


__ADS_2