Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Hanya sebatas pujian


__ADS_3

Yudha terkekeh, “Apa kau sudah bertemu dengan Natasya?” lelaki itu terdiam sejenak, lalu menjawab “Sudah paman, tapi...” “Tapi kenapa? Kalian sudah ketemu kan? Lalu ada apa? Apa ada masalah?” Tanya Yudha saat mendapati lelaki itu menghentikan perkataannya. Lelaki itu menggeleng, “kami sudah bertemu paman, bahkan kami sudah bertemu beberapa hari yang lalu karna pekerjaan”


Yudha mengerutkan kening, masih tidak mengerti apa maksud dari lelaki ini. “Lalu, kenapa kau terlihat begitu gelisah? Apa terjadi sesuatu antara kau dengannya?”


Lelaki itu berpikir sejenak, lalu menatap Yudha dengan tatapan datarnya. “Putrimu, Natasya, masih menginginkan Rio dihatinya. Bahkan dia sama sekali tidak pernah memandangku sekalipun” Yudha terkejut mendengar hal itu “Rio? Bukan kah kabarnya jika anak lelaki itu sudah pergi dari 8 tahun yang lalu?” tanya Yudha yang sedikit mengingatkan tentang Rio


“Ya, Rio adalah anak lelaki yang pergi dari 8 tahun lalu. Bahkan sampai sekarang dia masih kembali, tetapi Natasya masih mengharapkan kembalinya lelaki itu. Aku tidak habis pikir, jika putrimu akan sebodoh itu dalam cinta.” Lelaki itu berkata dengan merendahkan posisi Natasya.


Yudha menggeleng, tanda dari perkataan lelaki itu salah. “Kau salah, Natasya adalah gadis yang sabar. Bahkan gadis itu entah seluas apa kesabaran dan hatinya itu. Bukan dari soal menunggu Rio, melainkan Natasya kini sedang sabar dalam menunggu semuanya berakhir”


“Semua berakhir? Bukankah semuanya memang sudah berakhir? Bukankah tujuanmu sudah terpenuhi?” tanya lelaki itu dengan mengerutkan keningnya.


Yudha tersenyum licik, mengeluarkan aura yang dimana orang bisa merasakan kejahatan dalam dirinya. “Semuanya belum selesai, masih ada beberapa permainan lagi yang harus diterima oleh gadis itu sebelum kau mendapatkannya. Karna dengan permainan itulah yang bisa membuat dirinya jatuh dalam pelukanmu”


“Apa maksud dari permainan yang kau maksud?” lelaki itu memandang serius Yudha


...--🥀🕊️--


...

__ADS_1


Disisi lain, Natasya yang tengah duduk di samping Edward dalam mobil yang sama membuat suasana disana menjadi canggung. Karena keduanya tidak membuka suaranya untuk menghilangkan keheningan, bahkan hanya ada suara nafas yang dingin serta hangat.


Sesampainya di sebuah tempat yang sangat besar dan luas. 2 bangunan yang menjunjung tinggi, serta taman yang luas mengelilingi bangunan tersebut. Dihalaman juga terdapat taman yang cukup indah dan luas. Panjangnya sampai 5 meter lebih, disana juga tertanam beberapa pohon yang membuat taman itu menjadi lebih hidup.


Tak lupa dengan rumput hijau segar yang membuat angin datang menenangkan hati.


Natasya yang melihat keindahan ini tidak bisa tidak terkejut, karena ini adalah tempat yang menurutnya sangat indah setelah taman milik Edward ditengah hutan. “Biasa saja melihatnya! Kau seperti orang yang tidak pernah melihat hal seperti ini saja” cibiran Edward perlahan terdengar di telinga Natasya dan membuatnya mengerutkan bibirnya.


Menatap Edward dengan tatapan tajamnya, “Tidak bisakah kau diam? Sepertinya kau sangat tidak suka melihat orang terkejut?”


“Biasa saja, dunia ini terkadang sangat indah. Tetapi tidak ada yang tau, keindahan ini akan bertahan dimasa depan atau tidak” jawab Edward dengan dingin.


Edward menyadari itu, namun hanya terdiam karna dia tahu yang membuat gadis ini berubah rautnya. “Ayo masuk kedalam, acaranya akan dimulai sebentar lagi” Edward berkata lalu dengan tangan yang menggandeng lembut tangan kecil Natasya. “Tidak perlu men..” “Diamlah, aku menggandengmu agar kau tidak tertinggal lagi seperti tadi. Karena itu sangat merepotkan” Edward berjalan dengan santai, sedangkan Natasya mengikutinya dari belakang.


Kedua orang itu terlihat seperti pasangan, namun karna suasana hati Mereka sama-sama sedang buruk, jadi banyak yang menyangka jika mereka adalah pasangan yang sehabis bertengkar.


“Ward, bisakah kau lepaskan tanganku? Aku kesulitan untuk berjalan!” kata Natasya yang dibelakang Edward tengah berjalan cepat untuk mengimbangi langkah kaki panjang Edward. “Tidak, jika aku melepaskannya maka kau akan tertinggal dibelakang.” Tolak Edward tanpa menghentikan langkahnya.


Natasya berdecih, “jika tertinggal aku bisa menyusulmu dari belakang, memangnya apa susahnya dari itu?”

__ADS_1


Edward yang merasa kesal dengan sikap Natasya pun langsung menghentikan langkahnya secara mendadak, hal itu membuat Natasya tanpa sadar menabrak lelaki itu disaat mulutnya tengah mengumpatnya


“Aduhh!! Edward, apa yang kau lakukan lagi?!!” kata Natasya sambil mengelus wajahnya yang terasa sakit akibat menabrak punggung tegak Edward.


Edward masih terdiam ditempat, lalu membalikkan tubuhnya menghadap Natasya yang tengah mengelus wajahnya karena tabrakan itu. Perlahan Edward menurunkan wajahnya serta tangan yang terangkat untuk mengelus lembut halus pipi Natasya. “Menurutlah untuk kali ini, karna kau baru pertama kalinya untuk datang kesini. Jadi jangan pernah jauh-jauh dariku, karena tempat ini cukup banyak orang”


Rasa hangat yang menyetrum wajah Natasya membuatnya mengangkat kepalanya dan melihat wajah Edward yang dingin tengah menatapnya dengan tatapan lembut. Bahkan tatapan yang dingin dulu biasa ia lihat, kini sudah jarang sekali lelaki itu tampilkan padanya. “Setelah ini, kau bebas ingin kemana. Tapi tidak disini!”


Natasya mengangguk, lagipula perkataan Edward tadi ada benarnya juga. Ia baru pertama kalinya kesini, jadi ia tidak akan tau lingkungan dan orangnya seperti apa. “Hn..baiklah”


Mendengar itu, Edward tersenyum kecil lalu mulai mengangkat kembali wajahnya dan berbalik. Berjalan masuk kedalam dengan tangan Natasya yang masih tergandeng oleh tangan besarnya.


Sampai didalam, meeting pun dimulai untuk beberapa menit. Banyak orang yang menyadari meeting tersebut, bahkan dari sebagian besar orang yang menghadiri hanya Natasya seorang diri yang wanita disana. Maka dari itulah alasan Edward menyuruhnya agar tidak jauh-jauh dari lelaki itu, karena takut terjadi hal yang tidak inginkan saat acara pesta dimulai setelah meeting.


“Hebat juga kamu menjelaskan semuanya pada klien” puji Edward saat keluar dari ruangan bersama Natasya. “Terimakasih, tapi kurasa kemampuanku masih belum sebanding denganmu.” Jawab Natasya dengan senyuman kecil diwajahnya. Edward melirikkan matanya kearah Natasya “Kemampuanmu udah bisa dibilang, diatas rata-rata para bawahanmu yang ku anggap hebat. Jadi jangan pernah merendah diri! Kau hebat”


Natasya tertawa kecil, menganggap bahwa Edward ini adalah lelaki yang mudah sekali membuat dirinya senang walau hanya sebatas pujian. Padahal sejak dulu, Natasya bukanlah gadis yang haus akan pujian. Tetapi sekarang, entah kenapa dirinya begitu senang saat mendapatkan pujian itu dari lelaki yang dulunya ada orang yang mengerikan.


-Semua yang terjadi di dunia memang tidak akan disangka oleh manusia, karna dirinya saja tidak menyangka akan sedekat ini dengan Edward ( lelaki dingin tak berperasaan ).-

__ADS_1


__ADS_2