
‘Tasya?’ gumam kecil Edward saat melihat seorang gadis tengah berjalan menghampirinya “Pagi tuan, Maaf atas keterlambatan saya hari ini” kata natasya saat berhenti tepat didepan lelaki itu. Semua orang yang ada di sana masih terdiam menatap gadis itu sedang berbincang bersama Edward dan tidak ada yang berani membuka suaranya
Disisi lain, Melisa yang melihat kedatangan Natasya, membuat wajah cantiknya menjadi terlihat suram. Sejujurnya dihati Melisa, ia sangat membenci Natasya karna bagi wanita ini ‘Natasya hanyalah seorang pengganggu dalam hubungannya’
“Tuan apa kita bisa berangkat sekarang? Ini sudah terlambat sekali dan bukankah tuan bilang kalau ada beberapa berkas kontrak yang ingin anda tangani?” kata Natasya ditengah kediaman semua orang. Edward yang mendengar itu hanya mengangguk pelan lalu tersenyum saat memandang gadis yang berdiri didepannya ini.
Tak lama, lelaki itu berjalan mendekati Natasya lalu berhenti sejenak saat tepat berdiri didepan gadis itu. Perlahan ia menurunkan kepalanya lalu berbisik pelan ditelinga gadis itu “Kau datang tepat pada waktunya!” kata Edward sambil mengusap rambut gadis itu dengan lembut.
Natasya yang merasakan sentuhan itu pun langsung tertegun sejenak hingga ia tidak sadar jika Edward telah berjalan melewatinya. Semua orang yang ada di sana juga ikut terkejut saat melihat tindakan Edward tadi, sungguh diluar dugaan mereka. Lelaki yang tidak suka menyentuh ataupun disentuh oleh wanita kini dengan mudah menyentuh wanita yang statusnya sebagai bawahannya.
“Kenapa kau masih tetap disana? Apa kau ingin membuatku semakin terlambat?”
Suara Edward membuat kesadaran semua orang disana kembali dan gadis yang kini menjadi pusat perhatian semua orang membuat dirinya merasa canggung, dan hal itu juga membuat Natasya mengangguk pelan kepada orang tua Edward lalu membalikan arah tubuhnya untuk berjalan menuju mobil.
Tante Lucia yang melihat pun langsung beranjak dari tempatnya dan berlari menghampiri Edward, ia tidak ingin melepaskan lelaki itu kali ini karna baginya kesempatan yang terbaik tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya.
__ADS_1
“Nak Edward, tunggu sebentar!!”
Suara keras Tante Lucia mulai terdengar, Edward yang merasa terpanggil pun langsung menoleh kebelakang serta menatap dingin Tante Lucia yang kini sedang berjalan mendekatinya. “Edward, kamu ini kenapa terburu-buru sekali?” tanya Tante Lucia saat berdiri tepat didepan lelaki itu.
“aku ada urusan penting dikantor, mohon Tante jangan halangi aku”
Edward terus menghadapi Tante Lucia dengan tatapan serta ekspresi dinginnya, ia sangat tidak suka jika ia selalu di ganggu seperti ini dan itu juga sangat merepotkan bagi Edward yang tidak bisa hidup tenang karna gangguan dari mereka
“Edward, tidak bisakah kau tunda sejenak pekerjaan kantor hari ini? Ada hal penting yang ingin Tante bicarakan sama kamu” kata Tante Lucia yang masih mencoba menghentikan Edward “Tidak bisa, jika Tante ingin bicara maka bicarakan saja dengan orangtuaku” jawab Edward sembari membalikan tubuhnya menghadap mobil dengan tangan yang menyentuh pintu mobil itu
“Jika kau ingin bicara dengan tuan, maka tunggulah sampai tuan pulang. Jangan paksa tuan disaat dia masih banyak pekerjaan, mohon untuk mengerti!”
Tante Lucia yang mendengar itu pun langsung menoleh kearah Natasya lalu menatapnya dengan tatapan tajam dan mengangkat tangannya untuk menunjuk kearah gadis itu “Kau lebih baik diam! Ini masalahku dengan Edward, kau ini hanya supir yang mengantar jemput atasan jadi bersikaplah seolah-olah kau adalah supir yang baik!” Kata Tante Lucia yang mencibir
“Kau menyuruhku untuk menjadi supir yang baik tapi kenapa kau sendiri tidak bisa menjadi tamu yang baik?” balas Natasya dengan mengangkat alisnya “Apa maksudmu?” tanya Tante Lucia yang tidak mengerti dan hal itu membuat Natasya memandang wanita itu dengan tatapan yang mengejek “kau pikirkan saja sendiri apa maksudku, ayo tuan kita pergi.” Jawab Natasya sambil berjalan masuk kedalam mobil
__ADS_1
Namun sebelum gadis itu ingin beranjak, Tante Lucia sudah menghentikannya lebih dulu. “Kau tidak bisa membawa Edward, Edward harus tetap disini untuk membicarakan tentang pertunangannya dengan putriku. Jadi kau lebih baik jangan ikut campur!!” kata Tante Lucia yang membuat Natasya terkejut.
Tante Lucia yang melihat ekspresi Natasya pun langsung tersenyum licik serta melanjutkan kembali perkataannya “Mereka masih bertunangan disini dan kau bukan siapa siapa, jadi lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku meminta sekuriti untuk menyeretmu keluar” Tante Lucia kini menunjukan penampilan angkuhnya hingga membuat Natasya bergidik geli saat melihat itu.
“Aku tidak peduli mereka Bertunangan atau tidak, disini aku hanya menjalankan tugasku. Tante, jika kau ingin aku masih menghargaimu maka kau juga harus menghargai tuan Edward yang kini dalam kondisi sibuk.” Kata natasya sambil menatap dingin Tante Lucia “Aku menghargainya, maka dari itu aku ingin bicara dengan Edward tentang pertunangan ini!!” kata Tante Lucia dengan nada yang sedikit keras
Bunda yang melihat pertengkaran itu pun membuat dirinya berjalan mendekati ke3 orang itu, ia berniat untuk menghentikan semua perdebatan ini. “Lucia tenangkanlah dirimu, kita bicarakan nanti saja. Mungkin Edward benar-benar sibuk hari ini” kata bunda dengan suara lembutnya “Bagaimana aku bisa tenang say, ini itu sudah janji kita dulu lho. Apa kau ingin mengingkarinya?” sahut Tante Lucia sembari menatap kearah bunda
“Ya aku tau tapi biarkan Edward untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini, setelah sudah baru kita bicarakan.” Kata bunda sambil memegang lengan atas Tante Lucia, ia terus mencoba untuk mencairkan suasana yang panas ini. Edward yang melihat semuanya sudah dibawa kendali bunda pun langsung menarik pelan tangan Natasya untuk memasuki mobil
Mereka pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepadanya semua yang tengah berdiri di sana, sementara Melisa yang sedari tadi diam hanya mengepalkan tangannya dengan erat untuk menahan semua amarahnya. Ia tidak ingin terlihat seperti orang bodoh di depan calon mertuanya.
“Kita masuk dulu yuk, aku akan ambilkan minum untukmu” kata bunda yang membantu menampah tubuh Tante Lucia. Mereka masuk dan ikuti oleh Melisa dari belakang sedangkan ayah masih tetap diam ditempat menatap mobil sport putih itu berjalan keluar dari gerbang besarnya. Ia merasa heran dengan gadis itu
Seperti pernah melihat tapi ia lupa dimana mereka pernah bertemu dan kenapa ia merasa seperti ada hubungan dengan gadis itu. Ia terdiam sejenak untuk memikirkan sesuatu dan tak lama ekspresi tenangnya berubah menjadi ekspresi terkejut serta membeku ditempat
__ADS_1
“Dia Natasya, sahabat kecil Rio”