
Edward yang mendengar perkataan Natasya seperti itu, membuat dirinya tanpa sadar tertawa kecil hingga membuat Natasya yang tadinya serius berbicara, jadi terdiam saat melihat Edward tertawa. Entah apa yang lucu dari perkataannya, tapi Natasya dapat melihat bahwa Edward memang lelaki yang sempurna. Tertawa saja, lelaki itu harus menunduk agar tidak terlalu terlihat wajahnya. Padahal mau menunduk atau tidak, ketampanan dari lelaki itu tidak akan pernah berubah.
“Kau ini bicara apa sih? Aneh sekali!” Kata Edward dengan tawa yang masih terdengar, namun pelan. “Berhenti tertawa, tidak ada yang lucu disini?!!” Natasya meneriaki Edward dengan nada yang cukup keras namun tidak sampai membuat suara itu terdengar diseluruh ruangan. Edward yang merasa bahwa dirinya telah membuat mood Natasya menjadi tidak baik langsung menghentikan tawanya, lalu menatap gadis itu dengan wajah dingin namun terukir senyuman kecil disana.
“Kau ini, apa tidak capek marah-marah Mulu sedari tadi?” tanya Edward sambil mendekatkan wajahnya wajah Natasya. “cihk... berhentilah bercanda! Aku sedang tidak main-main denganmu” jawab Natasya sambil memalingkan wajahnya kesamping. Edward tertawa melihat itu, “Sudahlah tidak perlu marah-marah lagi, sekarang ikut aku!” kata Edward sembari menjauhkan wajahnya dari wajah Natasya, lalu beranjak dari duduknya menjadi berdiri.
“huh, kemana?” tanya Natasya dengan sontak mengangkat kepalanya keatas. Menatap lelaki dengan jas berwajah hitam tengah berdiri didepannya. “Jangan banyak tanya! Ikut saja aku.” Sahut Edward sambil menarik tangan Natasya lalu berjalan keluar dari ruangannya.
...--🥀🕊️--...
Disisi lain, ada seorang wanita yang terlihat berusia 29 tahun tengah berdiri dengan kepala yang menunduk, dan didepannya ada seorang lelaki tua yang kira-kira umurnya sudah 50 an keatas. Lelaki itu tampak tengah marah dengan wanita yang ada didepannya ini. Bahkan membuat suara kencang hingga membuat wanita itu sesekali mengerutkan pundaknya karna tidak bisa menutupi telinganya.
“Dasar wanita bodoh!! Masa hal seperti itu saja kau tidak bisa melakukannya?!!” Bentak lelaki tua itu dengan suara yang keras. “A-ayah, a-aku sudah tidak bisa lagi bertemu dengannya lagi. Aku bahkan sudah melakukan banyak hal, ayah.” Cicit wanita itu dengan suara yang gemetar. “Kau melakukan banyak hal apa, huh? Kau itu hanya melakukan apa yang aku perintahkan saja! Kau tidak sama sekali melakukan sesuatu yang memperlihatkan padanya, bahwa kau sedang berjuang!!” lelaki itu terus berkata dengan suara yang keras.
__ADS_1
Mendengar perkataan lelaki tua itu, wanita hanya bisa dengan perlahan mengangkat kepalanya untuk menatap seorang lelaki tua yang ia sebut ayahnya. Terlihat dari mata wanita itu sudah digenangi air mata, dan bahkan keringat yang terus membasahi keningnya. “A-ayah, aku mohon untuk hentikan ini!! Aku sudah tidak memiliki jalan untuk bersamanya. Jika aku terus mengejar, maka itu hanya akan membuat dirinya merasa semakin jijik denganku”
*Plaakk
Suara tamparan keras melayangkan diwajah wanita itu hingga membuat kepalanya sambil menoleh kesamping, karna saking kerasnya lelaki itu menamparnya. “Hentikan?!! Kau menyuruhku untuk berhenti sebelum kau berhubungan dengannya!! Lancang sekali kau!” bentak lelaki itu dengan emosional. Sementara wanita itu hanya bisa menangis saat mendapatkan perlakuan kasar dari ayahnya. Dirinya tidak memiliki kekuatan untuk melawan, jadi hal itu membuat dirinya terus ditindas oleh kekuasaan ayahnya.
“Berhenti menangis!! Aku benar-benar tidak menyukai seseorang menangis didepanku” kata lelaki tua itu sambil menarik rambut wanita itu dengan kasar. “A-ayah, l-lepaskan! I-itu sangat sakit!” wanita itu merintih kesakitan pada bagian kepalanya. Lelaki tua itu tampak tidak main-main jika sudah menarik rambutnya. “Aku bilang kan, berhenti menangis!!!” bentak lelaki itu lagi dengan suara yang semakin keras dan tangan yang semakin menarik kasar rambut wanita itu.
Wanita yang sudah tidak bisa mempunyai perlawanan hanya mengangguk, lalu menahan semua tangisannya dalam hatinya. Sedangkan lelaki itu masih saja menarik rambut wanita itu dengan kasar dan berkata, “Aku tidak mau dengar lagi, kalau lelaki itu masih belum bisa kau dapatkan! Aku ingin dimasa depan kau bisa menjeratnya dalam kehidupanmu. Buatlah lelaki itu mencintaimu dari segala apapun. Tidak peduli kau gunakan cara kotor atau lain. Yang aku hanya inginkan adalah menjebak lelaki itu, hingga ia tidak bisa lagi menolakmu” kata lelaki itu dengan suara pelan namun menekan.
Wanita itu dengan cepat mengangguk, merasakan rasa sakit yang terus melanda kepalanya. Sementara lelaki itu hanya tersenyum lalu menepis tangannya dengan kasar, hingga membuat wanita itu terjatuh kelantai akibat rambut yang masih ditarik oleh lelaki itu itu. Wanita itu menangis dengan Isak hingga harus memegangi dadanya karna terasa sangat menyakitkan. Lelaki tua itu hanya berjalan keluar dari kamar wanita itu tanpa perasaan kasihan atau perasaan dalam keluarga.
“Benar-benar menyakitkan! Aku sudah tidak tahan dengan ini” kata wanita itu sambil memukul lantai dengan keras. Tidak peduli seberapa sakit tangannya saat memukul lantai tersebut, yang hanya ia inginkan adalah memplampiaskan semua amarahnya disana.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, wanita itu pun langsung merobohkan tubuhnya ke lantai yang kotor. Meringkuk didalam kegelapan kamar, dengan perasaan yang tidak bisa apa-apa. Dirinya sudah tidak berguna lagi didunia ini, bahkan beberapa kali, wanita ini terus meminta pada Tuhan agar dengan cepat mengangkat nyawanya. Tetapi sampai saat ini, wanita itu masih tetap hidup dengan kesengsaraan yang pahit.
“Ibu, a-aku lelah dengan ini. B-bisakah kau bawa aku pergi, ikut denganmu? Aku sudah tidak tahan lagi.”
...--🥀🕊️--...
Di mall.
Natasya yang berjalan di tengah-tengah keramaian mall membuat dirinya sedikit kesulitan saat berjalan. Bahkan dirinya juga sudah terpisah oleh Edward disana. “Huh...kalau ramai begini, mending tidak usah datang saja” keluh Natasya sambil melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Edward.
Natasya yang tengah fokus mencari Edward ditengah keramaian tersebut, membuat dirinya tidak fokus pada jalan yang ada didepannya itu. Hingga akhirnya, ia tidak sengaja menabrak seseorang hingga sesuatu yang dibawa olehnya terjatuh tumpah ke bajunya. Hal itu membuat, kemeja putih Natasya basah dan membuat tubuhnya merasa dingin. “Aduh...maafkan aku nona, aku tidak sengaja” suara itu terdengar ditelinga telinga Natasya, hingga membuat Natasya menolehkan kepalanya kedepan.
Terlihat seorang wanita dengan tangan yang tengah membawa nampan berisi minuman dingin, kini telah tertumpah. Entah siapa yang salah, tetapi itu membuat Natasya dan wanita itu terdiam dengan perasaan yang saling meruntuki dirinya sendiri. “Maaf, maafkan aku” kata Natasya sambil menatap wanita itu.
__ADS_1
“Tidak nona, ini salah saya. Tolong maafkan saya, baju anda jadi basah akibat minuman ini” jawab wanita itu dengan wajah menyesal. Sedangkan Natasya yang ingin menjawab perkataan wanita itu, dengan sontak terhenti akibat sebuah tangan datang menariknya hingga membuat tubuh tanpa keseimbangan itu terjatuh di tubuh gagah seseorang yang berdiri dibelakangnya.