Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Tante Lucia?


__ADS_3

“ apa ini? “ Tanya natasya yang terbingung


“ Kunci mobil “ jawab singkat Edward


Natasya yang mendengar jawaban itu pun hanya memutar bola matanya dengan malas, ia memang tau kalau benda yang ada di tangan Edward adalah kunci mobil tapi yang ia tidak tau apa maksud dari Edward ini.


“ iya aku tau, tapi buat apa? “ Tanya natasya lagi yang menatap Edward dengan horor


“ Ini kunci mobil, untuk mobilmu “ jawab Edward yang menurunkan tangannya


“ mobilku kan ada di servis “ kata natasya yang berusaha melupakan kejadian kemarin


“ ck...kau pikir aku tidak tau? Mobilmu tidak rusak tapi dihancurkan oleh seseorang saat kau pulang, dan kau berbohong kepadaku jika mobilmu lagi di servis beserta hp mu yang dulu “


“ karna sangat tidak mungkin jika mobilmu di servis dan hp mu tertinggal kamu tidak mengambilnya kecuali jika mobilmu atau dirimu sendiri sedang ada masalah “ kata Edward


Natasya yang mendengar semua perkataan lelaki yang dihadapannya ini pun hanya terdiam tanpa berkata sepatah pun, karna tidak ada lagi yang bisa di bantah. Semua kejadian itu lelaki yang ada didepannya sudah mengetahuinya walaupun ia tidak tau siapa yang menghancurkan mobilnya.


“ Kenapa? Apa semua perkataan ku benar? “ kata Edward sambil melipat tangan didadanya dan menatap gadis yang ada di depannya


“ Hm, ya kau benar...maaf tuan “ cicit Natasya Yang menunduk kepalanya


Edward yang melihat gadis itu menunduk pun langsung mengusap kepala nya hingga membuat natasya tertegun dengan apa yang di lakukan oleh lelaki ini. Mengangkat kepalanya dan melangkah mundur untuk menjaga jarak antara mereka, Edward yang menyadari sikapnya pun langsung mengembalikan ekspresi dinginnya kembali


“ Tidak perlu menunduk seperti itu, aku juga tidak suka melihatmu menunduk “ kata Edward dengan suara dinginnya


“ Bukankah itu sikap yang seharusnya? “ ujar natasya yang menatap wajah dingin Edward


“ Ya, tapi tidak untukmu “ kata Edward yang membuat Natasya terheran


“ Kenapa? “ tanya Natasya


“ Karna kau sudah terlalu banyak menunduk, jadi mulai sekarang aku melarangmu untuk menundukkan kepalamu kepada siapapun termaksud dengan lelaki yang tadi siang. “ Jelas Edward


“ tapi..”


“ Tidak ada tapi-tapian, nih sekarang kau ambil kunci nya! Nanti pas di kantor Arya akan kasih tau kamu dimana tempat mobil kamu “ kata Edward yang menyerahkan kunci kepada natasya


Natasya disana hanya terdiam sembari menerima kunci pemberian Edward, walaupun ia tidak tau apa maksud lelaki itu memberinya mobil dengan alasan karna ia mengetahui kejadian kemarin. Edward yang merasa sudah sore pun langsung mengajak Natasya untuk kembali ke mobil dan menunggu Arya dan Liana yang sedang menunggu mereka di aula.


“ Ayo kembali ke mobil, ini sudah sore. Kita harus kembali ke kantor “ ujar Edward sembari berjalan menuju mobil yang letaknya tidak jauh dari mereka


Natasya hanya mengangguk sebagai jawaban dan mengikuti Edward dari belakang, sesampainya di mobil, mereka tidak langsung masuk karna bunyi hp Edward yang membuat keduanya berhenti bersamaan. Lelaki yang menerima telpon itu pun langsung mengambil hpnya yang berada di dalam saku celananya dan mengangkat dengan ekspresi dingin.


“ Edward? “ panggil suara itu dari dalam Telpon yang terdengar familiar bagi lelaki ini

__ADS_1


“ Tante Lucia? “ gumam Edward dengan suara pelan


Tante Lucia adalah ibu dari sahabatnya bunda Edward, mereka sudah berteman dari kecil hingga besar. Walaupun sekarang mereka jarang ketemu tetapi Tante Lucia dan bunda masih memiliki hubungan baik tanpa harus bertemu.


Namun bukan itu permasalahannya, tapi perasaan Edward yang tidak enak sejak menerima telpon dari Tante Lucia. Terdiam beberapa saat membuat seseorang yang berada di telpon membuka suaranya lagi


“ Edward? Kamu kenapa? Kok diam saja “ kata Tante Lucia


“ Tidak Tante, maaf tadi lagi gak fokus aja. Ada apa Tante? “ jawab Edward dengan suara dingin tetapi masih ada rasa sopan


“ Begini, Tante pengen bicara sama kamu nanti, kamu aja waktu gak ke rumah Tante sebentar? “ tanya Tante Lucia


“ Kurang tau Tan, emangnya Tante tidak bisa bicara di sini saja? “ kata Edward Yang mulai merasa aneh dengan tantenya ini


“ Kalau bicara di telpon itu kurang asik, nanti saja di rumah Tante. Kamu bisa kan ward? “ tanya Tante Lucia yang masih membujuk Edward


Edward yang tidak memiliki pilihan lain pun hanya bisa menyetujui nya hingga telpon mereka terputus. Setelah selesai, Edward melihat Natasya yang sedang asik memainkan hp sambil bersandar di samping mobil. Entah gadis itu tau atau tidak, seketika natasya bertanya apakah ia sudah selesai atau belum


“ sudah telponnya? “ tanyanya dengan suara dingin


“ hm...ya sudah “ jawab Edward yang berjalan menghampiri Natasya lalu ikut bersandar di sambil mobil


Natasya hanya membiarkan atasanya ini berbuat sesukanya, selagi ia tidak merasa terganggu maka itu akan baik-baik saja. Mereka terdiam disana beberapa saat hingga Natasya merasa bosan karna tidak melihat tanda-tanda kedatangan Arya maupun Liana


“ Mereka dimana? “ tanya Natasya tanpa menyebutkan siapa yang ia maksud


“ Arya dan Liana, dimana mereka? Kenapa masih belum kelihatan? “ kata natasya sambil melihat sekeliling


“ Entah, si bodoh itu belum menjawab chat ku jadi aku tidak tau apa sedang mereka lakukan “ jawab Edward dengan mata yang terpejam


“ huh...jadi harus menunggu nih? “ tanya Natasya dengan menghela nafasnya


“ hm “ angguk Edward tanpa membuka matanya


Natasya pun hanya menggerutu dalam batinnya, merasa bahwa jika dunia ini selalu saja ada kata menunggu padahal itu adalah kata yang menurutnya sangat merepotkan sekali. Edward yang merasa sekeliling sepi, membuka matanya perlahan dan melihat gadis di sampingnya Tengah asik melanjutkan hpnya, perlahan Edward pun membuka pembicaraan untuk menghilangkan keheningan diantara mereka.


“ apa kau bosan? “ tanya Edward yang menoleh ke samping tepat ke arah gadis di sebelahnya ini


“ hm “


“ kenapa kau begitu terlihat mudah bosan jika menunggu seseorang sebentar? “ Tanya Edward lagi


“ karna itu hal yang merepotkan “ jawab singkat natasya tanpa menoleh kearah Edward


“ merepotkan? Apa itu rasanya menunggu? “ tanya Edward yang membuat Natasya menghentikan aktivitasnya

__ADS_1


“ iya, memang menurut mu menunggu itu seperti apa? “ kata natasya yang bertanya balik kepada Edward


“ Entah, aku tidak tau “ jawab Edward yang membuat gadis di sebelahnya menoleh kearah nya


“ maksudmu? “ tanya Natasya yang tidak mengerti


“ Ya aku tidak tau rasanya menunggu “ jawab Edward yang memperjelas


“ kau? Tidak tau? “ tanya Natasya yang semakin menatap lelaki di sampingnya dengan tatapan horor


“ ya, maka dari itu aku bertanya padamu “ jawab Edward


“ awalnya aku hanya menganggapmu aneh tapi ternyata kau ini memang aneh ya “ cibir natasya


Edward yang mendengar cibiran itu bukannya tersinggung tapi ia malah merasa itu benar, Edward memang lelaki yang aneh. Sikap yang selalu berubah dengan orang yang tertentu dan hati yang yang tidak pernah berubah walau sudah dipertemukan dengan yang jauh lebih baik.


Natasya yang melihat Edward terdiam pun langsung merasa bahwa perkataannya ini membuat lelaki itu terdiam atau bisa disebut dengan tersinggung. Karna merasa bersalah ia pun meminta maaf atas perkataannya barusan


“ Maaf tuan atas perkataanku yang salah “ kata natasya yang tidak lagi menyandar


“ tidak apa, kau tidak salah. Perkataan kau memang benar “ jawab Edward yang tidak menyalahkan Natasya


“ Maksud mu? “ tanya Natasya


“ kau tidak salah, aku memang aneh sejak kecil jadi tidak perlu di tersinggung lagi dengan kata orang “ jawab Edward yang semakin membuat Natasya merasa bersalah


“ jadi kau benar-benar tersinggung? Tuan, aku minta maaf atas kelancanganku barusan “ kata Natasya yang menunduk


Edward yang tidak tahan dengan itu pun langsung menyandarkan tubuh kecil Natasya ke mobil dan dirinya yang mengukungnya dengan tumpuan satu tangan. Natasya yang menerima aksi dadakan itu pun hanya terkejut sambil menatap mata dingin Edward yang dengan menatapnya.


Bukannya salting atau pun apa, Natasya merasa jantungnya berdetak agak sedikit cepat saat merasa kedekatan mereka. Berusaha mendorong dada bidang Edward yang ditutupi oleh kemeja putih untuk menjauh darinya namun karena perbedaan kekuatan Natasya kalah bersaing


“ Tuan, tolong menyingkirlah! “ pinta Natasya yang terus mendorong dada bidang Edward


“ Tidak “


“ Tuan, aku sedang serius ini. Menyingkirlah! “ kata natasya yang terus mendorong


“ Kalau aku tidak mau, kau bisa apa? “ tanya Edward sembari mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Natasya


Natasya yang merasa bahwa ini sudah tidak baik pun hanya bisa memalingkan pandangannya ke arah lain karena ia tau semakin ia mendorong maka atasannya ini semakin mendekatkan dirinya


“ Tuan, kumohon menyingkirlah! Bagaimana jika ada yang lihat? “ kata natasya


“ memangnya kenapa jika ada yang melihat? Lagi pula itu juga bukan urusanku jika mereka membicarakanku “ jawab Edward yang tak acuh

__ADS_1


“ tapi ini tidak baik tuan, kenapa anda tiba-tiba bersikap seperti ini? “ tanya Natasya yang mencoba terus mendorong


“ aku begini karna aku merasa kesal denganmu “ jawab Edward yang sedikit memberi jarak antara mereka namun Natasya masih dalam kukungan lelaki itu


__ADS_2