Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Luka tidak mampu mempengaruhi ketampanannya


__ADS_3

“Ayah hanya ingin kau jujur, Ward. Kau ini putraku, tapi kenapa kau selalu menyembunyikan semua masalahmu dariku?” Ayah bertanya dengan perasaan yang sedikit kecewa kepada dirinya sendiri karna telah gagal menjadi ayah yang baik untuk Edward


“Aku tidak butuh orang untuk mengetahui masalahku, aku bisa menyelesaikannya sendiri. Jadi ayah tidak perlu mencari tahu tentang gadis itu” Edward menatap ayah dengan tatapan tajam


“Ayah hanya bertanya, kenapa kau susah sekali diajak bicara Edward? Kenapa semakin hari, kau semakin tidak peduli dengan ayah dan bundamu? Kenapa? Apa semua itu karena ibu dan gad..” “Cukup ayah!! Aku sudah berkali-kali bilang untuk tidak membicarakan itu lagi!!” bentak Edward yang tidak memikirkan posisi ayah


Ayah terpaku, ia tidak menyangka Edward akan berani membentaknya seperti itu. Seingat dia, Edward adalah anak yang patuh dan tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Tetapi kenapa sekarang lelaki itu berani melakukannya? Ada apa dengannya? Kenapa emosinya menjadi tidak setabil sehabis pulang dari kantor?


Edward yang melihat ayahnya terdiam, membuatnya berjalan keluar dari kamar dengan perasaan marahnya. Tetapi saat ingin melangkah keluar dari sana, ayah berkata hingga membuat Edward terpaku ditempat


“Maaf telah merubahmu seperti ini, Yo”


Mendengar itu, Edward hanya menghela nafas dengan kasar lalu melanjutkan kembali langkahnya untuk pergi dari sana. Hatinya terasa gelisah, sakit dan entah ingin seperti apa. Moodnya juga terasa berantakan serta amarah yang tidak bisa ia keluarkan.


...🥀🕊️


...


Disisi lain, Natasya yang tengah duduk dikamar dengan laptop dipangkuannya. Gadis itu terlihat sedang fokus dengan laptopnya, matanya sampai tidak pernah berkutik dari layar laptop tersebut. Beberapa saat, pandangannya Natasya mulai kabur, ia sangat lelah hingga dengan terpaksa menyingkirkan laptopnya dari pangkuannya


Ahh...Melelahkan sekali. Natasya merenggangkan kedua tangannya kedepan sambil merebahkan tubuhnya. Hari ini cukup melelahkan baginya, dan itu membuatnya ingin menghabiskan waktu untuk tiduran diatas kasur yang empuk.

__ADS_1


Terlihat dijam yang terletak di dinding, sudah pukul 23.56 malam. Natasya bangun dari tempat tidurnya untuk bersiap menggosok giginya lalu tidur. Baru saja gadis itu hendak memasuki kamar mandi, ia mendengar suara Bell berbunyi. Siapa itu? Datang dilarut malam begini?


Natasya memincingkan matanya, berpikir sejenak lalu secara perlahan natasya berjalan menghampiri pintu tersebut. Mengintip dari celah pintu untuk melihat siapa yang ada dibalik pintu tersebut. Dibalik pintu itu juga hanya sepasang kaki panjang yang sedang berdiri didepan pintunya.


Merasa sesuatu tidak beres, Natasya Mengambil tongkat yang berasa disebelahnya. Bersiap menyerang jika itu memang lelaki atau orang itu berniat jahat padanya. Tangan Natasya perlahan mulai meraih gagang pintu lalu membukanya


Seketika Natasya terpaku dengan siapa orang yang tengah berdiri didepan ini.


“T-tuan?” Natasya mengenal lelaki itu, dan lelaki itu adalah atasannya sendiri. Dia terlihat mabuk, wajahnya sangat memerah, nafasnya juga sedikit terengah-engah, postur tubuhnya sedikit berantakan dan ada beberapa luka diwajah lelaki itu.


Natasya yang tengah termenung memandang Edward langsung dikejutkan saat lelaki itu tiba-tiba roboh tepat diatas tubuhnya. Membuat dirinya tertindih dibawah tubuh besar Edward, jika ditanya apa itu berat? Maka jawabannya ya, sangat berat.


“Hey, ada apa denganmu? Tuan, bangun! Apa yang kau lakukan ditengah malam begini?” Natasya mencoba menepuk-nepuk punggung lelaki itu untuk bangun, tetapi alhasil lelaki itu tidak menjawab ataupun merespon gadis itu


Natasya mulai mengoceh yang tidak jelas untuk beberapa menit. Dan setelah itu, barulah natasya berusaha keras untuk menyingkirkan tubuh Edward. Butuh tenaga besar untuk menyingkirkannya saja dan itu membuat Natasya lelah.


“Hah..hah...hah...kau ini makan apa sih? Kenapa tubuhmu begitu berat?” Natasya berdecak kesal sambil memandang Edward yang tengah berbaring dilantai


Natasya perlahan menurunkan tubuhnya, mengangkat tangannya lalu menaruhnya diatas kening Edward. Setruman pun menjalar ditangan Natasya dan itu membuat gadis itu dengan sontak menarik tangannya dengan cepat.


“Panas sekali..” Natasya mengusap tangannya sendiri sambil menatap wajah Edward

__ADS_1


Apa Lelaki ini sedang demam? Tapi kenapa bau dari tubuhnya adalah bau alkohol? Dan kenapa lelaki itu datang kesini dalam keadaan buruk? Apa dijalan ia tidak membuat masalah? Semua pertanyaan muncul dibenak natasya diwaktu bersamaan dan itu membuat gadis itu mendekati ke Edward lalu dengan pelan menepuk-nepuk pipi lelaki itu


“Tuan? Tuan? Bangun tuan? Kau kenapa seperti ini?”


Lagi-lagi tidak mendapatkan respon apapun dari lelaki itu, dan Natasya dengan pasrah harus mengangkat tubuh Edward masuk kedalam kamarnya. Awalnya ia berniat menaruhnya disofa tetapi saat mengetahui keadaan Edward, membuatnya merasa tidak tega jika harus menaruhnya disofa


Jadi Natasya dengan terpaksa membawa Edward kekamar seorang diri dan itu membuat keringat muncul didahi Natasya. “Huh... merepotkan sekali” Natasya mengusap keringat itu dengan tangannya sambil memandang Edward yang sudah terbaring diatas kasurnya


Natasya perlahan duduk ditepi ranjang, berniat beristirahat sejenak sebelum ia melakukan sesuatu lain. Setelah 10 menit beristirahat, Natasya langsung mulai membuka jas hitam yang masih terpakai ditubuh Edward, lalu dilanjut dengan melepaskan sepatu lelaki itu.


Setelah selesai, Natasya pergi keluar kamar lalu kembali lagi dengan tangan yang membawa kotak P3K. Perlahan duduk ditepi ranjang, kemudian membuka kotak tersebut. Mengambil beberapa obat serta perban untuk luka yang terdapat diwajah Edward.


Saat mengobati, Natasya sekilas melihat wajah Edward. Baginya luka yang ada diwajahnya ini sama sekali tidak mempengaruhi ketampanannya, karna jika dilihat, wajah lelaki ini sangatlah sempurna. Tidak akan heran jika dia terkenal dikalangan banyak wanita cantik dan kaya diluaran sana.


Tak lama, gadis itu pun selesai mengobati luka Edward dan kembali membereskan barang-barangnya. Karna merasa sedikit lelah, Natasya hanya menaruh kotak P3K itu atas meja, sedangkan dia terdiam ditempat. Baru terpikirkan, dimana ia akan tidur jika lelaki ini tidur diatas kasurnya?


Sibuk melamun ditempat, mata Natasya sekilas menatap lebar dari ranjangnya tersebut lalu berpikir sejenak. Mengambil langkah mendekati ranjang lalu mengambil guling untuk diletakan ditengah. Setelah itu, barulah Natasya merebahkan tubuhnya disamping Edward dengan batasan guling.


Awalnya Natasya tidak bisa tidur karna Edward yang terus-menerus meningis kesakitan. Entah apa yang ia Sakitkan, dan Natasya tidak tau itu. Berniat ingin membawanya ke RS tapi baru ingat kalau mobilnya kini berada di kantor dan dirinya saja pulang diantar oleh lelaki ini.


Mencoba menutup matanya untuk tidur, tetapi tidak bisa juga. Membuatnya pasrah lalu membalikkan badannya menjadi menghadap Edward. Terdiam sambil memandang lelaki itu membuat bayangan muncul dimanik mata Natasya dan itu membuat nya terpaku

__ADS_1


“R-rio?”


__ADS_2