Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Sepertinya aku tidak perlu turun tangan.


__ADS_3

James yang mendengar perkataan lelaki itu pun terkejut. Apa ia tidak salah dengar? Di acara yang penting ini, ada orang yang berani menghancurkannya? James yang tidak berperasaan pun hendak menjawab perkataan Lelaki itu dengan emosinya.


Namun saat melihat Edward berjalan melewatinya menuju arah halaman samping pun membuat emosinya tertahan di tenggorokan. Sedangkan jihon yang melihat itu, hanya bisa mengikuti Edward dari belakang dengan perasaan yang heran


“Edward! Kau ingin kemana?” Tanya jihon dari belakang Edward


Mendengar pertanyaan jihon, Edward hanya melirik sekilas tanpa menjawab pertanyaannya sedikitpun. Bahkan langkah kakinya juga terus berjalan menuju halaman samping aula.


Sesampainya disana, Edward melihat banyak orang berkerumunan mengelilingi halaman itu. Bahkan dari beberapa orang tengah berbincang tentang masalah ini.


“Lihat bagaimana gadis kecil itu memukul Orang penting dari keluarga WU, entah akan bernasib seperti apa nantinya.”


“Iya, gadis itu benar-benar mencari mati”


“Bukannya mencari mati, tetapi gadis itu memang benar-benar mengantar nyawanya sendiri”


Gadis? Siapa yang mereka maksud? Edward mengerutkan keningnya, kini, perasaan tidak enak pun mulai terasa di dalam hatinya. “Edward, kau ini kenapa? Tiba-tiba pergi kesini?” Jihon yang baru sampai langsung mengajukan pertanyaan dengan nafas yang terengah-engah.


“Buka jalan!”


Suara dingin Edward terdengar di malam itu. Membuat semua orang yang sedang berkerumunan dengan sontak menolehkan kepalanya kearah Edward. Mereka semua tampak bingung dengan kedatangan Edward dan ditambah lagi jihon, artis terkenal.


“Itukan tuan besar Chen!”


“Sedang apa dia disini?”


“Waduh! Gawat nih kalau tuan besar Chen tau permasalahan ini!”

__ADS_1


“iya... bisa-bisa, gadis itu mati ditangannya”


Mendengar perkataan itu, Edward hanya melirik sekilas lalu berjalan menghampiri kerumunan orang-orang tersebut. Semua orang disana terkejut melihat Edward berjalan masuk kedalam kerumunan tersebut hingga akhirnya ia bisa melihat siapa yang tengah membuat masalah di tempat utama keluarga WU.


Mata dingin Edward seketika terbelalak, karna terkejut dengan apa yang ia lihat. Disana ada seorang gadis, tengah berdiri mencengkram kerah baju lelaki yang terlihat babak belur, entah karna siapa. Gadis itu juga menatap lelaki itu dengan tatapan tajam, membuat Suasana juga semakin menegang.


“Enyahlah dari hadapanku!”


Tangan salah satu gadis itu mulai terangkat dan siap untuk melayangkan satu pukulan lagi. Padahal lawannya saja sudah setengah sadar, kondisinya sudah membuatnya lemah. Apa gadis ini akan dengan kejam melayangkan satu pukulan selanjutnya?


Gadis itu yang sudah tenggelam dalam emosi pun mulai melayangkan kepalan tangannya kearah wajah lelaki itu. Namun sebelum pukulan itu terkena wajah lelaki itu, ada sebuah tangan besar datang menutup matanya.


Tubuhnya juga melangkah kebelakang, hingga tertabrak sesuatu yang ada dibelakangnya ini. Cengkraman tangan pada kerah lelaki itu juga perlahan mengendur dan tak lama membuat tubuh tak berdaya lelaki itu terjatuh kebawah.


“Apa yang kau lakukan, hm?”


Edward yang melihat kedatangan jihon pun hanya melirik sekilas dengan dingin lalu membalikan tubuh gadis kecil itu hingga menghadap kearahnya. Gadis itu masuk kedalam pelukannya Edward, namun disana tetapi terdiam sambil menenggelamkan kepalanya didada bidang Edward.


“Ward, siapa dia?” Tanya jihon


Edward melirik dengan dingin, lalu kembali menundukkan pandangannya untuk melihat gadis yang tengah berada di pelukannya ini. Diam tanpa ada pemberontakan sedikitpun darinya, membuat Edward menyipitkan matanya untuk mencari tahu apa yang terjadi.


Tak lama, melihat kearah kondisi gadis itu, Edward langsung tertegun dengan bekas kemerahan pada pergelangan tangan gadis itu. Hal itu membuat Edward mengerutkan keningnya, serta menilai bekas itu. Kemerahan dari tangan gadis ini, bukan dari dirinya ataupun Jika itu dari seorang wanita, sangatlah tidak mungkin.


Bekas kemerahan ini sangat besar, dan bahkan meninggalkan beberapa goresan disana.


Edward ingin sekali membunuh seseorang yang telah melakukan ini padanya. Tetapi disisi lain, ia tidak boleh menghancurkan acara penting keluarga WU. Dengan pikiran yang tenang, Edward pun menghela nafas dengan pelan lalu menatap kepala gadis itu dari atas.

__ADS_1


Tangannya juga perlahan mengelus kepala gadis itu dengan lembut.


“Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?” Tanya Edward dengan suara yang dingin namun terdengar lembut.


Gadis itu menggeleng dalam pelukan, tidak mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat kearah Edward, “Tidak ada, maaf telah membuat masalah kali ini”


Edward terdiam sambil mengangkat kepalanya untuk melihat lelaki yang tengah duduk di tanah sambil memegangi perutnya. Lelaki itu juga menatap kearahnya dengan tatapan tajam serta ketakutan yang terlihat pada dirinya.


“Apa dia yang membuatmu seperti ini?” Edward bertanya sambil menurunkan kembali pandangannya


Gadis itu mengangguk tanpa menjawab. Sedangkan Edward kembali menatap lelaki itu dengan tatapan dingin. Hal itu membuat lelaki itu bergidik merinding. “Apa yang dia lakukan padamu?” Edward bertanya tanpa menurunkan pandangannya


Kini dirinya merasa tidak tahan dengan keluarga WU. Selalu saja bertindak seenaknya dengan orang yang tidak dikenal, terlebih lagi pada seorang wanita. Pasti akan bernasib buruk!


James yang melihat Edward tengah memeluk seorang gadis pun langsung menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi. Dirinya berusaha menjadi tuan besar keluarga WU yang baik. “Apa yang terjadi Edward? Dan siapa gadis ini?”


Mendengar pertanyaan James, membuat Edward melirik dingin kearahnya lalu berkata, “Tidak perlu tau apa yang terjadi, lebih baik kau memperbaiki beberapa orang di keluargamu itu. Aku sangat membenci orang yang suka membuat masalah dengan gadis ini.”


James terpaku, lalu matanya mulai mencari permasalahannya dan melihat seorang lelaki tengah duduk bersandar ditanah dengan keadaan yang buruk. “Maaf Edward, sepertinya kau salah menilai orang” bantah James sambil menatap Edward kembali


“Aku salah menilai? Lalu bagaimana masalah ini bisa terjadi? Dan bagaimana dirinya bisa marah dengan orang dikeluarga mu itu?”


James terdiam, ia memang tidak tau apa yang terjadi. Tetapi saat ini dirinya juga tidak ingin membuat keluarga WU tercoreng buruk didepan para undangannya ini. “Baik-baik, aku akan mengurusnya itu nanti. Maaf atas kesalahannya Edward” James terpaksa merendah untuk membuat semua orang mengira bahwa dirinya berpikir luas.


Edward mengangguk, “Hm... sepertinya aku tidak perlu turun tangan untuk menghukumnya” Edward pun berjalan sambil membawa gadis itu yang masih dalam pelukannya. Tidak mengeluarkan sedikitpun kepalanya dari dalam sana.


“Edward, kau ingin kemana? Acara ini masih belum selesai! Tidak perlukah kau harus terburu-buru pergi?” James berteriak dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2