Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Ternyata rubah licik..


__ADS_3

“ Ya saya memang sadar diri, daripada tuan wu yang tidak sadar diri “ kata Natasya


Tuan wu yang merasa dihina pun marah, seumur hidupnya ia tidak pernah dipermalukan seperti ini. Ia selalu dihormati dan disanjung dengan orang-orang tapi kenapa tidak dengan gadis didepannya ini? Tuan wu yang dihina tidak sadar diri pun membuat semua orang yang diperusahaan menahan tawa agar tidak ketahuan oleh tuan wu.


Karna tidak mendapatkan jawaban dari tuan wu, natasya kembali berbicara.


“ Ada apa tuan wu? Kok diam? Bukankah Anda datang kesini untuk meminta pertanggungjawaban atas tindakan saya, kenapa sekarang anda malah diam? “ tanya Natasya yang membuat suasana semakin panas


“ Ya aku kesini untuk meminta pertanggungjawaban atas tindakan kau kemarin, nona. Aku sudah jauh-jauh datang ketempat yang sudah dijanjikan tapi kau malah tidak ada, kau ini berniat untuk melakukan penghinaan terhadapku ya?!! “ kata tuan wu dengan nada angkuh


“ tapi aku sudah menunggu lama disana, kau ingin aku menunggumu sampai kapan? “ tanya natasya dengan nada dingin


“ Aku ingin kau menunggu sampai aku datang!! Kau ini ingin kerjasama dengan perusahaan besarku tapi kau juga yang menghancurkan kerjasamanya. Aku memang tidak keberatan jika kerjasama ini dibatalkan, tapi bagaimana denganmu? Kau ini terlihat seperti orang yang tidak mampu pasti kau butuh uang untuk menghidupi kehidupanmu kan. “ ejek tuan wu


“ oh iya kah? Apa aku terlihat seperti itu Dimatamu tuan wu? “ balas natasya yang tidak terpancing


“ Sudah jelas, terlihat seperti orang yang tidak mampu. Kau ini derajatnya dibawah ku jadi jangan bertindak sok didepanku “ kata tuan wu


“ kau pikir aku seekor anjing yang harus menurut pada atasanku? Kita memang tidak sama dalam status tapi kita ini sederajat. Kita sama-sama memiliki nyawa satu dan saling membutuhkan orang lain. Jadi jangan berlagak seperti orang yang harus dihargai karna aku jijik dengan dramatis mu itu “ kata natasya sambil menatap tuan wu dengan jijik

__ADS_1


“ Hahaha...aku dan kau, sederajat? Jangan mimpi, kau ini terlalu lama dibawah ya jadi selalu berkhayal yang tidak mungkin kau raih. Aku melihat mu seperti ini jadi kasihan dengan hidupmu, apakah orang tua mu tidak mampu memberikan kehidupan yang bagus untukmu hingga di usia semuda ini kau malah bekerja. “ Sindir tuan wu


Natasya yang mendengar ejekan terhadap keluarganya, entah kenapa ia merasa sangat emosi, rasanya seperti ingin menghancurkan tubuh yang berani menghina keluarganya. Natasya akui keluarganya memang tidak bahagia tapi dulu ayahnya selalu bisa memberikan sesuatu yang ia inginkan walau tidak dengan kasih sayang.


Natasya yang ditempat mencoba menahan amarahnya agar tidak meluap dan merusak reputasinya, perlahan ia mengatur nafasnya yang kini memburu. Tuan wu yang melihat Natasya yang terpancing pun melanjutkan aksinya tanpa sadar dengan akhirnya seperti apa.


“ kenapa kau diam, nona? Apakah perkataanku benar? Ouh..kasian sekali hidupmu tanpa kebahagiaan dan kekayaan. Jika kau bersedia menjadi budakku maka aku dengan senang hati akan memberikan semua keinginanmu tanpa terkecuali “ kata tuan wu


“ Budak? Ck..kau ini terlalu memandangku rendah ya. Padahal ini adalah pertama kalinya kita bertemu tapi kau sudah berani menyimpulkan seseorang dalam sekali lihat “ ujar natasya yang kini mempertahankan diri


“ hahahaha....kau ini memang rendah, nona. Tak ku sangka perusahaan besar ini, mau menerimamu Bekerja “ Sindir tuan wu lagi yang tidak puas hati


“ Mereka mempekerjakan ku karna pengalaman dan sikap ku, bukan karna tampilan ataupun bantuan temen apalagi dari hubungan “ balas Natasya


Tuan wu jika dilihat sisi usia maka ia bisa dibilang berumur 30 tahunan sedangkan Natasya berumur 22 tahun. Di negara dan dikotanya sekarang terkenal jika dimasa usia 22 tahun, wanita hanya sibuk dengan dunia percintaan dan pertemanan tapi kalau ini adalah Natasya, itu berbeda sekali. Natasya mulai kerja saat dia lulus SMK, jadi dia lebih banyak pengalaman untuk di usianya yang sekarang.


Natasya juga tidak ingin mengandalkan uang Tante Kinan terus, karna ia sudah besar dan bisa mencari uang, maka ia akan mencari bukan hanya meminta. Walau diluar sana Natasya sering diejek habis-habisan oleh orang-orang yang tidak tau tentang kehidupannya.


Natasya hanya diam tanpa menanggapi perkataan orang lain jika yang dimaksud hanya dia tapi sekarang tuan wu berani membawa orang tuanya kedalam masalah bisnis mereka padahal sudah jelas orang tuanya tidak ada hubungannya dengan itu. Natasya yang sudah tidak bisa menahan diri pun langsung berlari kearah tuan wu, menarik kerahnya lalu melemparnya hingga terbentur dinding.

__ADS_1


Tuan wu yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya bisa pasrah karna punggungnya terasa sangat sakit karna benturan keras, tak ia sangka gadis berumur dibawah nya ini memiliki tenaga yang cukup besar dan hampir menyamai tenaga lelaki. Semua orang yang melihat itu langsung tertegun, Natasya yang kini sedang berjalan menghampiri tuan wu yang sedang tergeletak tak berdaya di sudut ruangan.


5 orang lainnya hanya terdiam, mereka tidak bisa menggerakkan Tubuhnya karna aura yang dingin dan siap membunuh itu keluar dari tubuh gadis kecil itu. Natasya sudah lama menyimpan semuanya sejak lama hingga akhirnya ia lepaskan dan melampiaskan kepada tuan wu.


Disisi lain, Edward yang baru saja datang dengan Arya merasa suasana kantor seperti tidak beres pun langsung masuk kedalam dan melihat banyak orang di ruangan utama. Lebih fokusnya kegadis kecil yang sedang berdiri tepat di depan tuan wu yang sedang tergeletak dilantai, karna tau kondisi Arya pun berlari kearah natasya dan mencoba menghentikannya.


“ NONA TASYA, BERHENTI!! JANGAN BERLEBIHAN, INGAT INI DIKANTOR!! “ teriak Arya disela-sela larinya


Natasya yang mendengar teriakkan itu hanya melirik dari ujung matanya dan berkata dengan dingin hingga membuat Arya yang sedang berlari menjadi berhenti terdiam di tempat.


“ Ini urusanku! “


“ Tapi ini kantor nona, tolong kendalikan emosimu. Jangan sampai orang berpikir kalau nona mudah untuk menindas orang “ kata Arya yang mencoba menetralkan suasana


“ mudah menindas? Bukankah aku yang selalu ditindas? Kenapa jika aku ingin melawan maka selalu salah Dimata orang lain padahal aku yang selalu ditindas “ jawab natasya sambil menatap Arya dengan tatapan tajam


Edward yang masih diam ditempat pun tertegun saat mendengar suara natasya, suara itu seperti mengeluarkan isi hatinya yang paling dalam. Hati yang sudah lama menyimpan beban hingga tidak sanggup lagi menahannya.


Orang yang merasakan rasa itu hanya orang yang bisa mengerti perasaan sesama dan pernah bertemu dengan orang yang seperti itu, terutama Edward. Lelaki itu seperti merasa tidak nyaman melihat Natasya berbicara, dengan perlahan Edward mendekati Natasya. Gadis yang melihat atasannya menghampirinya pun berteriak...

__ADS_1


“ berhenti dan diam ditempat mu!! “


Namun Edward sudah menulikan telinganya dan terus berjalan kearah natasya hingga membuat gadis itu mundur 2 langkah untuk menjaga jarak. Saat tepat didepan Natasya tanpa aba-aba Edward langsung menarik tangan Natasya lalu membawanya ke lift pribadinya.


__ADS_2