Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Nona Melisa jauh lebih baik daripada nona Angel


__ADS_3

“Entahlah, tapi mereka bilang saat itu aku menyetujuinya” Edward menjawab dengan sedikit keraguan.


 


Natasya kebingungan, “Kau menyetujuinya? Kau yakin?”


 


Edward hanya mengangguk sekilas sebagai jawaban. Ia tidak terlalu ingat dengan itu, karna sudah cukup lama perjanjian untuk dilakukan olehnya dengan pihak sana.


 


“Jika kau menyetujuinya, lalu kenapa kau sekarang malah menolak pertunangan ini? Bukankah jika kau sudah menyetujuinya, maka kau akan bersedia menikahinya” Natasya berkata dengan penasaran


 


Edward menggeleng, “Aku tidak bersedia. Aku tidak ingin menikahi wanita sekarang, aku masih ingin merasakan kesenangan di umurku yang segini. Walaupun di usia muda aku sudah memimpin beberapa perusahaan, tetapi rasanya tidak ada yang menyenangkan.”


 


“Apa maksudmu?” Natasya bertanya sambil mengangkat kepalanya


 


Edward menghela nafas dengan pelan, nafas hangat itu bisa dirasakan oleh wajah Natasya yang sedang menghadap kearah Edward. “Lupakan soal itu, kau terlalu banyak bertanya.”


 


Natasya berdecak dengan kesal, membalikan tubuhnya menjadi membelakangi tubuh Edward. Sedangkan Edward hanya tersenyum saat melihat itu, dan tangannya kembali menarik tubuh kecil Natasya masuk kedalam pelukannya lagi.


 


“Bisakah kau berhenti memelukku?!”


 


Edward menggeleng, “Tidak, lagipula kenapa kau harus marah kepadaku? Apa semua jawabanku tidak memuaskanmu?”


 


“Aku tidak marah, dan semua jawabanmu sudah cukup bagiku” Natasya berkata dengan nada yang kesal.


 


Ia tidak tau kenapa dirinya merasa seperti itu, setiap bertanya kepada lelaki ini. Pasti selalu saja dengan akhiran yang membuatnya penasaran. “Baiklah kalau begitu, sekarang tidur bersamaku. Jangan pikirkan apapun dulu” Edward berkata dengan nada yang lembut


 


Tangannya juga mulai mengelus-elus kepala Natasya, membuat gadis itu merasa nyaman dan perlahan-lahan rasa kantuknya mulai muncul. Natasya menguap dan itu membuat Edward yang berada dibelakang tubuh Natasya tersenyum.


 


“Tidurlah, kau sudah bekerja sangat baik hari ini”


 


...🥀🕊️...

__ADS_1


 


Disisi lain, Suasana dirumah Edward menjadi sedikit rumit. Angel datang kesana dengan amarah yang sudah meluap. Membuat keributan disana hingga membuat bunda Edward kebingungan harus berbuat apa.


 


“Tenanglah angel, kau tidak harus berbuat seperti ini” Bunda berusaha menenangkan amarah angel yang sudah diujung tanduk


 


“Dimana Edward Tante?!! Aku ingin bicara dengannya!! Aku ingin mempertanggungjawabkan semua perbuatannya padaku” angel berkata dengan suara yang keras


 


Membuat semua pelayan dirumah Edward menghampiri tempat kejadian mereka. “Nyonya ada apa ini?” salah satu pelayan menghampiri bunda dengan cemas. Takut angel menyakitinya.


 


“Aku baik-baik, tidak perlu khawatir”


 


Pelayan itu menggelengkan kepalanya, “Tidak, bagaimana saya tidak perlu khawatir. Ini sudah melewati batas, aku akan pergi menghubungi tuan besar untuk memberitahu masalah ini”


 


Pelayan yang hendak pergi, bunda bergegas menahan tangannya. Menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak perlu melakukan itu. “Kenapa nyonya? Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Jika nyonya terluka karna wanita ini, maka kami semua akan mati ditangan tuan besar” pelayan itu berkata dengan serius


 


Angel yang merasa dihiraukan pun merasa marah, berteriak kembali hingga suaranya bergema di seluruh ruangan. “Dimana Edward, Tante?!! Aku sudah bicara baik-baik padamu, tapi kenapa kau selalu menyembunyikan putramu itu?!!”


 


 


“Tante bohong!! Aku tidak percaya denganmu lagi!!” teriak angel yang membuat semua orang menutup telinganya


 


Bunda menghela nafas dengan pelan, “Tante gak bohong sama kamu, nanti kalau Edward pulang. Tante akan beritahu dia kalau kau mencarinya”


 


Angel yang mendengar itu pun langsung berdecih kesal. Keluar dari rumah Edward dengan menghentakkan kakinya. Pergi dengan emosi membuat semua orang yang ada diruang tamu menghela nafas leganya.


 


“Nyonya, apa itu nona angel? Kenapa dia terlihat berbeda sekali?” tanya salah satu pelayan itu


 


Bunda menggeleng, “Aku tidak tau, mungkin masalah dia dengan Edward masih belum selesai.”


 


“Apa masalah itu, tentang membatalkan pertunangan mereka?” sambung pelayan lainnya

__ADS_1


 


Bunda mengangguk sambil menatap pintu keluar, “Ya begitulah, Sejak membatalkan pertunangan mereka, angel lebih sering datang kesini untuk memohon kepadaku. Agar mau membujuk Edward untuk menikah dengannya”


 


“Lalu, apa nyonya setuju akan hal itu? Bukankah itu sama saja tidak memberikan kebahagiaan kepada masa depan tuan muda?”


 


Bunda tersebut sedih, “Aku awalnya juga merasa seperti itu, tapi mau bagaimana lagi. Itu juga salahku karna melakukan perjanjian nikah tanpa meminta kepahaman ataupun pendapat Edward”


 


“Tapi nyonya, soal nona Melisa. Menurutku nona Melisa itu lebih baik daripada nona angel lho”


 


Bunda menyipitkan matanya, “Apa maksudmu?”


 


“Ya, menurutku nona Melisa jauh lebih pantas dengan tuan muda daripada dengan nona angel. Karna nona Melisa memiliki sikap yang anggun, dan dia juga putri akademik di negara ini kan”


 


Bunda menggeleng, “Edward sudah memiliki pilihannya sendiri. Mulai sekarang aku akan terus mendukungnya, bukan malah memaksanya seperti dulu lagi”


 


“Maaf atas kelancangan saya bicara seperti itu nyonya.” Pelayan itu menundukkan kepalanya, mengakui kesalahannya sendiri


 


Bunda hanya mengangguk dan menyuruh semua pelayannya kembali tempatnya masing-masing, meninggalkan ruang tamu yang kini seperti kapal pecah karna perbuatan angel. Ia tidak marah karna kerusakan itu, namun ia sedikit merasa bersalah dengan angel


 


Sudah 8 tahun mereka disatukan dan akhirnya mereka berpisah Karna memang tidak ada cinta diantara keduanya. Sakit? Tentu saja, tetapi mau bagaimana lagi? Cinta itu tidak bisa dipaksakan dan cinta itu tidak harus memiliki


 


“Maafkan Tante, angel. Maafkan dosa besarku ini. Akulah yang membuat kalian seperti ini, aku benar-benar wanita yang jahat. Hanya bisa memikirkan egoisnya saja, selalu memikirkan kepentingan dirinya sendiri saja tanpa mempedulikan perasaan orang lain”


 


Bunda menangis pelan diruang tamu yang sepi, hatinya sangat sakit. Dia bukan hanya menyakiti hati angel tapi dia juga menyakiti perasaan Edward, putranya angkatnya sendiri. Walaupun bunda berniat untuk kebahagiaan Edward, tetapi kenyataannya? Semua tidak berjalan dengan niat baiknya.


 


Apa karna itu, Edward jadi menjaga jarak dengannya? Apa Edward masih marah padanya? Atau Edward masih belum menerima dirinya sebagai bunda barunya?


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2