Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Wajah dingin tanpa ekspresi..


__ADS_3

Siang harinya, Natasya pergi keluar untuk mencari makanan karna ia sudah bosan dengan kantin jadinya ia mencarinya diluar kantor bersama dengan Liana. Mereka suka bersama, sejak Natasya menjadi atasannya Liana.


Semenjak kebersamaan mereka, mereka juga sering dibilang seperti saudara walau kenyataannya mereka hanya atasan dan bawahan. Pergi ke tempat restoran terdekat agar mereka bisa kembali dengan cepat saat jam istirahat sudah selesai.


Saat memasuki restoran, Natasya langsung dikejutkan dengan Yudha yang baru saja ingin keluar. Sungguh sial jika bertemu dengan lelaki ini diwaktu yang tidak tepat, mencoba mengabaikannya dan terus berjalan masuk namun Yudha yang menyadari bahwa gadis yang sedang mengabaikannya adalah natasya.


Memanggilnya dengan senyuman lebar di wajahnya, hingga gadis yang merasa terpanggil pun membeku ditempat. “ Natasya? “ Yudha menghampiri Natasya bersama anak buahnya yang berjalan dibelakangnya. Tidak ada jalan untuk menghindar Natasya hanya bisa menoleh kebelakang sebagai responnya kepada lelaki itu.


“ Kamu juga mau makan disini, nak? “ tanya Yudha saat berdiri tepat didepan gadis itu, Liana yang tidak mengenali Yudha hanya terdiam dan menunggu Natasya menyelesaikan perbincangannya. “ Ya “ jawab singkat natasya


Yudha yang sudah menduga bahwa gadis ini masih bersikap dingin kepadanya hanya tersenyum lalu berkata “ wah, kebetulan sekali ayah juga lagi mau makan disini. Kalau kamu gak keberatan, bagaimana jika kita makan bersama? “ kata ayah yang mengajak Natasya


“ Maaf, aku gak bisa. Bentar lagi jam kerja mau dimulai jadi aku harus cepat-cepat kembali ke kantor “ tolak natasya dengan nada dingin “ Sebentar saja, nak. Ayah sudah lama gak makan sama kamu “ bujuk ayah yang menampilkan ekspresi menyedihkannya


“ Sudah lama? Bukannya ini yang dari dulu kau inginkan? “ kata natasya yang menatap Yudha dengan jijik “ Ayah tau kamu masih benci sama ayah, tapi ayah mohon untuk kali aja. “ jawab yudha “ Maaf aku gak bisa, Liana ayo kembali! Sudah mau masuk jam kerja “ kata natasya yang mengalihkan pembicaraan


“ Kita gak jadi makan Bu? “ tanya Liana yang tidak mengerti keadaan “ Tidak usah, nanti makannya di kantin aja “ jawab Natasya sembari menarik tangan Liana pergi meninggalkan restoran. Yudha yang melihat kepergian Natasya dengan temannya pun hanya senyuman yang terukir di wajahnya


Ditempat lain, Liana masih terbingung dengan sikap natasya. Awalnya mereka baik-baik saja dan bersemangat untuk makan tetapi sesampainya disana natasya malah mengajak Kembali ke kantor tanpa membawa makanan.


“ Bu, kenapa kita kembali ke kantor? Bukannya jam kerja masih lama ya? “ tanya Liana yang menghentikan langkah Natasya, gadis yang diajak bicara hanya terdiam sejenak tanpa menoleh kebelakang. Liana yang khawatir dengan natasya pun langsung maju mendekati gadis itu untuk melihat ada apa dengannya.

__ADS_1


Namun saat melihat wajahnya, disana hanya terlihat wajah dingin tanpa ekspresi dengan mata yang menatap tajam entah kearah mana. Liana yang melihat tatapan itu pun seketika langsung merinding, ia baru pertama kali melihat mata itu. Sangat berbeda dari biasanya


Mencoba memanggil Natasya untuk beberapa kali namun tidak ada jawaban dari gadis itu. Tak lama kemudian, Natasya kembali berjalan menuju kantor tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Liana


“ Bu? Bu Tasya? “


Liana yang berteriak memanggil gadis itu namun Natasya kini tidak menjawab pertanyaannya sedari tadi. Sampai di kantor, gadis itu langsung masuk ke dalam ruangan Edward yang masih diikuti oleh Liana. Arya yang melihat kedatangan natasya dan Liana pun menyapa keduanya seperti biasa..


“ Siang Nona Tasya, Liana. Bagaimana dengan makan siangnya? “


Tanpa menjawab perkataan Arya, Natasya langsung berjalan melewati lelaki itu kemudian Mengambil laptop dan beberapa berkas yang ada di meja kecilnya, setelah mengambil semua yang diperlukan gadis itu langsung berjalan keluar dari ruangan tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.


Membuat bingung ketiga orang yang ada di ruangan itu, tak bisa menahan diri Arya pun menanyakan kepada Liana apa yang sedang terjadi pada Natasya. “ Apa yang terjadi? Kenapa Nona Tasya seperti itu? “ tanya Arya sambil menatap wanita yang tengah berdiri didepan pintu “ Aku tidak tahu. Sejak bertemu dengan lelaki yang ada di restoran, Bu Tasya tiba-tiba sudah seperti itu “ jawab Liana yang menceritakan


Bukannya menjawab pertanyaan Liana, Edward malah memalingkan wajahnya kembali kearah laptop lalu berkata dengan nada dinginnya “ Lelaki yang kalian temui di restoran, apa dia memanggil Tasya dengan sebutan nak dan menyebut dirinya sebagai ayah? “


Liana yang mendengar itu seketika terdiam lalu berpikir sejenak, mengingat kembali apa yang dikatakan lelaki itu pada Natasya saat berada direstoran. Tak lama kemudian, Liana pun membuka suaranya untuk membenarkan perkataan Edward sebelumnya


“ Ya benar tuan, lelaki itu menyebutnya sebagai ayah dan memanggil Bu tasya dengan sebutan nak “ kata Liana yang yakin, Edward yang sudah menduga itu pun langsung berdecih hingga membuat Kedua orang yang ada dihadapannya itu terbingung.


Memandang satu sama yang lain untuk menanyakan apa yang sedang dipikirkan oleh atasannya ini, karna sangat jarang lelaki yang ada di hadapan mereka terlihat seperti itu.

__ADS_1


*


*


*


Disisi lain, natasya sedang duduk di taman kantor dengan barang-barang yang ia tadi ambil di ruangan Edward sebelumnya. Berniat menenangkan pikirannya sejenak agar ia tidak terbawa emosi, entah kenapa setiap natasya melihat Yudha, rasanya seperti melihat masa lalu yang selama ini ia susah payah untuk melupakannya.


“ kenapa harus ketemu dia lagi sih? “


“ Apa gak boleh ya, aku hidup tenang sebentar tanpa kehadiran lelaki itu? “


“ Padahal jarak dari sini ke sana itu jauh lho, tapi kenapa dia bisa tau kalau aku ada disini? Apa gak puas bikin hidup aku begini? “


Natasya yang terus bergumam sambil mengusap rambutnya kebelakang, sungguh hari yang membuatnya cukup pusing. Terdiam disana beberapa menit untuk menenangkan semua yang ada didalam dirinya, setelah selesai barulah gadis itu kembali ke ruangan Edward dengan suasana hati yang cukup lebih baik.


Baru saja masuk kedalam ruangan Edward, gadis itu langsung melihat ada 2 tamu yang memecahkan suasana Natasya kali ini. Mereka datang hanya untuk bertengkar didepan lelaki itu sedangkan lelaki itu hanya menatap 2 gadis itu dengan tatapan yang tak acuh


“ kau ini kenapa masih disini? Keluar dari ruangan Edward dan jangan pernah berani deketin dia. Apa kau tidak tau dia itu tunanganku? “ kata wanita yang berambut pendek “ Untuk apa aku keluar? Aku kesini juga hanya ingin membicarakan sesuatu padanya “ jawab wanita satunya yang berambut panjang


“ Tapi aku duluan yang ingin bicara dengannya!! Jika kau bukan orang penting lebih baik, kau tunggu saja di ruangan tamu “ kata wanita Yang berambut pendek dengan suara keras “ Aku memang bukan orang penting tapi aku tunangan Edward “ jawab wanita yang berambut panjang dengan senyuman diwajahnya

__ADS_1


Natasya yang merasa pusing dengan keributan itu pun langsung membuka suaranya untuk menghentikan mereka walaupun akhirnya Natasya dipanjang dengan tatapan tajam dan jijik Dimata kedua wanita itu..


“ Bisakah kalian diam? Ini tuh kantor bukan hutan, jika ingin bertengkar lebih baik keluar! Jangan membuat masalah disini seperti anak kecil “


__ADS_2