
Natasya tak lama, matanya kembali berpaling dari wajah lelaki yang sedang tidur disampingnya. Ia sedikit merasa hatinya mulai merindukan Rio kembali. Sampai-sampai Edward yang dingin ini bisa ia bayangkan dengan wajah Rio yang tersenyum. Sungguh tidak masuk akal sekali!
Natasya menelentangkan tubuhnya menghadap langit-langit kamarnya, terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu. Dimana Rio sekarang? Apa dia sudah tubuh besar sepertinya? Apa dia sudah memiliki pacar? Apa dia disana dalam kondisi yang baik atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan itu mulai muncul dibenak natasya
Membuat dirinya sedikit gelisah. Namun saat memikirkan itu, kepala Natasya langsung sontak menoleh kesamping tepat Edward tertidur. Ia melihat kerutan didahi Edward terus-menerus menyatu. Apa dia merasa tidak nyaman dalam tidurnya?
Natasya perlahan bangun dari tidurnya menjadi posisi duduk. Mengangkat tangannya perlahan lalu menyentuh dahi Edward kembali, mencoba memeriksa apa panasnya sudah turun atau belum. Tetapi hasilnya masih sama, sengatan panas itu membuat Natasya terlonjat kaget’ lagi.
Mengelus tangannya untuk menghilangkan rasa sengatan itu, lalu Natasya beranjak dari kasurnya. Berjalan keluar dari kamar dan kembali dengan membawa baskom kecil ditangannya. Saat berdiri tepat disamping lelaki itu, Natasya perlahan duduk ditepi ranjang.
Tangannya mulai membasahi kain bersih dengan air hangat yang ada dibalkon tersebut, Kemudian meletakkannya didahi Edward. Terlihat kerutan yang ada didahinya juga perlahan sedikit menghilang. Benar-benar lelaki yang menyusahkan! Pikir Natasya sembari kembali tidur ditempatnya tadi.
Kali ini dia pasti sudah bisa tidur dengan nyenyak. Natasya mulai menutup matanya dan bersiap untuk tidur, namun saat ia baru ingin menutup matanya. Tubuhnya merasa ada sesuatu yang datang mendekat kearahnya dan sesuatu itu juga memeluknya.
Natasya dengan kesal, membuka kembali matanya dan melihat Edward ada disampingnya. Memeluknya begitu erat. Wajah lelaki itu juga berada dileher Natasya, Nafas panas dari lelaki itu membuat Natasya terpaku
Ingin mendorong lelaki itu menjauh, tetapi otaknya malah mengingatkan kembali keawal kejadian mereka bertemu dan pelukan mereka didalam lift. Sungguh terasa nyaman, Natasya tidak menyangka, Edward yang luarnya sangat dingin dan tidak peduli tetapi didalam hatinya dia cukup hangat untuk menenangkan seorang wanita.
Jadi Natasya akhirnya membiarkan lelaki itu memeluknya sepanjang malam, tidak peduli seberapa terkejutnya nanti saat Edward sadar. Lagipula ini juga salah dirinya, kenapa datang kesini dalam keadaan seperti itu dan bahkan sekarang lelaki itu seperti anak kecil yang sedang sakit butuh pelukan dari seorang ibu.
“Dunia ini sangat tidak adil!”
__ADS_1
Edward bergumam membuat Natasya sedikit terkejut dengan perkataan itu. ‘Apa maksudnya?’ Natasya menatap wajah Edward dari dalam pelukan lelaki itu. Melihat, apa lelaki ini sedang bermimpi atau efek dari banyaknya masalah yang ia pendam dalam hatinya?
Kenapa Natasya bisa tau? Ya, karna dia sudah pengalaman.
Tangan Natasya yang berada dipunggung Edward, perlahan mengelus punggung besar itu dengan lembut. “Ahh...kau terlalu banyak pikiran ternyata. Tenanglah, dunia ini memang sedikit pahit tetapi kau harus merubah takdirmu menjadi sedikit berwarna agar masa depanmu tidak berpengaruh terhadap dunia ini. Tidurlah dengan nyenyak dan mulailah sesuatu yang baru saat kau bangun nanti”
Mengira lelaki itu hanya bergumam, tetapi natasya malah terkejut saat melihat Edward mengangguk seperti anak kecil lalu mempererat kembali pelukan mereka. “Hey, bisakah kau kendurkan sedikit? Aku susah sekali bernafas” Natasya kembali menepuk-nepuk punggung Edward
Berharap lelaki itu sedikit memberikan ruang untuknya bernafas. Namun respon Edward hanya berdehem dan mencium kening Natasya. Membuat gadis itu langsung terpaku, sedangkan Edward Kembali memeluknya.
-Ahh...apa yang dia lakukan?!!-
Natasya merasa wajahnya sedikit memerah, serta jantung yang berdetak dengan kencang. “Tidurlah, untuk apa kau seperti itu. Bukankah tadi kau ingin beristirahat karna lelah?” Edward mengelus rambut Natasya dengan lembut
Paginya, Natasya terbangun lebih dulu. Melihat Edward masih dalam kondisi yang tertidur, tetapi suhu badan dari lelaki itu masih belum kunjung turun saat Natasya mengeceknya. Terdiam sejenak sambil menghela nafas dengan pelan. Barulah Natasya berjalan keluar dari kamarnya.
Pergi kedapur untuk memasak beberapa makanan untuknya serta menyiapkan bubur hangat untuk Edward sarapan. Ia berniat akan membawa Edward ke RS, kondisi Edward masih belum membaik dari semalam. Selalu bergumam yang aneh-aneh hingga membuat Natasya selalu terbangun saat lelaki itu mengucapkan sepatah kata
-Apa yang dia lakukan sebenarnya? Kenapa dia bisa seperti ini?-
Natasya terus memikirkan itu selama ia memasak, sedangkan Edward yang berada dikamar masih terbaring lemah dengan nafas yang terengah-engah serta wajah yang sedikit memerah. Lelaki ini benar-benar sedang sakit, dan itu membuat Natasya sedikit terheran.
__ADS_1
Disisi lain Arya yang menunggu kedatangan keduanya di kantor karna ada beberapa meeting penting yang harus mereka temui pun sedikit membuatnya gelisah. Ini sudah jam pukul 07.45 dan meeting akan dimulai pukul 08.00. Dimana mereka sekarang?
Arya yang sedang kebingungan pun langsung mengambil hpnya didalam saku celana. Menekan nomer seseorang dan menempelkannya ditelinga. Menunggu beberapa saat untuk telpon itu tersambung. Tak lama telpon pun tersambung dan Arya langsung bergegas berkata
“Nona kau dimana? Apa tuan muda Chen bersamamu?”
Natasya yang mendengar itu, sekilas langsung menoleh kearah kamar. Melihat lelaki itu masih tertidur membuatnya harus terpaksa berbohong. “Tidak, ada apa? Tumben sekali kau menelponku pagi-pagi” Natasya berkata sambil memalingkan pandangannya kembali
“Maaf jika memang telponku ini menganggu waktumu, nona. Tapi disini ada masalah penting”
Natasya memincingkan matanya, “Masalah? Ada masalah apa?”
“Pagi ini tuan muda Chen akan ada meeting penting bersama seseorang dari luar negeri dan meetingnya akan dimulai pukul 08.00. sedangkan sekarang tuan muda Chen masih belum datang ke kantor. Aku juga sudah menelponnya berkali-kali tetapi tidak ada jawaban darinya. Jadi aku memutuskan untuk pergi kerumahnya tetapi dia juga tidak ada.
Kata keluarga dari tuan muda Chen, dia sudah pergi sejak malam dan belum kembali hingga sekarang.” Arya menceritakan panjang lebar
Natasya mengangguk, “Baik aku mengerti, biarkan itu aku yang mengurusnya. Kau tinggal hubungan link yang aku kekasih padamu nanti.”
“Apa nona akan mewakili tuan muda Chen terlebih dulu? Tapi kenapa anda tidak langsung datang saja ke kantor?” Arya bertanya hingga membuat Natasya sedikit merasa pusing
“Aku akan mengurusnya, tapi aku tidak bisa datang kesana secara langsung. Ada beberapa hal yang harus aku lakukan hari ini jadi kau ikuti saja perkataanku.”
__ADS_1
Arya mengangguk dan mengerti, perasaannya agak sedikit tenang saat mendengar Natasya akan mengurus masalah ini. Karna Arya belum cukup pengalaman untuk berkomunikasi dengan orang luar.
-Ahh..mungkin kali ini aku harus menyerahkan semua padanya-