
Edward terbangun di tengah malam, ia terkejut karna menyadari bahwa Dirinya telah tertidur saat sedang melihat laporan. Suasana ruangan masih terang karena lampunya tidak dimatikan dan anehnya, siapa yang menyalakan penghangat ruangan?
Melihat sekeliling dan tertuju kearah gadis yang tengah tidur di sofa, gadis dengan wajah damainya tertidur disana membuat Edward terkejut. Apa dia tidur dengan wanita lain di ruangan yang sama? Edward pun langsung mengerutkan keningnya, berpikir untuk tidak memikirkan hal lain.
Sedang asik memijak keningnya, hp Edward berbunyi hingga membuat gadis yang tengah tertidur itu merasa terganggu. Dengan cepat, Edward pun mengangkat telponnya lalu menutup setengah mulutnya agar suaranya tidak terdengar.
“ Hallo? “ kata suara yang terdengar dari Telpon
“ bunda? “
“ Edward kamu dimana nak? Kok belum pulang? “ tanya bunda dari telpon
“ ketiduran tadi Bu Edward, ini baru mau pulang “ jawab Edward sambil melirik sekilas ke Natasya
“ ketiduran? Kok bisa? Kamu pasti capek banget ya? Yaudh, kalau mau pulang mah. Nanti bunda tungguin di rumah “ kata bunda dengan tulus
“ gak usah bun, Edward masih mau disini. “ ucap Edward sambil melirik kearah map yang ada di atas meja
“ Lho kenapa nak? Apa kerjaan kamu masih banyak disana? Kalau masih banyak, besok saja kamu kerjakan. Sekarang kamu pulang buat istirahat “ nasehat bunda
“ Iya Bun, nanti Edward pulang kalau udah selesai ngecek laporan. “ kata Edward
“ Yaudah kalau gitu, kamu hati-hati disana jangan sampai ketiduran lagi. Kalau capek juga jangan dipaksakan nanti kamu bisa sakit “ ujar bunda
“ iya Bun “
Sambungan telpon pun terputus, Edward menghela nafasnya karna merasa bahwa bundanya itu begitu perhatian walau mereka...ah sudahlah! Edward yang sibuk dengan hpnya pun terkejut saat melihat Natasya sudah beranjak dari sofa Nya menuju pintu.
“ Ingin kemana kau? “ tanya Edward dengan suara dingin
Natasya yang merasa di tanya pun langsung menoleh kearah Edward yang sedang duduk di kursi besarnya dengan tangan yang memegang map.
“ pulang “ kata Natasya yang tak acuh
“ Di jam segini? Apa kau gila? “ tanya Edward yang mengerutkan keningnya
“ tidak, aku memang ingin pulang sekarang “ jawab natasya yang gamood
__ADS_1
“ Minta Arya untuk temani kau pulang “ kata Edward yang menatap dingin Natasya
“ Untuk apa? Kau pikir aku takut untuk pulang sendiri? “ tanya Natasya yang memiringkan kepalanya
“ Tidak “
“ Lalu? “
“ Tidak jadi “
“ ck...gak jelas “ gumam Natasya sembari pergi meninggalkan ruangan.
Natasya keluar dari ruangan, terlihat koridor disana begitu gelap dan sunyi. Mungkin itu efek tengah malam jadi hawanya cukup aneh, tidak ingin memikirkan hal aneh natasya pun berjalan menuju lift namun saat ia masuk dan pintunya tertutup, ia terkejut saat Edward ikut dengannya masuk kedalam lift
Tidak terlalu menanggapi, natasya pun hanya terdiam saat berdua didalam lift bersama Edward. Hawa yang tadi begitu mencengkam sekarang menjadi dingin seperti di puncak kutub es. Natasya memeriksa hpnya untuk meminta seseorang untuk menyiapkan apa yang sudah ia pesan sebelumnya.
Sesampainya di lantai bawah, lift pun terbuka dan keduanya berjalan keluar menuju pintu. Memang rasanya canggung jika hanya terdiam saat bersama orang lain tapi ya mau bagaimana lagi jika sikap keduanya sama persis ' dingin '
Saat memasuki parkiran, Edward masuk ke dalam mobil sedangkan Natasya masuk kedalam mobil miliknya. Mereka sama-sama menjalankan mobil menuju tempat masing-masing. Namun saat keluar dari gerbang Natasya mengambil jalur kanan sedangkan Edward mengambil jalur kiri. Natasya menyetir mobil dijalan yang begitu gelap pun langsung melihat sekeliling untuk berjaga-jaga tidak ada yang mengikuti apalagi ada yang berusaha niat jahat. Sedang fokus melihat sekeliling, Natasya dikejutkan oleh suara telpon yang berbunyi.
Sialan!! Bikin kaget aja....
Tak lama telpon itu kembali terbunyi seperti memaksa Natasya untuk mengangkat namun Natasya mematikan Telponnya hingga 4× dan akhirnya ia terpaksa mengangkat telpon dari orang asing ini. Saat mengangkat dan sambungannya terhubung terdengar suara yang begitu ia kenal dari dalam telpon.
“ Bodoh! Darimana saja kau? “ tanya suara itu dari dalam telpon
Natasya yang mendengar suara itu pun langsung tertegun, ia merasa bahwa nomernya tidak pernah ia kasih namun kenapa orang ini bisa memilikinya? Natasya yang masih terdiam membuat suara dari dalam Telpon terdengar lagi.
“ Kau tuli kah? “ tanyanya lagi
“ Tidak “ jawab Natasya dengan dingin
“ Bagaimana kau bisa tau nomerku? “ tanya natasya lagi
“ Arya “ jawab singkat suara itu
“ Lalu ada apa kau menghubungiku? “ tanya Natasya yang terheran
__ADS_1
“ Tidak ada...apa kau masih dijalan? “ Kata Edward
“ hm “
“ Kalau begitu jangan matikan telponnya “ kata Edward yang membuat natasya mengerutkan keningnya
“ kenapa? Apa kau takut, pulang sendiri ditengah malam begini? “ tanya Natasya
“ tidak “
“ Lalu? “
“ Kan sudah kubilang jangan matikan maka jangan matikan, kau boleh pagi hari tidak mendengarkanku tapi untuk kali ini kau harus dengar “ kata Edward dengan suara serak
“ Hm..baiklah “ setuju natasya
Mereka pun langsung terdiam tanpa berbicara hal lain, memang kalau hanya berdua maka hanya ada keheningan diantara mereka namun walaupun terdiam telpon mereka masih terhubung. Jujur saja, Natasya Merasa lega saat mendapatkan telpon. Tengah malam seorang gadis pulang itu mungkin akan sangat berbahaya
Beberapa menit kemudian, Natasya mendengar suara mobil berhenti dari telponnya, berpikir bahwa atasannya ini sudah sampai di rumahnya hingga ia memutuskan untuk menutup telponnya.
“ kau sudah sampai? “ tanya Natasya yang memastikan
“ ya, kau jangan tutup telponnya! Biarkan saja sampai kau sampai rumah baru kau boleh tutup “ kata Edward yang langsung the point
“ kenapa? Bukankah jika kau sudah sampai maka telponnya akan berakhir? “ tanya natasya
“ tidak, telponnya akan terputus saat kau sudah sampai. Lebih baik kau pulanglah lebih cepat “ kata Edward yang keluar dari mobilnya
Natasya tidak menjawab dan kembali melanjutkan perjalanan, namun saat ia belok kearah kanan, ia langsung terkejut melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat. Bukan setan ya! Spontan mobilnya berhenti hingga membuat suara ban berdenyut.
Edward yang sedang disambut bundanya didepan pintu pun langsung terkejut mendengar itu, sedangkan bunda yang berada didepan Edward melihat ekspresi Edward berubah langsung bertanya.
“ ada apa nak? “ tanya bunda
Edward tidak menjawab dan hanya bertanya kepada seseorang yang ada didalam telponnya tersebut.
“ Ada apa? Hey! Kau kenapa? “ tanya Edward yang mengerutkan keningnya
__ADS_1
Tak kunjung dijawab dari sana, natasya yang dilokasi itu masih terdiam sambil mengatur nafasnya karna terkejut. Sungguh sial jika melihat hal ini untuk ke3× nya, padahal ia sudah berjanji untuk tidak melihatnya lagi tapi kenapa sekarang ia masih melihatnya.
Sial banget si!!