
“Kenapa membawaku kesini?”
Natasya yang mendengar perkataan Edward hanya terdiam sembari berjalan menuju jembatan yang besar tepat diatas danau. Edward yang tidak mendapatkan jawaban dari Natasya pun hanya terdiam sembari berjalan mengikuti gadis itu, sedangkan Natasya berjalan terus tanpa mempedulikan lelaki yang tengah mengikutinya dari belakang.
Karna disana cukup ramai dengan banyak orang, Edward mempercepat langkahnya dan menarik tangan gadis itu untuk meminggirkannya. Natasya yang mendapat reaksi itu membuatnya menoleh kesamping setelah ia merasa ada sebuah tangan besar sedang menggenggam tangannya. “Apa yang kau lakukan?” tanya Natasya sambil menatap Edward yang tengah terdiam
Mendengar pertanyaan Natasya, membuat lelaki yang ada disebelahnya ini melirik dan menarik kembali pandangannya kearah depan tanpa menjawab pertanyaan itu sedikitpun. Edward juga mempercepat langkahnya untuk mencari tempat kosong, Natasya yang merasa langkah kaki lelaki ini semakin cepat pun membuatnya sedikit berlari kecil karena tidak bisa menandingi langkah cepatnya.
Tak lama, akhirnya Edward menemukan tempat yang tidak terlalu ramai untuk mereka. Keduanya terdiam sambil menikmati udara dan pemandangan yang ada disana. Walaupun gelap karna malam tetapi pemandangannya masih bisa terlihat dengan cahaya bulan dan bintang yang menerangi langit-langit.
Edward yang menikmati pemandangan dan udara segar tersebut membuat dirinya merasa bahwa pikirannya terasa lebih ringan dari sebelumnya. Ia juga bisa mengatur emosinya kembali. Natasya yang mengetahui itu pun mengangguk pelan lalu berkata “Bagaimana? Sudah enakan?” Edward yang mendengar itu langsung menoleh kearah samping tepat dimana Natasya berdiri
“Lumayan dari sebelumnya” jawab Edward
Natasya yang mendengar itu hanya mengangguk pelan lalu terdiam. Hingga keheningan datang menghampiri mereka dan membuat perasaan canggung muncul di hati keduanya. Edward yang merasa canggung pun berkata “Tak ku sangka, orang sepertimu akan tau tempat seperti ini” Natasya yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya hingga membuat lelaki disebelahnya menatap dengan heran
“Aku awalnya memang tidak tau, ini semua kutahu dari Liana. Dulu aku juga pernah memiliki mood yang tidak enak dan Liana merekomendasikan tempat ini sebagai tempat penenang diri. Ya.. walaupun tempatnya untuk orang berkencan ataupun orang berpacaran setidaknya pemandangan ditempat ini cukup bagus jadi tidak perlu memikirkan apa kata orang jika kita datang sendiri” kata natasya yang membenarkan perkataan Edward
__ADS_1
“Jadi sebelumnya kau sering kesini?” tanya Edward yang tidak percaya “Ya pernahlah, kau pikir orang sepertiku tidak butuh penyegar pikiran kah?” kata natasya sambil menatap lelaki yang ada disebelahnya. Edward yang mendengar itu hanya mengangguk lalu terdiam kembali, dan raut wajahnya juga kembali seperti sebelumnya
Natasya berpikir bahwa lelaki ini butuh untuk mengeluarkan bebannya hingga ia benar-benar bisa kembali tenang. “Kau memiliki masalah?” tanya Natasya yang membuat lelaki itu menoleh kearahnya “Tidak kok” jawab Edward sambil memalingkan wajahnya setelah menyelesaikan perkataannya. Natasya yang paham dengan itu pun langsung menghela nafasnya lalu berkata..
“Pindah dulu yuk!”
Edward yang mendengar perkataan Natasya pun langsung menoleh dan melihat gadis itu sudah berjalan meninggalkannya. Karna penasaran akhirnya Edward mengikuti Natasya dari belakang lalu melihat sekeliling untuk mencari tau sedang apa yang dilakukan gadis ini dan Kemana ia membawanya pergi.
Setelah berjalan agak jauh dari lokasi jembatan, terlihat gadis itu membawanya ke sungai dibalik pepohonan. Disana pemandangannya juga tidak kalah indah dengan yang di jembatan. Namun disini yang membuatnya lebih indah adalah bisa melihat langsung betapa terangnya cahaya bulan yang terpantul di air sungai.
“Duduklah dan kau akan tau kenapa aku membawamu kesini”
Mendengar perkataan natasya, Edward langsung menurunkan tubuhnya dan duduk disebelah gadis itu tanpa melepaskan sepatunya. “Jadi kenapa kau membawaku kesini?” tanya Edward yang langsung the point. “Tidak ada sih, Cuma merasa aneh saja jika kau seperti ini” jawab Natasya yang membuat lelaki itu sontak menatapnya dengan tatapan kebingungan
Natasya yang mendapati lelaki disebelahnya ini memandangnya dengan tatapan kebingungan pun merasa bahwa lelaki ini memang tidak sempurna, walaupun ia kaya, tampan, pintar dan berbakat tetapi ia akan kehilangan semua itu jika ia sedang dalam fase seperti ini. “Tidak perlu memandangku seperti ini, bodoh” kata Natasya yang membuat lelaki itu memutarkan bola matanya lalu memalingkan wajahnya
Sedangkan Natasya yang melihat itu hanya terdiam lalu berkata lagi “Maaf jika aku terlalu mencampuri urusanmu tapi bagiku kau terlihat berbeda sejak kau pulang dari apartemenku, ada apa? Kau memiliki masalah hingga kau seperti ini?” Edward terdiam saat mendengar pertanyaannya Natasya hingga membuat gadis disebelahnya ini memandangnya dengan tatapan menunggu.
__ADS_1
“Aku tidak apa-apa, itu bukan masalah dari apartemenmu kok. Cuma masalah dirumah saja” jawab Edward yang tidak ingin gadis itu tersinggung dengan sikapnya “Kalau kau tidak memiliki masalah denganku, mungkin kau memiliki masalah dengan pertunanganmu” ujar Natasya yang membuat lelaki disebelahnya menatapnya dengan tatapan dingin
“kenapa kau berkata seperti itu?”
Edward tidak tau kenapa gadis disebelahnya ini bisa menebak bahwa dirinya sedang memiliki masalah dengan pertunangannya, karna orang yang tau semua itu hanya keluarganya dan keluarga pihak sana. Kecuali orang yang bisa mengerti dengan perasaan maka ia bisa menebak dengan benar.
“Aku tahu karna aku mengerti, dipaksa mencintai seseorang yang tidak kau cintai itu berat. Jadi wajar saja jika kau memiliki masalah dengan pertunanganmu pasti akan membuatmu seperti ini” kata Natasya yang memandang kearah pantulan cahaya bulan, Edward yang mendengar perkataan itu pun terdiam dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Hingga membuat gadis disebelahnya ini berkata kembali “Bukankah sudah kubilang jika kau tidak bisa membuka hati dengan orang itu maka terus teranglah, apa kau yang kau takuti dengan kata terus terang? Apa kau belum pernah melakukan terus terang kepada seseorang yang membuatmu tidak bisa terus terang kepada orang lain?”
Edward lagi-lagi terdiam mendengar perkataan Natasya, entah rasa aneh dalam hatinya tiba-tiba menghilang dan terganti orang perasaan yang sakit. Sangat sakit hingga ia mengepalkan tangannya untuk menjadi pelampiasannya. Natasya yang tidak mendapati lelaki itu menjawab pun akhirnya menoleh kearah lelaki itu dan memandangnya dengan mata birunya
Terlihat bercahaya saat dimalam hari hingga terlihat sangat indah, Edward yang melihat gadis itu sedang memandang kearahnya pun langsung memalingkan wajahnya. Ia tidak ingin membuat gadis ini melihat sisi buruknya. “Berhenti menatapku!” kata Edward
Natasya yang paham dengan itu pun hanya mengangguk lalu beranjak dari duduknya, ia kembali memakai sepatunya dan berdiri, memandang lelaki tengah duduk di batu. “Aku beli minuman dulu disana, kau disini saja. Tenangkan dirimu dulu” kata natasya sembari berjalan meninggalkan Lelaki itu, Edward yang mendengar perkataan Natasya pun hanya terdiam sambil menatap punggung gadis itu berjalan menghilang dari pepohonan.
“Ya aku tidak bisa terus terang dengan seseorang hingga itu membuatku tidak bisa terus terang dengan orang lain.” Kata Edward saat melihat Natasya sudah tidak ada
__ADS_1